Sayu Putu Devi Rindi Antika

oleh Sayu Putu Devi Rindi Antika -

Pendapat saya mengenai kesiapan Indonesia di era MEA masih perlu diperhatikan lagi contohnya pada komoditi kopi sebab Indonesia saat ini menjadi penguasa kopi dipasar global, karena saingan Indonesia hanya dari negara Vietnam, namun di Vietnam hanya bisa memasarkan kopi jenis robusta yang masih kalah dengan produk dalam negeri. Sebagai contoh saja, dengan adanya MEA ekspor kopi di Jatim semakin meningkat yang mencapai 73.000 ton dengan nilai 195 juta dolar AS pada tahun 2014. Serta lebih memfokuskan pada tenaga kerja yang harus memiliki keahlian karena sumber daya manusia Indonesia dinilai masih kalah dengan negara lain.

Puji Astuti

oleh Puji Astuti -

Menurut saya, kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA sudah siap. Terutama dalam komoditi kopi, karena Indonesia sendiri memilik sumber daya alam yaitu kopi yang sangat berkualitas salah satunya di daerah Lampung. selain itu kopi menjadi minuman yang sedang trend saat ini di Indonesia bahkan di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu Indonesia suda seharusnya mengekspor kopi-kopi yang berkualitas.

Lisbet Septiana Sirait (1812110368)

oleh Lisbet Septiana Sirait -

Menurut pendapat saya adalah kesiapan indonesia menghadapi MEA sudah sangat siap seperti jenis komoditi Teknologi. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan tanpa kita sadari hampir semua kehidupan sehari-hari kita ditunjang oleh kecanggihan teknologi, contoh sederhananya robot vacuum cleaner, berkembangnya teknologi autonomous vehicle (mobil tanpa supir), drone, aplikasi media sosial, bioteknologi dan nanoteknologi dan masih banyak lagi.

Bahkan saat ini sudah banyak sekali benda-benda baik benda kebutuhan rumah tangga, kebutuhan sekolah, pekerjaan, yang semuanya serba digital dan berteknologi wireless.


Yusi Ermawati

oleh Yusi Ermawati -

Menurt pendapat saya kesiapan indonesia dalam menghadapi MEA 

Globalisasi adalah keniscayaan yang harus ditanggapi dengan tenang dan tidak gegabah. Salah satu yang sudah berjalan lebih dari satu tahun terakhir ini adalah integrasi ekonomi dalam bentuk perdagangan bebas antarnegara kawasan Asia Tenggara yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Eragam pendapat pro dan kontra yang bergulir mengiringi diberlakukannya MEA perlu untuk diketahui. Selain sebagai informasi untuk memahami dengan lebih baik kebijakan ekonomi kawasan ASEAN, ini sekaligus juga sebagai upaya untuk mempersiapkan elemen dan komponen masyarakat.

MEA yang digagas sejak tahun 2003 dihadirkan dalam deklarasi yang disebut dengan Bali Summit telah resmi diberlakukan sejak akhir tahun 2015. Presiden Joko Widodo pada November 2015 telah menyampaikan bahwa dalam forum perdagangan bebas ini, mau tak mau, siap atau tidak masyarakat Indonesia harus bersiap untuk berkompetisi dalam sebuah iklim ekonomi yang terbuka.

Fx trapsilo setiyoko

oleh Fx Trapsilo setiyoko -

Dari sumber yang saya baca menyatakan bahwa Indonesia Belum Siap akan MEA 2015. Salah satunya, Direktur Eksekutif Core Indonesia (Hendri Saparini) menilai persiapan yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 masih belum optimal. Pemerintah baru melakukan sosialisasi tentang “Apa Itu MEA” belum pada sosialisasi apa yang harus dilakukan untuk memenangi MEA. Sosialisasi “Apa itu MEA" yang telah dilakukan pemerintah pun ternyata masih belum 100% karena sosialisasi baru dilaksanakan di 205 kabupaten dari jumlah 410 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ni Wayan Sari Padmi (1812110166)

oleh Ni Wayan Sari padmi -

Menurut saya

Adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN ini tentu menjadi sebuah peluang dan tantangan bagi Indonesia dan Masyarakat Indonesia pada khususnya. Hal ini tidak mudah mengingat Indonesia harus bersaing keras dengan negara anggota ASEAN lainnya. Indonesia bisa dikatakan masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand dan Singapura. Konsekuensi atas kesepakatan MEA yang berupa aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan modal dapat berakibat positif atau negatif bagi perekonomian Indonesia

