Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

Jumlah balasan: 24

PERILAKU ORGANISASI
(PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDUAL)

A.    Pengertian Persepsi
Secara etimologi persepsi berasal dari bahasa latin perceptioyang berarti menerima atau mengambil. Persepsi adalah suatu proses dengan mana berbagai stimuli dipilih, diorganisir, dan diinterpretasi menjadi informasi yang bermakna.
Menurut Stephen P. Robbins (1998), persepsi adalah suatu proses pengorganisasian dan pemaknaan terhadap kesan-kesan sensori untuk memberi arti pada lingkungannya. Menurut Fred Luthans (1992) mengatakan proses persepsi dapat didefinisikan sebagai interaksi yang rumit dalam penyeleksian, pengorganisasian, dan penafsiran stimulus. Sedangkan menurut Milton (1981) mengatakan persepsi adalah proses seleksi, organisasi dan interpretasi stimulus yang berasal dari lingkungan.

B.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Menurut Nugroho J. Setiadi (2003), Faktor yang mempengaruhi persepsi adalah penglihatan dan sasaran yang diterima dan dimana situasi persepsi terjadi penglihatan.
Tanggapan yang timbul atas rangsangan akan dipengaruhi sifat-sifat individu yang melihatnya,, sifat yang dapat mempengaruhi persepsi yaitu :
1.      Sikap
Sikap yang dapat mempengaruhi positif atau negatifnya tanggapan yang akan diberikan seseorang.
2.      Motivasi
Motif merupakan hal yang mendorong seseorang mendasari sikap tindakan yang dilakukannya.
3.      Minat
Merupakan faktor lain yang membedakan penilaian seseorang terhadap suatu hal atau objek tertentu, yang mendasari kesukaan ataupun ketidaksukaan terhadap objek tersebut.
4.      Pengalaman masa lalu
Dapat mempengaruhi persepsi seseorang karena kita biasanya akan menarik kesimpulan yang sama dengan apa yang pernah dilihat dan didengar.
5.      Harapan
Mempengaruhi persepsi seseorang dalam membuat keputusan, kita akan cenderung menolak gagasan, ajakan, atau tawaran yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
6.      Sasaran
Sasaran dapat mempengaruhi penglihatan yang akhirnhya akan mempengaruhi persepsi.
7.      Situasi
Situasi atau keadaan disekita kita atau disekitar sasaran yang kita lihat akan turut mempengaruhi persepsi. Sasaran atau benda yang sama yang kita lihat dalam situasi yang berbeda akan menghasilkan persepsi yang berbeda pula.

C.    Proses Persepsi
Proses terjadinya persepsi meliputi :
1)     Proses Fisis
Dimana objek menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indera.
2)     Proses Fisiologis
Stimulus yang diterima alat indera kemudian dilanjutkan oleh saraf sensoris ke otak.
3)     Proses Psikologis
Terjadi proses pengolahan otak, sehingga individu menyadari tentang apa yang ia terima dengan alat indera sebagai suatu akibat dari stimulus yang diterima. 


D.    Karakteristik Seseorang Mempengaruhi Persepsi
Menurut Robbins  (1998) persepsi dapat dipengaruhi oleh karakter seseorang. Karakter tersebut dipengaruhi oleh :
1.    Attitudes
Dua individu yang sama, tetapi mengartikan sesuatu yang dilihat itu berbeda satu dengan yang lain.
2.    Motives
Kebutuhan yang tidak terpuaskan yang mendorong individu dan mungkin memiliki pengaruh yang kuat terhadap persepsi mereka.
3.    Interests
Fokus dari perhatian kita sepertinya dipengaruhi oleh minat kita, karena minat seseorang berbeda satu dengan yang lain. Apa yang diperhatikan oleh seseorang dalam suatu situasi bisa berbeda satu dengan yang lain. Apa yang diperhatikan seseorang dalam suatu situasi bisa berbeda dari apa yang dirasakan oleh orang lain.
4.    Experiences
Fokus dari karakter individu yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu seperti minat atau interest individu. Seseorang individu merasakan pengalaman masa lalu pada sesuatu yang individu tersebut hubungkan dengan hal yang terjadi sekarang.
5.    Expectations
Ekspektasi bisa mengubah persepsi individu dimana individu tersebut bisa melihat apa yang mereka harapkan dari apa yang terjadi sekarang.

