Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

Jumlah balasan: 23

Ass wr.wb

Sesi Pertemuan ke 5 ini,  Forum Diskusi wajib digunakan untuk semua peserta (Mhs/I Pascasarjana MM Kelas 2MM-01: (akan ada Point penilaian); waktu berdiskusi jam 10.30-23.30

 

Menyebutkan Nama dan NPM

Ketentuannya:

1. Diharapkan memberikan Kesimpulan dari Bacaan Materi dan  Video (Disesuaikan dg kemampuan masing-masing. Mhs/I pascasarjana yg semuanya jenius dan hebat...)

2. Tolong ditanggapi/berikan komentar kesimpulan dan saran-nya dari Bacaan Materi dan Video yang dikemukan oleh temannya (Boleh lebih dari 1)

3. Jawaban atau tanggapannnya diharapkan menyebutkan refrensi beserta tahun-nya.

 

 selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikann ibadah puasa..

sukses buat kalian semuanya


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh windarti win -
Nama : Windarti, NPM : 1922311026
Yth. Pak Doktor, serta Rekan-Rekan yg saya cintai
COVID-19 telah memporak-porandakan semua segi kehidupan manusia di bumi ini, tak luput Negeri tercinta Indonesia raya kita ini, terlebih Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia dampaknya sangat besar mulai dari angka kematian sampai angka kelahiran manusia, pertanyaan saya :
1. Usaha apa saja yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk menekan atau mengurangi angka kelahiran dan kematian akibat Pandemi Covid 19?
2. Sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana apa saja sebaiknya yang kita lakukan untuk membantu Pemerintah dalam menangani Corona ini?
terimakasih atas saran dan jawabannya...mohon maaf terimakasih..
Sebagai balasan windarti win

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Masud Rifai -
Ikut nimbrung ya, hanya pemikiran sederhana.
1. Saat ini kebijakan untuk mengurangi angka kematian akibat covid-19 oleh pemerintah masih minim yaitu sudah menganjurkan untuk melakukan Social Distancing, dan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) di wilayah yang sudah masuk zona merah.
2. Minimal stay at home., dan mungkin situasi ini kita manfaatkan betul untuk meningkatkan kapasitas kita sehingga skill kita terus meningkat dan menjadi tenaga kerja yang berkualitas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Masud Rifai -
Nama : MasΓÇÖud Rifai
NPM : 1922311016

A. KESIMPULAN UNTUK MATERI LINGKUNGAN DEMOGRAFI

Demografi berarti study ilmiah terhadap penduduk/manusia terutama mengenai jumlah, struktur, dan perkembangannya (UN, 1958). Sedangkan menurut Bogue dalam rusli (2012) demografi adalah studi matematika dan statistik terhadap jumlah, komposisi dan distribusi spasial mengenai penduduk manusia, dan perubahan-perubahan dari aspek-aspek tersebut yang senantiasa terjadi akibat bekerjanya lima proses yaitu fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial. Dari dua pengertian ini kita mendapatkan titik tekan yang sama bahwa demografi membahas jumlah, struktur, dan sebaran manusia, sehingga lingkungan demografi berarti lingkungan yang dipengaruhi oleh jumlah, struktur dan sebaran dari manusia.
Dalam pembangunan penduduk merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaannya Bappenas (2018) memandang bahwa kerangka kependudukan dan pembangunan menempatkan penduduk sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi (engine of growth). Pengertian ini dapat diartikan dalam dua hal, yaitu penduduk sebagai konsumen dan penduduk sebagai produsen atau pelaku aktif pembangunan. Dalam konteks Indonesia, ada dua hal penting untuk diperhatikan. Pertama, dengan jumlah penduduk yang relatif besar, penduduk Indonesia menjadi salah satu konsumen terbesar di dunia. Perubahan struktur penduduk yang cepat akan berpengaruh terhadap pola konsumsi, yang akhirnya akan berpengaruh terhadap kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Kedua, perubahan struktur penduduk di Indonesia membawa penduduk Indonesia dengan jumlah usia produktif yang paling besar di wilayah Asia Tenggara. Penduduk usia produktif tersebut selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui produksi mereka, juga melalui investasi yang dilakukan semasa usia produktif. ndonesia perlu menjaga pertumbuhan penduduk agar seimbang dalam waktu yang panjang. Dalam hal ini, pemerintah perlu menyusun strategi baik dalam menjaga kuantitas maupun kualitas penduduk. Pertama adalah pertumbuhan penduduk dalam jangka panjang perlu dijaga untuk tidak mencapai angka negatif. Kedua, kebijakan kependudukan harus dapat menopang keseimbangan fiskal dalam jangka panjang. Dengan demikian, pertimbangan dalam kebijakan kependudukan akan sangat mempengaruhi masa depan Indonesia.
Dalam kajian ilmu ekonomi yang paling sederhana yaitu ekonomi dua sektor, hubungan supply and demand dilakukan oleh dua entitas yaitu entitas bisnis dan entitas rumahtangga/masyarakat. Entitas bisnis men supply barang dan jasa, sedangkan entitas rumahtangga/penduduk mensuplly faktor produksi. Hal ini menujukan bahwa laingkungan demografi sangat erat sekali dengan entitas bisnis (Mankiw-Quah-Wilson, 2012). Hal-hal terkait demografi yang sangat berpengaruh terhadap bisnis adalah berkenaan dengan:
1. Target pemasaran
Dengan mempelajari demografi kita dapat mengetahui sasaran pemasaran dari produk yang dibuat. Jumlah, struktur, dan sebaran penduduk akan membantu kita untuk focus dalam melakukan pemasaran produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga akurasi pemasaran dapat lebih baik.
2. Tenaga Kerja
Dengan mengetahui struktur penduduk, dan dikaitkan dengan karakteristik sosial seperti pendidikan dan ketrampilan maka kita dapat mengetahui kualitas sumberdaya dari penduduk dimana perusahaan beroperasi. Melalui pendekatan demografi kita dapat mengetahui sejauh mana kualitas tenaga kerja yang akan kita dapatkan dari suatu tempat. Kualitas tenaga kerja akan sangat mempengarui kinerja perusahaan.

