Jawaban

Jawaban

oleh Rymizar Akram -
Jumlah balasan: 0

Nama :Rymizar Akram

Npm   :1812120123

Pemilihan kepala daerah secara langsung, dalam pelaksanaannya, banyak terjadi penyim- pangan-penyimpangan yang melukai gagasan lu- hur kehidupan bernegara dan merusak tatanan

budaya politik ketimuran, karena untuk menda- patkan sebuah kemenangan segala cara ditem- puh oleh setiap pasangan calon kepala daerah.

Korupsi kepala daerah dan pilkada dinilai memiliki keterkaitan yang cukup erat, mengingat sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah didorong oleh kebutuhan untuk mengembalikan ongkos politik dalam kontestasi elektoral yang memakan biaya tinggi. Dalam catatan Indonesia Corupption Watch (ICW), selama 2010-2017 tak kurang dari 215 kepala daerah menjadi tersangka korupsi, baik yang ditangani KPK, Kejaksaan maupun Kepolisian. Perkara yang melibatkan kepala daerah terjadi dengan berbagai macam modus, mulai dari permainan anggaran proyek, suap, hingga korupsi pengadaan barang dan jasa.Jumlah tersebut menunjukkan dan menguatkan asumsi bahwa kepala daerah memiliki kerentanan yang sangat tinggi terhadap korupsi. Sehingga, hal tersebut bukan tidak mungkin terulang kembali di masa 5 tahun ke depan jika tidak diantisipasi sejak dini. Demikianlah, demokrasi di Indonesia masih diwarnai dengan praktik korupsi.