Diskusi Pertemuan 2

Diskusi Pertemuan 2

Jumlah balasan: 29

Halo semua.

mohon untuk semua peserta mata kuliah Pengembangan Karakter, kelas 6SI-P2 untuk membaca dan memahami materi kita hari ini. Semua mahasiswa harus berpean aktif dalam diskusi ini. Jika ada yang tidak dimenerti silakan ditanyakan.

1. HAKIKAT MANUSIA

Hakikat manusia terbagi atas 3 yaitu manusia sebagai makhluk TUHAN, manusia sebagai makhluk sosial dan manusia sebagai makhluk individu.

 

2. MENGENAL DIRI DAN MENERIMA DIRI

Sebelum mencapai PENGEMBANGAN DIRI kita harus mengenal diri terlebih dahulu,.

misalnya dengan mengetahui ciri fisik yg dimiliki, kepribadian, watak, temperamen, bakat, kekuatan dan kelemahan yang kita miliki.

Setelah proses mengenal diri sudah kita capai, maka kita akan melanjutkan proses berikutnya, yaitu menerima diri.

jika kedua proses itu sudah diraih, maka kita akan mudah mencapai sebuah PENGEMBANGAN DIRI.


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Afriansyah Akhdan Latif furqon -
nama : afriansyah
npm : 1711050029
saya ingin bertanya buk tentang materi yang kedua " mengenal kepribadian "
dimana ada watak dan kepribadian apakah 2 hal ini bisa sama2 diubah
trimakasih buk
Sebagai balasan Afriansyah Akhdan Latif furqon

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Lia Indriyati -
Terima kasih atas pertanyaannya, Afriansyah.

Kepribadian adalah hal yang adinamis dalam diri kita, ada yang bisa dirubah dan ada yang tidak.
Pada Kepribadian ada watak dan temperamen.
Watak adalah sesuatu yang bisa dirubah walaupun sulit. contohnya adalah malas, sombong, suka mencuri, kikir, dll.
Sementara Temperamen adalah hal yg tidak bisa dirubah tapi bisa dikendalikan. comtohnya adalah pemarah, pendiam, dll`
Sebagai balasan Lia Indriyati

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Afriansyah Akhdan Latif furqon -
baik buk oh ya buk sama hal nya dengan tempramen tadi


Aspek temperamen
a. Motalitas (kegesitan atau kelincahan)ΓÇöDitentukan oleh otot, tulang, dan saraf perifer.
Contoh:
Orang bekerja dan bereaksi dengan lincah dan gesit.
Orang bekerja dengan tenang.
b. Vitalitas (daya hidup)ΓÇöLebih ditentukan keadaan hormonal dan saraf otonom.
Contoh:
Orang dengan vitalitas tinggi: baru bangun pagi sudah penuh gairah hidup dan memiliki berbagai rencana.
Orang yang- mudah bosan, kurang kreatif, dan kurang inovativ.
c. Emosionalitas (daya rasa)ΓÇöLebih ditentukan keadaan neurohormonal dan saraf pusat.
Contoh:
Bila ada sesuatu yang menakutkan, ada orang yang bereaksi segera dan spontan secara emosional.
Ada orang yang biasa-biasa saja dalam menghadapi hal yang menakutkan a tau mengejutkan

bener nggak buk
Sebagai balasan Afriansyah Akhdan Latif furqon

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Chelsea Olivia -
Menurut saya, watak itu sudah bawaan dari orang tersebut jadi tidak bisa di ubah namun kita bisa menanam sifat sifat baru yg lebih baik
Sedangkan kepribadian tergantung pada lingkungan dan diri orang tersebut jika di lingkungan yang membuatnya ceria maka kepribadian orang tersebut akan perlahan berubah menjadi ceria juga
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Nevo Pratama Putra -
Nama : Nevo Pratama Putra
Npm : 1811050171