E.   Definisi keputusan dalam organisasi.
Keputusan adalah suatu pemutusan atau pengakhiran dari pada suatu proses pemikiran tentang suatu masalah atau problem, untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebut, dengan menjadikan pilihan pada salah satu alternative tertentu. Atmosudirsjo S Prajudi(1982:87).
Setelah pengertian keputusan disampaikan, perlu pula diikuti dengan pengertian tentang ΓÇ£pengambilan keputusanΓÇ¥. Beberapa pengertian tentang pengambilan keputusan menurut beberapa buku :
1.    Pengambilan keputusan yaitu hal yang dilakukan oleh ketua dalam suatu kegiatan yang dilakukan dalam organisasi untuk mengambil suatu tindakan atau pilihan yang harus dilakukan yang akan menghasilkan keputusan untuk kebaikan bersama (stephen P.Robbins: manajemen).
2.  pengambilan keputusan yaitu proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Proses itu untuk menemukan dan menyelesaikan masalah dalam organisasi. J. Salusu (1966:47).
Pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyaknya alternatif yang tersedia. Semakin banyak alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Ada keputusan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap organisasi, tetapi ada keputusan yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena itu, hendaknya mengambil keputusan dengan hati-hati dan bijaksana.

I.     Jenis-jenis Keputusan Organisasi.
Secara umum keputusan dibedakan menjadi 2 keputusan yang diprogramkan (program decision)melibatkan masalah-masalah yang sederhana, umum, dan kerap terjadi dimana solusinya telah ditentukan sebelumnya. dan keputusan yang tidak diprogramkan (non-programmed decision) masalah-masalah lain yang lebih rumit.Louis E Boone dan David L. Kurtz (2007 : 394).
Jenis keputusan dibagi menjadi tiga macam :
1.      Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin.
2.      Keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat sebagai keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan.
3.      Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang penangananya rumit, karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak sengaja terjadi.

J.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan sebagai berikut :
1.         Kondisi/kedudukan.
Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut :
A.   Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
B. Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.
2.         Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.
3.         Situasi
Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.

Studi Kasus
Perusahaan A mengalami kegagalan didalam suatu produk. Sehingga memungkinkan perusahaan mengalami kebangkrutan untuk mencegah agar perusahaan tidak mengalami hal itu maka pemimpin menyarankan untuk melakuakn pengurangan karyawan atau PHK. Hal ini menyebabkan banyak karyawan menanggapi keputusan tersebut dengan negatif seperti adanya demo buruh. Sedangkan menurut pemegang saham lainnya, perusahaan tidak harus mengurangi karyawannya karena menurutnya hal itu bukanlah hal yang efektif untuk menyelesaikan masalah perusahaan dan dia yakin bahwa perusahaan akan kembali normal seiring dengan perbaikan-perbaikan produk perusahaan yang diusahkan secara efektif dan efisien. Sehingga hal ini menyebabkan pemimpin perusahaan menjadi bingung untuk mengambil keputusan yang seharusnya.

Hal ini merupakan contoh dari risk aversion karena pemimpin perusahaan ini ambisius dan cenderung menghindari resiko maka dari itu dia mengambil keputusan untuk memPHK karyawannya.

Hal ini juga termasuk dalam Overconfidence bias dimana pemegang saham lainnya tetap ingin mempertahankan karyawan agar tidak ada pengurangan karyawan karena dia optimis perusahaan akan kembali dalam keadaan normal.

Misalnya perusahaan tersebut lebih memilih untuk melakukan PHK dan ternyata setelah melakukan PHK, hasilnya tidak sesuai yang di harapkan dimana perusahaan tetap mengalami kebangkrutan. Hal tersebut termasuk dalam Escalation of commitment.





Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Betty Magdalena -
Assalamualaikum wr.wb. Selamat siang semuanya. Apa kabar? Ketemu lagi di perkuliahan on line dengan miss pada hari ini. Apakah sudah di baca materi hari ini? Nanti akan miss share study kasus yang lain. Silahkan kalian memberi jawaban atas studi kasus tersebut.

