Belakangan ini perubahan perilaku konsumen modern yang semakin tertarik dengan hal-hal yang berbasis pengalaman memang menjadi peluang yang sangat besar untuk industri mengembangkan pola pemasarannya. namun, berdasarkan apa yang saya lihat dan amati di sektor industri makanan misalnya "kobar grill" yang menerapkan experiental marketing terhadap konsumen, yakni dengan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk memasak sendiri (Hotpot/grill) menciptakan pengalaman tersendiri bagi konsumen, mulai dari memilih daging dan aneka side dish, mencampurkan bumbu-bumbu sesuai selera, memasak hingga menentukan tingkat kematangan daging sesuai yang diinginkan, memicu emosi, interaksi sosial dan memori positif. namun untuk menarik pelanggan baru tentu saja kobar grill tetap menggunakan traditional marketing, mulai dari diskon, promo media sosial, hingga promo berupa pembelian 10 plate daging free 1 plate. 
Hal tersebut tentu saja menunjukan bahwa experiental marketing tentu saja tidak serta merta dapat menggantikan peran traditional marketing. jika keduanya diintegrasikan (contoh pada kobar grill) maka traditional marketing (diskon, bundling, free product, iklan) bisa menjadi pemicu perhatian konsumen di awal, lalu kemudian experiental marketing memperkuat keterlibatan emosional dan loyalitas konsumen.
Ronavita Tanzania
Sudah mencapai batas waktu untuk mengirim ke forum ini sehingga Anda tidak dapat lagi mengirim ke forum ini.