Globalisasi adalah keniscayaan yang harus ditanggapi dengan tenang dan tidak gegabah. Salah satu yang sudah berjalan lebih dari satu tahun terakhir ini adalah integrasi ekonomi dalam bentuk perdagangan bebas antarnegara kawasan Asia Tenggara yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Beragam pendapat pro dan kontra yang bergulir mengiringi diberlakukannya MEA perlu untuk diketahui. Selain sebagai informasi untuk memahami dengan lebih baik kebijakan ekonomi kawasan ASEAN, ini sekaligus juga sebagai upaya untuk mempersiapkan elemen dan komponen masyarakat. dalam forum perdagangan bebas ini, mau tak mau, siap atau tidak masyarakat Indonesia harus bersiap untuk berkompetisi dalam sebuah iklim ekonomi yang terbuka.

TIWI BUDIARTI 1912110203

oleh tiwi budiarti -

Menurt pendapat saya kesiapan indonesia dalam menghadapi MEA sangat siap khusus nya di bidang komoditi seperti kopi, contoh kecil nya saja banyak kopi yg di ekspor yg berasal dari daerah kita (lampung) bahkan saat ini kopi seperti menjadi suatu trend, terbukti banyak nya coffee shop yg ada di berbagai provinsi, contoh kecilnya lampung mulai dr els coffee, kopi ketje, bun kopi, dsb. 

anisa oktavia(1912110328)

oleh anisa oktavia -

Menurut pendapat saya, dari segi kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA dinilai sudah cukup siap khususnya dari bidang teknologi. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan teknologi yg cukup pesat, misalnya transaksi online di e-commerce mengalami peningkatan yg pesat,pesan ojek secara online,pesan makan melalui online. Infrastuktur juga sudah semakin membaik. 

Windi wulandari

oleh windi wulandari -


Nama : Windi Wulandari

Npm   : 1912110265

Kesiapan indonesia dalam produksi kopi bisa dikatakan sangat siap, contohnya saja kopi luak yg di produksi dilampung dan jawa yang sangat banyak peminatnya, dari dalam negri maupun luar negri.

Nama : gusti asih, npm : 1812110220

oleh gusti asih -

Dari kesiapan indonesia menghadapi MEA bisa di bilang siap?

Karena persaingan perusahaan-perusahan  di indonesia semakin kuat, dari segi brand,  kualitas dan persaingan promosi. Semakin banyak persaingan-persaingan ini lah indonesia bisa siap untuk menghadapai di era MEA.

Wayan sari murti dewi

oleh Wayan sari murti dewi -

Menurut saya, Indonesia sudah cukup siap dalam menghadapi MEA di bidang teknologi, karena dapat kita lihat sendiri dengan perkembangan dan kemajuan yang sudah terjadi saat ini sudah cukup menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA seperti contohnya saja sekarang ini untuk membeli makanan saja kita bisa secara online dan dengan keadaan pandemi saat ini semakin memajukan teknologi sehingga kita bisa melakukan kuliah secara online.

Terimakasih

Irfan fernanda aditya (1912110317)

oleh Irfan Fernanda Aditya -

Menurut saya, dari segi kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA dinilai sudah cukup matang khususnya dari sektor teknologi. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan teknologi yg cukup pesat, misalnya transaksi online di e-commerce mengalami peningkatan yg pesat, bisa pesan ojek secara online, ya intinya semua sudah bisa serba online. Infrastuktur juga sudah semakin membaik. 

Diskusi

oleh Umi Fathonah -

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui hasil-hasil risetnya memiliki perhatian penting terhadap upaya bangsa ini dalam menghasilkan terobosan baru berbasis iptek dan inovasi guna memenangkan persaingan di era MEA. Lembaga riset ini melalui Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) berusaha menemukan gagasan-gagasan baru dalam upaya memenangkan persaingan tersebut lewat hasil penelitian bidang kebijakan iptek dan inovasi serta manajemen litbang.

Arta Muvera (1912110201)

oleh Arta Muvera -

Menurut Saya, Indonesia sudah siap memasuki era industri 4.0. Karena dengan adanya peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018. Peta jalan tersebut menjadi strategi dan arah yang jelas dalam upaya merevitalisasi sektor manufaktur.

