DAMPAK FAKTOR EKONOMI dan NON EKONOMI TERHADAP BISNIS

DAMPAK FAKTOR EKONOMI dan NON EKONOMI TERHADAP BISNIS

oleh RIZKY PRASASTIFANI -
Jumlah balasan: 0

Dampak faktor-faktor ekonomi dan non-ekonomi terhadap perkembangan bisnis nyata dapat dilihat dari berbagai aspek, baik untuk perusahaan besar multinasional maupun UMKM.

Faktor Ekonomi

  1. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dilihat dari naiknya GNP/ Pendapatan nasional tanpa memperhitungkan kenaikan jumlah penduduk. Hal ini menyebabkan, ketika pertumbuhan ekonomi positif, daya beli masyarakat sekitar akan meningkat. Perusahaan besar seperti multinasional dapat memanfaatkan ini untuk meningkatkan penjualan produknya. Sebaliknya, UMKM juga akan merasakan dampak positif, karena konsumen lebih cenderung membeli produk (membelanjakan pendapatannya)

  1. Inflasi

Inflasi adalah keadaan dimana terjadi kenaikan harga harga secara umum. Tingkat inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli konsumen. Perusahaan besar seringkali dapat menyerap biaya tambahan, sementara UMKM mungkin kesulitan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan.

  1. Nilai Tukar Rupiah (Kurs)

Nilai tukar rupiah terhadapat mata uang luan negeri selalu mengalami perubahan. Bagi perusahaan multinasional, fluktuasi nilai tukar dapat mempengaruhi biaya bahan baku dan harga jual. UMKM yang mengandalkan bahan impor juga merasakan dampaknya, yang bisa menyebabkan kenaikan harga produk. Hal ini bisa menyebabkan berkurangnya daya beli oleh masyarakat.

  1. Ketersediaan Modal

Akses terhadap pendanaan sangat penting. Perusahaan besar biasanya memiliki lebih banyak akses ke sumber pembiayaan, sementara UMKM seringkali terhambat oleh sulitnya mendapatkan pinjaman. Apabila sebuah usaha memiliki kecukupan modal maka akan mudah pula untuk mengembangkan usahanya

 

 

Faktor Non-Ekonomi

  1. Kondisi Alam

Seperti yang pernah kita lalui, pada masa pandemic Covid banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Hal ini dapat mempengerahui seseorang dalam berbelanja . Berdampak pada perusahaan dan UMKM.

 

  1. Regulasi Pemerintah

Kebijakan pemerintah, seperti pajak dan regulasi, dapat mempengaruhi operasi bisnis. Perusahaan besar mungkin memiliki sumber daya untuk beradaptasi dengan perubahan regulasi, sedangkan UMKM bisa tertekan oleh biaya kepatuhan yang lebih tinggi. Adanya regulasi akan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli.

 

  1. Inovasi dan Teknologi

Sebuah bisnis usaha yang adaptif terhadap perkembangan TIK akan lebih mudah membuka pasar dan konsumen dalam mengenal produknya. Kemajuan teknologi dapat membuka peluang baru untuk bisnis. Perusahaan besar seringkali memiliki kemampuan untuk berinvestasi dalam teknologi baru, sementara UMKM harus lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi yang ada.

  1. Perubahan Sosial dan Budaya

Perubahan dalam preferensi konsumen dapat mempengaruhi permintaan produk. UMKM yang lebih dekat dengan komunitas lokal seringkali lebih cepat beradaptasi dengan perubahan ini dibandingkan dengan perusahaan besar.

  1. Isu Lingkungan dan Keberlanjutan

Kesadaran akan isu lingkungan semakin meningkat. Perusahaan besar yang menerapkan praktik berkelanjutan dapat meningkatkan citra merek, sedangkan UMKM yang mengutamakan keberlanjutan juga bisa menarik konsumen yang peduli lingkungan.

Kesimpulan

Kedua faktorΓÇöekonomi dan non-ekonomiΓÇömemiliki dampak signifikan terhadap perkembangan bisnis. Perusahaan besar mungkin memiliki lebih banyak sumber daya untuk mengatasi tantangan, tetapi UMKM seringkali lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan di lingkungan sekitarnya. Memahami interaksi antara faktor-faktor ini sangat penting bagi semua jenis bisnis dalam merumuskan strategi yang efektif.