Ruangan diskusi ini diperuntukkan bagi mahasiswa menjelaskan dan menganalisa materi hari ini melalui video yang tersedia. Diskusi antar teman dan kelompok dapat dituliskan pada tempat yang tersedia. Silahkan diskusi disini dan sebagai dosen pengampu saya berikan nilai masing2 dari ke aktifitasan Mahasiswa. Terimakasih... Selamat Berdiskusi
Ruangan Diskusi
Beberapa hal dijelaskan mengenai Demographics Environment...bagaimana menurut Saudara kondisi Indonesia ...sendiri pasca Pandemi atau new normal ??
Demografi Indonesia pada masa pasca pandemi atau new normal mengalami beberapa perubahan, salah satu yang paling terlihat dengan jelas yaitu
peningkatan kebutuhan akan pendidikan jarak jauh. Sebab selama pandemi, banyak sekolah dan perguruan tinggi mengalihkan kegiatan belajar mengajar mereka secara online atau jarak jauh. Hal ini dapat memicu peningkatan kebutuhan akan teknologi dan platform pembelajaran jarak jauh, yang dapat mempengaruhi permintaan untuk perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Perubahan ini dapat mempengaruhi kondisi bisnis di Indonesia pasca pandemi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan perubahan demografi dan memperhitungkan dampaknya pada permintaan produk dan layanan mereka.
Beberapa contohnya adalah meningkatnya penjualan smartphone dan tingginya user aplikasi video conference seperti zoom, gmet, dan discord juga naiknya jumlah user sosial media seperti tiktok dan instagram yang mencapai angka tertingginya.
peningkatan kebutuhan akan pendidikan jarak jauh. Sebab selama pandemi, banyak sekolah dan perguruan tinggi mengalihkan kegiatan belajar mengajar mereka secara online atau jarak jauh. Hal ini dapat memicu peningkatan kebutuhan akan teknologi dan platform pembelajaran jarak jauh, yang dapat mempengaruhi permintaan untuk perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Perubahan ini dapat mempengaruhi kondisi bisnis di Indonesia pasca pandemi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan perubahan demografi dan memperhitungkan dampaknya pada permintaan produk dan layanan mereka.
Beberapa contohnya adalah meningkatnya penjualan smartphone dan tingginya user aplikasi video conference seperti zoom, gmet, dan discord juga naiknya jumlah user sosial media seperti tiktok dan instagram yang mencapai angka tertingginya.
Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. berkurangnya jumlah populasi serta keterbatasan gerak aktivitas yang kita lakukan di luar rumah pada masa tersebut sangat mempengaruhi perekonomian dan bisnis yang ada. sehingga pada masa pandemi pembelian secara online pun cukup meningkat. banyak usaha yang menjual produk atau barang yang dijual dilakukan secara online dan menggunakan sistem COD. ini memudahkan bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi.
Banyak sekali efek dari COVID-19 yang berdampak pada keuangan, kesehatan masyarakat,pengurangan karyawan. Pandemi ini menyebabkan beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berimplikasi terhadap pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, aktivitas pendidikan, dan aktivitas sosial lainnya.
Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat rentan dan miskin. Oleh sebab itu, pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan-kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini.
Untuk menstabilkan perekonomian maka pemerintah memberikan banyak jenis bantuan kepada yang terkena dampak.bantuan tersebut antara lain : kartu prakerja, diskon listrik, sebsidi kuota belajar, blt umkm atau bpum, bsu, bansos tunai, kartu sembako dan beras bulog dan masih banyak sekali bantuan- bantuan yang diberikan.
Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat rentan dan miskin. Oleh sebab itu, pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan-kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini.
Untuk menstabilkan perekonomian maka pemerintah memberikan banyak jenis bantuan kepada yang terkena dampak.bantuan tersebut antara lain : kartu prakerja, diskon listrik, sebsidi kuota belajar, blt umkm atau bpum, bsu, bansos tunai, kartu sembako dan beras bulog dan masih banyak sekali bantuan- bantuan yang diberikan.
