1. Jenis data:
- Data kategoris: Cocok untuk grafik batang, pie chart, atau dot plot
- Data numerik kontinu: Cocok untuk histogram, box plot, atau scatter plot
- Data time series: Cocok untuk line chart atau area chart
2. Tujuan visualisasi:
- Perbandingan: Grafik batang atau dot plot
- Komposisi: Pie chart atau stacked bar chart
- Distribusi: Histogram atau box plot
- Tren waktu: Line chart atau area chart
- Korelasi: Scatter plot atau heat map
3. Jumlah variabel:
- Satu variabel: Histogram, box plot, atau pie chart
- Dua variabel: Scatter plot atau line chart
- Tiga atau lebih variabel: 3D scatter plot, bubble chart, atau parallel coordinates plot
4. Ukuran dataset:
- Dataset kecil: Dot plot atau grafik batang
- Dataset besar: Histogram atau heat map
5. Audiens:
- Pertimbangkan tingkat pemahaman statistik audiens
6. Kompleksitas informasi:
- Informasi sederhana: Pie chart atau grafik batang
- Informasi kompleks: Scatter plot matrix atau parallel coordinates plot
7. Kebutuhan interaktivitas:
- Visualisasi statis vs interaktif
Saat memilih visualisasi, pertimbangkan juga:
- Kejelasan: Apakah grafik mudah dipahami?
- Akurasi: Apakah grafik merepresentasikan data dengan tepat?
- Efisiensi: Apakah grafik mengomunikasikan informasi dengan efektif?
Contoh konkret:
- Untuk menggambarkan distribusi nilai ujian siswa, histogram akan sangat efektif.
- Untuk membandingkan penjualan produk per bulan, grafik batang atau line chart bisa menjadi pilihan yang baik.
- Untuk menunjukkan korelasi antara tinggi badan dan berat badan, scatter plot akan sangat informatif.