Studi kasus
Contoh kasus :
Suatu perusahaan hendak merekrut karyawan baru sehingga Manager HRD perusahaan melakukan wawancara terhadap para pelamar. Ketika manager memanggil 2 orang sekaligus untuk diwawancarai, orang pertama masuk dengan penampilan yang kurang baik seperti pakaian yang memiliki noda, tidak memakai jas, rambut panjang, sepatu yang sudah usam, Manager HRD langsung memberikan penilaian negatif kepada pelamar tersebut karena melihat penampilannya yang tidak layak untuk datang di dalam wawancara. Namun ketika orang kedua masuk dengan pakaian rapi,wajah yang serius, dan berkharisma Manager tersebut langsung memberikan penilaian positif kepada pelamar tersebut bahwa pelamar ini yang lebih layak untuk masuk ke dalam perusahaan. Namun selama wawancara berjalan ternyata pelamar dengan penampilan yang kurang baik tersebut memiliki suatu cara pandang unik yang berbeda dari pelamar yang berpakaian lebih rapi, dan cara berpikir pelamar tersebutlah yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga manager tersebut mengabaikan penampilan pelamar tersebut dan menerima pelamar tersebut untuk bekerja di dalam perusahaan.

Pertanyaan
1. Apa persepsi anda mengenai studi kasus diatas ?

2. Bagaimana keputusan yang sebaiknya di lakukan jika melihat kasus diatas.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh gusti asih -
NAMA : GUSTI ASIH
1. Dari cerita di atas bahwa presepsi seseorang terhadap penampilan fisik tidak dapat menjamin kinerja seseorang, walau penampilan merupakan salah satu kriteria dalam wawancara, tetapi belum tentu karyawan yang berkompeten adalah karyawan yang berpakaian rapi, serius, dan terlihat memiliki karisma, bisa saja mereka memang pintar tetapi hanya dalam teori, dalam prakteknya belum tentu pemikiran mereka yang dibutuhkan oleh perusahaan. Justru orang-orang yang mungkin berpenampilan kurang menarik dan biasa-biasa sajalah yang dibutuhkan oleh perusahaan, karena mungkin mereka lebih banyak memiliki pengalaman dengan dunia luar dibandingkan dengan orang-orang yang belajar hanya berdasarkan teori yang ditanamkan di dalam pikiran mereka, sehingga mereka dapat melihat sesuatu dengan cara pandang yang berbeda dengan orang yang hanya berpikir berdasarkan teori.

2. saya sangat setuju atas Keputusan yang diambil oleh manager tersebut karena sudah benar, karena penampilan seseorang dapat diperbaiki tapi cara berpikir seseorang tidak dapat dibentuk dengan mudah, dengan apa yang di inginkan sebuah perusahaan ersebut
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Lysandra Leta Dila -
Izin menjawab miss,

1. Apa persepsi anda mengenai studi kasus diatas ?
Menurut saya persepsi diatas ialah, bahwa penampilan memanglah penting, tapi akan jauh lebih penting adalah isi pemikiran dari calon karyawan tersebut. maksudnya, berpenampilan yang good-looking memang di perlukan tetapi perlu di tunjang kembali dengan kemampuan serta caraberfikir yang baik pula. 

Seperti kasus di atas adalah perusahaan lebih membutuhkan cara pandang yang sesuai dari pada penampilan. Walaupun sang manager HRD awalnya menilai kurang terhadap orang tersebut. Akan tetapi presepsi seseorang terhadap penampilan fisik tidak dapat menjamin kinerja seseorang, 