Assalamualaikum wr. wb.
Izin bertanya ibu, jika dalam proses pengembangan diri disebutkan kita harus mengerti dan menerima diri sendiri terlebih dahulu maka akan tercapai nya sebuah pengembangan diri, mengapa masih banyak orang/individu yang masih tidak bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam diri, sehingga pada akhirnya banyak yang menganggap bahwa mengerti dan menerima apa yang ada di dalam diri sendiri masih belum cukup untuk mencapai apa yang diinginkan dalam pengembangan diri mereka.
Dikarenakan seperti ini,saya ambil contoh, banyak dari remaja/dewasa khususnya sepantaran kami, mereka telah mengerti dan menerima kalau diri mereka memiliki potensi dalam suatu bidang, namun masih saja merasa kurang puas dan menilai bahwa, ternyata mengerti dan menerima diri sendiri masih belum cukup, sehingga masih banyak yang dipikirkan oleh mereka , akhirnya yang tadinya mereka mengerti dan menerima diri mereka sendiri, berubah menjadi orang lain demi mencapai tujuan atau hanya kepuasaan semata.
Bagaimana pendapat ibu tentang ini?
Sebagai balasan Nevo Pratama Putra

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Lia Indriyati -
Wa'alaikumsalam wr wb..
Baik Nevo... Terima kasih atas pertanyaannya.
pengembangan diri itu tidak hanya di 1 hal saja. kita melakukan pengembangan diri pd beberap hal/ dalam berbagai bidang.
kepuasan seseorang terhadap sebuah pencapaian ataupun aktualisasi dirinya, itu berbeda2.
Termasuk dalam ambisinya mencapai sesuatu.

Ketika seseorang sudah mampu mengenal dirinya sendiri dan menerima dirinya sendiri tentu dia tidak akan merubah dirinya menjadi orang lain. Jika itu masih dilakukan maka berarti itu belum mencapai penerimaan diri seutuhnya.
Demikian.
Sebagai balasan Nevo Pratama Putra

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh hafidh faresi ifanka -
Izin menanggapi.
Nama : Hafidh Faresi Ifanka
NPM : 1811050151.
Menurut saya potensi yang ada pada seseorang adalah baik, dan seperti yang telah disebutkan remaja merupakan waktu seseorang dalam "menemukan jatidiri" tetapi dalam proses pengembangan diri ini terdapat faktor2 yang dapat menurunkan semangat dalam proses itu sendiri sebagai contoh Seorang remaja memiliki ekspektasi yang tinggi dan berusaha untuk mewujudkannya, tetapi dalam proses tersebut terdapat hal hal yang tidak dapat dilakukan seseorang (hambatan) yang membuat pengharapan orang tersebut hancur.

Harapan yang tidak dapat dicapai tersebut dapat memicu perubahan diri seseorang menjadi lebih baik ataupun menjadikannya pesimis, orang yang memiliki jiwa pesimistik akan cenderung mengikuti jalan orang yang dianggapnya berhasil dan memiliki kecenderungan untuk mengikutinya.

Namun dalam proses pengembangan dirinya yang baru ia tidak dapat mengendalikan diri dan bisa jadi terjerumus kedalam hal yang dianggapnya dapat membawa sebuah kepuasan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh M arfan -
menrut saya inti dari hakikat manusia
Manusia adalah makhluk sosial, selalu membutuhkan orang lain. Dia tidak bisa hidup sendirian. Bergantung dengan orang lain. Oleh karena itu dia harus selalu berbuat baik kepada siapapun.

menurut saya inti dari mengenal diri dan menerima diri

Dengan mengerti dan mengenali diri sendiri, akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur Kita akan menyadari bahwa diri kita itu adalah sesuatu yang penting. Diciptakan dengan segala kerumitan didalamnya yang sangat teratur dan presisi. Segala proses yang terjadi didalam diri kita sangat kompleks namun tetap teratur. Jika kita menyadari hal ini, tentu kita tidak akan menyia-nyiakan diri sendiri.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Arnika Safitri -
berdasarkan tipologi kepribadian manusia , apakah yang dimaksud dengan Sanguinis, melankolis, koleris, phlegmatis?
Sebagai balasan Arnika Safitri