BERDASARKAN istilah dari Data Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bonus Demografi ialah potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk, dimana proporsi usia kerja lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja.Kini Indonesia berada di masa bonus demografi di mana jumlah penduduk produktif lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif. Munculnya Covid-19 mengejutkan dunia khususnya Indonesia. Pandemi Covid-19 sangat mengancam perkembangan demografi Indonesia. Bonus demografi yang diyakini dapat mengangkat perekonomian, malah berdampak buruk di musim pandemi saat ini.
Berikut adalah bentuk nyata permasalahan yang mengancam bonus demografi di Indonesia:a. Potensi Naiknya Angka KetergantunganAdanya kasus covid 19 banyaknya kegiatan masyarakat yang terbatas. Beragam kebijakan dilakukan guna menekan jumlah kasus baru mulai dari melakukan physical distancing, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Work From Home (WFH) hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan beragam kebijakan yang diupayakan pemerintah muncul sejumlah masalah lain, salah satunya yaitu tingginya angka kehamilan baru disaat pandemi. Tingginya tingkat kehamilan baru sangat memperburuk capaian bonus demografi penduduk tidak produktif semakin meningkat dan akan angka ketergantungan semakin besar (Media Indonesia, 4 Mei 2020).b. Pengangguran NaikWaktu menikmati bonus demografi sangatlah terbatas, apabila tidak diperhatikan dapat menjadi beban demografi. Dengan keadaan ini jauh dari harapan. Sehingga dengan adanya Pandemi Covid-19 ini berdampak pada aspek ketenagakerjaan Indonesia.
Berikut adalah bentuk nyata permasalahan yang mengancam bonus demografi di Indonesia:a. Potensi Naiknya Angka KetergantunganAdanya kasus covid 19 banyaknya kegiatan masyarakat yang terbatas. Beragam kebijakan dilakukan guna menekan jumlah kasus baru mulai dari melakukan physical distancing, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Work From Home (WFH) hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan beragam kebijakan yang diupayakan pemerintah muncul sejumlah masalah lain, salah satunya yaitu tingginya angka kehamilan baru disaat pandemi. Tingginya tingkat kehamilan baru sangat memperburuk capaian bonus demografi penduduk tidak produktif semakin meningkat dan akan angka ketergantungan semakin besar (Media Indonesia, 4 Mei 2020).b. Pengangguran NaikWaktu menikmati bonus demografi sangatlah terbatas, apabila tidak diperhatikan dapat menjadi beban demografi. Dengan keadaan ini jauh dari harapan. Sehingga dengan adanya Pandemi Covid-19 ini berdampak pada aspek ketenagakerjaan Indonesia.
Lingkungan demografis adalah karakteristik populasi manusia yang mengelilingi suatu perusahaan atau bangsa dan itu sangat mempengaruhi pasar dan kinerja perusahaan. perubahan lingkungan demografi menghadirkan peluang dan ancaman bagi perusahaan dan dapat memiliki implikasi besar bagi organisasi. Lingkungan demografi menjadi minat utama perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat membentuk pasar. Era COVID-19 juga menunjukkan terjadinya perubahan pola komunikasi masyarakat, masyarakat Indonesia yang dikenal dengan ramah tamah, akrab, tepa selira dan gotong royong dipaksa untuk merubah pola tersebut dengan tetap memegang nilai-nilai tersebut. Masyarakat dipaksa untuk physical distancing menjaga jarak antar satu dengan yang lainnya, menutup masker dan ΓÇ£sering-seringΓÇ¥ mencuci tangan dengan sabun. Perilaku tersebut dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, dan diyakini berdampak signifikan meski sangat mungkin berat untuk dilaksanakan. Physical distancing ini menyebabkan peningkatan kebutuhan area/ruang agar kebiasaan yang dilakukan selama ini tetap berjalan.
Kebijakan lain yang diterapkan selama era COVID-19 adalah bekerja di rumah (WFH), Aktivitas WFH tersebut berpengaruh pada pola mobilitas penduduk, sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada sektor transportasi dan angkutan. Beberapa wilayah sebagai dampak covid-19 melakukan lockdown ataupun pembatasan aktivitas transportasi. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan/berpergian diwajibkan memenuhi berbagai ketentuan. Masyarakat diwajibkan melakukan serangkaian tes/uji kesehatan sehingga dinyatakan tidak sedang ΓÇ£menderitaΓÇ¥ COVID-19. Secara tidak langsung pemenuhan kewajiban ini juga berdampak pada pola pengaturan pelayanan kesehatan.Yang tak kalah pentingnya sebagai dampak COVID-19 adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) diberbagai lapangan usaha. Pembatasan aktivitas masyarakat, WFH, lockdown ataupun pembatasan/pengaturan transportasi berakibat pada lesunya perekonomian bahkan resesi ekonomipun terjadi pascatriwulan tiga. Banyak perusahaan melakukan PHK atau merumahkan para pekerjanya sampai waktu yang belum ditentukan, usaha perorangan banyak gulung tikar, PHK dan penutupan usaha semakin memperbesar jumlah pengangguran.