2. Bagaimana keputusan yang sebaiknya di lakukan jika melihat kasus diatas.
Sangat setuju terhadap keputusan yang telah sang Manager HRD ambil karena meskipun penampilan merupakan salah satu kriteria dalam wawancara, tetapi belum tentu karyawan yang berkompeten adalah karyawan yang berpakaian rapi, serius, dan terlihat memiliki karisma, bisa saja mereka memang pintar tetapi hanya dalam teori, sedangkan dalam prakteknya belum tentu pemikiran mereka yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Selvia . -
Izin menjawab miss,
1. Penampilan memang penting, tapi jauh lebih penting adalah isi nya. Artinya berpenampilan baik memang di haruskan tetapi harus di tunjang juga dengan kemampuan dan cara berfikir yg baik pula. Seperti kasus di atas adalah perusahaan lebih membutuhkan cara pandang yang sesuai dari pada penampilan. Walaupun sang manager HRD awalnya menilai kurang terhadap orang tersebut. Akan tetapi presepsi seseorang terhadap penampilan fisik tidak dapat menjamin kinerja seseorang, meskipun penampilan merupakan salah satu kriteria dalam wawancara, tetapi belum tentu karyawan yang berkompeten adalah karyawan yang berpakaian rapi, serius, dan terlihat memiliki karisma, bisa saja mereka memang pintar tetapi hanya dalam teori, dalam prakteknya belum tentu pemikiran mereka yang dibutuhkan oleh perusahaan.

2. menurut saya, keputusan yang diambil oleh manager tersebut sudah benar, karena penampilan seseorang dapat diperbaiki dengan mudah tetapi cara berpikir seseorang tidak dapat dibentuk dengan mudah dan membutuhkan proses yang lama untuk membentuk pemikiran seseorang.
Sebagai balasan Selvia .

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh izatul laila -
Izin menjawab Miss,

1. Menurut persepsi saya, penampilan memang sangatlah penting guna untuk mendapatkan nilai positif pada saat wawancara dan memberi kesan prosfessional, tetapi penampilan saja tidak cukup harus ditunjang dari pemikirannya yang baik.

Seperti halnya kasus diatas, penampilan seseorang tidak menjamin orang itu tidak berkompeten/ berkompeten. Walaupun awalnya manager HRD meragukan orang tersebut karna penampilannya yang kurang baik, tetapi penampilan tidak menjamin kinerja seseorang.

2. Saya setuju dengan keputusan manajemen hrd tersebut, karena pemikiran yang baik lebih dibutuhkan dalam sebuah perusahaan guna membuat perusahaan lebih maju dan soal penampilan bisa diperbaiki untuk kedepannya.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh rohmatun nazila -
1. persepsi saya mengenai studi kasus diatas adalah penampilan tidak mencerminkan kecerdasan/kemampuan seseorang. jika dilihat dari kasus diatas memang kriteria dalam pelamaran kerja yang dilihat terlebh dahulu adalah penampilannya, tapi jika penampilan bagus tetapi tidak memliki kemampuan dalam bekerja dan orang tersebut diterima hal itu akan menyebabkan masalah bagi perusahaan. Lebih baik menerima pelamar yang pakaian kurang baik tetapi memiliki kemamapuan.
2. keputusan yang diambil manjer tersebut adalah yang terbaik dengan melihat kemampuan seseorang dari cara dia menjawab bukan melihat bagaimana cara penampilan yang dia pakai, karena penampilan bisa diperbaiki seiring berjalannya waktu.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Putri Syania AH -
Nama: PUTRI SYANIA AH
NPM: 1812110319
1. Persepsi saya dari contoh kasus diatas bahwa kita tidak harus melihat dari segi penampilan terlebih dahulu tetapi kita harus melihat dari sisi cara pandang seseorang dikarenakan perusahaan untuk mendaptkan hasil yang bagus juga harus memerlukan karyawan yang berkualitas bagus sehingga penampilan pun nanti akan mengikuti dengan pekerjaan yang ia lakukan.
2. Bagi saya keputusan yag diambil oleh manager sudah benar karena di perusahaan memerlukan karyawan yang berkompeten dan berkinerja bagus.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Firna Sary -
1. Menurut saya menjadi manajer dan dalam menilai seseorang tidak bisa dilihat hanya dari penampilan. Karena penampilan seseorang belum tentu bisa memperlihatkan sisi aslinya.
2. Sebagai seseorang manajer harus lebih teliti dalam menilai dan memilih seorang karyawan yang layak untuk perusahaan. Manajer harus memiliki strategi untuk menentukan calon karyawan yang layak.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Septi cia -
Nama: SEPTICIA
NPM : 1812110441