Adapun lima sektor industri yang akan menjadi tulang punggung untuk mencapai aspirasi besar Making Indonesia 4.0, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. Kelompok manufaktur ini dipilih karena dinilai mempunya daya ungkit yang tinggi.


Rafiska Septiasa (1912110288)

oleh Rafiska Septiasa -

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui hasil-hasil risetnya memiliki perhatian penting terhadap upaya bangsa ini dalam menghasilkan terobosan baru berbasis iptek dan inovasi guna memenangkan persaingan di era MEA. Lembaga riset ini melalui Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) berusaha menemukan gagasan-gagasan baru dalam upaya memenangkan persaingan tersebut lewat hasil penelitian bidang kebijakan iptek dan inovasi serta manajemen litbang.

Salah satu hasil penelitian yang telah dimunculkan dalam kerangka persaingan MEA ini adalah pengukuran iptek di Indonesia dan policy brief yang digunakan sebagai bahan dalam pengambilan kebijakan iptek oleh stakeholders level nasional. Dengan hasil penelitian tersebut, diharapkan negeri ini memiliki gambaran posisi Indonesia dalam persaingan era MEA dan diharapkan juga pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat agar Indonesia mampu bersaing secara kompetitif dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Dede sulistiya 1912110164

oleh Dede Sulistiya -

Menurut saya, dari segi kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA dinilai sudah cukup matang khususnya dari sektor teknologi. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan teknologi yg cukup pesat, misalnya transaksi online di e-commerce mengalami peningkatan yg pesat, bisa pesan ojek secara online, ya intinya semua sudah bisa serba online. Infrastuktur juga sudah semakin membaik. 

Selvia (1812110194)

oleh Selvia . -

Kesiapan Indonesia di era MEA berfokus pada teknologi di era 4.0

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat banyak perubahan besar dan cepat dalam kehidupan. Saati inikita telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi otomatisasi dan teknologi siber. Mesin dengan manusia dapat terhubung melalui internet sehingga penyelesaian dan pengendalian pekerjaan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja asal terhubung internet. Perkembangan yang kita temui di era Revolusi Industri 4.0 antara lain operasionalisasi mesin dari jarak jauh, kemampuan menyimpan seluruhan informasi dalam cloud computing (big data), perdagangan secara elektronik (e-commerce), dan ditemukannya kecerdasan buatan (Artificial intelligence) yang mampu menerima, menafsirkan dan mengolah data sehingga diperoleh yang lebih akurat dan cepat (real time). Era globalisasi saat ini mendorong terbentuknya pasar bebas, tidak hanya pada bebasnya aliran barang dan modal lintas negara tetapi juga bebasnya aliran tenaga kerja, yang kemudian memunculan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang menjadikan tenaga kerja di 12 bidang pekerjaan mengalir bebas antar negara Asean atau yang terkenal dengan free flow of labor skill. Kondisi ini menambah persaingan untuk memperoleh pekerjaan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang tidak dapat ditawar dalam menghadapi kondisi lingkungan seperti ini. Untuk mampu menghadapi perubahan di era Revolusi 4.0 dan perdagangan bebas dibutuhkan sumber daya manusia bukan hanya ahli di bidangnya saja, namun juga kemampuan menguasai teknologi komunikasi dan informasi.

Shella Rosananda

oleh Shella Rosananda -

Menurut saya, komoditas kopi merupakan salah satu andalan Indonesia dalam menghadapi MEA, mengapa? Karena kopi Indonesia telah banyak diakui dunia yakni no 4 setelah Brazil,Vietnam, dan Kolombia.

Untuk pasar global, kopi Arabika masih menjadi unggulan Indonesia untuk di ekspor, yg dianggap menjadi salah satu kopi terbaik di dunia.

Dan saat ini juga sangat banyak masyarakat dunia yg amat menggemari kopi sehingga mendorong munculnya berbagai merek kopi dan varian nya, hal itu yg dapat membuat peluang besar bagi negara yg memproduksi kopi khusunya Indonesia untuk lebih meningkatkan kualitas kopi sebagai upaya menghadapi perdagangan bebas antar negara saat ini.

Menurut saya Indonesia tak perlu resah dengan adanya MEA, karena pesaing kopi di pasar global di MEA hanyalah Vietnam. Sehingga Indonesia masih sangat kuat bersaing dalam komoditas ini. Bahkan MEA dapat membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memasarkan kopi yg lebih luas lagi.