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Afriansyah Akhdan Latif furqon -
izin bantu menjawab ya

menurut saya yang dimaksud dengan sanguinis : Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko

melankolis:Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik.

koleris :Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah.

phlegmatis:Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Lita Sinaga -
Nama : Lita Sinaga
NPM : 1811050153

Saya mau bertanya bu. Mengenai materi yg kedua ini tentang tipologi kepribadian yaitu melankolis. Saya baru cari dari internet karena saya juga tidak mengerti. Di situ dikatakan bahwa orang melankolis adalah termasuk orang yg sensitif. Sensitif di situ bagaimana ya bu?
Terimakasih bu..
Sebagai balasan Lita Sinaga

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Nevo Pratama Putra -
Izin bantu menjawab ya,
Menurut pandangan atau pengetahuan saya, sensitif itu seperti orang yang peka terhadap apa yang diri sendiri rasakan ataupun orang lain rasakan,
Sebagai contoh, jika anda adalah orang yang sensitif, jika anda melihat film yang tidak terlalu sedih ataupun berada didalam keadaan yang bisa membuat anda sedih namun orang lain bisa mengendalikan nya, anda akan merespon sedih bahkan menangis, yang mungkin menurut orang lain itu sedikit berlebihan dalam merespon film tersebut atau dalam merespon keadaan tersebut.
Hal ataupun sifat ini belum tentu tidak baik, ada plus minus nya.
Plusnya anda akan menjadi orang yang peka terhadap diri sendiri dan orang lain, minusnya mungkin ada sebagian orang yang menganggap anda terlalu berlebihan dalam merespon berbagai hal/keadaan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh hafidh faresi ifanka -
Nama : Hafidh Faresi Ifanka
NPM : 1811050151.
Izin bertanya bu, Temperamen Merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengembangan diri seseorang. Sebagai contoh seseorang yang ingin menjadi pemimpin harus mampu meminimalisir sifat2 (tempramen) yang buruk, apakah ada metode atau cara-cara yang efektif dalam mengendalikan tempramen Bu?
Sebagai balasan hafidh faresi ifanka

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Lia Indriyati -
Temperamen itu tidak bisa berubah. Tapi bisa dikendalikan. Contohnya dengan Emotional quotiemt dan Spiritual Quotient. Nanti kita akan bahas di materi berikutnya, secara spesifik ya
Karena temperamen itu sangat bergantung pada cairan badaniah yg dominan dalam tubuh kita.

misalnya seorang yang melankolis memunculkan sifat2 tertentu karena cairan empedu hitamnya dominan dalam tubuh. plegmatis krn dominan lendir. coleris karena dominan empedu kuning. dan sanguinis karena dominan darah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Dinda Alfikha -
Assalamu'alaikum
Nama : Dinda Alfikha Putri
NPM : 1911058020P
Saya ingin bertanya bu, Bagaimana
pengaruh keluarga, teman, pendidikan dan lain-lain terhadap kita yg sedang mengembangkan diri? Apa kah sagat berpengaruh? Terima bu
Sebagai balasan Dinda Alfikha

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh hafidh faresi ifanka -
Izin menanggapi pertanyaan.
Nama : Hafidh Faresi Ifanka
NPM : 1811050151.
Menurut saya Keluarga , teman dan pendidikan merupakan faktor yang memberikan pengaruh dari luar (external) kedalam diri seseorang dalam proses pengembangan diri. Sebagai contoh Keluarga yang memberikan pendidikan moral dapat mengarahkan seseorang menuju sikap yang lebih baik ketimbang seseorang yang tidak mendapatkan arahan/pendidikan moral.
Terimakasih
Sebagai balasan hafidh faresi ifanka

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Dinda Alfikha -
Iya @hafid Terima kasih..
Peran keluarga dan sekolah sangat penting. Jika lingkungan tsb baik tentu akan terbentuk karakter yg baik.
Maksud saya bagaimana jika dilingkungan keluarga, teman atau disekolah itu buruk? . Seperti perkelahian yg terjadi dirumah antara ibu& ayah pasti akan membangun karakter seseorang
mnjadi buruk karna dengan melihat hal itu terjadi berulang dirumah maka ia akan menjadi mudah emosi, marah, kurang peduli sesama dll
.Bullying oleh teman nya sendiri atau disekolah jika guru yg tidak konsisten dalam menerapkan aturan yg ditetapkan.

