Pengantar dan konsep kewirausahaan : falsafat dan pembudayaan kewirausahaan
Konsep Kewirausahaan: Pengertian, Konsep Dasar, hingga Jenis-jenisnya


Konsep kewirausahaan adalah suatu konsep yang perlu dipahami oleh para pengusaha agar dapat menjalankan usaha bisnisnya dengan baik. Konsep tersebut perlu dimiliki serta diterapkan oleh pengusaha agar bisa mencapai tujuan.
Pengertian Kewirausahaan
Pada zaman ekonomi digital seperti saat ini, kewirausahaan adalah salah satu istilah yang sering yang sudah tidak asing lagi. Praktik-praktik kewirausahaan pun kini banyak dijalankan oleh orang-orang.
Secara sederhana, kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan visi, inovasi dan melihat suatu peluang di masa datang.
Banyak para ahli yang telah memberikan definisinya mengenai istilah kewirausahaan.
Dikutip dari buku Konsep-Konsep Dasar Kewirausahaan karya Ojat Darojat dan Sri Sumiyati berikut ini,
┬╖ Menurut Robert C. Ronstadt, kewirausahaan adalah suatu proses yang dinamis untuk meningkatkan kesejahteraan. Kesejahteraan ini diciptakan oleh individu-individu yang bersedia mengambil risiko, atas kekayaan, waktu, dan/atau karier dalam menyediakan nilai (sesuatu yang bernilai) pada barang atau jasa.
- Menurut Peggy A. Lambing & Charles R. Kuehl, kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu nilai dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang banyak
- Menurut Thomas Zimmerer, kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.
Konsep Kewirausahaan


Perbesar
Salah satu konsep dasar kewirausahaan adalah kemampuan menanggapi peluang yang ada. Foto: Unsplash.com
Konsep kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang bisnis.
Dalam kewirausahaan, ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dimiliki oleh seorang pengusaha. Hal tersebut adalah konsep dasar kewirausahaan.
Lantas, apa konsep dasar kewirausahaan? Menurut Mardia, dkk dalam buku Kewirausahaan, berikut dua konsep dasar kewirausahaan.
1. Peluang
Peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang dimiliki oleh semua orang yang mempunyai jiwa kreativitas dalam dirinya untuk memulai usaha.
Dengan adanya peluang, seorang wirausahawan tentunya dapat berbagai macam aktivitas kewirausahaan.
Peluang usaha dapat dimanfaatkan oleh orang demi mendapatkan tujuan dengan cara melakukan sebuah usaha yang akan memanfaatkan berbagai macam sumber daya yang akan dimiliki.
2. Kemampuan Menanggapi Peluang
Kewirausahaan sangat berkaitan dengan kemampuan atau kecakapan dalam menanggapi peluang usaha.
Kemampuan menanggapi peluang sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam merespons peluang usaha yang ada dan ditanggapi dengan seperangkat tindakan.
Tindakan-tindakan tersebut kemudian akan menghasilkan suatu usaha bisnis baru yang produktif dan inovatif serta menjawab peluang usaha yang ada.
Tujuan Kewirausahaan


Perbesar
Sebagai suatu konsep, kewirausahaan tentunya mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai. Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK/MAK karya Muh, Nur Eli Brahim, M.Si, tujuan diterapkannya konsep kewirausahaan adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
- Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan.
- Membiasakan dan membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan wirausaha di kalangan masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
- Menumbuh kembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat kepada masyarakat.
Sifat Kewirausahaan


