Nama : MasΓÇÖud Rifai
NPM : 1922311016
A.
KESIMPULAN UNTUK MATERI LINGKUNGAN DEMOGRAFI
Demografi berarti study ilmiah terhadap penduduk/manusia terutama mengenai jumlah, struktur, dan perkembangannya (UN, 1958). Sedangkan menurut Bogue dalam rusli (2012) demografi adalah studi matematika dan statistik terhadap jumlah, komposisi dan distribusi spasial mengenai penduduk manusia, dan perubahan-perubahan dari aspek-aspek tersebut yang senantiasa terjadi akibat bekerjanya lima proses yaitu fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial. Dari dua pengertian ini kita mendapatkan titik tekan yang sama bahwa demografi membahas jumlah, struktur, dan sebaran manusia, sehingga lingkungan demografi berarti lingkungan yang dipengaruhi oleh jumlah, struktur dan sebaran dari manusia.
Dalam pembangunan penduduk merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaannya Bappenas (2018) memandang bahwa kerangka kependudukan dan pembangunan menempatkan penduduk sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi (engine of growth). Pengertian ini dapat diartikan dalam dua hal, yaitu penduduk sebagai konsumen dan penduduk sebagai produsen atau pelaku aktif pembangunan. Dalam konteks Indonesia, ada dua hal penting untuk diperhatikan. Pertama, dengan jumlah penduduk yang relatif besar, penduduk Indonesia menjadi salah satu konsumen terbesar di dunia. Perubahan struktur penduduk yang cepat akan berpengaruh terhadap pola konsumsi, yang akhirnya akan berpengaruh terhadap kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Kedua, perubahan struktur penduduk di Indonesia membawa penduduk Indonesia dengan jumlah usia produktif yang paling besar di wilayah Asia Tenggara. Penduduk usia produktif tersebut selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui produksi mereka, juga melalui investasi yang dilakukan semasa usia produktif. ndonesia perlu menjaga pertumbuhan penduduk agar seimbang dalam waktu yang panjang. Dalam hal ini, pemerintah perlu menyusun strategi baik dalam menjaga kuantitas maupun kualitas penduduk. Pertama adalah pertumbuhan penduduk dalam jangka panjang perlu dijaga untuk tidak mencapai angka negatif. Kedua, kebijakan kependudukan harus dapat menopang keseimbangan fiskal dalam jangka panjang. Dengan demikian, pertimbangan dalam kebijakan kependudukan akan sangat mempengaruhi masa depan Indonesia.
Dalam kajian ilmu ekonomi yang paling sederhana yaitu ekonomi dua sektor, hubungan supply and demand dilakukan oleh dua entitas yaitu entitas bisnis dan entitas rumahtangga/masyarakat. Entitas bisnis men supply barang dan jasa, sedangkan entitas rumahtangga/penduduk mensuplly faktor produksi. Hal ini menujukan bahwa laingkungan demografi sangat erat sekali dengan entitas bisnis (Mankiw-Quah-Wilson, 2012). Hal-hal terkait demografi yang sangat berpengaruh terhadap bisnis adalah berkenaan dengan:
1. Target pemasaran
Dengan mempelajari demografi kita dapat mengetahui sasaran pemasaran dari produk yang dibuat. Jumlah, struktur, dan sebaran penduduk akan membantu kita untuk focus dalam melakukan pemasaran produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga akurasi pemasaran dapat lebih baik.
2. Tenaga Kerja
Dengan mengetahui struktur penduduk, dan dikaitkan dengan karakteristik sosial seperti pendidikan dan ketrampilan maka kita dapat mengetahui kualitas sumberdaya dari penduduk dimana perusahaan beroperasi. Melalui pendekatan demografi kita dapat mengetahui sejauh mana kualitas tenaga kerja yang akan kita dapatkan dari suatu tempat. Kualitas tenaga kerja akan sangat mempengarui kinerja perusahaan.
B. TANGGAPAN DAMPAK PANDEMIC COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN DEMOGRAFI
Saat ini dunia sedang menghadapi Pandemic Covid-19 termasuk di Indonesia, ancaman pandemic ini sangat luar biasa yaitu meninggalnya penduduk yang terpapar virus dalam waktu 14 hari. Untuk itu negara-negara yang terdampak pandemic melakukan banyak kebijakan untuk melindunginya. Terkait pengaruh pandemic terhadap lingkungan demografi menurut hemat kami paling tidak ada dua dampak, yaitu:
1. Meningkatnya angka kematian
Berdasarkan data WHO (2020) resiko meninggal orang yang terdampak Pandemic berkisar antara 1-10 persen terhadap orang yang terpapar, dengan jumlah orang terpapar diperkirakan sebanyak 5 persen dari populasi. Berdasarkan data BNPB per tanggal 1 Mei 2020 jumlah orang yang terkena virus Covid-19 sebanyak 10.551 orang dengan jumlah penduduk yang sembuh sebanyak 1.591 orang dan yang meninggal sebanyak 800 orang atau 7,5 % dan (BNPB, 2020). Banyaknya penduduk yang meninggal akibat terkena virus tentu akan berdampak pada perubahan lingkungan demografi yaitu meningkatnya sisi mortalitas dari sebelum pandemic.
2. Meningkatnya angka kelahiran
Seolah hal ini berlawanan dengan fakta pada poin satu, namun apabila kita menyelami lebih jauh, dua hal ini dapat terjadi secara berasamaan. Untuk mengurangi efek pandemic terhadap kematian penduduk pemerintah menerapkan salah satu kebijakan yaitu social distancing atau physical distancing. Pemerintah menyarankan kepada masyarakat agar melakukan kegiatan dari rumah atau work from home (WFH). Artinya masyarakat akan menjadikan rumah sebagai homebase seluruh kegiatan baik bekerja, bermain, belajar dan lain-lain. Menurut Menurut Davis dan Blake (1956), ada 11 variabel yang termasuk dalam variabel antara, yaitu: umur pertama melakukan hubungan seksual, selibat permanen (tidak menikah), lamanya berstatus kawin, abstinensi sukarela, abstinensi terpaksa, frekuensi senggama, infekunditas sengaja, pemakaian kontrasepsi, infekunditas tidak disengaja, mortalitas janin disengaja (Syahmida dan Septi, 2016).
Apabila dalam masa normal, suami dan istri dalam sehari akan terpisah paling sedikit 8 jam, dalam situasi WFH suami-istri akan selalu bersama, menurut teori Davis dan Blake seperti diatas hal ini akan meningkatkan peluang frekuensi senggama. Dengan meningkatnya frekuensi senggama maka akan meningkatkan jumlah penduduk perempuan yang hamil dan melahirkan. Walaupun dampak ini akan dihadapai pada 9 bulan yang akan datang.
Daftar Referensi
1. United Nations, Multilingual Demographic Dictionary, 1958
2. Said Rusli, Pengantar Ilmu Kependudukan, LP3ES, 2012
3. N. Gregory Mankiw, Euston Quah, Peter Wilson, Pengantar Ekonomi Mikro, Salemba4, 2012
4. Syahmida Syahbuddin Arsyad dan Septi Nurhayati, ΓÇ£DETERMINAN FERTILITAS DI INDONESIAΓÇ¥, JURNAL KEPENDUDUKAN INDONESIA Vol 11 tahun 2016
5. https://www.bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/peluncuran-buku-proyeksi-penduduk-indonesia-2015-2045-untuk-pengambilan-kebijakan-berbasis-data-akurat/
6. https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-1-mei-2020
7. https://covid19.who.int/