Artificial Intelligance Pertemuan ke 3

Artificial Intelligance Pertemuan ke 3

oleh ARBI ILHAMIHARJA -
Jumlah balasan: 0

1. Pencarian buta dalam kecerdasan buatan merupakan teknik pencarian determistik tanpa infomasi yang mengarahkan pada tujuan. Pada pencarian buta, algoritma yang bisa digunakan adalah Depth First Search (DFS) dan Breadth First Search (BFS). Perannya untuk menemukan solusi dengan menjelajahi semua kemungkinan.

2. Depth First Search sebuah proses pencarian akan dilakukan pada semua anaknya sebelum dilakukan  pencarian ke node yang selevel. Pencarian dimulai dari node akar ke level yang lebih tinggi. Proses ini diulangi terus hingga ditemukannya solusi. Sedangkan Breadth First Search sebuah proses pencarian semua node pada level n akan dikunjungi terlebih dahulu sebelum mengunjungi node-node pada level n+1. Pencarian dimulai dari node akar yang terus level ke-1 dari ke kanan, kemudian berpindah ke level berikutnya demikian pula dari kiri ke kanan hingga ditemukan solusi.

3. Contoh masalah dunia nyata yang dapat dipecahkan dengan teknik pencarian dan pelacakan buta :

        • Pemecahan puzzle
        • Pemainan Catur┬á
        • Labirin
4. Menurut saya menilai efisiensi dan keefektifan sebuah algoritma pencarian dalam pemecahan masalah :

Efisiensi merupakan waktu komputasi, seberapa cepat algoritma tersebut dapat menemukan solusi dan algoritma yang efisien akan menghasilkan solusi dalam waktu yang relatif singkat, terutama untuk masalah yang besar.

Keefektifan merupakan semua operasi yang akan dilakukan dalam algoritma harus cukup dasar bahwa secara prinsip dapat dikerjakan tepat dan dalam panjang waktu yang terbatas

Sumber Referensi : Khowarizmi dan Lubis, Ridho, Arif. 2023.  Artificial Intelligence. Medan: Umsu Press