Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

Jumlah balasan: 22

Assalamu'alaikum...  Selamat Siang seluruh Mahasiswa 6SI-P4

Setelah kalian baca dan pelajari materi Dimensi Jiwa  (Yang terdiri atas unsur-unsur IQ, EQ, SQ, CQ dan IQ), silakan berikan tanggapan dan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami. 


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Destian Nurwijaya Putra -
Assalamualaikum bu lia, izin bertanya bu.
Hal apa yang mempengaruhi Intellegence Qoutient (IQ) seseorang itu berbeda dari hasil tes sebelumnya bu?
tetapi angka nya masih dalam range kategori/klasifikasi yang sama bu
Sebagai balasan Destian Nurwijaya Putra

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
Wa'alaikumsalam
Hal yang mempengaruhi skor IQ itu berubah bisa disebabkan karena beberapa faktor.
Diantaranya adalah Faktor Usia. Semakin bertambah usia seseorang akan semakin stabil skor IQ. Faktor lain adalah kondisi fisik dan kondisi mental. Maka pastikan jika akan menjalani rangkaian psikotes..kondisi fisik harus prima. Kondisi sehat, tidur cukup, tidak kelelahan. kebugaran akan membuat hasil tes maksimal. Kondisi mental juga harus dalam keadaan baik. Tidak dalam keadaan tertekan, stres ataupun gangguan mental lainnya.
Faktor lainnya adalah latihan. semakin sering kita melatih otak maka hasil tes akan maksimal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh nabila hendaris -
walaikumsalam wr. wb. bu maaf sebelumnya izin bertanya mengenai materi Adversity Quotient (AQ)
bagaimana kita dapat mengetahui adversity quotient dari seseorang yang kita kenal?
apakah ada kriteria maupun ciri - ciri dari adversity quotient?
Sebagai balasan nabila hendaris

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Destian Nurwijaya Putra -
Izin menanggapi nabila,
mungkin kita bisa tahu AQ seseorang dari bagaimana seorang bisa menyelesaikan masalah.
contohnya seperti kita diorkem lagi ada masalah nih, nah kita bisa tau AQ org tsb, bisa memecahkan masalah (problem resolve) atau engga gitu
mencari solusi atau hanya dibiarkan

mungkin seperti itu
Sebagai balasan nabila hendaris

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
Silakan dibaca dulu.... di file bahan bacaan.

AQ terdiri atas 3 kriteria, dari yang paling bawah sampai dengan yang paling atas.
Mulai dari Quitter, Campers dan Climber.

Macam-Macam AQ
ΓÇó AQ Tingkat ΓÇ£QuittersΓÇ¥ (Orang-orang yang Berhenti) : tingkatan AQ paling rendah, menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup.
ΓÇó AQ Tingkat ΓÇ£CampersΓÇ¥ (Orang yang Berkemah) : campers adalah AQ tingkat bawah. Orang orang yang selalu merasa cukup dengan apa yang sudah diraihnya saat ini, tidak berambisi meraih apa lebih tinggi lagi.
ΓÇó AQ Tingkat ΓÇ£ClimbersΓÇ¥ (Orang yang Mendaki) : climbers adalah seseorang yg ibarat pendaki sejati. Orang yang tidak pantang menyerah, selalu memiliki ambisi mendapatkan yang lebih. Tidak pernah puas atas apa yang diraihnya saat ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh M.Raihan Makki -
Menurut Daniel Goleman (Emotional Intelligence ΓÇô 1996) : orang yang mempunyai IQ tinggi tapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang yang IQ-nya rata-rata tetapi EQ-nya tinggi, artinya bahwa penggunaan EQ atau olahrasa justru menjadi hal yang sangat pending, dimana menurut Goleman dalam dunia kerja, yang berperan dalam kesuksesan karir seseorang adalah 85% EQ dan 15% IQ. Jadi, peran EQ sangat signifikan.

Kita perlu mengembangkan IQ ΓÇô menyangkut pengetahuan dan keterampilan, namunkita juga harus dapat menampilkan EQ yang sebaik-baiknya karena EQ harus dilatih.Untuk meningkatkan kemampuan IQ dan EQ agar supaya dapat memanfaatkan hati nurani kita yang terdalam maka kita juga harus membina SQ yang merupakan cerminan hubungan kita dengan Sang Pencipta / Allah SWT, melalui SQ kita dilatih menggunakan ketulusan hati kita sehingga mempertajam apa yang dapat kita tampilkan.

Jadi perpaduan antara IQ, EQ dan SQ inilah yang akan membina jiwa kita secara utuh, sehingga kita dapat meniti karir dengan baik, dimana akan lebih baik lagi jika ditambahkan AQ (Adversity Quotient) yang mengajarkan kepada kita bagaimana dapat menjadikan tantangan bahkan ancaman menjadi peluang. Jadi yang ideal memang saudara harus mampu memadukan IQ, EQ, SQ dan AQ dengan seimbang sehingga Insya Allah saudara akan menjadi orang yang sukses dalam meniti karier.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh M. Andrean Mahardika -
Assalamualaiku bu izin bertanya tentang materi EQ ( Emotional Quotient) Apakah hasil dari EQ itu sendiri berpengaruh terhadapan nilai hasil IQ, dan apa unsur yang harus di perbaiki dari EQ yang kita miliki, Sebelumnya terimakasih
Sebagai balasan M. Andrean Mahardika