B. TANGGAPAN DAMPAK PANDEMIC COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN DEMOGRAFI
Saat ini dunia sedang menghadapi Pandemic Covid-19 termasuk di Indonesia, ancaman pandemic ini sangat luar biasa yaitu meninggalnya penduduk yang terpapar virus dalam waktu 14 hari. Untuk itu negara-negara yang terdampak pandemic melakukan banyak kebijakan untuk melindunginya. Terkait pengaruh pandemic terhadap lingkungan demografi menurut hemat kami paling tidak ada dua dampak, yaitu:
1. Meningkatnya angka kematian
Berdasarkan data WHO (2020) resiko meninggal orang yang terdampak Pandemic berkisar antara 1-10 persen terhadap orang yang terpapar, dengan jumlah orang terpapar diperkirakan sebanyak 5 persen dari populasi. Berdasarkan data BNPB per tanggal 1 Mei 2020 jumlah orang yang terkena virus Covid-19 sebanyak 10.551 orang dengan jumlah penduduk yang sembuh sebanyak 1.591 orang dan yang meninggal sebanyak 800 orang atau 7,5 % dan (BNPB, 2020). Banyaknya penduduk yang meninggal akibat terkena virus tentu akan berdampak pada perubahan lingkungan demografi yaitu meningkatnya sisi mortalitas dari sebelum pandemic.
2. Meningkatnya angka kelahiran
Seolah hal ini berlawanan dengan fakta pada poin satu, namun apabila kita menyelami lebih jauh, dua hal ini dapat terjadi secara berasamaan. Untuk mengurangi efek pandemic terhadap kematian penduduk pemerintah menerapkan salah satu kebijakan yaitu social distancing atau physical distancing. Pemerintah menyarankan kepada masyarakat agar melakukan kegiatan dari rumah atau work from home (WFH). Artinya masyarakat akan menjadikan rumah sebagai homebase seluruh kegiatan baik bekerja, bermain, belajar dan lain-lain. Menurut Menurut Davis dan Blake (1956), ada 11 variabel yang termasuk dalam variabel antara, yaitu: umur pertama melakukan hubungan seksual, selibat permanen (tidak menikah), lamanya berstatus kawin, abstinensi sukarela, abstinensi terpaksa, frekuensi senggama, infekunditas sengaja, pemakaian kontrasepsi, infekunditas tidak disengaja, mortalitas janin disengaja (Syahmida dan Septi, 2016).
Apabila dalam masa normal, suami dan istri dalam sehari akan terpisah paling sedikit 8 jam, dalam situasi WFH suami-istri akan selalu bersama, menurut teori Davis dan Blake seperti diatas hal ini akan meningkatkan peluang frekuensi senggama. Dengan meningkatnya frekuensi senggama maka akan meningkatkan jumlah penduduk perempuan yang hamil dan melahirkan. Walaupun dampak ini akan dihadapai pada 9 bulan yang akan datang.

Daftar Referensi
1. United Nations, Multilingual Demographic Dictionary, 1958
2. Said Rusli, Pengantar Ilmu Kependudukan, LP3ES, 2012
3. N. Gregory Mankiw, Euston Quah, Peter Wilson, Pengantar Ekonomi Mikro, Salemba4, 2012
4. Syahmida Syahbuddin Arsyad dan Septi Nurhayati, ΓÇ£DETERMINAN FERTILITAS DI INDONESIAΓÇ¥, JURNAL KEPENDUDUKAN INDONESIA Vol 11 tahun 2016
5. https://www.bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/peluncuran-buku-proyeksi-penduduk-indonesia-2015-2045-untuk-pengambilan-kebijakan-berbasis-data-akurat/
6. https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-1-mei-2020
7. https://covid19.who.int/
Sebagai balasan Masud Rifai

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh lukmanul hakim -
baik, Alhamdulillah-diskusi sdh berjalan walaupun teman-teman yang lain masih sibuk dengan perkuliahan dan seminar atau pekerjaaan masing-masing. kita tunggu partisipasi untuk sumbang kesimpulan atau saran pada tema 1 "Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia, Goodluck. lanjutkan (Waktu masih sampai dengan 23.30)….
Sebagai balasan lukmanul hakim

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Septi Dwi Kurnia -
Assalamualaikum..pak Lukman

Bismillahirohmanirrohim..
Nama : Septi Dwi Kurnia
NPM : 1922311023

Izin bergabung dalam forum diskusi " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia" kali ini saya akan memberikan tanggapan bahwa Penyebaran wabah penyakit Covid-19 sangat erat sekali kaitannya dengan kepadatan jumlah penduduk di suatu wilayah, terutama jika pencegahan itu membutuhkan jaga jarak fisik (physical distancing), namun bukan berarti kawasan sub-urban/kawasan yang penduduknya rendah adalah tempat yang aman jika ingin menghindari penyebaran dari wabah tersebut.

Menurut penelitian mengenai hubungan kepadatan penduduk dengan epidemi yang dilakukan tahun 2018 adalah korelasi yang lemah antara kepadatan penduduk dengan kematian akibat wabah ( Li et al, 2018). Berdasarkan data angka kematian, ditemukan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk rendah menghalangi penyebaran epidemi itu sendiri. Hal ini, sementara bertentangan dengan kondisi yang terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia dengan kepadatan penduduk yang tinggi tidak berbanding lurus dengan penyebaran wabah Covid-19. Kondisi ini bisa saja terjadi akibat minimnya test yang terjadi, terutama kota yang memiliki kepadatan tinggi seperti DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya, menyebabkan transmisi penyakit lebih cepat dengan rantai penyebaran yang lebih kompak dan kompleks. Kawasan sub-urban memiliki keterjangkitan yang lebih rendah, tapi kawasan sub-urban juga memiliki fasilitas kesehatan yang tidak memadai untuk menghadapi wabah penyakit Covid-19 yang merupakan penyakit baru.

Ketersediaan data di tengah masa pandemik seperti ini khususnya di Indonesia telah menjadi salah satu hambatan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. Pemerintah sebagai pemilik sumber daya terbesar seharusnya melakukan survey secara rinci untuk menyediakan data-data pendukung. Para pengambil kebijakan dapat belajar dari kegagalan penanganan COVID-19 di Negara Italia seperti yang disadur dari artikel di Harvard Business Review, antara lain dengan :
1. Mengenali bias kognitif
Indonesia merupakan salah satu negara yang telat dalam menyadari bahwa virus corona atau Covid-19 telah memasuki
negaranya dan Pemerintah terus menyangkal bahwa Indonesia sangat rentan terhadap penyebaran penyakit tersebut.
Hal ini menyebabkan ledakan pasien positif, terutama OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pengawasan), dan
PDP (Pasien Dalam Pemantauan) termasuk beberapa pejabat yang pada awalnya enggan melakukan aksi preventif
sebelum pandemik ini membesar.
2. Menghindari Solusi Parsial
Berkaca pada kondisi Indonesia yang mendekati masa mudik, pemerintah jelas harus memberikan sikap tegas agar tidak
terjadi penyebaran yang lebih luas kepada daerah sasaran mudik.
3. Pentingnya Pembelajaran dan Implementasinya
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia harus memberikan petunjuk dan berkoordinasi dengan dinas-dinas kesehatan
di seluruh Indonesia untuk menekan penyebaran wabah penyakit Covid-19.
4. Pentingnya mengumpulkan dan Transparansi Data
Data yang disajikan bukan bertujuan untuk membuat panik, namun agar semua elemen masyarakat menjadi waspada dan
tahu apa yang harus dilakukan pada masa-masa kritis ini.
5. Pentingnya pemberlakuan tes akurat dan cepat secara acak di kawasan padat penduduk
Sebagai upaya preventif, pemerintah harus memperluas jangkau tes tidak hanya pada upaya contact tracing saja, tetapi
juga untuk mengetahui kondisi sesungguhnya di kawasan padat perkotaan.

