Pemilihan: Merekrut Para Pemain Tim
Beberapa orang telah memiliki keahlian interpersonal untuk menjadi para pemain tim yang efektif. Ketika merekrut para anggota tim, pastikan bahwa para kandidat dapat memenuhi peranan tim mereka sejalan dengan persyarat teknik. Ketika berhadapan denga para kandidat pekerjaan yang kurang terampil dalam tim, para manajer memiliki tiga opsi. Opsi pertama, jangan merekrut mereka. Jika anda ingin merekrut mereka, tugaskan mereka pada tugas yang tidak memerlukan kerja tim. Jika tidak dapat dikerjakan dengan mudah, maka para kandidat dapat mengikuti pelatihan untuk menjadikan mereka ke dalam pemain tim. Dalam menetapkan organisasi yang memutuskan untuk merancang ulang pekerjaan yang menyangkut tim, beberapa karyawan akan menolak menjadi para pemain tim dan tidak dilatih. Sifat pribadi juga merupakan faktor yang menentukan apakah orang itu cocok bekerja kandidat dalam tim yang beragam. Tim yang terdiri atas para anggota yang menyukai pekerjaan yang memerlukan penyatuan pikiran juga tampak lebih efektif dan dapat menggabungkan beberapa sudut pandang yang timbul dari keragaman umur dan pendidikan.
Pelatihan: Menciptakan Para Pemain Tim
Para ahli pelatihan melakukan latihan yang memungkinkan para pekerja untuk mengalami kepuasan yang diberikan melalui kerja tim. Seminar membantu para pekerja untuk meningkatkan keterampilan pemecahan permasalahan, komonikasi, negosiasi, manajemen konflik dan pelatihan.
Pemberian Imbalan: Menyediakan Insentif Agar Menjadi Seorang Pemain Tim yang Baik.
Sistem pemberian imbalan organisasi harus dikerjakan ulang untuk mendorong usaha bekerja sama dan bukannya saling berkompetensi. Hallmark Cards inc., menambahkan sistem intensif dasar bagi individu pada bonus tahunannya yang didasarkan pada pencapaian tujuan tim. Whole Foods mengarahkan sebagian besar sistem imbalannya didasarkan pada kinerja tim. Sebagai hasilnya, tim ΓÇô tim memilih para anggota baru dengan hati ΓÇô hati sehingga mereka akan memberikan kontribusi bagi efektivitas tim (dan dengan demikian memperleh bonus tim) Promosi, kenaikan gaji, dan bentuk penghargaan lainnya harus diberikan kepada para individu yang telah bekerja dengan efektif sehingga para anggota tim dengan melatih para kolega yang baru, berbagi informasi, membantu menyelesaikan konflik dalam tim, dan menguasai keterampilann baru yang dibutuhkan. Hal ini bukan bearti bahwa kontribusi individual akan diabaikan, melainkan mereka harus diseimbangkan dengan kontribusi yang tanpa pamrih kepada tim. Terakhir, jangan melupakan imbalan secara intrinsik, misalnya persahabatan yang mana para karyawan dapat memperolehnya dari kerja tim.