Ricardo Valentino Tambunan (1912110237)

oleh Ricardo Valentino Tambunan -

Menurut saya Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang dalam menghadapi MEA yaitu dengan cara memperluas pangsa pasar Indonesia, dimana kita dapat menjajakan barang produksi dalam negeri untuk dieskpor keluar Indonesia terutama ke negara-negara anggota MEA. Selain itu, mendorong kerjasama Iptek dimana kerjasama ini dapat menghasilkan transfer teknologi dari negara-negara anggota MEA. Dan yang terakhir memperluas lapangan pekerjaan yang mana Indonesia dengan penduduk terbesar dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya berpeluang untuk mengirimkan tenaga kerjanya dengan mempersiapkan peningkatan kualitas dan keterampilan (hard skill dan soft skill). SDM yang berkualitas akan mampu bersaing dan kuat menghadapi tantangan di era MEA ini.

I Wayan feriyanto

oleh I Wayan Feriyanto -

Menurut saya Tentu saja revolusi industri 4.0 ini merupakan sebuah peluang untuk meningkatkan daya saing kita dalam mewujudkan SDM yang profesional, mandiri dan berdaya saing. Untuk mencapainya harus menguasai teknologi yang mengaddress pada kebutuhan pasar, kebutuhan teknologi, kebutuhan isu strategis 4.0. Ini merupakan peluang karena dengan menguasai teknologi informasi akan terwujud peningkatan efisiensi dalam menghasilkan komoditas. Pada akhirnya akan memberikan nilai daya ungkit dan nilai tambah. Sebagai contoh sebagian petani-petani Jawa Barat sudah bisa melakukan pemasaran produk pertanian dengan digital sehingga jangkauan pasarnya lebih luas dan pelayanannya lebih cepat.

Dewa putu wisnu

oleh Dewa putu Wisnu sanjaya -
adanya masyarakat ekonomi ASEAN ini tentu menjadi sebuah peluang dan tantangan bagi indonesia dan masyarakat pada khusunnya. indonesia harus bersaing keras dengan negara-negara seperti vietnam yang menjadi pesaing berat dalam meng ekspor kopi. indonesia menjadi masuk dalam kategori negara penghasil kopi terbaik di dunia,tentunya indonesia  harus menyiapkan strategi-strateginya agar mendapatkan keuntungan di MEA ini, peluang indonesia menghadapi MEA dapat memperluas pangsa pasar indonesia dengan menguasai/bekerja sama dengan negara-negara anggota MEA lainya.

Puja Nurtri Inriani (1912110252)

oleh Puja Nurtri Inriani -

Menurut saya kesiapan Indonesia di era MEA yang berfokus pada komoditi kopi sudah ada kesiapan karena Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) mengatakan "bahwa kopi arabika masih menjadi unggulan Indonesia di pasar global dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)". Kenapa ? karena lahan serta hasil produktivitas di Indonesia, khususnya Jatim masih luas dan terus meningkat hingga mampu menembus pasar ekspor di beberapa negara Eropa seperti Swiss dan Belanda. Indonesia akan menjadi penguasa kopi di pasar global, karena pesaing Indonesia hanya dari negara Vietnam. Negara Vietnam hanya bisa memasarkan kopi jenis robusta yang masih kalah dengan produk dalam negeri. Maka dalam hal itu persaingan produk kopi di pasar global hanya dari Vietnam saja, itu pun mereka hanya bisa menghasilkan kopi jenis robusta. Dengan adanya MEA, maka ekspor kopi di Indonesia akan semakin meningkat, contohnya seperti terlihat dari ekspor kopi Jatim pada 2014 mencapai 73.000 ton dengan nilai 195 juta dolar AS atau naik dibandingkan 2013 yang mencapai 68.000 ton dengan nilai 156 juta dolar AS.


Haikal Kurnia Cipta

oleh Haikal Kurnia Cipta -

Adapun Dampak MEA Bagi Indonesia

Dampak Positif :

1). Peningkatan kapasitas ekspor produk lokal ke mancanegara dan meningkatkan devisa negara.

2). Mempermudah investor untuk menjalankan investasinya di Indonesia.

3). Mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas, keterampilan produksi, dan berfikir terbuka.