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
Wa'alaikumsalam...
EQ dan IQ adalah keceradasan yang berdiri sendiri2 tapi bisa saling menunjang.
perbedaannya IQ tidak akan berubah siginifikan seumur hidup kita, smeentara EQ masih bisa terus menanjak sepanjang rentang kehidupan kita.
Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.
Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya.
Contoh dari EQ adalah perilaku-perilaku sebagai berikut :
ΓÇó empati (memahami orang lain secara mendalam)
ΓÇó mengungkapkan dan memahami perasaan
ΓÇó mengendalikan amarah
ΓÇó kemandirian
ΓÇó kemampuan menyesuaikan diri
ΓÇó disukai
ΓÇó kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan
ΓÇó kesetiakawanan
ΓÇó keramahan
ΓÇó sikap hormat
Sebagai balasan Lia Indriyati

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Auliya Widiaswara -
Maaf izin bertanya, saya auliya widi aswara npm 1711010051 kalau dengan ini bagaimana ya bu?
" bagaimana hubungan nya antara emotional quotient (EQ) dengan psychological well-being? "
Sebagai balasan Auliya Widiaswara

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
ok..sebelum saya jawab....Silakan jelaskan dulu dengan lebih konkrit ya,,biar teman2nya memahami apakah dimaksud dengan psychologycal well being, Auliya ?
Sebagai balasan Lia Indriyati

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Auliya Widiaswara -
psychologycal well being atau sering disingkat PWB adalah suatu kesejahteraan Psikologi yang selalu ingin menjadi individu yang lebih baik dan selalu menerima diri
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Richo Vernando -
Assalamualaikum ibu lia,
apakah eq (emotional quotient) dapat di tes seperti tes iq (intellegence quotient) ? dimana yang kita tau bahwa iq dibawa sejak lahir dan tidak bisa bertambah atau berkurang lain hal nya seperti eq yang dapat dipelajari atau diajarkan.
Sebagai balasan Richo Vernando

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
Wa'alaikumsalam..
Sejauh ini tidak ada EQ yang dikembangkan oleh para ahli seperti layaknya tes IQ.
Tapi ada banyak sekali tes EQ yang populer yang dikembangkan oleh beberapa ahli modern sehingga bentuknya tidak baku seperti halnya tes IQ.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Rivaldi Amru -
Assalamualaikum izin menanggapi bu,
Peran EQ menurut saya sangat penting untuk makhluk sosial seperti kita, karena EQ adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain. Sehingga membuat kita mudah untuk beradaptasi dimanapun lingkungan kita hidup. Begitu juga dengan SQ, karena SQ adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang di hadapi dalam kehidupan.

Pertanyaan saya disini bu, apakah IQ.EQ maupun SQ tinggi rendahnya dapat kita rubah? Apabila tidak bisa, saya akan bertanya lagi tentang bagaimana jika IQ kita tinggi, akan tetapi EQ maupun SQ kita rendah apakah akan terjadi masalah dari hal tersebut ?
Sebagai balasan Rivaldi Amru

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
IQ kecenderungan berubahnya tidak terlalu signifikan... biasanya kalaupun berubah hanya menurun atau naik 1 tingkatan kalsifikasi atau di klasifikasi yang sama dengan perubahan rentang yang pendek.
sementara EQ dan SQ akan sellau bisa berubah..

Maka pelajarilah dulu materinya... dan jawab dulu tugas yang saya berikan...
disitulah kamu akan menemukan jawabannya..a.... Karena semua kecerdasan itu SAMA PENTINGNYA tergantung pada konteks apa kita akan gunakan masing masing kecerdasan :)
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Abdurrahman Mubarok -
Assalamualaikum bu, izin bertanya bu
1.Bagaimana cara kita melatih kecerdasan EQ 'empati' dan 'mengungkapkan Dan memahami perasaan'
2.apakah nilai EQ kita bisa naik turun seperti hal nya IQ
Terimakasih bu 🙏
Sebagai balasan Abdurrahman Mubarok

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
Empati bisa kita kembangkan misalnya dengan belajar membuka hati pada orang lain, mencoba peduli dengan sekitar tidak bersikap masa bodoh, menjadi pendengar yang baik untuk orang lain, memahami kondisi orang lain, lebih sering membantu sesama dan selalu belajar memahami emosi orang lain dengan membayangkan bagaimana jika kita berada di posisi orang lain.

EQ tentu bisa naik turun... maka harus belajar menjadi manusia yang lebih baik. Dan selalu berada di lingkungan pergaulan yang baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Damar Hardyan Adi -
﷽

Izin bertanya bu, apakah AQ (ADVERSITY QUOTIENT) dapat dilatih dan ditingkatkan?
Jika bisa, bagaimana cara yang paling efisien?
Sebagai balasan Damar Hardyan Adi

Re: Forum diskusi materi Dimensi Jiwa

oleh Lia Indriyati -
Stoltz menguraikan ada 4 cara meningkatkan AQ
1. Listen, dengarkan respon2 apa yang selalu muncul setiap ada masalah
2. Explore, lakukan eksplorasi terhadap setiap masalah
3.Analisa, menganalisa fakta2
4. Do , apa yang bisa dilakukan untuk langkah kedepannya lebih baik

Maka jangan pernah mau menjadi seorang QUITTER...