Ruang Diskusi via zoom dan LMS

Jumlah balasan: 23

Assalamualaikum... Selamat pagi...., sehat semua yaaa..

Silahkan jika ada pertanyaan dan tanggapan dari materi dan diskusi kita tadi via zoom...Partisipasi tentunya ada Nilai ..Selamat Berdsikusi dan Memberi Tanggapan.... Terimakasih

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh mieke rahayu -
Membangun Team dan mengidentifikasi SDM yang memiliki kemampuan inovasi tidaklah mudah ( Pernyataan Mas Dimas dalam Diskusi ), nah... strategi apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan the right man in the right place ( G.Terry).....Silahkan ditanggapi...
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Ujang Ali Abrori -
Menurut saya strategi yang dibutuhkan ada leadership. Why, arti leadership sebagai kepemimpinan dimana satu tim dalam menentukan inovaai harus memiliki nilai kepemimpinan masing2 dalam dirinya. Dengan itu saling bererat tangan membangun sebuah organisasi, saling mengingatkan satu sama lain dalam memunculkan inovasi. Strategi selanjutnya adalah awareness / saling sadar terhadap kemampuan diri masing2, yang memang stategi ini muncul dari diri sendiri. Layaknya kita sekarang harus berinovasi dengan situasi sekarang yang dihadapkan dengan pandemi ini. Bagaimana kita berinovasi dalam melawan pandemi ini, kita harus sadar terlebih dahulu dengan kesehatan kita masing2 yang nantinya kita berawal dari diri yang sehat, membentuk masyarakat kuat, sehingga bisa menuju indonesia hebat. Ini menjadi salah stmatu strategi yang bisa lebih inovatif
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Ridho Hananto -
Mohon izin menanggapi bunda dengan relevansi pekerjaan dikantor, seperti yang kita ketahui orang-orang sukses selalu mengawali hidupnya dengan tujuan dan visi yang nyata disertai dengan inovasi-inovasi dalam menggapainya. Insan Bank Indonesia, tidak terkecuali diri saya sendiri harus membuat tujuan hidup dan terus berinovasi dengan Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Timely. Hal ini dilakukan agar Insan Bank Indonesia agar dapat fokus mewujudkan cita-cita tujuan hidupnya dan dapat berkontribusi dengan maksimal di Bank Indonesia. Kami menyadari bekerja di organisasi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai strategis dalam menjalankan mandatnya, serta mendorong SDM nya agar mampu beradaptasi dengan segala macam perubahan dan tantangan, oleh karena itu kami terus dituntut untuk senantiasa terus berinovasi.
Sebagai balasan Ridho Hananto

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh mieke rahayu -
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh mieke rahayu -
Era discruption banyak memberikan hambatan tapi bisa juga menumbuhkan pola-pola baru. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain tim ?
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Ridho Hananto -
All Right bunda ...
Dalam menciptakan pemain tim, Bank Indonesia selalu terus mengadakan In House Training, Refreshment SDM Serta Management Pengembangan SDM untuk menjaring pemain tim yang unggul dan dapat berkontribusi diberbagai bidang di Bank Indonesia
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Febri Sugiarto -
Pemilihan: Merekrut Para Pemain Tim
Beberapa orang telah memiliki keahlian interpersonal untuk menjadi para pemain tim yang efektif. Ketika merekrut para anggota tim, pastikan bahwa para kandidat dapat memenuhi peranan tim mereka sejalan dengan persyarat teknik. Ketika berhadapan denga para kandidat pekerjaan yang kurang terampil dalam tim, para manajer memiliki tiga opsi. Opsi pertama, jangan merekrut mereka. Jika anda ingin merekrut mereka, tugaskan mereka pada tugas yang tidak memerlukan kerja tim. Jika tidak dapat dikerjakan dengan mudah, maka para kandidat dapat mengikuti pelatihan untuk menjadikan mereka ke dalam pemain tim. Dalam menetapkan organisasi yang memutuskan untuk merancang ulang pekerjaan yang menyangkut tim, beberapa karyawan akan menolak menjadi para pemain tim dan tidak dilatih. Sifat pribadi juga merupakan faktor yang menentukan apakah orang itu cocok bekerja kandidat dalam tim yang beragam. Tim yang terdiri atas para anggota yang menyukai pekerjaan yang memerlukan penyatuan pikiran juga tampak lebih efektif dan dapat menggabungkan beberapa sudut pandang yang timbul dari keragaman umur dan pendidikan.

