Ade otoh khoirulloh 
1512110250
1. Tawarkan tantangan baru
Perusahaan dapat memberikan karyawan tugas untuk melakukan hal yang lebih menantang, misalnya dengan memintanya untuk melakukan hal baru yang sesuai dengan keahliannya dan berguna untuk perusahaan. Selain itu, tawarkan juga insentif ketika karyawan diminta untuk melakukan sesuatu yang baru itu.
2. Berikan dukungan emosional 
Karyawan rentan mengalami stres, gangguan kecemasan dan rasa kesepian. Itu sebabnya akan lebih baik bila manager dapat memberikan dukungan emosional pada setiap anggota tim yang bekerja dirumah.
Tanyakan keadaan mereka, dengarkan respon dan kekhawatiran mereka. Bila perlu adakan jam istirahat virtual untuk menjadi waktu dimana kamu dan anggota tim dapat berbicara dan saling menyapa. 
Pemimpin yang mengambil pendekatan seperti ini dapat membangun rasa percaya diri pada anggota tim sehingga secara tidak langsung membuat karyawan menjadi lebih fokus dalam bekerja maupun siap menerima tantangan dalam pekerjaan.
3. Memberikan dukungan teknologi yang mendukung kinerja
- Konektivitas dan Teknologi
Atasan dan karyawan yang bekerja dari rumah harus bekerjasama untuk memastikan bahwa karyawan yang work from home mendapatkan teknologi yang tepat, perangkat, bandwidth dan koneksi yang aman untuk menjalankan tugasnya secara efektif.
- Alat Komunikasi
Atasan harus menyediakan alat komunikasi yang baik seperti fitur chat, webcam, platform konferensi video dan lainnya agar karyawan tetap terhubung.
4. Melakukan evaluasi kerja setiap minggunya
Evaluasi dilakukan tiap akhir minggu. HR dapat menampung apa kendala yang terjadi saat Work from home, pekerjaan apa saja yang telah diselesaikan selama work from home, dan juga apa yang akan dikerjakan pada minggu berikutnya.
HR juga dapat melakukan employee engagement survey kepada karyawan untuk mengetahui seberapa besar perusahaan mampu memberikan tiap kebutuhan karyawan selama work from home.
5. Perbolehkan untuk melakukan aktifitas lain di sela-sela work from home
Salah satu penyebab yang mungkin menjadi masalah kebosanan pada karyawan adalah ketika mereka harus bekerja delapan jam sehari di depan komputer, dari hari Senin hingga Jumat. Hal ini tentu akan membuatnya bosan. Bila memang atasan tidak memiliki pekerjaan lain untuk membuat karyawan tetap sibuk namun masih ingin mempertahankannya, pertimbangkan untuk memperbolehkannya libur sehari dari lima hari kerja, atau setidaknya membebaskan mereka melakukan aktivitas lain. Yang jelas, Anda wajib membuat komitmen pada mereka untuk tetap menyelesaikan tugas mereka tepat waktu sehingga antara pekerjaan dan kesenangan karyawan tidak berat sebelah.