Perbesar
Mampu bekerja sama adalah salah satu sifat kewirausahaan yang harus dimiliki oleh pengusaha. Foto: Unsplash.com
Sifat kewirausahaan adalah sejumlah sifat yang mencerminkan konsep kewirausahaan. Sifat-sifat atau karakteristik kewirausahaan yang wajib dimiliki oleh seorang wirausahawan agar dapat menjalankan bisnisnya dengan baik.
Jadi, sifat apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis? Berikut jawabannya.
1. Berani Mengambil Risiko
Berbeda dengan seorang penjudi, berani mengambil risiko dalam konsep kewirausahaan merupakan perilaku yang berkaitan keyakinan diri dalam mengambil keputusan.
Pengambilan risiko didasarkan pada pemikiran dan hasil analisis yang kuat serta dengan kreativitas dan inovasi yang membuat seorang wirausahawan menjadi semakin mantap dalam mengambil keputusan.
2. Berkomitmen dan Berkemauan Keras
Komitmen terhadap usaha dan kemauan yang keras untuk mencapai sasaran merupakan aspek yang paling pokok dari seorang wirausaha. Dengan memiliki karakteristik tersebut seorang wirausaha akan mengabdikan dirinya secara total terhadap usaha yang ditanganinya.
3. Berintegritas dan Dapat Dipercaya
Integritas adalah hal penting yang wajib dimiliki oleh seorang wirausaha karena hal ini merupakan modal penting dalam rangka membangun dan mempertahankan kepercayaan semua klien.
Sifat berintegritas dan dapat dipercaya dapat dibangun dengan perilaku yang bertanggung jawab serta jujur dalam melaksanakan tugasnya.
4. Percaya Diri
Percaya diri adalah sikap yang mengenal diri sendiri, meyakini potensi yang dimiliki, dan mengetahui jelas tujuan-tujuan serta kebutuhannya dan bagaimana cara untuk mencapainya.
5. Mampu Bekerja Sama
Keberhasilan seorang wirausaha dalam berwirausaha tidak terlepas dari kesediaannya untuk bekerja sama dengan tim yang tangguh serta kemauan untuk mengenali kelebihan dan kelemahan orang lain dan berupaya mengarahkan orientasinya pada pencapaian tujuan kelompok dalam menyelesaikan suatu masalah.
6. Berwawasan Jauh ke Depan
Keberhasilan para wirausaha sangat banyak tergantung pada kemampuannya mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan dan mengembangkan pokok-pokok strategi yang akan ditempuh oleh perusahaannya sesuai dengan antisipasi keadaan masa depan tersebut.
7. Kepemimpinan
Dalam dunia bisnis, sudah tidak jadi rahasia lagi jika kunci sukses dalam menjalankan suatu usaha adalah sifat kepemimpinan dan manajerial yang dimiliki oleh seorang wirausahawan.
Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil, baik yang memimpin sedikit ataupun banyak karyawan yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dibutuhkan.
Sumber daya tersebut termasuk sumber daya manusia. Seorang pemimpin juga harus menentukan tujuan-tujuan untuk organisasi, membimbing, dan memimpin mereka untuk mencapai sasaran organisasi.
Jenis Kewirausahaan


Perbesar
Salah satu jenis kewirausahaan adalah ecopreneurship. Foto: Unsplash.com
Dikutip dari buku Kewirausahaan dari Industry 4.0 Menuju Society 5.0 oleh Dr. Muhamad Toyib Daulay SE, MM. dan Annisa Sanny SE, MM., kewirausahaan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan orientasi dan cara kerjanya. Berikut adalah jenis-jenis kewirausahaan.
1. Ecopreneurship
Ecopreneurship adalah jenis kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan atau profit semata, tetapi juga mendukung aktivitas perlindungan terhadap lingkungan.
Dalam penerapannya, perusahaan yang menggunakan konsep ini akan melakukan sejumlah kegiatan ekonominya dengan ramah lingkungan, seperti mengolah limbah dengan baik, menghemat pemakaian energi, menggunakan energi alternatif, dan lain-lain.
2. Sociopreneurship
Sociopreneurship adalah jenis kewirausahaan yang bukan hanya memikirkan laba dan keuntungan sebagai tujuan akhir, melainkan juga mementingkan aspek sosial masyarakat yang ada.
Jenis kewirausahaan ini diterapkan dengan bertujuan untuk hadir dalam menjawab masalah sosial yang ada, menyejahterakan masyarakat, serta membantu masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
3. Technopreneurship
Technopreneurship adalah suatu jenis kewirausahaan yang menggabungkan konsep bisnis dan penggunaan teknologi yang mutakhir dalam menjalankan bisnisnya.
Penggunaan teknologi biasanya didasarkan pada keuntungan yang diperoleh, yaitu lebih efisien dan menghemat biaya. Jenis kewirausahaan banyak ditemukan pada zaman sekarang .
4. Intrapreneurship
Intrapreneurship adalah jenis kewirausahaan dengan sistem dan proses yang menstimulus para karyawan dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga bertindak seperti seorang pebisnis. Contoh perusahaan yang menerapkan hal ini adalah Google