Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. Pengantar Ekonomi Pariwisata 1PA1
  3. PERTEMUAN MINGGU 7 | KAMIS 9 NOVEMBER 2023 | 10.30-12.00 | 1PA-1 | 1 | T |EKONOMI PARIWISATA
  4. Mahasiswa Mampu Menjelasakan Digitalisasi Industri Pariwisata

Mahasiswa Mampu Menjelasakan Digitalisasi Industri Pariwisata

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Digitalisasi Industri Pariwisata dengan Inovasi  Identitas Digital

Digitalisasi Industri Pariwisata degan Inovasi Identitas Digital

Manfaat Identitas Digital bagi Industri Pariwisata 

Lantas, apa saja manfaat identitas digital untuk inovasi industri pariwisata? Berikut beberapa di antaranya: 

1. Memungkinkan contactless travel

Salah satu manfaat utama penerapan identitas digital bagi industri pariwisata adalah munculnya peluang untuk contactless travel atau perjalanan tanpa kontak langsung. 

Artinya, keseluruhan proses seperti booking hingga check-in hotel dapat dilakukan dari jarak jauh. Praktik ini bahkan telah dilakukan oleh sejumlah penyedia layanan pariwisata di dunia, salah satunya adalah Best Western Hotels & Resorts Australasia. 

Mereka menggunakan solusi identitas digital dan teknologi biometrik untuk memangkas proses booking hingga check-in hotel, terutama di tengah pandemi Covid-19.  

Saat itu, banyak wisatawan merasa khawatir akan penyebaran virus. Namun, dengan adanya sistem contactless menggunakan identitas digital, wisatawan jadi lebih percaya diri untuk menginap di hotel. 

2. Menawarkan pilihan baru

Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diperlukan penerapan strategi yang tepat bagi sektor akomodasi di Indonesia.  

Identitas digital menawarkan banyak pilihan baru, salah satunya fasilitas WFH (Work From Hotel).  

Salah satu strategi untuk membuat sektor akomodasi di tanah air dapat bertahan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pekerja profesional yang membutuhkan refreshing di tengah kesibukan pekerjaannya. 

3. Kecepatan pemesanan

Era digital memungkinkan proses aktivitas menjadi serba cepat dan serba tersedia. Contoh paling umumnya, tidak ada orang yang ingin menunggu lama untuk kegiatan pemesanan tiket pesawat atau hotel. 

Identitas digital membantu sektor industri yang dituntut untuk menjadi serba cepat, mudah, dan aman sambil tetap menjaga kualitas layanan, termasuk soal pembayaran. 

Kini, sudah banyak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang beralih ke sistem pembayaran cashless environment (pembayaran digital) menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Scan QR code di HP untuk pembayaran di cafe.

Jumlah merchant yang telah terintegrasi dengan layanan QRIS juga tidak sedikit dengan angka yang mencapai 28,75 juta pengguna hingga Desember 2022.  

Ke depannya, jumlah merchant yang terintegrasi dengan layanan QRIS akan terus meningkat sehingga memudahkan wisatawan melakukan transaksi cashless. 

4. Informasi mengenai tempat wisata

Sektor pariwisata bisa menggunakan platform media sosial untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia dengan membuat lokasi wisata yang Instagramable.  

Strategi mempromosikan tempat wisata secara gratis ini dapat membantu meningkatkan jumlah  wisatawan. 

5. Kemudahan akses akomodasi

Sektor pariwisata yang menawarkan akses serba digital tentu harus dibarengi dengan kemudahan akses akomodasi lewat smartphone.  

Hal ini pun memungkinkan wisatawan untuk melakukan check-in hotel secara contactless atau tak perlu bertemu langsung dengan pihak hotel, sehingga lebih cepat dan praktis.  

Mudahnya akses akomodasi juga ditunjang oleh faktor keselamatan dan kenyamanan saat menginap oleh hotel yang dilengkapi dengan sertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability). 

Demikianlah informasi tentang inovasi industri pariwisata melalui pengaplikasian identitas digital.  


