1. Perbedaanpola pengendalian sektor publik danorganisasi bisnisterletak pada tujuan, ukuran kinerja, serta mekanisme pertanggungjawaban yang digunakan
tujuan pengendalian 
sektor publik fokus pada pelayanan publik, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat (bukan laba)
organisasi bisnis fokus pada profit/laba dan peningkatan nilai perusahaan.
ukuran kinerja 
sektor pulik diukurdengan efektivitas pelayanan, kepatuhan aturan, akuntabilitas, dan value for money (efisiensi, efektivitas, ekonomis)
bisnisdiukur dengan indikator finansial seperti laba, ROI, pendapatan, dan pertumbuhan pasar.
pola pengendalian 
sektor publik bersifat vertikal dan horizontal (kepada atasan dan masyarakat luas).
bisnis lebih dominan ke pemilik/pemegang saham (shareholders).
 pengendalian 
sektor publik lebih ketat, birokratis, dan berbasis regulasi/ hukum 
bisnis lebih flaksibel dan berbasis pasar
sumber tekana
sektor publik tekanan politik, regulasi, dan tuntutan masyarakat
bisnis tekanan kompetisi pasar dan profitabilitas.
2. Mengintegrasikan informasi formal dan informal agar menghasilkan informasi yang akurat dalam pengambilan keputusan (terutama di sektor publik maupun organisasi) perlu dilakukan secara sistematis, bukan sekadar digabung begitu saja.
informasi formal berasal dari sistem resmi (laporan keuangan, data statistik, SOP, laporan kinerja)
informasi informal berasal dari observasi, pengalaman lapangan, diskusi, keluhan masyarakat, atau intuisi manajer.
Data formal menjadi dasar objektif karena sudah terstruktur, terdokumentasi, dan dapat diverifikasi.