Muhammad Dafi Kurniawan (2012120005)

Muhammad Dafi Kurniawan (2012120005)

oleh Muhammad Dafi Kurniawan -
Jumlah balasan: 0

1. 

a. Pelajari dan evaluasi internal control kewajiban jangka panjang

 

b. Dapatkan dan periksa ringkasan perubahan kewajiban jangka panjang

 

c. Kirim konfirmasi kepada Bank

 

d. Minta copy perjanjian kredit permanent file periksa otoraisasi perolehan/penambahan kewajiban jangka panjang

 

e. Periksa perhitungan bunga, pembayaran bunga dan amortisasi discount/premium dari obligasi

 

f. Tie-up jumlah beban bunga dan amortisasi discount/ premium obligasi dengan jumlah yang tercantum pada laporan laba rugi

 

g. Discount/premium yang belum diamortisasi dilaporkan sebagai pengurang/penambah dan nilai nominal obligasi

 

h. Periksa keberadaan kewajiban jangka panjang dan wesel bayar yang direnewed (diperpanjang) setelah tanggal neraca, untuk mengetahui penyajian kewajiban sebagai kewajiban jangka panjang atau kewajiban lancar

 

i. Periksa keberadaan kewajiban jangka panjang atau wesel bayar yang telah dilunasi setelah tanggal neraca walaupun belum jatuh tempo,untuk mengetahui perlu tidaknya reklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek

 

j. Kewajiban dari pemegang saham atau direksi dari perusahaan afiliasi,harus dikirim konfirmasi dan periksa pembebanan bunga atas pinjaman tsb.

 

k. Sesuaikan pencatatan dan penyajian di neraca tentang hutang leasing dengan PSAK No.30 ( sewa guna usaha)

 

l. Periksa kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahunya, sehingga harus di reklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek

 

m. Konversi kewajiban jangka panjang dalam valas per tanggal neraca kedalam kurs tengah BI dan selisih kurs dibebankan/dikreditkan pada Laba Rugi tahun berjalan

 

n. Lakukan penelaah ananalitis (Analytical Review Procedure) kewajiban jangka panjang dan biaya bunga, untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan pencatatan biaya bunga.

 

o. Sesuaikan penyajian kewajiban jangka panjang dalam laporan keuangan dengan PABU/PSAK

2. Bukti transaksi, buku besar, laporan keuangan tahun berjalan, laporan auditor independen tahun lalu, dan surat konfirmasi utang.

3. Subsequent Collection adalah penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati selesainya pekerjaan lapangan atau audit field work.

Subsequent Payment adalah pembayaran sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya audit field work.

5. 1. Pertama, pelajarilah serta evaluasi internal control atas ekuitas dan  transaksi jual beli saham, pembagian serta pembayaran dividen dan  sertifikat saham.

 

2. Kedua mintalah salinan dari akta pendirian, SK ratifikasi Menteri Kehakimandan HAM, SK BKPM/BKPMD, SK Bapepam, SK Presiden, supaya bisa disimpan pada arsip yang permanen.

 

3. Ketiga, cocokkan data-data yang terdapat didalam akta pendirian tadi dengan modal yang tertera di neraca serta penjelasan yang terdapat didalam catatan atas laporan keuangan.

 

4. Keempat, bagi perusahaan yangg baru berdiri serta perusahaan yang memiliki tambahan modal setoran  periksalah bukti setoran,  bukti pembukuan lainnya serta otorisasi dari instansi pemerintah serta pejabat pejabat yang berwenang didalam perusahaan

 

5. Kelima, jelaskan data-data tersebut pada kertas kerja pemeriksaan :

- Berapa modal dasar, modal ditempatkan, modal disetor serta premium dan discount dari penjualan saham

- Jenis sham yang dimilki perusahaan, berapa jumlah common stock dan preferred stock, dalam jumlah lembar maupun nominalnya.

- Rincian pemegang saham.

 

6. Keenam, periksalah dokumen pendukung dari setiap perubahan pada perkiraan retained earnings atau defisit.

 

7. Ketujuh, bilamana terdapat pembagian dividen, periksa apakah :

- dividen dibagikan dalam bentuk cash dividend, stock dividend atau propertu dividend

- Pencatatannya sudah dilakukan dengan baik serta benar

- Pastikan apakah telah diotorisasi oleh pejabat yg berwenang diperusahaan

- Lihat apakah aspek pajaknya  sudah sesuai menggunakan peraturan-peraturan perpajakan yang berlaku.

 

8. Kedelapan periksa apakah akumulasi kerugian perusahaan telah mencapai 75% dari modal disetor, kalau ini terjadi harus ada penjelsan dalam catatan atas laporan keuangan.

 

9. Kesembilan, pertimbangkan agar mengirim konfirmasi ke stock transfer agent

 

10. Kesepuluh, Seandainya ada treasury stock:

- Periksa bukti pemebelian dan otoritasnya.

- Periksa bukti penjualannya dan otoritasnya (jika treasury stock dijual kembali)

- Tanyakan kepada manajemen tujuan pembelian treasury stock (apakah untuk memperbaiki harga pasar saham perusahaan atau untuk dibagikan sebagai saham bonus)

- Perhatikan bahwa treasury stock tidak berhak atas pembagian dividen

 

11. Kesebelas, periksa apakah penyajian permodalan di laporanposisi keuangan dan catata atas laporan keuangan sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP/PSAK/IFRS

 

12. Buat Kesimpulan mengenai kewajaran ekuitas.

6. Auditor perlu mempertimbangkan informasi mengenai integritas manajemen, kekeliruan dan ketidakberesan, dan pelanggaran hukum klien dalam merencanakan audit. Luas dan kelengkapan perencanaan sangat bergantung pada: Ukuran dan kompleksitas permasalahan disuatu entitas. Pengalaman auditor dengan entitas yang akan diaudit.