Log masuk untuk melanjutkan
Maaf akun tamu tidak iizinkan untuk mengirim.
Dibawah ini akan dipaparkan sebuah kasus yang menggambarkan bagaimana sebuah kelompok usaha yang memiliki beberapa bisnis sekaligus. Kasus ini menggambarkan bahwa strategi CSR pun selayaknya harus dilakukan secara terinteratif, agar prinsip-prinsip sinergi yang biasanya diterapkan pada saat menerapkan strategi bisnis lain, juga didapatkan manfaatnya saat menjalankan startegi CSR.
Kasus :
Keluarga besar Bakrie (Kelompok Usaha Bakrie-KUB dan Yayasan/Keluarga) dikenal aktif melakukan tanggung jawab sosial. Pada tahun 2007 dan 2008, Keluarga Besar Bakrie sudah mengeluarkan masing-masing ┬▒ Rp 119 miliar, dan ┬▒ Rp 158 miliar (Bakrie untuk Negeri, 2008, 2009). Angka ini bisa bertambah bila disertakan kepedulian sosial keluarga Bakrie pada kasus Lumpur Sidoarjo yang pada awal 2009 tercatat mengeluarkan tidak kurang dari Rp4,8 triliun (Mitra Bakrie, 2009). Awal pendirian kelompok usaha ini, Achmad Bakrie, pendiri kelompok usaha ini terkenal dengan sikap sosialnya (Pohan, et. al., 1992). Tedapat satu filsafat penting dari Achamad Bakrie yang dari dulu hingga sekarang masih menjadi landasan aktivitas social perusahaan, yakni: ΓÇ£Setiap rupiah yang dihasilkan Bakrie, harus dapat bermanfaat bagi orang banyakΓÇ¥. (H. Achmad Bakrie).
SETELAH MEMBACA MATERI DAN MENYIMAK VIDEO BERIKAN TANGGAPAN KALIAN TERKAIT CSR PERTAMINA EP DAN CSR LUMPUR LAPINDO BRANTAS