Tugas Pertemuan Ke 5

Tugas Pertemuan Ke 5

Jumlah balasan: 3

Analisislah pentingnya Pancasila sebagai ideologi terbuka di era globalisasi yang semakin mendorong terjadinya percampuran budaya dan nilai-nilai asing di Indonesia.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tugas Pertemuan Ke 5

oleh Mohamad Dafa Alfian Kurniawan -
Pancasila sebagai ideologi terbuka sangat penting di era globalisasi karena menawarkan landasan nilai yang kuat namun fleksibel untuk menghadapi percampuran budaya dan masuknya nilai-nilai asing di Indonesia. Globalisasi mempercepat arus informasi, teknologi, dan budaya dari berbagai penjuru dunia, sehingga nilai-nilai dari luar sering kali berpengaruh pada masyarakat Indonesia. Di tengah kondisi ini, Pancasila berfungsi sebagai filter yang memungkinkan penerimaan nilai-nilai positif dari luar tanpa menghilangkan jati diri bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tugas Pertemuan Ke 5

oleh Vera Dwiana Putri -
Pentingnya Pancasila sebagai ideologi terbuka di era globalisasi yaitu Pancasila mampu mengikuti perkembangan zaman dan terbuka terhadap pemikiran baru serta dapat menjaga eksistensi kepribadian bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya Pancasila masih relevan di era globalisasi karena Pancasila sejatinya merupakan ideologi terbuka yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Dalam artian, Pancasila mampu bertahan pada dinamika masyarakat tanpa meninggalkan nilai dan norma fundamentalnya. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki tiga dimensi yaitu dimensi idealistis, normatif, dan realistis. Ketiga dimensi tersebut menempatkan Pancasila sebagai penuntun kehidupan berbangsa dan bernegara dengan syarat akan moral dan etika yang dilakukan secara rasional demi mewujudkan cita-cita bangsa dan mencegah ancaman-ancaman yang ada di tengah arus globalisasi. Oleh sebab itu, masalah yang ada bukan pada pancasilanya, tetapi pada pelaksanaan yang dijanlankan oleh negara dan masyarakat yang terkadang masih belum mengerti nilai dan makna sila-sila pancasila itu sendiri, bahkan pancasila masih dianggap sebelah mata oleh individu atau kelompok karena dinilai sebagai ideologi yang belum jadi atau kosenpsi politik semata.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tugas Pertemuan Ke 5

oleh ROBIN ABEDNEGO SUDIBYO -
Pada kenyataannya, kita harus mengakui bahwa Pancasila sendiri belum mendapat tempat yang tepat di hati masyarakat. Penghayatan dan pemahaman akan nilai Pancasila belum benar-benar diresapi, dibuktikan dengan banyaknya implementasi budaya asing yang tidak pas dengan budaya Indonesia. Pancasila perlu disosialisasikan dan ditanamkan kembali, khususnya bagi anak muda dalam prosesnya untuk mengembangkan dirinya untuk menjadi masyarakat yang modern dan dapat mempertahankan eksistensinya. Salah satu tantangan terberat dalam melawan arus negatif globalisasi adalah menyiapkan pendidikan bagi anak muda yang akan melakukan pembangunan Indonesia di masa mendatang. Diharapkan kemajuan negara Indonesia kelak dapat sesuai dengan visi dan misi yang telah dituangkan para pembela negara pada Pancasila.

Pancasila memiliki peranan penting sebagai filter (penyaring) nilai-nilai baru. Rakyat Indonesia perlu untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perkembangan zaman, tetapi Pancasila diperlukan untuk mempertahankan nilai budaya asli. Pancasila dapat digunakan untuk memilah mana saja nilai yang dapat diserap untuk kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila sendiri. Dengan begitu, Pancasila tidak kaku dan menutup jalan bagi adanya perubahan. Pancasila justru memberi kesempatan bagi nilai-nilai baru untuk tumbuh dalam negara dengan tetap berada di bawah kepribadian bangsa.