Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Anda sedang menggunakan akses tamu
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
Perluas semua Ciutkan semua
  1. Dasbor
  2. 2025-1|Rabu, 10.30-12.00|7AK1|2 sks|T|IBI21203|Bahasa Indonesia| Jaka Darmawan,7
  3. Minggu 3, Rabu, 08 Oktober 2025
  4. Serapan bahasa indonesia dan Ragam Bahasa Ilmu (Ejaan):

Serapan bahasa indonesia dan Ragam Bahasa Ilmu (Ejaan):

Syarat penyelesaian

Serapan bahasa Indonesia merujuk pada proses peminjaman kata, frasa, atau istilah dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Fenomena ini terjadi karena interaksi budaya, perdagangan, teknologi, dan ilmu pengetahuan antarbangsa. Serapan bahasa merupakan salah satu aspek yang memperkaya dan memperluas kosakata dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh serapan bahasa Indonesia dari berbagai bahasa:

 

1. **Bahasa Arab**: Contoh serapan dari bahasa Arab termasuk kata seperti "masjid" (dari مسجد, masjid), "surga" (dari سرغا, surga), "Al-Qur'an" (dari القرآن, al-qur'an).

 

2. **Bahasa Sanskerta**: Banyak kata dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta, seperti "buddha" (dari बुद्ध, buddha), "mimpi" (dari मानसिक, manasika), "sutra" (dari सूत्र, sutra).

 

3. **Bahasa Belanda**: Kata-kata seperti "meja" (dari tafel), "jendela" (dari venster), "sekolah" (dari school) merupakan contoh serapan dari bahasa Belanda.

 

4. **Bahasa Inggris**: Banyak kata serapan dari bahasa Inggris digunakan dalam bahasa Indonesia, seperti "komputer" (dari computer), "televisi" (dari television), "internet" (dari internet).

 

5. **Bahasa Jepang**: Beberapa kata dalam bahasa Indonesia juga berasal dari bahasa Jepang, seperti "karaoke" (dari カラオケ, karaoke), "manga" (dari 漫画, manga), "ramen" (dari ラーメン, ramen).

 

Dalam proses serapan bahasa, kata-kata asing tersebut sering mengalami penyesuaian dalam pengucapannya dan kadang-kadang bahkan dalam ejaannya agar sesuai dengan aturan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki peran penting dalam menetapkan standar dan regulasi terkait dengan penggunaan kata serapan dalam bahasa Indonesia.

 

Ragam Bahasa Ilmu, termasuk dalam hal ejaan, merujuk pada penggunaan bahasa yang khusus digunakan dalam konteks ilmiah atau akademis. Ragam ini memiliki aturan dan konvensi tersendiri yang membedakannya dari ragam bahasa sehari-hari. Berikut adalah beberapa karakteristik ragam bahasa ilmu dalam hal ejaan:

 

1. **Konsistensi**: Ejaan dalam ragam bahasa ilmu cenderung lebih konsisten dan kaku dibandingkan dengan ejaan dalam bahasa sehari-hari. Ini dimaksudkan untuk memastikan keseragaman dan kejelasan dalam penulisan dan komunikasi ilmiah.

 

2. **Penggunaan Istilah Teknis**: Ragam bahasa ilmu sering menggunakan istilah teknis atau terminologi khusus dalam bidang ilmu tertentu. Ejaan dari istilah-istilah ini haruslah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam disiplin ilmu tersebut.

 

3. **Pemisahan Kata**: Ejaan dalam ragam bahasa ilmu juga memperhatikan pemisahan kata yang benar, terutama dalam istilah-istilah gabungan atau istilah teknis yang terdiri dari beberapa kata.

 

4. **Pemakaian Huruf Kapital**: Penggunaan huruf kapital dalam ragam bahasa ilmu dapat bervariasi tergantung pada konvensi dalam bidang ilmu tertentu. Misalnya, dalam judul atau istilah khusus tertentu, huruf kapital mungkin digunakan secara konsisten.

 

5. **Penggunaan Tanda Baca Khusus**: Dalam beberapa kasus, ragam bahasa ilmu mungkin menggunakan tanda baca khusus, seperti tanda hubung (-) atau tanda kurung ([]), untuk mengklarifikasi atau memperjelas makna dalam teks ilmiah.

 

6. **Ejaan Adaptif**: Dalam beberapa bidang ilmu, istilah-istilah asing atau kata-kata serapan sering digunakan. Dalam hal ini, ejaan istilah tersebut mungkin mengikuti aturan ejaan bahasa asal atau diadaptasi agar sesuai dengan aturan ejaan bahasa Indonesia.

 

Penting untuk diingat bahwa aturan ejaan dalam ragam bahasa ilmu bisa berbeda tergantung pada disiplin ilmu yang digunakan. Oleh karena itu, penting bagi penulis dan peneliti untuk memahami konvensi ejaan yang berlaku dalam bidang ilmu mereka masing-masing dan untuk selalu merujuk pada sumber-sumber otoritatif untuk memastikan konsistensi dan keakuratan dalam penulisan ilmiah.


Log masuk untuk melanjutkan

Maaf akun tamu tidak iizinkan untuk mengirim.

2026 copyright Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.
Custome by ICT Center Darmajaya
Anda sedang menggunakan akses tamu (Masuk)
Dapatkan aplikasi seluler