Pertemuan 1

Pertemuan 1

oleh Irawan Irdian -
Jumlah balasan: 0

1. Artificial Intelligence (AI), atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Kecerdasan Buatan, adalah cabang ilmu komputer yang bertujuan untuk mengembangkan sistem dan mesin yang mampu melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI melibatkan penggunaan algoritma dan model matematika untuk memungkinkan komputer dan sistem lainnya untuk belajar dari data, mengenali pola, dan membuat keputusan yang cerdas (Eriana & Zein, 2023)


Referensi dari jurnal : Eriana, E. S., & Zein, D. A. (2023). Artificial Intelligence. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 1. 


dari pengertian di atas dapat di simpulkan bahwasannya Ai merupakan replika dari kecerdasan manusia itu sendiri yang selalu di maintenance seiring berjalan nya waktuu dengan kecerdasan yang semakin meningkat bahkan dari manusia itu sendiri, selain itu AI bersifat statis, tidak berubah, kecuali ada perintah dari user nya itu sendiri, berbeda dengan manusia yang bersifat dinamis, selalu berubah, tiap waktu, hari bahkan detik.



2. Emosi pada dasarnya sulit dibaca dan sering kali ada kesenjangan antara apa yang orang katakan dan apa yang sebenarnya mereka rasakan. Mesin mungkin tidak akan pernah mencapai tingkat pemahaman ini, tetapi siapa yang bisa mengatakan bahwa cara kita memproses emosi adalah satu-satunya cara. Cara kita menafsirkan emosi satu sama lain penuh dengan bias dan opini, jadi mungkin AI dapat membantu kita langsung ke intinya ketika menyangkut emosi kita.


Referensi : Olivian Brookhouse. 2023. Artikel Kecerdasan Buatan Memahami Emosi. (online) diakses 26 September 2024 https://telefonicatech.com/en/blog/can-artificial-intelligence-understand-emotions 


dari refrensi di atas menjelaskan bahwasannya memang AI hampir bisa menggantukan semua pekerjaaan manusia, tapi tidak dengan yang namanya emosional dan juga inovasi, hal tersebut di karenakan, AI hanya bisa berkeja/beroprasi dengan perintah manusia atau user itu sendiri, yang dimana kita tau, AI tidak memiliki kapasiatas lebih terkait emosional dan inovasi seperti manusia.


AI merupakan mesin yang di buat dengan tujuan memudahkan manusia dalam menyelesaikan masalah, atau membantu  manusia di kondisi-kondisi tertentu, tapi ada beberapa pengecualian yang AI sendiri belum mampu mengerjakan sampai saat ini, seperti, emosional, inovasi yang lebih manusiawi, beberapa hal tersebut menunjukkan bahwasannya, AI memang mungkin lebih setingkat lebih maju dari manusia itu sendiri, tapi tetap ada beberapa hal menunjukkan bahwa AI tidak lebih dari manusia, ini merupakan sisi lain dari kebijakan manusia dalam penggunakan AI sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan , bukan untuk membodohi diri sendiri dengan ciptaan diri sendiri.