Referensi :
https://doi.org/10.1016/j.physa.2018.07.025

Lessons from Italy's Response to Coronavirus by Gary P.Pisano, Raffaella Sadun and Michele Zanini, March 27,2020
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Benny Nugraha -
Nama : Benny Nugraha
NPM : 1922311003

Yth. Bapak Lukman, dan sahabat-sahabat GBE yang Luar Biasa

Terimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk forum yang saya harapkan ini.
Mengenai Dampak Demografis di Indonesia yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Berdasarkan update terakhir secara online pada tanggal 02 Mei 2020 pukul 16.56 WIB
Jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia :
Terindikasi : 10.843
Meninggal : 831
Sembuh : 1665

Sumber: https://covid-singa.operanewsapp.com

Berdasarkan angka tersebut, Pandemi Covid-19 secara demografis tidak signifikan berpengaruh terhadap 100 juta lebih penduduk Indonesia. Dengan angka ini bisa dikatakan, Langkah-Langkah Pemerintah dalam menetapkan Kebijakan berhasil menekan angka Korban Meninggal di Indonesia.

Namun, apabila dikaitkan secara komprehensif pada setiap dimensi Ekonomi dan Sosial sudah terlihat jelas bagaimana Pertumbuhan Ekonomi berada di angka negatif. Maka, cepat atau lambat, secara tidak langsung Pandemi Covid-19 akan berdampak besar pada Lingkungan Demografis di Indonesia.
Sebagai balasan Benny Nugraha

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Dian Prio Utomo -
Nama : Dian Prio Utomo NPM. 1922311005
Izin menambakan sedikit komentar bang Beny,
Dari keberhasilan pemerintah tersebut tidak lepas dari masyarakat yang mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah seperti tetap di rumah, menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun sosial (social distancing) bahkan melakukan lockdown (karantina wilayah) untuk menghambat penyebaran virus corona aturan ini hanya untuk pencegahan penyebaran virus corona tersebut terhadap masyarakat, tetapi dampak dari aturan tersebut Pendapatan masyarakat jelas berkurang, terutama mereka yang berpenghasilan harian seperti buruh harian, pedagang kaki lima, ojek online, tukang parkir, dan lainnya. Tetapi juga dunia usaha baik skala kecil, menengah, maupun besar
Solusi pemerintah terhadap masyarakat kecil dengan memberikan batuan Pangan atau kebutuhan pokok selama aturan social distancing diberlakukan, dan memberikan stimulus ekonomi untuk membantu industri yang terdampak dari penyebaran virus Corona.
Sebagai balasan Dian Prio Utomo

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Benny Nugraha -
👍

Sepakat...

sebagai saLah satu kewajiban seLuruh Lapisan masyarakat tanpa terkecuaLi... adaLah mematuhi peraturan perundang-perundangan...

Di sini perLu adanya kerjasama pemerintah dan masyarakat...

Mungkin soLusi yg dapat ditawarkan adaLah mengoptimaLkan sumber daya yang tersisa pasca-pandemi Covid-19 dengan pemanfaatan teknoLogi informasi, mis.menyaLurkan produk-produk yang dihasiLkan peLaku usaha meLaLui Start Up, pun demikian dengan Pemerintah yang wajib untuk membantu mensosiaLisasikan Proses JuaL-BeLi via Start Up...
DaLam rangka pembenahan perekononimian pasca-pandemi Covid-19
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Evi Antika -
Nama : Evi Antika
NPM : 1922311007
Menanggapi materi tentang lingkungan demografi, kekuatan demografis adalah hasil dari perubahan karakteristik suatu populasi. karakteristik tersebut dapat mencakup faktor-faktor seperti distribusi usia, kelahiran, kematian, etnis, ras, status sosial, jenis kelamin, pendidikan, dan afiliasi keagamaan. karakteristik demografis sering digunakan untuk tujuan segmentasi.
Selain itu perubahan demografis menghadirkan peluang dan ancaman bagi perusahaan dan dapat memiliki implikasi besar bagi perusahaan. Saat ini sebagian besar negara industri seperti Jepang mengalami penuaan populasi sebagai akibat dari penurunan angka kelahiran dan kematian. hal itu juga disebabkan dengan adanya Covid 19 yang dapat mempengaruhi lingkungan demografis suatu negara. dengan demikian dampak dari Covid 19 itu sendiri sangat mempengaruhi bukan hanya dalam hal pertumbuhan ekonomi, namun juga dalam berbagai sektor.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh I WAYAN ADI INDRA GAUTAMMA -
Nama: I Wayan Adi Indra Gautamma
NPM : 1922311012

Dampak Terhadap Lingkungan Demografi. Yang terjadi terhadap wabah COVID-19 ini akan mempengaruhi intensitas mobilitas masyarakat, menurunnya populasi masyarakat yang ada di kota dan semakin meningkatnya populasi masyarakat yang ada di pedesaan. Hal ini karena sebagian besar pekerja yang ada diperkotaan berasal dari desa. Banyaknya korban jiwa akibat wabah COVID-19 melahirkan masyarakat baru yang penuh empati, welas asih, dan sarat solidaritas sosial (Yuswohandi, 2020).

Wabah ini membuat banyak orang berdiam diri di rumah sehingga akan memunculkan peluang-peluang usaha baru dan medisrupsi banyak hal. Kebutuhan tenaga kerja di desa pun akan meningkat. Akibat adanya pemberlakuan PSBB, perilaku belanja online di desa maupun di kota juga akan meningkat dari yang sebelumnya. Perilaku berdiam diri dirumah dan menjaga jarak dengan orang lain akan menjadi kenormalan baru. Mungkin salaman dan cium pipi akan terlihat aneh dimasa depan. Begitu juga degan kebutuhan manusia akan aktualisasi diri yang selama ini berada dipuncak piramida akan beralih pada kebutuhan kesehatan dan keamanan jiwa.
Sebagai balasan I WAYAN ADI INDRA GAUTAMMA

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh rio yulianda -
Nama: Rio Yulianda NPM: 1922311021

Selamat Malam Bapak Lukman.