Dampak Negatif :

1). Terancamnya posisi industri lokal, karena tidak sedikit produk luar negeri yang memiliki kualitas lebih dibandingkan dengan produk lokal.

2). Adanya eksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Indonesia.

3). Sulitnya mendapatkan pekerjaan karena harus bersaing dengan masyarakat luar yang punya kualitas yang lebih baik.

Nyoman Tika Lestari (1912110278)

oleh Nyoman Tika Lestari -

Kesiapan Indonesia di era MEA berfokus pada teknologi di era 4.0

Menurut saya, Indonesia sebagai negara yang juga bertopang pada industri manufaktur lebih cepat dalam mengembangkan inovasi teknologi. Indonesia sudah mulai terbiasa menggunakan teknologi. Terlebih dalam urusan produktivitas yang dapat mengembangkan ekonomi digital di Indonesia dengan menggunakan teknologi yang semakin canggih, hal ini menandakan kesiapan Indonesia di era MEA. Para pelaku UKM memanfaatkan teknologi seluas-luasnya untuk mengembangkan usahannya sehingga mampu bersaing secara global. Revolusi Industri 4.0 ini akan lebih menguntungkan para pelaku bisnis, Itu semua bisa terjadi jika ada kolaborasi antarpemain industry dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang di era MEA.

Sri Warsini (1912110277)

oleh sri warsini -

Kesiapan Indonesia di era MEA untuk jenis komoditi kopi

Indonesia sudah siap untuk era MEA untuk jenis komoditi berupa kopi. Kopi arabika menjadi andalan Indonesia di era MEA. Kopi arabika masih menjadi unggulan Indonesia di pasar global dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Komoditi kopi Indonesia masih menjadi kopi kesukaan banyak negara dengan banyaknya ekspor kopi yang telah dilakukan Indonesia ke berbagai negara. Petani Indonesia berusaha mempertahankan kualitas kopi agar kopi tetap menjadi komoditi yang baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat hingga perekonomian negara. Untuk itu, Indonesia terbilang sudah siap untuk era MEA dengan terbuktinya kualitas kopi yang baik yang dibuktikan dengan banyaknya ekspor yang telah dilakukan. Dengan adanya era MEA, maka ekspor kopi Indonesia akan semakin meningkat.

Texy sagara (1912110283)

oleh Texy Sagara -

Menurut saya Adanya MEA sangat menguntungkan bagi Indonesia secara umum.
Tidak hanya dalam pelaksanaan labour supply, namun menguntungkan dari semua sektoral. Khususnya dari peningkatan perekonomian...
Dimana pada saat MEA mendatang, pajak bea masuk dan keluar ditiadakan, sehingga mempermudah pemasaran dari industrial Indonesia.

Forum Diskusi

oleh rio ricardo -

Pada 27 Mei 2011, Pemerintah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). MP3EI merupakan perwujudan transformasi ekonomi nasional dengan orientasi yang berbasis pada pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Sejak MP3EI diluncurkan sampai akhir Desember 2011 telah dilaksanakan Groundbreaking sebanyak 94 proyek investasi sektor riil dan pembangunan infrastruktur.

Silva Wulandari (1912110248)

oleh Silva Wulandari -

Banyaknya brand kopi terkemuka indonesia yang mulai mengeluarkan produk-produk terbaik mereka menandakan kesiapan Indonesia terhadap era MEA saat ini kopi lokal yang dimana ekspornya lebih banyak ketimbang konsumsi dalam negeri , seperti Arabika,dan Robusta.Arabika dan Robusta adalah dua jenis kopi yang paling diminati di pasar global. Jika kita lihat dari tingkat konsumsinya, sekitar 70% penduduk dunia ini adalah konsumen kopi Arabika, dimana memiliki cita rasa mild dan aromatik. Sedangkan sisanya, 30% penduduk dunia ini adalah konsumen kopi Robusta, dimana memiliki rasa lebih pahit dan kadar kafein 50% lebih tinggi daripada kopi Arabika.Selain 2 kopi tersebut masih ada jenis kopi yang sudah populer di dunia dunia seperti Mandailing dan Toraja.Walaupun pangsa pasar indonesia kalah di banding negara brazil dan vietnam akan tetapi dari produk-produk kopi indonesia sudah memasuki pasar global dan menandakan kesiapan negara indonesia terhadap MEA.