- Apa yang dimaksud dengan "pencarian buta" dalam kecerdasan buatan, dan apa peran utamanya dalam pemecahan masalah?
- Apa perbedaan antara Breadth-First Search (BFS) dan Depth-First Search (DFS) dalam pencarian buta? 
- Sebutkan beberapa contoh masalah dunia nyata yang dapat dipecahkan dengan teknik pencarian dan pelacakan buta.
- Bagaimana Anda menilai efisiensi dan keefektifan sebuah algoritma pencarian dalam pemecahan masalah? Apa yang perlu dipertimbangkan?
 
Jawab :
1.     Pencarian buta (juga disebut pencarian tanpa informasi) adalah pencarian yang tidak memiliki informasi tentang domainnya . Satu-satunya hal yang dapat dilakukan pencarian buta adalah membedakan status non-tujuan dari status tujuan.
2.     Breadth-First Search (BFS) dan Depth-First Search (DFS) adalah dua algoritma dasar yang digunakan untuk menelusuri atau mencari grafik dan pohon.
Breadth-First Search (BFS) teknik berbasis titik untuk menemukan jalur terpendek dalam grafik.
BFS membangun pohon tingkat demi Tingkat sedangkan DFS membangun pohon, sub-pohon demi sub-pohon.
3.    
Aplikasi
Pengenalan wajah   
Smartphone menggunakan pengenalan wajah untuk mengidentifikasi pemiliknya untuk
membuka kunci di smartphone. Tidak akan terbuka jika system tidak dapat membaca
pengenalan wajah yang memang sudah didaftarkan.
4.     Efisiensi dan keefektifan sebuah algoritma pencarian dikatakan berhasil apabila semakin kecil atau sedikitnya algoritma yang digunakan saat ingin menemukan Solusi dari sebuah permasalahan tersebut.
Mengevaluasi keakuratan algoritma mesin pencari dapat dilakukan dengan menggunakan alat umpan balik yang mengumpulkan dan menganalisis opini dan preferensi pengguna . Survei dapat digunakan untuk menilai dan mengomentari hasil pencarian, serta memberikan saran untuk perbaikan.
 
 
https://www.geeksforgeeks.org/difference-between-bfs-and-dfs/