Pelatihan: Menciptakan Para Pemain Tim
Para ahli pelatihan melakukan latihan yang memungkinkan para pekerja untuk mengalami kepuasan yang diberikan melalui kerja tim. Seminar membantu para pekerja untuk meningkatkan keterampilan pemecahan permasalahan, komonikasi, negosiasi, manajemen konflik dan pelatihan.

Pemberian Imbalan: Menyediakan Insentif Agar Menjadi Seorang Pemain Tim yang Baik.
Sistem pemberian imbalan organisasi harus dikerjakan ulang untuk mendorong usaha bekerja sama dan bukannya saling berkompetensi. Hallmark Cards inc., menambahkan sistem intensif dasar bagi individu pada bonus tahunannya yang didasarkan pada pencapaian tujuan tim. Whole Foods mengarahkan sebagian besar sistem imbalannya didasarkan pada kinerja tim. Sebagai hasilnya, tim ΓÇô tim memilih para anggota baru dengan hati ΓÇô hati sehingga mereka akan memberikan kontribusi bagi efektivitas tim (dan dengan demikian memperleh bonus tim) Promosi, kenaikan gaji, dan bentuk penghargaan lainnya harus diberikan kepada para individu yang telah bekerja dengan efektif sehingga para anggota tim dengan melatih para kolega yang baru, berbagi informasi, membantu menyelesaikan konflik dalam tim, dan menguasai keterampilann baru yang dibutuhkan. Hal ini bukan bearti bahwa kontribusi individual akan diabaikan, melainkan mereka harus diseimbangkan dengan kontribusi yang tanpa pamrih kepada tim. Terakhir, jangan melupakan imbalan secara intrinsik, misalnya persahabatan yang mana para karyawan dapat memperolehnya dari kerja tim.
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Dwi Herinanto -
Mohon ijin menanggapi Bunda, terima kasih.

Agar organisasi dapat menciptakan para pemain tim di era disruption ada 3 kata kunci yang perlu dibangun agar dapat menumbuhkan pola-pola baru:
1. Teknologi
2. Sumber daya manusia yang handal
3. Cost/biaya
Tiga poin penting inilah yang menjadi triggernya, Bunda. Demikian tanggapan menurut persepsi dan analisis saya, terima kasih.
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Farhan Ali -
Meskipun tidak banyak pengalaman ditempat saya bekerja soal rekruitmen. Namun saya berpandangan yang sama dengan mas Dimas dimana saya harus mendapatkan orang yang berkualitas untuk posisi yang tepat itu terasa sulit. Karena saya dihadapkan pada posisi dipaksa untuk meracik team yang ada sehingga menjadi the dream team, atau setidaknya menjadikannya team yang dapat memberikan kontribusi terhadap target yang lebih besar.
Sejauh ini yang saya lakukan Pertama, pastikan tujuan akhir (goals) atau misi tersampaikan dengan baik. Kedua, kenali secara cepat potensi anggota team. Ketiga, beri misi yang sesuai. Keempat, lakukan coaching.
Secara rutin saya melaksanakan diskusi bersama team. Diskusi beragenda yang harus selesai dalam waktu 30 menit saja setiap Senin, Rabu dan Jumat pagi. Sesuai judul acaranya, maka anggota team banyak memberikan pendapatnya. Dan itu menarik, karena banyak ide-ide segar yang muncul. Demikian Bunda pengalaman saya, apabila ada masukan dari Bunda saya terima dengan sangat baik.
Sebagai balasan Farhan Ali

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh mieke rahayu -
Good... tambahkan selalu evaluasi dan monitoring sampai sejauh mana dilakukan. Buat list ...kemudian mana yang sudah terselesaikan di check list ... Gunakan Strategi formula Manajemen 5 W plus 1 H... ... Finnaly .. make SWOT Analysis...in sha allah ... resultnya bagus...ok
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Febri Sugiarto -
Izin Menanggapi ibu.. Tujuannya yaitu untuk mendukung laju perusahaan agar tidak tergerus perkembangan zaman dan tidak kalah bersaing dengan perusahaan lain. Dalam menentukan siapa yang akan mengisi bagian-bagian itulah menjadi tugas khusus yang diemban Human Resources Departement (HRD). Tentu saja hal tersebut bukan hal yang mudah, karena biasanya butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkan orang yang tepat (Krishan, 2017)

