Kelompok 5 (Andgree Alexis, Ade Saputro, Haikal Kurnia Cipta)

Kelompok 5 (Andgree Alexis, Ade Saputro, Haikal Kurnia Cipta)

oleh Andgree Alexis -
Jumlah balasan: 1

Izin menambahkan materi yang terkait penciptaan barang dan jasa.

1. Perusahaan sebagai  sebuah sistem yang

 bersifat mikro merupakan bagian dari sistem perekonomian suatu negara yang bersifat makro.

Nilai Dilihat dari Sudut Pandang Konsumen

Dilihat dari sudut pandang konsumen, nilai suatu produk menurut keegan (1995: 326) dapat dirumuskan dengan persamaan:

Di mana :

V adalah nilai (value)                  V adalah kualitas (quality) sebagai dipersepsikan oleh komsumen           F  adalah fitur (feature) produk  yang dianggap memiliki nilai oleh komsumen                                               P adalah harga (price)beli produk oleh komsumen

Nilai Dilihat dari Sudut Pandang Perusahaan

Nilai dilihat dari sudut perusahaan adalah selisih antara kesediaan pembeli untuk membayar harga suatu produk dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa sampai menyediakan barang dan jasa tersebut di tempat pembeli membutuhkan.   

Penciptaan Nilai (Value Creation)

Pencitaan nilai (value creation) dari barang dan jasa dalam kaitannya dengan lingkungan perusahaan terjadi dalam tiga tahapan, yaitu penciptaan dalam tahap input, proses (conversion) dan output.

Penciptaan nilai pada tahap input

Cari perusahaan memilih memperoleh input yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa akan sangat menentukan berapa besar nilai (value) yang dapat diciptakan oleh perusahaan pada tahap ini (input stage). Sebagai contoh, apabila terdapat dua pabrik mi instan yang saling bersaing, dimana salah satu pabrik mi tersebut memperoleh bahan baku terigu dengan kualitas yang sama tetapi harga lebih murah, maka akan dapat dipastikan bahwa dalam jangka panjang perusahaan mi instan yang memperoleh harga terigu lebih murah tersebut akan memiliki keunggulan kompetitif pembuatan (competitive advantage) dibanding pabrik mi instan pesaing.

Penciptaan  Pada Tahap Output

Setelah produk dihasilkan oleh perusahaan, selanjutnya perusahaan dihadapkan pada penciptaan nilai tahap ketiga yaitu bagaimana melakukan distribusi produk dan pelayanan kepada komsumen. Berbagai layanan yang diberikan perusahaan seperti layanan purnajual (aftersales servis) atau pengiriman barang yang tepat waktu dapat menciptakan nilai bagi komsumen/pelaggan

Lingkungan khusus (specific environment) suatu perusahaan terdiri dari para pemegang/ pemangku kepentingan diluar perusahaan (outside stakeholders) yang secara langsung memengaruhi kemampuan organisasi untuk memperoleh sumber daya ekonomi, segingga dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Sedangkan lingkungan umum (general environment) terdiri dari berbagai kekuatan (forces) yang akan memengaruhi perusahaan-perusahaan secara umum (artinya bukan hanya berpengaruh terhadap suatu perusahaan)

Lingkungan Khusus Perusahaan

Lingkungan khusus perusahaan terdiri dari para pemanku kepentingan di luar perusahaan (outside stakeholders) yang secara langsung memengaruhi kemampuan organisasi untuk memperoleh  sumber daya ekonomi yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.

Selain itu lingkungan khusus perusahaan memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan yang akan diambil oleh manajemen perusahaan dan memberi reaksi yang cepat terhadap keputusan yang diambil oleh manajen perusahaan  Lingkungan perusahaan terdiri dari:

a.   Pemasok (suppliers)

Kualitas dan harga bahan baku yang disediakan pemasok sangat memengaruhi kinerja perusahaan, karena kualitas dan harga bahan baku akan menentukan bersaing-tidaknya produk perusahaan dengan pesaing. Selain digunakan sebagai sebutan untuk perusahaan yang memasok bahan baku, pengertian pemasok mencakup pula lembaga-lembaga yang menyediakan pembiayaan (financing) maupun sumber daya manusia. Pemegang saham, bank, perusahaan asuransi, dana pensiun dan sebagainya, adalah pemasok uang bagi perusahaan.