Mohon izin menambahkan tanggapan dan solusi nya ya mas wayan: apabila perubahan demografi ini meningkat secara signifikan seperti yang di paparkan diatas. Maka pemerintah perlu mempersiapkan dan memberi stimulus bagi UMKM yang ada di pedesaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan tidak perlu ke kota. Marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia sudah waktunya untuk mengoptimalkan dan mengekspansi masyarakat di pedasaan agar lebih mudah dalam membeli kebutuhan pokok dan kesehatan. Merujuk pada buku Consumer Behavior New Normal After COVID-19 yang ada di lms. Masyarakat sekarang cenderung berhati-hati dalam membelanjakan kebutuhan. Kebutuhan pokok dan kesehatan akan menjadi prioritas utama bagi sebagian besar masyarakat. Dengan adanya perubahan tersebut tentu membawa peluang baru bagi marketplace buatan anak bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Rizki Ramadhan -
NAMA : RIZKI RAMADHAN PRATAMA
NPM : 1922311022

A. Kesimpulan Tema 1 ΓÇ£Dampak COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia ΓÇ£
Akibat mencuatnya penyebaran pandemi Covid-19 dan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diterapkan di Indonesia bahkan sampai mengakibatkan adanya kebijakan lockdown yang diterapkan di beberapa negara seperti Italia, China, Malaysia nampaknya hal tersebut memiliki turut ambil bagian dalam mengatasi permasalahan lingkungan, diantarnya: berkurangnya polisi udara secara global. Physical distancing mengakibatkan sebagian besar penduduk Indonesia untuk melakukan segala aktivitasnya di rumah. Hampir seluruh kalangan masyarakat termasuk selebriti papan atas menyerukan aksi #DiRumahAja. Oleh sebab itu, banyak masyarakat yang menetap di rumh bahkan untuk bekerja. Tindakan tersebut tentunya mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar fosil yang disebabkan dari emisi gas buangan dari kendaraan bermotor dan asap industri. Tidak hanya di Indonesia saja, akan tetapi penurunan penceramaran udara ini bersifat global di seluruh dunia. Penting bagi kita untuk tetap #DiRumahAja, pasanya dikutip dari detik.com meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia pada gelombng kedua ini nampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pengaruh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial. Kondisi cuaca/iklim, serta kondisi geografi kepulauan di Indonesia sebenarnya relatif rendah resikonya untuk berkembangnya wabah Covid-19.
Namun, fakta menunjukkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 sejak awal bulan Maret lalu. Wilayah Indonesia yang terletak di kawasan katulistiwa memiliki suhu yang berkisar sekitar 27-30 derajat celcius serta kelembapan udara berkisar di angka 70-95%, sebenarnya bukan zona yang ideal untuk outbreak Covid-19. Oleh karena itu, faktor mobilitas penduduk dan interaksi sosial yang menjadi kecenderungan meledaknya penyebaran kasus corona di Indonesia daripada faktor lingkungan (cuaca dan iklim). Jadi, sebenarnya ada berkah tersendiri dibalik merebaknya pandemi Covid-19, baik itu segi sosial maupun lingkungan. Masyarakat semakin sadar untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tentunya disetiap kejadian ada hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran untuk lebih baik lagi.
Refrensi :
www.pasundanekspres.co
1. Drs.Priyono,MSi(Dosen Demografi pada Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2. Siti Nur Aisah( Mhswi smt 2 , Aktivis bidang penerbitan Globe F.Geografi UMS)
ΓÇâ
B. Kesimpulan Tema 2 ΓÇ£Dampak COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di IndonesiaΓÇ¥
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit yang ditimbulkan karena infeksi ini disebut Covid-19 virus corona ini dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Virus Corona adalah jenis baru coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini dapat menyerang siapa saja, bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui. Virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menular ke wilayah lain di China bahkan ke beberapa negara lain, termasuk Indonesia. Hal inilah yang membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan Lockdown dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus Corona. Namun tidak dengan Indonesia, sampai saat ini negara kita tidak menerapkan sistem lockdown seperti negara-negara lain. Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Karena di Indonesia banyak yang bekerja mengandalkan upah harian, itu menjadi salah satu kepedulian pemerintah agar aktivitas perekonomian dapat tetap berjalan. Untuk itu pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembatasan interaksi sosial atau social distanding terkait dengan adanya penyebaran covid-19. Hal itu juga didukung dengan kebijakan setiap kepala daerah di antaranya meliburkan sekolah dan menutup sementara tempat wisata, dan meliburkan pabrik untuk sementara waktu, untuk mencegah/menghambat penyebaran virus covid-19. Lockdown artinya membatasi satu wilayah atau daerah dan itu memiliki implikasi ekonomi, social, dan keamanan. Maka dari itu kebijakan untuk menerapkan kegiatan lockdown belum bisa di terapkan saat ini. Namun sebagian sekolah, tempat pariwisata, dan pabrik telah di tutup untuk sementara.
Akibat dari penyebaran virus tersebut para pelajar dan mahasiswa diliburkan sampai waktu yang telah ditentukan, para pelajar tersebut tidak semata-mata di liburkan karena mereka juga diberikan kewajiban untuk belajar di rumah. Mereka diberi tugas rumah dan belajar online. Hal ini menjadi tugas tambahan bagi para orang tua, karena harus memantau perkembangan belajar anak di rumah. Tempat-tempat pariwisata juga ditutup untuk sementara waktu, untuk memutuskan rantai penyebaran virus covid-19. Akibatnya tempat-tempat pariwisata tersebut mengalami kerugian. Dikarenakan tempat wisata yang sepi pengunjung namun pihak wisata masi harus tetap memenuhi biaya operasionalnya.
Salah satu alasan mengapa pabrik-pabrik meliburkan karyawannya karena banyak bahan baku yang dibutuhkan berasal dari luar negeri seperti Cina dan negara lainnya. Namun ada beberapa pabrik yang masi mempekerjakan karyawannya seperti biasanya. Walaupun mereka tetap dapat bekerja dan memiliki penghasilan seperti biasanya, namun resiko yang mereka tanggung juga sangat tinggi, dari segi perekonomian mungkin mereka tercukupi tetapi resiko kesehatan yang mereka tanggung juga sangat tinggi. Karena mereka masi harus beraktivitas di satu ruangan yang terdapat banyak orang di dalamnya. Dampak dari penyebaran virus ini juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat, contohnya kunjungan para konsumen ke pusat perbelanjaan menjadi menurun sebagian konsumen lebih memilih untuk berbelanja secara online untuk menghindari penyeban virus ini. Akibatnya pasar dan pusat perbelanjaan menjadi sepi pengunjung. Menurut para ahli kedokteran penyebaran virus Covid-19 sangatlah cepat, karena penuluran virus Covid-19 sering tidak sengaja dilakukan, contoh penularannya melalui benda merupakan media yang bisa menjadi cara penularan yang masif. Menurut penelitian Covid-19 dapat bertahan hidup tiga hari dengan menempel pada permukaan benda.
Refrensi :
https://sukabumiupdate.com/detail/bale-warga/opini/68110-Dampak-Penyebaran-Virus-Covid-19-Terhadap-Kehidupan-Sosial
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh irvan oktapia -
Assalamualaikum Wa. Wb. Bapak…

