Dalam konteks perubahan perilaku konsumen modern yang semakin emosional dan berbasis pengalaman, experiential marketing tidak sepenuhnya bisa menggantikan traditional marketing. justru jika diintegrasikan keduanya akan lebih efektif. 
contoh kasus nyata:
Timezone di MBK menerapkan experiential marketing seperti menggunakan desain interior yang menarik, banyak permainan canggih, dan penempatan layout yang rapih, kemudian pelayanan yang ramah, suasananya happy, ada promo/diskon tiket, dan relate membuat keluarga aktif dan senang saat bermain.
Namun, Timezone tetap menggunakan traditional marketing seperti melakukan promosi diskon di mall, membuat iklan" secara offline, dan melakukan kerjasama dengan mall untuk menarik banyak pengunjung. Integrasi ini membuat Timezone tetap relevan dan banyak diminati di tengah persaingan hiburan keluarga di Bandar Lampung.