1. Apa persepsi anda mengenai studi kasus diatas ?
Menurut presepsi saya mengenai studi kasus diatas adalah Penampilan dalam melamar pekerjaan sangatlah penting, tetapi penampilan tidak mencerminkan kemampuan kinerja seseorang, karena setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Penampilan yang rapi,wajah yang serius dan berkharisma menunjukkan seseorang pelamar yang serius untuk melamar suatu pekerjaan walau dengan kemampuan kinerja yang terbatas. tetapi, bagaimanapun seseorang pelamar harus memiliki penampilan yang rapi dan berkharisma dan dilihat kembali dengan kemampuan dan pola berpikir yang baik.

2. Bagaimana keputusan yang sebaiknya di lakukan jika melihat kasus diatas.
Menurut saya keputusan yang baik adalah dengan mengambil pelamar yang berkompeten dan berwawasan luas dahulu,baru melihat sisi penampilannya. Karena penampilan bisa di ubah namun pola berpikir dan wawasan yang luas sulit dicari.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Riski Afrianti -
Izin menjawab
1. Menurut saya mengenai studi kasus di atas jangan menilai seseorang dari luarnya dulu, dan jangan menyimpulkan bahwa yang luar nya kurang baik itu buruk.
Ya walau pun kriteria melamar kerja itu harus rapih dan bersih tetapi penampilan tidak menjadi patokan. Penampilan itu bisa di rubah dan mencari karyawan yang berkompenten itu sulit.

2. Keputusan yang seharusnya di lakukan jika melihat kasus diatas?
Keputusan manajer HRD nya sudah baik menerima karyawan dengan malihat dari wawancaranya bukan dilihat dari penampilannya saja
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Putri Sriwahyuni -
Izin menjawab miss,
1. Menurut saya, pada study kasus diatas memiliki presepsi; cara berpenampilan adalah point penting yang dapat menunjukan karakter yang terlihat oleh fisik akan tetapi seseorang yang memiliki pemikiran dan Cara pandang yang baik Lah yang pasti berkompeten dan dibutuhkan oleh perusahaan, karena penampilan akan dapat disesuaikan.

2. Menurut saya keputusan yang di ambil oleh HRD sudah benar, karena fisik tidak brarti berprinsip. Penampilan akan dapat disesuaikan perlahan lahan tetapi pemikiran dan cara pandang seseorang itu tidak mudah untuk disesuaikan dengan perusahaan dan pekerjaan yang akan dilakukan.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Putri Damayanti -
putri damayanti
Menurut saya tentunya kita tidak boleh melakukan dan memandang seseorang hanya dari penampilannya saja, karena banyak faktor yang menjadi acuan berupa attitude, motive, interest, experience, dan expectation. namun di era saat ini kebanyakan manajer sangat terpengaruh oleh kriteria khususnya dalam penampilan maka hal itu dapat menjadi kendala bagi perusahaan untuk kedepannya, biasanya Di balik penampilan yang kurang baik, di dalamnya tersimpan hati yang bersih dan semangat dalam pengorbanan dan perjuangan.
Dalam keputusan hal tersebut, saya sangat setuju dengan manajer, karena tidak semua dapat dinilai dari penampilannya saja, dan menurut saya penampilan seseorang lebih mudah untuk diperbaiki namun cara berpikir seseorang tidak dapat dibentuk dengan mudah.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Deni Nopita Sari -
1. Menurut saya, penampilan yang baik dan rapi sangatlah penting dalam melamar pekerjaan. Tetapi kita juga tidak boleh memandang orang yang berpenampilan tidak wajar dari luar saja tanpa mengetahui kinerja orang tersebut.

2. Saya setuju dengan keputusan yang diambil oleh manajer HRD tersebut karena penampilan bisa dirubah sedangkan kinerja yang baik susah untuk dibentuk.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Mailan Azima -
Nama : Mailan Azima
Npm : 1812110432

1. Apa persepsi anda mengenai studi kasus diatas ? Menurut presepsi saya, penampilan memang sangat penting untuk melakukan wawancara kerja, interview, dll namun penampilan bukan juga patokan utama untuk seseorg memberikan penilaian buruk sebelum memberikan kesempatan dalam wawancara tsb. Begitu juga yang berpenampilan menarik belum tentu mempunyai kriteria yang sesuai dengan poin perusahaan. Jadi sudah sangat bagus jika melihat kemampuan seseorng dari hasil yang telah mereka tunjukan.