Rekrutmen merupakan salah satu cabang dari rencana strategis dalam manajemen SDM pada divisi HRD. Dan itu akan menjadi ujung pembuka kesuksesan manajemen organisasi, bila pada tahap ini dapat menemukan orang yang tepat, pada posisi yang tepat dan waktu yang tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Keserasian serta kecocokan antara kandidat dan posisi yang ditawarkan menjadi suatu keuntungan tersendiri baik untuk perusahaan maupun untuk personal karyawan. Keuntungan untuk perusahaan adalah dapat menunjang keberlansungan dan kesuksesan bisnisnya ke depan. Sedangkan keuntungan bagi karyawan/kandidat karyawan itu sendiri akan menjadikan pekerjaanya menjadi suatu hal yang bisa jadi menyenangkan baginya, karena pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan tipikal atau kecenderungan dirinya.
Ketika pihak manajemen mampu menempatkan manusia yang tepat dan sesuai dengan kompetensinya akan berdampak pada kenerja yang optimal dan akan membuat perusahaan menjadi lebih baik, akan tetapi jika tidak tepat akan membuat karyawan ataupun perusahaan menjadi rugi.
kesimpulannya adalah strategi tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan dan daya saing perusahaan di tengah lajunya perkembangan dunia bisnis saat ini. Kaitannya adalah saat SDM/karyawan ditempatkan pada posisi atau jabatan yang dia kuasai dan inginkan maka akan berpengaruh terhadap kinerja optimal karena hal itu menyenangkan menurutnya.
Terkait penempatan SDM pada posisi jabatan yang tepat dalam suatu perusahaan atau lembaga, di dalam Islam terdapat suatu ancaman apabila suatu urusan tidak diserahkan kepada ahlinya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadis nabi Muhammad SAW. di bawah ini yang artinya:

ΓÇ£Imam al-Bukhari menyatakan Muhammad bin Sinan menyampaikan (riwayat) kepada kami, Qulaih bin Sulaiman telah menyampaikan (riwayat) kepada kami, (riwayat itu) dari AthaΓÇÖ, dari Yasar, dari Abu Hurairah ra yang berkata : Rasulullah Saw bersabda: Apabila suatu amanah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancurannya. (Abu Hurairah) bertanya : Bagaimana meletakkan amanah itu, ya Rasulullah ? Beliau menjawab : Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannyaΓÇ¥ (HR. Bukhari).

Hadist ini menarik untuk dicermati terutama pada kalimat ΓÇ£Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannyaΓÇ¥, maksud kalimat ini terkait dengan keahlian dan juga amanah. Seorang manajer harus dapat menjalankan amanahnya dengan baik dalam hal memilih SDM yang berkualitas dan memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga dengan demikian tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik. Apabila suatu jabatan diberikan kepada orang yang tidak ahli dan tidak amanah maka niscaya suatu perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan baik bahkan akan mengalami kemunduran.

Selain suatu perkara harus diberikan kepada ahlinya akan lebih bagus lagi jika seoarng diberikan jabatan atau tanggung jawab tersebut melaksanakannya dengan profesionalitas. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadist Riwayat Imam At-Thabrani berikut ini yang artinya:

ΓÇ£Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan sesuatu pekerjaan dilakukan secara Itqan/profesional (tepat,terarah,jelas dan tuntas)ΓÇ¥.
Sebagai balasan Febri Sugiarto

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh mieke rahayu -
Senang sekali mas Febri dengan tanggapannya... intinya, bahwasanya memilih individu yang tepat sesuai dengan Hadist yang tertera diatas, maka kitambahkan ya ... Kepemimpina berbasis ESQ , maka akan menempatkan individu pada posisi yang tepat sehingga amanah dan sesuai ahlinya. ...bagusss
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh mieke rahayu -
Jika Saudara membentuk Tim , apa karakteristik yang akan Saudara pilh dari masing masing 5 anggota (misalnya), : banyak atau sedikit pengalaman kerjanya , ketelitiannya besar , sedang atau rendah , Mengapa ?
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Puji Handoyo -
Ijin ya bunda. Jika saya memilih tim untuk anggota tim saya. Saya akan memilih yg memiliki ketelitian yg besar dan juga pengalaman karena dari pengalaman yg pernah di lakukan bisa menutup kekurangan yang ada. Sehingga pontensi dari setiap individu dapat saling melengkapi dan saling mendukung untuk visi dan misi bersama. Dalam hal ini tim yg dibentuk harus saling solid untuk mengapai tujuan bersama. Setiap individu harus saling memahami dan mengetahui potensi yang ada di dirinya. Baik dari kelebihan nya maupun kekuarangnya. Sehingga tim yang lain dapat melengkapi.
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Dwi Herinanto -
Terima kasih atas pertanyaannya Bunda, mohon ijin memberikan tanggapan.
Karakteristik yang saya pilih untuk menentukan anggota-anggota yang tergabung dalam suatu tim agar tim dapat mewujudkan goals yang sudah ditetapkan sebagai berikut:
1. Dipilih untuk setiap anggota yang tergabung dalam tim, mampu menjernihkan dan meredam konflik.
2. Handal berkomunikasi, aktif, dan proaktif dalam mensikapi sebuah problema.
3. Setiap anggota memiliki kualitas leadership.
4. Setiap anggota memiliki kemampuan untuk mengeksekusi keputusan berdasarkan target dan goals.
5. Setiap anggota tim harus memiliki kejelasan peran, posisi, dan fungsinya.
Demikian respon atas pertanyaan, mohon ijin Bunda, pertanyaan saya jawab dengan detail, terperinci, dan spesifik berdasarkan pengalaman yang saya alami dalam membentuk tim. Terima kasih.
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Febri Sugiarto -
Tim Pemecahan Permasalahan (problem solving team)