Sisi Terang dan Gelap Digitalisasi pada Perkembangan Pariwisata Indonesia

Selain meningkatkan kualitas terhadap destinasi wisata yang sudah ada, digitalisasi memiliki peran penting sebagai alat untuk menggali potensi daerah baru dan meningkatkan daya tarik destinasi tersebut. Mekanisme digitalisasi dalam penggalian potensi suatu daerah yakni sebagai berikut:

  1. Promosi Pariwisata: Digitalisasi memungkinkan destinasi pariwisata untuk mempromosikan diri mereka secara efektif melalui platform online. Dengan menggunakan media sosial, situs web, dan aplikasi pariwisata, destinasi dapat mengunggah informasi, foto, video, dan ulasan pengguna tentang daya tarik wisata, budaya, kuliner, dan aktivitas yang tersedia. Ini membantu destinasi pariwisata dalam menciptakan citra positif dan menarik minat wisatawan.
  2. Aksesibilitas Informasi: Digitalisasi memudahkan wisatawan untuk mengakses informasi tentang destinasi dengan mudah dan cepat. Informasi dapat diperoleh melalui situs web dan aplikasi pariwisata terkait informasi objek wisata, akomodasi, transportasi, dan layanan lainnya, sehingga wisatawan dapat mempersiapkan perjalanan mereka lebih baik.
  3. Pemasaran digital: Pemasaran digital yang efektif dapat membantu destinasi untuk menarik perhatian wisatawan potensial dan meningkatkan kunjungan ke daerah tersebut. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan merupakan strategi yang terukur dan tersegmentasi sehingga pemasaran dapat mencapai audiens yang tepat dan relevan.
  4. Kemitraan dan kolaborasi: Melalui platform digital, destinasi dapat berinteraksi dengan pihak terkait seperti pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata lokal, komunitas, dan media. Kemitraan yang kuat dan kolaborasi yang efektif dapat membantu dalam menggali potensi daerah secara holistik dan berkelanjutan.

Lalu apakah digitalisasi pada sektor pariwisata akan selalu memberikan dampak positif pada perkembangannya?

Tentu saja tidak. Pada beberapa kondisi, mekanisme digitaliasi mempunyai dampak yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Beberapa dampak negatif digitalisasi terhadap perkembangan destinasi wisata beserta contohnya yaitu sebagai berikut:

  1. Overtourism: Kemampuan teknologi digital mempunyai kemampuan cepat berbagi informasi tentang destinasi wisata yang populer dapat menyebabkan ledakan kunjungan wisatawan ke suatu tempat. Jumlah wisatawan yang melebihi kapasitas lingkungan dan infrastruktur lokal dapat mengakibatkan kerusakan destinasi tersebut, kerusakan budaya, dan peningkatan konflik sosial dengan penduduk setempat. Overtourism juga disebabkan adanya kecenduran sifat FOMO (Fear of Missing Out) diantara sebagian masyarakat yang tidak mau ketinggalan akan suatu hal yang sedang ramai.
  2. Perubahan Perilaku Wisatawan: Munculnya kecenderungan wisatawan saat ini untuk mencari pengalaman yang ΓÇ£instagrammableΓÇ¥ pada suatu destinasi wisata seringkali mengubah motivasi perjalanan pengalaman budaya dan alam menjadi pencarian untuk mengambil foto yang populer di media sosial. Akibatnya, banyak wisatawan kurang peduli dengan dampak lingkungan dan budaya dari tindakan mereka.
  3. Kerusakan Lingkungan: Membludaknya pengunjung yang datang pada saat suatu destinasi viral meningkatkan tekanan pada lingkungan alam sekitar. Contohnya, banyak wisatawan yang mengunjungi tempat viral mengabaikan praktik berkelanjutan dengan benar seperti membuang sampah sembarangan, melanggar aturan pelestarian alam, dan mengganggu kehidupan satwa liar.
  4. Infrastruktur belum memadai: Kondisi viral yang diakibatkan oleh digitalisasi menyebabkan terjadinya poin pertama (overtourism) tanpa diikuti ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk menampung wisatawan. Akibatnya lingkungan pariwisata akan semakin rusak dan bahkan dapat menurunkan kualitas hidup penduduk setempat.

