Log masuk untuk melanjutkan
Maaf akun tamu tidak iizinkan untuk mengirim.
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi perilaku, keputusan, atau tindakan pihak lain, meskipun mendapat perlawanan.
Menurut French & Raven, dasar-dasar kekuasaan meliputi:
Kekuasaan legitimasi
Berasal dari jabatan atau posisi formal (misalnya kepala dinas, manajer).
Kekuasaan imbalan (reward power)
Kemampuan memberikan penghargaan, promosi, atau insentif.
Kekuasaan koersif (coercive power)
Kemampuan memberikan sanksi atau hukuman.
Kekuasaan keahlian (expert power)
Berdasarkan pengetahuan, kompetensi, atau pengalaman khusus.
Kekuasaan referensi (referent power)
Berasal dari kharisma, keteladanan, atau kemampuan menjadi panutan.
Perilaku politik adalah tindakan individu atau kelompok untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan demi kepentingan tertentu.
Faktor-faktor yang memengaruhinya antara lain:
Faktor individu
Ambisi pribadi
Kepribadian (manipulatif, oportunis, atau kolaboratif)
Nilai dan etika pribadi
Faktor organisasi
Sistem penghargaan yang tidak adil
Ketidakjelasan peran dan aturan
Budaya organisasi yang kompetitif
Faktor lingkungan
Tekanan politik eksternal
Perubahan kebijakan
Keterbatasan sumber daya
Perilaku politik dapat membawa dampak positif maupun negatif, tergantung cara dan tujuannya.
Mempercepat pengambilan keputusan
Mendorong inovasi dan perubahan
Membantu individu bertahan dalam situasi organisasi yang kompleks
Menurunnya kepercayaan antar anggota
Konflik dan persaingan tidak sehat
Penurunan kinerja dan moral kerja
Keputusan tidak objektif
Etika politik menekankan bahwa penggunaan kekuasaan harus bertanggung jawab dan bermoral.
Prinsip etika dalam perilaku politik:
Kejujuran dan transparansi
Tidak memanipulasi informasi atau kepentingan.
Keadilan
Tidak merugikan pihak lain demi kepentingan pribadi.
Akuntabilitas
Setiap tindakan dapat dipertanggungjawabkan.
Orientasi pada kepentingan bersama
Mendahulukan tujuan organisasi atau publik dibanding kepentingan pribadi.