Kelompok yang terdiri dari atas 5 hingga 12 karyawan dari departemen yang sama yang bertemu selama beberapa jam setiap minggu untuk membahas caraΓÇôcara untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan lingkungan kerja.
Alasanya karena kemampuan untuk menyelesaikan segala masalah dan mengambil keputusan yang sulit. Meskipun cukup mudah diucapkan, tetapi sebenarnya problem solving akan sulit dilakukan. Pasalnya, Anda dituntut untuk memiliki pikiran positif dalam menghadapi masalah. Selain itu, problem solving juga membutuhkan kemampuan Anda untuk berpikir secara logis dan sistematis di saat sedang menghadapi masalah.
Kemampuan problem solving sendiri sangat berkaitan dengan kemampuan lain yang melibatkan kemampuan menganalisa, mengeluarkan ide, mendengar, pengambilan keputusan, komunikasi, hingga kerja sama tim. Saat Anda memiliki beberapa kemampuan seperti yang telah disebutkan di atas, maka menemukan solusi dari masalah yang dihadapi akan bisa dilakukan lebih mudah.
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Dwi Herinanto -
Selamat pagi Bunda Dr. Mieke, ijin menjawab dalam forum ini.
Nama: Dwi Herinanto
NPM: 1922310004

1. Konsep dasar
Untuk melakukan/membangun suatu inovasi,cara yang paling efektif adalah dengan membentuk tim, kemudian anggota teamwork ini harus memiliki self awareness building, skill, dan kompetensi yang memadai dengan mengikuti kegiatan training dan prakondisi.
2. Setiap anggota teamwork harus memiliki self awareness untuk memberikan kontribusi untuk melakukan sebuah inovasi dengan membangun komunikasi dan koordinasi untuk mencapai goals.
3. Jadi, kata kuncinya agar setiap anggota teamwork memiliki kemampuan inovasi ada 3 meliputi self awareness, komunikasi, dan koordinasi.
4. Mengapa self awareness perlu dibangun? Karena self awareness akan memunculkan kesadaran diri dan konsep diri setiap anggota tim.
Demikian Bunda, respon atas pertanyaan dalam diskusi ini menurut persepsi dan interpretasi saya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh mieke rahayu -
Apakah pilihan Saudara berubah apabila tugas mensyaratkan pada tim untuk mengambil keputusan secara tepat yang tidak mengedepankan sisi kreatif ? Mengapa ?
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Dwi Herinanto -
Mohon ijin menanggapi pertanyaan Bunda yang ke-4.

Dalam menghadapi situasi ini, keputusan/pilihan yang saya ambil jika anggota tim kurang mengedepankan sisi kreativitas adalah setiap anggota tim akan dievaluasi secara periodik dan berkala dengan melihat kinerja, partisipasi, serta kontribusi anggota. Jika ditemukan anggota tim yang kurang mengedepankan sisi kreativitas dalam bekerja maka akan diarahkan dan dibimbing terlebih dahulu agar ada perubahan dan perbaikan. Namun jika tidak ada perubahan dan perbaikan maka dengan terpaksa anggota tim tersebut harus diganti agar tujuan tim dapat tercapai dan tim membuahkan inovasi yang bermanfaat.
Demikian jawaban saya Bunda, atas bimbingannya saya ucapkan terima kasih.
Selamat siang dan selamat berakhir pekan. Teriring salam hormat dan doa.
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi via zoom dan LMS

oleh Febri Sugiarto -
Iya, Karena Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan. Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat menyimpang dari rencana semula. Dan pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis tehadap hakikat alternative yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.