Bismillahirohmanirrohim

Nama : Irvan Oktapia Akbar
NPM : 1922311011

Mohon izin menanggapi diskusi tema " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia".

Kesimpulan Lingkungan Demografi

Demografi atau ilmu kependudukan adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Demografi meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Jumlah penduduk Indonesia selama beberapa tahun mendatang akan terus meningkat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berpotensi meningkat hingga 282 juta dan sekitar 317 juta jiwa pada 2045. Berdasarkan data BPS 2018, jumlah generasi millennial berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun).
Pertumbuhan penduduk dalam hal ini adalah Lingkungan Demografis sangat erat sekali hubungannya dengan perkembangan ekonomi yang diantaranya adalah istilah Bonus Demografi, bonus demografi sendiri dimaknai keuntungan ekonomis yang disebabkan semakin besarnya jumlah tabungan dari penduduk produktif sehingga dapat memacu investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut juga lazim dikenal sebagai jendela kesempatan (windows of oppprtunity) bagi suatu negara melakukan akselerasi ekonomi dengan menggenjot industri manufaktur, infrastruktur, maupun UKM karena berlimpahnya angkatan kerja tersebut. Banyak negara menjadi kaya karena berhasil memanfaatkan jendela peluang bonus demografinya untuk memacu pendapatan perkapita sehingga kesejahteraan masyarakat tercapai. Namun yang menjadi efek negatif berikutnya paska bonus demografi adalah meledaknya usia tua, sementara transisi usia muda menjadi usia produktif belum sempurna (Adioetomo, 2005).
Tanggapan dengan dampak COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi
Pandemik Coronavirus Disease (Covid-19) diprediksi akan berpengaruh negatif apabila berlangsung lebih dari 1 tahun. Pakar Demografi dari Universitas Indonesia, Sonny Harry B Harmadi menyebutkan, dampak pandemik Covid-19 bukan hanya di bidang perekonomian tetapi juga proses pembangunana manusia Indonesia. ΓÇ£Kita tentu berharap cepat selesai,ΓÇ¥ tandas Sonny Harry B Harmadi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/4). Dampak besar itu sangat beralasan karena selama tahun 2020-2024 Indonesia berada di puncak periode bonus demografi yang disebut the window of opportunity. ΓÇ£Namun seluruh dunia termasuk kita sedang menghadapi pandemik Covid-19. Penduduk usia produktif yang besar dihadapkan pada rendahnya penyerapan tenaga kerja. Itu antara lain,ΓÇ¥ papar Sonny. Sonny menambahkan, generasi milenial di Indonesia jumlahnya sangat besar. Kondisi dunia saat ini, tambah Sonny sedang mengalami perubahan drastis berkaitan dengan cara kerja dan cara hidup sehingga generasi usia produktif kita yang lahir dari tahun 1985 hingga tahun 2000 sangat cocok dengan perubahan yang ada.
ΓÇ£Kita masih bisa menggerakkan mereka sebagai lokomotif perubahan,ΓÇ¥ ujar Sonny.
https://nusantara.rmol.id/read/2020/04/09/429600/pembangunan-manusia-indonesia-rusak-jika-pandemik-covid-19-lebih-dari-setahun.

Solusi
Kebijakan Social Dinstancing, self quarantine, maupun lockdown merupakan solusi yang bisa diterapkan di Indonesia. Apapun yang akan digunakan secara nasional, haruslah memberikan jaminan usia produktif tidak terjangkit virus corona.
Di Italia ada "kontak antar generasi yang luas" termasuk anak-anak dewasa dan orang tua mereka yang tinggal bersama, yang mungkin dapat menjelaskan mengapa warga lanjut usia dapat terjangkit virus dengan lebih cepat. Apakah ini berarti bahwa pola penanganan berdasarkan pemetaan usia perlu dilakukan nantinya . Menurut saya, penelitian di Italia ini bukan sesuatu yang mutlak yang dapat digunakan untuk negara lain seperti Indonesia, kan tetapi saya sepakat bahwa memahami bagaimana virus berdampak pada populasi termasuk demografi usia dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pandemi akan berkembang, di Korea Selatan misalnya, kita akan menemukan demografi yang berbeda di Indonesia, meskipun mirip. Kerentanan di usia tertentu bisa saja tidak berlaku di Indonesia salah satu alasannya adalah kerentanan terhadap covid-19 di tingkat usia yang lebih muda karena penyakit lain, misalnya seperti merokok atau TBC.
Menentukan kebijakan yang tepat sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat adalah cara yang tepat untuk menangani dan melawan covid-19.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Mukarson Aribowo -
Assalaamualaikum Wr. Wb.
Nama: Mukarson Aribowo
NPM: 1922311019

Mengutip dari laman https://www.kompasiana.com/rizkifitri/5e9ab9c4097f36696b1fb022/survei-sosial-demografi-dampak-covid-19-untuk-kebijakan-penanggulangan-yang-lebih-baik-lagi

Dalam upaya penanganan covid 19 di Indonesia, Pemerintah melalui BPS melakukan survei sosial demografi dampak covid 19 yang dilaksanakan mulai 13-20 April 2020 melalui portal yang disediakan (https://covid-19.bps.go.id/). Survei tersebut sedianya dilakukan untuk melihat kondisi dan dampak covid 19 yang ada di masyarakat. Pertanyaan yang ada di dalam survei tersebut meliputi persepsi dan perilaku personal. Selain itu adanya survei tersebut juga ditujukan untuk menilai aspek sosial demografi dan karakteristik umum berbagai kondisi penyebaran covid 19 yang ada di Indonesia.

