1. Rumusan masalah dianalogikan seperti kompas karena rumusan masalah sama halnya dengan fungsi kompas itu sendiri yang berfungi untuk petunjuk arah. Menurut saya penjelasan secara simplenya gini, anggap saja dan bayangkan kita sendirian berada di dalam sebuah hutan yang sangaaaatt luas dan kita tersesat di dalamnya. Akses internet tidak ada, namun kita masih ada kompas. Apakah potensi selamat dan keluar dari hutan itu bisa terjadi? Yapss itu bisa, karena kompas sebagai salah satu benda yg berfungsi sebagai petunjuk arah yang bisa menuntun kita ke satu jalur yang benar dan endingnya kita akan selamat. Tapi coba bayangkan jika sisi buruknya kita tidak punya kompas? Apakah masih ada kesempatan selamat?Jawabannya masih bisa tapi dengan penuh keraguan dan dalam jangka waktu yang lama serta persentase keluarnya lebih kecil dibandingkan ketika kita mempunyai kompas. Mengapa itu bisa terjadi, karena kita mencari jalan keluar bukan atas petunjuk arah namun mencari jalan keluar berdasarkan asumsi pribadi yang mendorong kita untuk mencoba lewat jalur yang berbeda, muter muter yang pada akhirnya membuat kita tersesat. Dan jikalau ada yg bisa keluar dari hutan, itu karena adanya keberuntungan yg memihak. Dari cerita diatas meskipun dalam kasus yang berbeda namun tetap mempunyai makna yang sama. Maknanya apa?? Gini deh rumusan masalah itu kita anggap kompas, dan point point dari rumusan masalah itu kita deskripsikan bagaimana kita dapat keluar dari hutan yang sangat luas itu dengan kondisi akses internet yang tidak ada?
Untuk menjawab itu kita bahas kembali fungsi rumusan masalah itu untuk mencari solusi dibalik permasalahan yang ada. Jadi kompas yang kita miliki itu adalah jawaban. Yang artinya jika kita mempunyai rumusan maslah yg dianalogikan seperti kompas maka kita dapat mencari solusi dibalik pertanyaan pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Dengan hal ini kesimpulannya menurut saya adalah rumusan masalah itu penting karena sebagai petunjuk arah penelitian (kompas) jika kita tidak mempunyai rumusan masalah maka pembahasan penelitian kita akan melebar kemana mana tanpa arah yang pada akhirnya tidak mempunyai titik fokus untukbmencari solusi dibalik permasalahan kenapa pentingnya penelitian itu dilakukan. 
2. Berdasarkan materi dikelas yang disampaikan pak nurjoko, ada salah satu kalimat yang saya pahami bahwasanya rumusan masalah adalah bagaimana kita dapat menjawab dan menyelesaikan sebuah masalah. Dan jika kita kaitkan dengan soal, apakah rumusan masalah harus berupa pertanyaan? 
Menurut sya pribadi rumusan masalah gak selalu harus berupa pertanyaan, rumusan masalah boleh saja kok disajikan dalam bentuk pernyataan asalkan di dalam pernyataan tsb menegaskan tentang isu yang akan dikaji dan jelas menunjukan inti persoalan yang sedang diteliti. Namun dalam konteks akademisi biasanya rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan selalu diprioritaskan dan umum digunakan dibandingkan dengan rumusan masalah yang memuat sebuah pernyataan. 
3. Pre observasi penting dilakukan karena membantu peneliti untuk dapat melihat dan memahami kondisi di lapangan. Mengidentifikasi permasalahan nyata di lingkungan sosial, yang pada akhirnya dengan hal ini kita dapat mempertanggung jawabkan bahwasanya masalah yang dirumuskan bukan dibuat semata mata atas dasar asumsi pribadi melainkan benar benar releate, relevan, dan layak untuk diteliti.