Menurut saya kesiapan Indonesia di era MEA yang berfokus pada komoditi kopi sudah ada kesiapan karena Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) mengatakan "bahwa kopi arabika masih menjadi unggulan Indonesia di pasar global dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)". Kenapa ? karena lahan serta hasil produktivitas di Indonesia, khususnya Jatim masih luas dan terus meningkat hingga mampu menembus pasar ekspor di beberapa negara Eropa seperti Swiss dan Belanda. Indonesia akan menjadi penguasa kopi di pasar global, karena pesaing Indonesia hanya dari negara Vietnam. Negara Vietnam hanya bisa memasarkan kopi jenis robusta yang masih kalah dengan produk dalam negeri. Maka dalam hal itu persaingan produk kopi di pasar global hanya dari Vietnam saja, itu pun mereka hanya bisa menghasilkan kopi jenis robusta. Dengan adanya MEA, maka ekspor kopi di Indonesia akan semakin meningkat, contohnya seperti terlihat dari ekspor kopi Jatim pada 2014 mencapai 73.000 ton dengan nilai 195 juta dolar AS atau naik dibandingkan 2013 yang mencapai 68.000 ton dengan nilai 156 juta dolar AS.
Puja Nurtri Inriani (1912110252)
Tanggal jatuh tempo untuk mengirim ke forum ini adalah Senin, 21 Juni 2021, 21:35.