Seperti yang kita pahami bersama bahwa wabahc covid19 ini telah mempengarui kehidupan baik sosial maupun ekonomi yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Kondisi sosial dan ekonomi yang beragam di masyarakat juga memiliki pengaruh terhadap pola pemahaman dan respon masyarakat dalam menghadapi wabah atau pandemi ini.

Respon dan pemahaman yang berbeda tadi akan memberikan gambaran kondisi sosial geografis secara keseluruan yang menyangkut aspek tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, sosial, pekerjaan dll. Oleh karenanya dalam mempersiapkan kebijakan berupa strategi agar tepat guna dan efektif untuk dilaksanakan diadakan survei ini.

Hanya diperlukan waktu kurang lebih 5-10 menit untuk mengisi beberapa pertanyaan yang ada dalam survei tersebut. Beberapa jenis pertanyaan yang ada di dalam survey tersebut diantaranya adalah pertanyaan mengenai pemenuhan kebutuhan sehari hari, tingkat pendidikan, aktivitas, pengetajuan tentang social distancing. Adapun di dalam survey tersebut terdapat 2 jenis pertanyaan, yang pertama adalah dengan isian tertulis yang kedua adalah dengan pilihan yang akan menunjukan tingkat berupa skala, seperti halnya menunjukan tingkatan tertentu.

Terakhir, kesadaran dan partisipasi kita sebagai warga negara sangat diperlukan saat ini untuk aktif mengisi survei tersebut. Hasil survei tersebut nantinya akan menunjukan kondisi riil demografi dan pemahaman yang ada di masyarakat terkait covid 19. Sebagai warga negara merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan jawaban dengan jujur dalam survei tersebut. Hasil survey tersebut nantinya akan dijadikan dasar bagi pemangku kepentingan untuk membuat kebijakan dalam upaya penanganan covid 19 yang lebih baik lagi.
Sebagai balasan Mukarson Aribowo

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh windarti win -
nama : windarti, NPM : 1922311026
izin menambahkan..Langkah-langkah penanganan masyarakat yang terdampak Virus Corona (Covid-19), bukan hanya besarnya jumlah bantuan yang akan di salurkan, tetapi fokus pada semakin banyaknya jumlah penerima yang akan mendapat bantuan. Saat ini telah terjadi peningkatan jumlah keluarga miskin baru, yang jumlahnya sangat signifikan. fenomena banyaknya perpindahan masyarakat kota ke kampung masing-masing akibat kehilangan pekerjaan, menunjukkan telah membengkaknya jumlah penduduk miskin.
Solusi kerjasama semua kementerian, termasuk Koperasi dan UKM bersama pemerintah Daerah, menjadi sangat penting. Kebijakan yang tidak beragam, yang selama ini dilakukan pada wilayah yang berbeda, membuat semakin besarnya situasi ketidakpastian hingga muncul Perppu No.1 tahun 2020. Adanya pembatasan orang masuk dan keluar, pemberlakuan jam malam, stay at home serta work from home, tidak boleh melaksanakan pesta perkawinan, serta ekspor dan import terhenti sebagian telah terjadi. Pada kondisi perpindahan penduduk dari kota besar ke kampung halaman akibat kehilangan pekerjaan, pemerintah perlu memberi fasilitas isolasi yang bukan rumah sakit.

https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01360961/dampak-virus-corona-covid-19-nevi-zuairina-jumlah-orang-miskin-baru-terus-bertambah

semoga kita selalu diberikan kesehatan, mari perangi bersama covid-19, semoga lekas berlalu..
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Ambar Mumpuni -
Nama : Ambar Mumpuni
NPM : 1922311002

Assalamualaikum pak Lukman, selamat malam izin menanggapi forum mengenai dampak Covid yang ada diindonesia pada saat ini.

Wabah virus corona memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global bahkan di kawasan Asia. Tak dipungkiri, Indonesia juga tak lepas dari efek wabah yang dikenal dengan sebutan Covid-19 ini.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira memproyeksi, ekonomi Indonesia berpotensi kehilangan Rp 127 triliun seiring dengan prospek pertumbuhan yang kian tertekan.

Menurutnya, Pemerintah sebelumnya telah menyatakan bahwa setiap penurunan ekonomi China sebesar 1% akan berimbas pada penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,3%.

Karena itu, Bhima memperkirakan pertumbuhan ekonomi China sangat mungkin terjegal dan merosot ke level 5% di 2020 atau (merosot) 1% dari pertumbuhan tahun lalu.

ΓÇ£Ekonomi Indonesia bisa terpengaruh sebesar 0,3% karena korelasi perdagangan dan investasi Indonesia-China yang cukup besar,ΓÇ¥ tutur Bhima, di Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Adapun sebelum merebaknya virus Corona, Indef telah memasang target pertumbuhan ekonomi yang tak terlalu optimistis terhadap Indonesia yaitu 4,8%.

Target tersebut jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Pemerintah pada level 5,3%.

Dengan PDB pada tahun 2019 menurut harga berlaku mencapai Rp 15.833,9 triliun, maka pertumbuhan ekonomi dengan angka dalam asumsi APBN 2020 sebesar 5.3%, menjadi sebesar Rp 16.673 triliun.

Namun, Indef memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi makin tertekan hingga level 4,5% sepanjang tahun 2020 ini sebagai imbas dari wabah Corona.

Referensi :
https://pasardana.id/news/2020/3/9/dampak-virus-corona-kerugian-ekonomi-indonesia-bisa-mencapai-127-triliun/
Sebagai balasan Ambar Mumpuni

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Rusdee Chemoh -
Assalamualaikum wr.wb
NAMA: Rusdee Chemoh
NPM: 1922311018

Demografi yaitu merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu dari keadaan dan sikap manusia yang dapat diukur yaitu meliputi perubahan secara umum, fisik dan kondisi moral. Demografi juga mempelajari jumlah, persebaran, teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan tersebut, yang biasanya timbul karena peristiwa kelahiran, kematian dan migrasi (gerak teritorial) dan mobilitas status.
Virus Corona adalah jenis baru coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini dapat menyerang siapa saja, bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui

Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menular ke wilayah lain bahkan ke beberapa negara lain, termasuk Indonesia. Hal inilah yang membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan Lockdown dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus Corona
Virus corona yang tengah merebak menjadi perhatian masyarakat dunia. Hal itu dikarenakan dampak dari virus tersebut bisa menyebabkan kematian, dan ini sudah ditemukan di beberapa negara.

