Pemodelan analisis dalam proses rekayasa sistem

Pemodelan analisis dalam proses rekayasa sistem

oleh NUR AINI -
Jumlah balasan: 0

1. Tujuan pembuatan model adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik terhadap entitas aktual yang akan dibangun, tentu juga untuk mengoptimalkan desain sistem.

Tentu sangat penting dilakukan sebelum tahap desain sistem dikarenakan untuk membantu dalam komunikasi antar pemangku kepentingan dan memastikan bahwa sistem yang dikembangkan memenuhi kebutuhan pengguna.

2. Perbedaan antara model konseptual dan fisik dalam analisis sistem adalah 

- model konseptual memberikan gambaran umum dan abstrak tentang sistem, fokus pada konsep konsep utama.

- ⁠model fisik  menjelaskan teknis sistem, struktur data, algoritma, dan interaksi tentunya model fisik ini lebih detail dan spesifik.

3. Berbagai alat bantu seperti DFD (Data Flow Diagram), UML dan ERD digunakn dalam pemodelan analis menurut anda alat mana yang lebih efektif  ? Mengapa?

- Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. 

- DFD

adalah diagram yang digunakan untuk memodelkan sistem seoara logik. Seperti halnya bagan alir dokumen, diagram alir data pun dapat digunakan baik pada tahap analisis maupun tahap desain, namun kecenderungan diagram ini lebih cocok digunakan untuk tahap desain. 

- UML

UML(Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menetukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. 

Jadi tidak ada satu alat bantu (DFD, UML, atau ERD) yang secara otomatis lebih efektif atau lebih penting dari yang lain dalam pemodelan analisis. Efektivitasnya tergantung pada jenis sistem yang sedang dianalisis dan fokus analisis tersebut. DFD lebih baik untuk memodelkan aliran data dan proses bisnis, UML lebih baik untuk pemodelan perangkat lunak berorientasi objek, dan ERD lebih baik untuk memodelkan struktur basis data.

Sumber: 

https://sanitadazira.wordpress.com/dfd-erd-uml/