b.   Pesaing (Compotitors)

Rinso dan So klin bersaing untuk memperebutkan bagian pasar dari segmen detergen. Selai pesain yang berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang sama, pesaing dapat pula beral dari perusahaan yang memproduksi produk subtitusi-yaitu produk yang memiliki bentuk fisik berlainan dengan produk perusahaan, tetapi memiliki fungsi yang sama

c.   Penyalur (Distributors)

Saluran disribusi akan menetukan tingkat liputan/cakupan pasar(market coverage) yang dapat dicapai  oleh produk perusahaan. Saluran distribusi juga sangat menentukan tingkat ketersediaan (availability)produk perusahaan di berbagai outlet. Dengan kata lain saluran disrtibusi dapat menciptakan kegunaan tempat (place utility) sehingga produk perusahaan dapat diperoleh komsumen di lokasi-lokasi yang dapat dijangkau oleh komsumen.

d.    Kreditor (Creditors)bunga

Selain mengandalkan modal sendiri yang diperoleh dari setoran para pemegam saham, perusahaan pada umumnya membutuhkan bantuan lembaga keuangan bank untuk menunjang kecukupan modalnya. Sabagai lembaga pemberi kredit, bank akan membebankan bunga yang harus dibayar oleh perusahaan sebagai balas terhadap dana yang telah pinjamkan.

e.    Kelompok Penekan (Pressure Groups)

Salah satu contoh kelompok penekan adalah serikat pekerja (unions). Kebebasan berserikat bagi warga negara Indonesia di jamin oleh UUD1945. Hal ini menjadi landasan konstitusional bagi dikembangkannya serikat pekerja di Indonesia. Serikat pekerja memberikan tekanan terhadap kebijakan perusahaan yang bertebtabgan dengan kepentingan para pekerja.

2. Lingkungan Umum Perusahaan

Lingkungan umum perusahaan terdiri dari berbagai kekuatan (forces) yang akan memengaruhi perusahaan-perusahaan secara umum dan memengaruhi kemampuan perusahaan-perusahaan tersebut untuk memperoleh sumber daya ekonomi. Pengertian dari memengaruhi perusahaan secara umum adalah bahwa pengaruh ligkungan umum tidak hanya akan dirasakan satu perusahaan saja melaikan akan dirasakan pula oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

a.  kekuatan Ekonomi (Economic Forces)

kekuatan ekonomi memiliki pengaruh makro terhadap kinerja perusahaan yang ada di Indonesia secara keseluruhan. Sebagai contoh, krisis ekonomi yang terjdi di Indonesia pada tahun 1997 telah mengakibatkan ambruknya ekonomi Indonesia disertai dengan kebangkrutan perusahaan dan penciutan lapangan kerja.

b.  Kekutan Internasional (International Forces)

Sebagai sistem perekonomian yang terbuka, sistem ekomomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan perdagangan internasional. Dengan demikian terintegrasinya ekonomi dunia, maka gejolak ekonomi di suatu negara industri maju dapat memiliki dampak yang sangat cepat terhadap negara lainnya. Misalnya penurunan permintaan produk tekstil dari Amerika Serikat dan negara-negara tujuan ekspor lainnya, telah mengkibatkan kemunduran bahkan kebangkrutan usaha tekstil di Indonesia.

c.  Kekuatan Demografi dan Budaya (Demographic and Cultural Forces)

Perubahan budaya dan dimensi-dimensi kependudukan seperti pendidikan, pekerjaan, ukuran keluarga, agama, gender dan juga perbedaan cohort (generasi) telah mengakibatkan perubahan pada selera dan nilai-nilai yang dianut konsumen. Pada satu sisi perubahan budaya indonesia memperlihatkan kecenderungan penghayatan nilai-nilai religius yang semakin intens sehingga produk-produk dengan nuansa religius yang kental seperti nasyid, busana muslim, perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan yang sangat mengagumkan.

d.  Kekuatan Teknologi (Tecnological Forces)

Nerayanan membagi perusahaan teknologi kedalam dua kategori, yaitu process technology dan product technology. MeMberi pengaruh yang besar terhadap perusahaan.

Process Technology yaitu berbagai teknik yang digunakan untuk memeproduksi dan memasarkan produk. Product Technology menunjukkan berbagai elemen teknologi yang terkandung di dalam produk yang dihasilkan sebuah perusahaan.