Virus Corona saat ini telah mengubah kehidupan kita dan lingkungan kita, baik dari segi kesehatan, kebutuhan, keamanan dan kenyamanan.
Karena di Indonesia banyak yang bekerja mengandalkan upah harian, itu menjadi salah satu kepedulian pemerintah agar aktivitas perekonomian dapat tetap berjalan. Untuk itu pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembatasan interaksi sosial atau social distanding terkait dengan adanya penyebaran covid-19.

Walaupun mereka tetap dapat bekerja dan memiliki penghasilan seperti biasanya, namun resiko yang mereka tanggung juga sangat tinggi, dari segi perekonomian mungkin mereka tercukupi tetapi resiko kesehatan yang mereka tanggung juga sangat tinggi. Karena mereka masi harus beraktivitas di satu ruangan yang terdapat banyak orang di dalamnya.

Dampak dari penyebaran virus ini juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat, contohnya kunjungan para konsumen ke pusat perbelanjaan menjadi menurun. Akibatnya pasar dan pusat perbelanjaan menjadi sepi pengunjung.

Wassalamu'alaikum.wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Ikke Yuliani -
Ikke Yuliani
Saya tertarik dampak covid-19 terhadap lingkungan demografi khususnya berkenaan dengan Bonus demografi dan kebiajakn socail distancing ini. Indonesia saat ini telah memasuki fenomena bonus demografi. Yaitu, suatu fenomena dimana Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk usia produktif (5-64 tahun) secara signifikan. Berdasarkan paparan Surya Chandra anggota DPR Komisi IX, dalam seminar masalah kependudukan di Indoensia di Fakultas Kedoketran Universitas Indonesia, usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen. Sedangkan sisanya 30 persen adalah penduduk dengan usia non produktif. Dibawah 15 tahun dan diatas 65 tahun. Bila dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta. Sementara, penduduk non produktif hanya 60 juta. (Andini, Rosary Putri : www.kompasiana.com)
Upaya pengoptimalan bonus demografi ini memerlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dan lembaga terkait. Serta, pemerintah sebagai agent of development untuk mencetak penduduk usia produktif yang memiliki kualitas unggul. Dimana penduduk usia produktif tersebut memiliki kompetensi unggul dalam bidang masing-masing, dan mampu berkompetisi dalam kancah nasional maupun internasional. Untuk mencetak penduduk usia produktif yang berkualitas tersebut, seluruh elemen masyarakat serta pemerintah harus segera berbenah. Khususnya dalam bidang pendidikan. Penduduk usia sekolah harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan merata ke seluruh penjuru Indonesia. Namun tantangan ini semakin besar dengan adanya pandemic covid-19. Proses belajar mengajar saat ini banyak dilakukan secara online dimana secara teoritis sebagian besar pelajar belum siap dengan hal ini. Hal ini tentu akan berlawanan dengan upaya meningkatkan kualitas SDM dalam menyambut bonus demografi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh ega dwi chelsia -
Nama : Ega Dwi Chelsia
NPM : 1922311006

Assalamualaikum, pak lukman dan teman teman semuanya .
Selamat malam izin menanggapi forum Dampak Covid-19 yang ada saat ini di indonesia menurut pendapat saya.

Kasus pandemi Covid-19 di Indonesia kian hari terus meningkat. Sampai 30 Maret 2020 sudah tercatat yang positif ada 1.414 kasus, sembuh 75 kasus, dan meninggal 122 kasus. Pandemi Covid-19 di Indonesia memiliki dampak multi sektor, dari kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga aktivitas beribadah di masyarakat. Dampak pada sektor-sektor tersebut kian hari mulai dirasakan masyarakat. Ini tersebab menyangkut persoalan kesejahteraan sosial masyarakat.
Kesejahteraan sosial masyarakat di sini berkaitan dengan kesehatan, kondisi ekonomi domestik rumah tangga, rasa aman-nyaman, serta kualitas hidup yang baik. Sehingga masyarakat yang sedang dihadapkan pada pandemi Covid-19 dapat tetap memenuhi kebutuhan dasarnya dan menjalankan fungsi sosialnya. Oleh karena itulah pemerintah selain berfokus utama penanganan pandemi Covid-19, juga jangan mengesampingkan kondisi kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini. Jika kesejahteraan masyarakat diabaikan, dikuatirkan akan memicu kerentanan sosial yang masif di masyarakat. Ini tentu semakin membuat situasi dan kondisi di Indonesia bisa seperti benang kusut. Menyelesaikan satu masalah, muncul masalah lain.
1. Kerentanan Sosial
Pandemi Covid-19 merupakan bentuk bahaya (hazard) yang memiliki potensi mengancam segala aspek kehidupan masyarakat, seperti sosial, ekonomi, kesehatan, dan psikologis. Dampak pada masyarakat di Indonesia tentu tidak berbeda jauh dengan masyarakat di negara lain yang juga sama sedang menghadapi pandemi Covid-19. Kondisi kerentanan sosial (social vulnerability) menjadi realitas nyata yang terjadi pada masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kerentanan sosial menjadikan posisi ketahanan masyarakat (community resilience) mengalami guncangan (shock) akibat pandemi Covid-19.
2. Dampak Kerentanan Sosial
Dampak kerentanan sosial dapat membuat masyarakat melakukan tiga tindakan yang saling terkait, yaitu tindakan apatis, tindakan irasional, dan tindakan kriminal. Hal ini bisa kita lihat pada fenomena masyarakat yang terjadi saat ini. Sehingga apa yang terjadi pada masyarakat merupakan kulminasi dari kerentanan sosial yang kini sedang dihadapi oleh masyarakat.
Pertama, tindakan apatis. Pada tindakan apatis bisa kita lihat pada tindakan masyarakat yang tidak peduli dengan instruksi pemerintah untuk physical distancing dan tidak pulang ke kampung halamannya (mudik). Faktanya, physical distancing tidak berjalan efektif. Masih banyak masyarakat yang bisa kita lihat melakukan kegiatan kumpul-kumpul dan kegiatan kerumunan lainnya. Selain itu saat ini banyak masyarakat yang memilih kembali ke kampung halamannya. Tindakan pulangkampung masyarakat ini rupanya justru meningkatkan jumlah kasus Covid-19 dan sebaran wilayahnya, baik yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan Suspect Covid-19.
3. Social Safety Net
Beberapa pekan lalu, Presiden Jokowi dalam konferensi pers menegaskan bahwa pemerintah akan mengutamakan 3 hal dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, yaitu keselamatan kesehatan, social safety net (jaring pengaman sosial) dan dampak ekonomi. Penyataan Presiden Jokowi tentu menjadi harapan bersama masyarakat untuk menghadapi pandemi Covid-19. Berbagai paket dari 3 kebijakan itu pun sedang disusun oleh masing-masing kementerian terkait.
Jika pemerintah pada akhirnya mempertegas kebijakan physical distancing atau, karantina wilayah atau lockdown, maka terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang dapat meminimalisir kerentanan sosial masyarakat. Hal yang paling penting sebelum menerapkan kebijakan tersebut adalah menyiapkan kebijakan social safety net terlebih dahulu. Sebab sebagaimana kita ketahui, ada potensi kerentanan sosial beserta dampaknya yang akan muncul pada masyarakat akibat kebijakan tersebut. Demikian menurut pendapat dari saya apabila dari pendapat saya ada kata kata yang menyinggung dan tidak berkenan saya mohon maaf, saya akhiri walaikumsalam wr.wb

