Nama : Nabila Putri
Kelas  : 6AK-P1
Npm  : 2012120080
Pengertian audit internal
Audit internal adalah proses penilaian dan evaluasi terhadap pengelolaan bisnis oleh manajemen perusahaan, termasuk bagaimana kinerja finansial dan proses pelaporan akuntansinya disusun. Tujuan internal audit adalah supaya laporan kinerja suatu perusahaan tidak mengandung cacat, baik dari segi administratif maupun intrinsiknya.
Selain memberi nilai dan evaluasi, seorang auditor internal biasanya juga akan memberi masukan-masukan apabila laporan kinerja (terutama berkaitan keuangan) mengandung hal-hal berpotensi menurunkan reputasi bisnis. Sehingga saat laporan dibawa ke tahap audit eksternal, perusahaan akan terbebas dari risiko menerima opini audit final yang kurang baik.
ΓÇó Fungsi Internal Audit
Setelah membahas apa itu audit internal, kali ini kita akan membahas fungsinya bagi perusahaan, di antaranya:
1. Memastikan Pengeluaran Biaya dalam Batas Wajar
Fungsi pertama audit internal adalah memastikan kas keluar perusahaan memiliki jumlah yang wajar dan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, dalam proses auditing, auditor internal juga akan meminta divisi keuangan menyetorkan bukti transaksi seperti nota, wesel, tanda terima kas, dan sebagainya. Apabila ada kejanggalan dari salah satu transaksi, auditor bisa langsung meminta pertanggungjawabannya pada manajemen.
2. Memastikan Kinerja Keuangan Perusahaan Sesuai Standar
Fungsi internal audit berikutnya adalah memastikan laporan keuangan perusahaan tersusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Apabila ada jurnal atau neraca dengan nama akun tidak sesuai PSAK, auditor bisa meminta manajemen memperbaiki laporan tersebut.
3. Menjamin Mutu dan Integritas dari Suatu Laporan Keuangan
Selain dari segi administratif seperti PSAK, fungsi internal audit yang lainnya adalah demi menjamin integritas dan kualitas dari laporan keuangan perusahaan. Apabila ada data yang tampak janggal atau tidak jelas dari mana asalnya, auditor internal diperkenankan melakukan penyelidikan langsung ke pihak-pihak terkait data janggal tersebut.
4. Memberikan Masukan Perbaikan Sebelum Proses Audit Eksternal
Internal audit adalah proses yang ketat dan penuh ketelitian. Meski demikian, segala masalah dan kesalahan pencatatan selama tahap audit ini hanya akan jadi konsumsi internal manajemen saja. Lain halnya dengan proses audit eksternal yang bisa meresikokan profesionalitas dan nama perusahaan.
Oleh karena itu, selama proses internal audit, seorang auditor biasanya akan berupaya memberikan masukan selengkap dan sedetail mungkin kepada manajemen. Supaya saat disetor pada auditor eksternal, laporan manajemen terbebas dari kesalahan perhitungan dan berbagai masalah lainnya.
ΓÇó Tujuan Internal Audit
Seorang auditor memiliki beberapa pedoman internal audit yang menjadi tujuan utamanya saat melakukan proses auditing, di antaranya:
1. Completeness
Tujuan pertama audit internal adalah completeness, yaitu kelengkapan data yang dicantumkan manajemen dalam laporannya. Sebelum memberikan verifikasi pada laporan manajemen, auditor internal wajib melihat apakah laporan tersebut telah disusun dengan informasi lengkap tanpa ada pengurangan.
2. Accuracy
Tujuan berikutnya internal audit adalah untuk memastikan laporan manajemen akurat dan sesuai realita di lapangan. Apabila menurut auditor internal data tersaji kurang akurat, auditor tersebut berhak melakukan penyelidikan mendalam hingga menemukan data yang benar-benar tepat.
3. Existence
Selain komplit dan akurat, auditor internal juga perlu memastikan data dalam laporan manajemen benar-benar ada, bukan ΓÇ£diada-adakanΓÇ¥. Poin existence ini merupakan salah satu pedoman audit internal paling penting untuk menghindari perilaku oknum dalam perusahaan.
4. Valuation
Tujuan keempat audit internal adalah untuk memastikan laporan keuangan manajemen sesuai dengan PSAK. Oleh karena itu, selain harus sudah memiliki sertifikasi, seorang auditor juga wajib lulus pemahaman mengenai standar-standar akuntansi.
5. Classification
Tujuan terakhir dilaksanakannya internal audit adalah guna memastikan akun-akun dalam laporan keuangan tersusun dengan benar dan sesuai tempatnya, tidak tercampur atau tertukar dengan akun lainnya.