2. Bagaimana keputusan yang sebaiknya di lakukan jika melihat kasus diatas. Saya sendrii sangat setuju dengan pemikiran manager tsb, Jika harus di ambil sebuah keputusan, tentu yang berpenampilan kurang baik namun mempunyai poin-poin dari perusahaan sangatlah baik, karena demi memajukan suatu perusahaan sangat dibutuhkan pemikiran-pemikiran dari karyawan yg berfikir maju. Karena Penampilan bisa diubah dengan seiring berjalannya waktu.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Anisa Lutfia Fahira -
Nama : Anisa Lutfia Fahira
1. Dari cerita diatas bahwa persepsi seseorang terhadap penampilan fisik tidak menjamin kinerja seseorang, wlawpun seseorang tersebut sudah berpanampilan rapi,wajah yang serius dan berkharisma tetapi kita tidak bisa menilai begitu saja contoh kasus diatas pelamar yang tidak layak untuk datang ke wawancara itulah pelamar yang dicari.

2. Saya sangat setuju dengan keputusan diatas , dia melihat seseorang bukan krna penampilannya tapi dari pemikirannya.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Nanda Amelia -
izin menjawab miss,

1. Apa persepsi anda mengenai studi kasus diatas ?
=> persepsi saya mengenai studi kasus di atas yaitu, cara pandang dan berfikir tidak bisa dilihat hanya dengan penampilan saja, tetapi dilihat bagaimana cara dia menjawab wawancara tersebut.

2. Bagaimana keputusan yang sebaiknya di lakukan jika melihat kasus diatas.
=>keputusan yang diambil oleh manager sudah benar, jadi didalam suatu perusahaan pasti lebih mementingkan penampilan tetapi jika ada pelamar yang memiliki penampilan tidak rapih atau kurang menarik tetapi mempunyai skill dan cara berpikir yang kreatif dan unik. sebaiknya manager melihat sisi keuntungan bagi suatu perusahaan. penampilan bisa dirubah dengan seiring berjalannya waktu.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Cristianto Wicaksono -
1. Menurut saya penampilan seseorang tidak dapat langsung diberikan penilaian buruk, karena potensi dalam diri seseorang tidak dapat dilihat secara langsung dengan penampilan, namun melihat potensi seseorang dapat dilihat jika orang tersebut sudah berbicara dan mengerti dalam cara menyelesaikan suatu masalah dalam organisasi/perusahaan, oleh karena itu saya setuhu dengan hrd telah memilih orang yang lebuh berpotensi memajukan perusahan ketimbang yang yang rapi dan berkharisma tapi belum mempunyai potensi memajukan perusahaan.

2. jika berbicara tentang potensi, saya setuju dengan HRD karena memberikan kesempatan kepada pelamar yg kurang menarik karena memilih potensi lebih untuk meningkatkan performa perusahaan.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Merlina Siahaan -
Izin menjawab miss
1. Untuk menjadi karyawan di suatu perusahaan Berpenampilan rapih dan bersih adalah termasuk kedalam penilaian pertama, tetapi penilaian terbesar atau terpenting ialah dimana seseorang yang melamar pekerjaan yang berbeda dari pelamar yang lain yaitu Memiliki cara pandang yang unik dan memiliki kelebihan/keahlian yang jarang orang lain miliki. Sebab itu penampilan seseorang tidak menjamin akan kinerja, tetapi seseorang yang miliki cara pandang yang baik akan menjamin kinerjanya.
2. Saya sangat setuju mengenai keputusan Manager tersebut, karna perusahaan saat ini sangat membutuhkan orang orang yang memiliki pemikiran atau sudut pandang yang luas.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Handini . -
Izin menjawab
1. Menurut saya sebagai seorag manjer HRD jangan menilai seseorang dari luarnya dulu, dan jangan menyimpulkan bahwa yang luar nya kurang baik itu buruk.
walau pun kriteria melamar kerja itu harus rapih dan bersih tetapi penampilan tidak menjadi patokan mungkin ada suatu hal yang menyebabkan dia tidak rapi. karena sebagai karyawan rapi itu penting tetapi jga harus berpotensi dan dapat bekerja dengan baik diperusahaan. penampilan bisa dirubah tapi potensi seseorng tidak mudah untuk mendapatkanya