Daftar Referensi
https://www.google.co.id/amp/s/kolom.tempo.co/amp/1326074/covid-19-kerentanan-sosial-dan-gagalnya-physical-distancing
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh S.jafani gandi -
Nama : Siti Jafani Gandi
NPM : 1922311025
Mengingat penyebaran virus covid-19 sangat cepat, seluruh sektor pembangunan ikut merasakan dampaknya. Salah satu sektor yang terdampak adalah lingkungan demografi yaitu bonus demografi. Bangsa ini sedang menuju masa Bonus Demografi pada tahun 2028. Diprediksi jumlah penduduk usia produktif usia 15-64 tahun lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif, yakni usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Jumlah angkatan kerja mencapai 67% dari seluruh penduduk, dan rasio kebergantungan jatuh hingga titik terendah 47%, artinya 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 47 usia nonproduktif. Jumlah penduduk Indonesia selama beberapa tahun mendatang akan terus meningkat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berpotensi meningkat hingga 282 juta dan sekitar 317 juta jiwa pada 2045. Berdasarkan data BPS 2018, jumlah generasi millennial berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun).
Kaitannya dengan bencana virus corona, usia produktif diperhadapkan dengan ancaman virus yang sewaktu-waktu bisa terjangkit, bahkan bisa membunuh. Meskipun tingkat risiko kematian penderita COVID-19 berdasarkan kelompok umur tidak didominasi oleh mereka yang disebut usia produktif, tapi perlu adanya kewaspadaan. Merujuk pada hasil penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, menyatakan bahwa korban meninggal umumnya adalah orang lanjut usia yang telah memiliki riwayat masalah kesehatan. Dalam data itu, usia 10-19 tahun memiliki resiko kemantian hanya 0,2%, kemudian usia 20-29 tahun 0,2%, usia 30-39 tahun 0,2%, usia 40-49 tahun 0,4%, usia 50-59 tahun 1,3%, usia 60-69 tahun 3,6%, usia 70-79 tahun 8%, terakhir usia di atas 80 tahun 14,8%. Kaitannya dengan bonus demografi, kelompok usia produksi mulai dari usia 16 hingga 35 tahun rata-rata memiliki persentase resiko kematian masih jauh dari kelompok usia 70-79 tahun dan usia 80 tahun ke atas. Demikian jika usia 36 hingga 64 tahun dikalkulasikan, hasilnya tampak masih jauh dari usia yang mendominasi. Memang dampak buruknya tidak terlalu signifikan. Namun jumlah penduduk dan kualitas SDM masih kalah jauh dari Eropa dan Asia lainnya.
Sebagai balasan S.jafani gandi

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh Imron Samaae -
Nama : Imron Sama-Ae
NPM : 1922311017
Assalamualaikum pak Lukman, selamat malam

Demografi adalah studi kependudukan manusia menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, lapangan kerja, dan data statistik lain. Lingkungan demografi menjadi minat utama perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat membentuk pasar.

Lingkungan sosial ialah interaksi diantara masyarakat dengan lingkungan, ataupun lingkungan yang juga terdiri dari makhluk sosial atau manusia. Lingkungan sosial inilah yang kemudian membentuk suatu sistem pergaulan yang memiliki peranan besar di dalam membentuk sebuah kepribadian seseorang, dan kemudian terjadilah sebuah interaksi diantara orang atau juga masyarakat dengan lingkungannya. Lingkungan sosial dari seseorang pertama kali dibentuk di dalam sebuah lingkungan keluarga, dan kemudian lingkungan keluarga yang menjadi media pertama yang memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang dan yang paling utama yaitu anak-anak. Karena di dalam lingkungan keluarga setiap anggota dari keluarga terutama anak-anak diberikan berbagai macam pendidikan supaya mampu menjadi seorang anak yang mandiri.


Sejak Coronavirus Disease 2019 atau lebih sering dikenal dengan COVID-19 menjadi wabah di hampir seluruh negara di dunia, persediaan masker, larutan pembunuh kuman, dan alat pelindung lainnya mengalami kelangkaan. Hal ini disebabkan oleh penimbunan yang dilakukan oleh masyarakat dalam rangka mencegah penularan virus tersebut.
Penyebaran virus corona atau Covid-19 di tengah masyarakat turut memukul perekonomian negara Indonesia. Hampir semua sektor perekonomian nasional mengalami perlambatan. Bahkan, ada kekhawatiran virus corona akan menyebabkan krisis ekonomi yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. perekonomian dunia dan Indonesia terdampak penyebaran virus corona. Bahkan proyeksi ekonomi dunia direvisi dipangkas karena pandemi corona. Sementara dampak ke ekonomi Indonesia dimulai dari sektor pariwisata. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, selain sektor pariwisata ada sektor perdagangan ekspor impor yang terganggu

Virus corona tidak hanya memiliki dampak kesehatan. Dampak virus corona bagi perekonomian Indonesia juga tidak kecil. Dikutip dari CNN Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 2,3%. Bahkan, dalam situasi terburuk, ekonomi bisa minus hingga 0,4%. Penyebab dari hal ini di antaranya adalah turunnya konsumsi dan investasi, baik dalam lingkup rumah tangga maupun lingkup pemerintah.
Wassalamu'alaikum.wr.wb
Sebagai balasan Imron Samaae

Re: Forum diskusi dengan Tema 1 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Demografi di Indonesia "

oleh lukmanul hakim -
baik, semua-nya - pertahankan Analisa: bahwa untuk kesimpulan didominasi pada pembahasan secara komplek dan untuk saran pada data-data yang update: sukses utk mahasiswa/I pasacasarjana yang cerdas terkhusus kelas 2 MM-01: good

saya berikan nilai rata-rata untuk diskusi  dengan huruf A