Terkadang kita membawa nilai-nilai lingkungan keluarga ke masyarakat.
Hal ini akan berpengaruh buruk ketika kita berada dilingkungan masyarakat, kita akan mencontoh apa yang kit lihat dari lingkungan itu.

Tetapi apakah ada upaya yg bisa dilakukan untuk membentuk karakter baik dari lingkungan yg tidak diinginkan seperti itu?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Desi Aristania -
Nama : Desi Aristania
NPM : 1811050175

Assalamualaikum wr wb.
Saya ingin bertanya Bu, Apakah seseorang yang mudah berpuas diri dalam bertindak dan berbuat suatu pekerjaan adalah baik (positif)?
Misalnya si A menganggap dirinya lebih baik dalam menunaikan pekerjaan, padahal rekan2 lainnya memiliki tugas/fungsi yg juga menunjang pekerjaan si A dan fungsionalitas mereka tidak kalah penting. Akan tetapi karena si A mudah berpuas diri dan bangga pd diri sendiri menyebabkan adanya jarak dari rekan2 kerjanya.
Menurut ibu baikkah sikap si A dalam lingkungan sosial, padahal sikap A juga salah satu bentuk menerima diri sendiri ?
Trmksih
Sebagai balasan Desi Aristania

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Lia Indriyati -
Wa'alaikumsalam wr wb...
Tingkat kepuasan seseorng terhadap perkerjaanya atau atas apa yang dia perbuat itu dioengaruhi oleh Adversity Quotient.
Apakah dia seorang quitter, camper atau climber

nanti di materi berikutnya kan kita bahas khusus mengenai AQ
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Tri Sudarti -
benar sekali ibu...
Saya tertarik dengan materi pertemuan kedua ini terkait mengenal dan merima diri.
Karena pengenalan dan penerimaan diri akan sangat berpengaruh dalam kehidupan bersama dengan orang lain selain juga berpengaruh terhadap diri sendiri. Memang tidak mudah untuk mengenal diri sebelum yang bersangkutan jujur dan terbuka terhadap dirinya sendiri dulu. Keterbukaan pada diri sendiri merupakan awal masuk melihat potensi/kelebihan diri yang dimiliki selain juga kekurangan yang ada. Penerimaa diri yang berkaitan dengan kekurangan menjadi pijakan untuk pembelajaran dan peningkatan ke yang lebih baik ketika seseorang memiliki cara pandang yang positif. Hal ini dapat dilatih melalu hal-hal sederhana lewat mensyukuri apapun yang dimiliki.
Sebagai balasan Tri Sudarti

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh Afriansyah Akhdan Latif furqon -
izin menanggapi ,saya juga sangat setuju dengan adanya pendapt tersebut karena Menerima diri sendiri apa adanya
Disadari atau tidak, menerima diri sendiri itu hal yang tersulit untuk dilakukan. Seringkali kita merasa terlalu banyak kekurangan yang ada dalam diri kita. Terlebih jika kita didiagnosa memiliki suatu penyakit fisik atau psikis tertentu. Tentu hal tersebut semakin sulit membuat kita menerima diri sendiri. Namun, jika kita dapat menerima realita yang ada pada diri kita dengan lapang dada, tentunya kita dapat menerima diri sendiri apa adanya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 2

oleh libri hendrawansyah -
Nama : libri hensrawansyah
Npm : 1611010130

Menurut saya inti dari materi hakikat manusia adalah manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian dan pasti membutuhkan orang lain untuk itu manusia harus senantiasa hidup hormat saling menghormati sesama manusia, saling menghargai.

Inti dari materi mengenal diri dan menerima diri menurut saya kita sebagai manusia mengetahui bagaimana watak kita, kelebihan dan kekurangan kita sehingga kita lebih bisa menerima diri kita sendiri.