Berikut sebagian contoh destinasi wisata yang rusak setelah viral di media sosial

Wisata Negeri Di Atas Awan Banten yang Rusak Setelah Viral di Media Sosial | Kompas Regional (https://regional.kompas.com)
Halaman Rumah Abah Jajang Cianjur Rusak Setelah Viral di Media Sosial | https://www.inews.id/

Bagaimana cara mengatasinya?

Dampak negatif digitalisasi terhadap destinasi wisata baru di suatu daerah dapat diatasi dengan kerjasama yang baik dari pihak pemerintah daerah dan masyarakat sendiri sebagai wisatawan. Sebaiknya, pemerintah daerah harus selalu ΓÇ£mawasΓÇ¥ akan potensi daerah yang dimiliki sehingga pengelolaan wisata, pengaturan kuota kunjungan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, promosi pendidikan dan kesadaran lingkungan kepada wisatawan, serta implementasi praktik pariwisata yang bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan mampu dilakukan dengan lebih optimal. Kita sebagai masyarakat juga perlu mendukung pariwisata berkelanjutan dengan mengkuti peraturan yang ada, tidak merusak lingkungan, mempromosikan praktik pariwisata yang bertanggungjawab dibarengi dengan pengembangan usaha yang mendukung pariwisata tersebut, serta mendorong partisipasi dan kolaborasi kelompok masyarakat untuk ikut serta menjaga dan mengembangkan wisata sebagai potensi daerah miliknya.

Potensi Pengembangan Pariwisata Desa melalui Digitalisasi


ariwisata desa adalah aset yang berharga. Melalui keindahan alam, budaya lokal yang kaya, serta tradisi autentik, pariwisata desa menawarkan pengalaman unik kepada wisatawan yang mencari petualangan dan kedamaian yang jarang ditemukan di kota-kota besar. Namun, hingga saat ini, potensi pariwisata desa belum sepenuhnya dieksplorasi dan dimanfaatkan. Inilah saatnya untuk melihat ke arah digitalisasi pariwisata desa sebagai langkah menuju kemajuan yang lebih besar.

Pasalnya, digitalisasi telah mempermudah dan mempercepat proses yang ada di berbagai bidang. Digitalisasi pada sektor industri telah berkontribusi pada mudahnya akses informasi yang berimplikasi pada tingginya penjualan. Digitalisasi juga memudahkan dan mengefisiensikan sistem pada sektor pelayanan publik. Sedangkan di bidang kesehatan, digitalisasi dapat mengefektivitaskan sistem yang ada.

Selain itu, penerapan teknologi dalam sektor pariwisata desa memiliki potensi besar dalam meningkatkan jumlah pengunjung. Digitalisasi pariwisata desa dapat digunakan sebagai sarana promosi untuk menampilkan keindahan dan keunikan yang ditawarkan. Penelitian oleh Bagus Putu Wahyu Nirmala dan rekan-rekannya pada tahun 2020 telah membuktikan bahwa promosi melalui website dan penggunaan teknologi khusus seperti augmented reality dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Berbagai penerapan teknologi yang dapat membantu pariwisata desa, di antaranya adalah website, rekomendasi kuliner, hingga penerapan augmented reality untuk pengalaman berwisata yang lebih mengasyikkan. Selain itu, digitalisasi juga dapat merambat pada sistem pembayaran, pendaftaran, dan pendataan pengunjung. Tak hanya itu, kini juga sedang marak penerapan cashless sebagai metode pembayaran di berbagai sektor.

Digitalisasi pariwisata desa dalam jangka panjang akan berpengaruh pada perkembangan pariwisata desa. Hanya saja, beberapa hal perlu diperhatikan agar penerapannya dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Hal-hal tersebut diantaranya adalah inisiasi yang baik untuk memulai digitalisasi pariwisata desa, pelatihan teknologi kepada para pengelola pariwisata, hingga ketersediaan dana untuk memulai digitalisasi ini sendiri. (*)


Log masuk untuk melanjutkan

Maaf akun tamu tidak iizinkan untuk mengirim.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler