1. KONFLIK TANAH MESUJI
Konflik Mesuji yang Kerap Dipicu Masalah Tanah
Wilayah bernama Mesuji tak hanya ada di Lampung. Ada juga Mesuji yang merupakan kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kedua wilayah tersebut berbatasan langsung. Kecamatan Mesuji ini juga dikenal sebagai salah satu daerah rawan konflik di Provinsi Sumetera Selatan. Hal tersebut ditandai dengan intensitas yang terjadi antara warga lokal dan pendatang. Belakangan, juga terjadi antara warga dengan perusahaan. Dalam tulisan berjudul 'Konflik dan Rekonsiliasi Etnik Di Mesuji' karya Bodro Sigit Rahwono, dijelaskan bahwa pemicu konflik pun sifatnya multidimensional. Mulai dari konflik agraria (lahan), ekonomi, budaya, maupun tindak kriminal biasa. Namun, konflik tersebut seringkali meluas menjadi konflik kekerasan komunal yang membawa isu etnik. Namun umumnya, konflik di Mesuji dipicu masalah agraria (lahan). Sejak reformasi, konflik pertanahan di Mesuji kerap terjadi. Lantaran kala itu, negara dinilai sering menyerobot tanah masyarakat lokal. Kemudian konflik ini berkembang menjadi menjadi konflik antara warga dengan perusahaan. Yakni, ketika negara banyak memberikan konsesi pengelolaan lahan hutan kepada pengusaha. Persoalan makin kompleks ketika warga pendatang juga masuk hutan untuk membuka lahan pertanian. Selain membuka pertanian, mereka juga mendirikan rumah dan bangunan permanen. Kedatangan para pendatang ini pun sempat menjadi pemicu segregasi (pemisahan kelompok berdasarkan etnis/ras) sosial di Mesuji.
2. KONFLIK UPAH BURUH
Mohon tanggapannya dan mari kita berdiskusi mengenai kedua konflik ini.
Terima kasih.