2. sebagai seorang manajer harus mengambil Keputusan menerima karyawan dengan malihat hasil dari wawancaranya bukan hanya melihat dari penampilannya, karena bekerja bukan hanya masalah peampilan tetapi jga harus ada potensi
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Deny Rhelipa Tanjung -
Nama : deny rhelipa tanjung
Npm : 1612110302

1.Persepsi saya mengenai studi kasus di atas penampilan fisik bukan lagi jadi cara pandang seseorang dalam menerima karyawan melainkan cara pola pikir mereka yang mempunyai daya jual .

2. Saya setuju melihat keputusan menejer tersebut karena untuk mengembangkan prusahaan memeng di butuh kan cara berfikir seseorang bukan dari penampilan yang tidak mempunya ide " yang kreatif , kalo soal penampilan seiring berjalan nya waktu penampilan bisa di ubah.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Desi Tresiana Valin -
Nama : Desi Tresiana Valin
Npm : 1812110015

1. Menurut persepsi saya, penampilan memang penting dalam sebuah pekerjaan tetapi jika seorang calon karyawan dapat berpikir dgn baik maka calon karyawan tsb layak untuk diterima dalam kerja, karna penampilan dapat diubah seiring dgn atasan memberi arahan kepada calon karyawan tersebut.

2. Saya sangat setuju dgn keputusan yang diambil HRD dengan menerima calon karyawan tersebut, karna cara berpikir calon karyawan tersebut memenuhi kriteria perusahaan yang mana dapat membuat perusahaan menjadi lebih maju.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Mochamad Taufiq Azhary -
Nama:Mochamad Taufiq Azhary
Npm: 1812110459


1.Bahwa menilai orang itu kita tidak dapat menilai dari penampilan luarnya saja karena penampilan itu cerminan luarnya saja sehinngganya dalam penilaian seseorang tidak hanya cukup melihat akan tetapi perlu waktu dalam komunikasi interpersonal wawancara yang mendalam khususnya tentang apa yang kita(perusahaan) inginkan dan dan yang ingin kita capai.
2.Dalam mengambil keputusan diatas ada beberapa variabel yang harus dipenuhi oleh seorang pelamar, yang mana setiap variabel memiliki bobot penilaian sehingga dari itu kita dapat melihat jumlah prestasi yang mana yang lebih tinggi sehingga kita mendapatkan keputusan yang tepat dan benar sesuai penilaian diatas.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Mochamad Taufiq Azhary -
Assalamualaikum miss mohon maaf saya telat karena mati lampu  dari jam 2 sebenarnya soalnya saya pakai wifi miss kalau pakai sinyal biasa susah miss. Terimakasih miss
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Penjelasan Materi Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu dan contoh studi kasus

oleh Oswald Leonard Hamonangan -
Maaf telat menjawab miss, soalnya kemarin kuota internet saya habis.
Nama : Oswald Leonard Hamonangan
NPM  : 1812110462 
Izin Menjawab Miss :
1. Menurut Saya Penampilan memang sangatlah penting, tetapi jika dilihat dari sudut pandang pikiran yang baik bagi perusahaan merupakan hal utama yang penting bagi suatu perusahaan untuk mencapai suatu target yang ingin dicapai.
2. Saya Sangat Setuju atas keputusan manajer tersebut, dengan menerima sudut pandang pikiran yang baik, maka perusahaan tersebut akan mencapai suatu target dengan mudah, karena sudut pandang cara berpikir adalah hal utama bagi suatu perusahaan, dan satu hal penampilan bisa diubah dengan mudah dibandingkan cara berpikir sangat sulit diubah untuk menjadi lebih baik.