ΓÇó Langkah Langkah Audit Internal
Setelah membahas apa itu audit internal, fungsi, dan tujuannya, di bawah ini ada langkah langkah audit internal paling umum dilakukan bisnis, yaitu:
ΓÇó Perencanaan Jadwal dan Proses Audit
ΓÇó Langkah langkah internal audit yang pertama adalah merencanakan jadwal audit serta menentukan bagaimana alur pelaksanaannya. Di tahap ini, auditor internal wajib berkoordinasi dengan manajemen (atau perwakilannya) tentang sesering apa mereka bisa melakukan sinkronisasi internal sebelum jadwal audit eksternal tiba.
ΓÇó Pelaksanaan Proses Audit
ΓÇó Langkah berikutnya untuk melakukan audit internal adalah dengan melaksanakannya secara kontinu hingga laporan keuangan manajemen diperiksa dengan sempurna. Proses pelaksanaan audit semacam ini tidak harus tiap hari. Perwakilan manajemen dan auditor bebas menentukan durasi dan intensitas waktu pelaksanaan audit, misalnya 2 minggu sekali, 1 bulan sekali, dan sebagainya.
ΓÇó Penyusunan Laporan
ΓÇó Setelah proses pelaksanaan internal audit dinyatakan selesai, selanjutnya auditor internal bertugas menyusun laporan hasil audit internal. Nantinya, hasil tersebut perlu disampaikan ke pihak manajemen untuk pengambilan keputusan selanjutnya.
ΓÇó Pengambilan Tindak Lanjut
ΓÇó Dalam proses auditing, auditor internal barangkali telah menemukan beberapa miskalkulasi, inkonsistensi penulisan, hingga data mencurigakan. Setelah laporan hasil internal audit diserahkan, auditor bisa memberikan saran dan imbauannya pada manajemen agar segera membenahi kesalahan dalam laporan keuangannya.
• Pengertian eror collusion  dan fraud
Intentional error adalah kesalahan yang disengaja dengan tujuan untuk
Menguntungkan diri sendiri dalam bentuk window dressing (merekayasa laporanKeuangan supaya terlihat lebih baik Agar Lebih mudah mendapat kredit dari bank)Dan check kiting (saldo rekening bank ditampilkan lebih besar sehingga current ratioTerlihat lebih baik).
Unintentional error adalah kesalahan yang terjadi secara tidak disengaja
(kesalahan manusiawi), misalnya salah menjumlah, penerapan standar akuntansi yangSalah karena ketidaktahuan.Kecurangan bisa terjadi dalam bentuk collusion, fraud, white-coller crime,Embezzlement, computer crime dan lain-lain.Collusion adalah kecurangan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang denganCara bekerja sama dengan tujuan untuk menguntungkan orang-orang tersebut, biasanyaMerugikan perusahaan atau pihak ketiga.Misalnya di suatu perusahaan terjadi collusion antara bagian pembelian, bagian Gudang, bagian keuangan dan supplier dalam pembelian bahan atau barang
Collusion merupakan bentuk kecurangan yang sulit dideteksi, walaupun Pengendalian intern perusahaan cukup baik. Salah satu cara pencegahan yang banyak Digunakan adalah dilarangnya pegawai yang mempunyai hubungan keluarga (suami-Istri, adik-kakak) untuk bekerja di perusahaan yang sama..
Pengertian Fraud
Menurut Joseph T. Wells (2005:8)
ΓÇ£Dalam pengertian luas, fraud dapat meliputi segala macam bentuk kriminal dengan Menggunakan tipu muslihat sebagai dasar modus operandinya
1. Menurut Spencer Picket (2012):
ΓÇ£Any act or omission involving deceit that attempts to deceive others, in a way that Result in the victim suffering a loss and/or the perpetrator achieving a gain.ΓÇ¥
2. Menurut Pusdiklatwas BPKP (2002):
ΓÇ£Fraud adalah suatu perbuatan melawan atau melanggar hukum yang dilakukan Oleh orang atau orang-orang dari dalam dan/atau dari luar organisasi, dengan Maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau kelompoknya yang Secara langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain.ΓÇ¥Korupsi, Kolusi & Nepotisme (KKN)L. KORUPSI adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh setiap orang yang melange Norma-norma yang berlaku yang merugikan negara dan atau masyarakat dengan Tujuan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi/keluarga/kelompok/golongan
2. KOLUSI adalah kerja sama yang bermakna dan bertujuan negatif seperti: tidak Sah, curang, jahat, dan tidak benar. Kolusi akan berarti korupsi jika kerjasama ata Perjanjian rahasia atau saling pengertian yang terjadi mengakibatkan kerugian Terhadap kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat untuk kepentingan Dan keuntungan pihak-pihak yang bersekongkol.
3. NEPOTISME adalah kecenderungan untuk memberikan prioritas di luar ukuran Kepada sanak saudara kadang dalam hal pekerjaan, jabatan, pangkat di lingkungan Birokrasi kekuasaan