Kebijakan lain yang diterapkan selama era COVID-19 adalah bekerja di rumah (WFH), Aktivitas WFH tersebut berpengaruh pada pola mobilitas penduduk, sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada sektor transportasi dan angkutan. Beberapa wilayah sebagai dampak covid-19 melakukan lockdown ataupun pembatasan aktivitas transportasi. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan/berpergian diwajibkan memenuhi berbagai ketentuan. Masyarakat diwajibkan melakukan serangkaian tes/uji kesehatan sehingga dinyatakan tidak sedang ΓÇ£menderitaΓÇ¥ COVID-19. Secara tidak langsung pemenuhan kewajiban ini juga berdampak pada pola pengaturan pelayanan kesehatan.Yang tak kalah pentingnya sebagai dampak COVID-19 adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) diberbagai lapangan usaha. Pembatasan aktivitas masyarakat, WFH, lockdown ataupun pembatasan/pengaturan transportasi berakibat pada lesunya perekonomian bahkan resesi ekonomipun terjadi pascatriwulan tiga. Banyak perusahaan melakukan PHK atau merumahkan para pekerjanya sampai waktu yang belum ditentukan, usaha perorangan banyak gulung tikar, PHK dan penutupan usaha semakin memperbesar jumlah pengangguran.
Assalamualaikum....terimakasih untuk diskusi yang menarik ini, saya melihat tanggapan yang luar biasa... tapi yang lain Mahasiswa saya kemana yaaa..?
menurut saya untuk saat ini indonesia sedang mengalami transisi ekonomi, karena sejak tahun 2020 sampai dengan akhir 2022 kemarin, mengalami kejadian luar biasa yaitu COVID-19 yang mengacam seluruh leading sektor yang ada di Indonesia. khususnya di bidang ekonomi, karena masyarakat paling berdampak, bahkan banyak sekali umkm, usaha dan lainnya tutup karena pandemi covid-19.
bukan terus merangka untuk mengalami perubahan , bahkan mengalami penurunan omset yang luar biasa, semua kantor harus di berlakukan WFH dan WFO, dan semua memiliki keterbatasan dari sgeini ekonomi, banyak perusahaan sudah memberlakukan pemecatan karena tidak sanggup untuk membayar gaji, bahkan ada yang dirumahkan dan lainnya.
tetapi mamasuki tahun 2023, kondisi sudah mengalami perubahan bahkan semua bidang usaha sudah merangka naik mengalami perubahan dan mengalami kenaikan pendapatan, karena WHO telah mencabut status darurat COVID-19. ini yang membuat dunia usaha, dunia pekerja sudah bisa kembali normal dan bisa kembali melakukan aktifitas seperti biasa, walaupun belum 100 persen tetapi sudah mengalami kenaikan sekitar 80 persen.
bukan terus merangka untuk mengalami perubahan , bahkan mengalami penurunan omset yang luar biasa, semua kantor harus di berlakukan WFH dan WFO, dan semua memiliki keterbatasan dari sgeini ekonomi, banyak perusahaan sudah memberlakukan pemecatan karena tidak sanggup untuk membayar gaji, bahkan ada yang dirumahkan dan lainnya.
tetapi mamasuki tahun 2023, kondisi sudah mengalami perubahan bahkan semua bidang usaha sudah merangka naik mengalami perubahan dan mengalami kenaikan pendapatan, karena WHO telah mencabut status darurat COVID-19. ini yang membuat dunia usaha, dunia pekerja sudah bisa kembali normal dan bisa kembali melakukan aktifitas seperti biasa, walaupun belum 100 persen tetapi sudah mengalami kenaikan sekitar 80 persen.