Contoh Jurnal atau artikel tentang Perencaanan dan Pengembangan Karir. Silahkan di upload di sini.
Diskusi Forum
PENTINGNYA PROGRAM PENGEMBANGAN KARIR BAGI KARYAWAN
Pekerjaan adalah bagian yang esensial dari identitas seseorang. Sama halnya dengan tempat bekerja. Ketika kedua hal tadi menjadi identitas seseorang. Dengan memiliki identitas, tumbuh rasa memililki terhadap pekerjaan, maupun tempat bekerja. Ketika seseorang merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri, dia akan meningkatkan upaya bekerja sama dengan timnya, memperbesar usahanya, berpartisipasi, dan mengambil keputusan-keputusan yang juga bermanfaat untuk tim, maupun tempatnya bekerja.
Identitas ini juga penting karena karyawan akan mendapatkan makna dari pekerjaannya dan kebermaknaannya di tempat kerja. Karyawan yang merasa terhubung dengan pekerjaan dan tempatnya bekerja akan mendapatkan makna terbesar, sehingga dia akan semakin produktif dan berkomitmen terhadap kedua hal tadi.
Di sinilah program pengembangan karir berperan, yakni untuk memastikan keterlibatan karyawan dan meningkatkan rasa kepastian mereka bekerja di perusahaan. Selain meningkatkan keterampilan dan kemampuan sesuai bidangnya, karyawan perlu merasa terjamin masa depannya dengan bekerja di perusahaan.
Agar perusahaan dapat terus berkembang, karyawan-karyawan pada level tertentu juga harus berkembang. Pengembangan karyawan adalah salah satu cara untuk menciptakan leader-leader masa depan di perusahaan. Langkah ini lebih baik daripada mempekerjakan karyawan baru sebagai supervisor atau manajer karena perlu waktu bagi mereka untuk merasa familiar dengan perusahaan dan berurat akar dengan budaya perusahaan.
Karyawan yang punya komitmen tinggi dengan tempatnya bekerja pun akan cenderung melayani klien perusahaan dengan lebih efektif. Mengapa? Karena dia memiliki hubungan mapan dengan perusahaan dan punya pengetahuan yang lebih lengkap mengenai tempatnya bekerja.
Nah, program pengembangan karir lebih menekankan pada pemberian kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuan mereka demi meraih tujuan-tujuan pribadinya dalam karir. Sebuah penelitian menunjukkan, karyawan akan lebih terlibat dan berkomitmen dengan perusahaan yang menawarkan kesempatan bagi pertumbuhan dan pengembangan pribadi. Artinya, perusahaan yang memberikan kesempatan itu akan mampu menekan retensi karyawan. Jika mampu memotivasi karyawan untuk meningkatkan keahlian mereka, sudah tentu perusahaan pun ikut untung.
Program pengembangan karir idealnya harus memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak: perusahaan dan karyawan. Ketika perusahaan menawarkan pelatihan, baik pelatihan di luar perusahaan, maupun in-house, itu adalah kesempatan bagi karyawan untuk belajar menguasai keahlian yang akan membantu mereka mengembangkan karir. Begitu juga ketika karyawan disekolahkan kembali dengan tetap menerima gaji.
Karyawan yang berkembang karirnya tentu akan meningkatkan pendapatannya dan lebih percaya diri dengan kemampuannya. Perusahaan juga diuntungkan karena mereka mendapatkan karyawan yang layak dipromosikan. Mensponsori pertumbuhan karir karyawan sama artinya dengan membantu perusahaan melahirkan karyawan-karyawan top yang loyal Untuk mengembangkan karir karyawan, perusahaan dapat membantunya dengan memberikan training atau pelatihan. Tentu saja, pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan dan potensi para karyawan.
https://www.google.com/amp/s/presenta.co.id/artikel/pengembangan-karir/amp/
Pekerjaan adalah bagian yang esensial dari identitas seseorang. Sama halnya dengan tempat bekerja. Ketika kedua hal tadi menjadi identitas seseorang. Dengan memiliki identitas, tumbuh rasa memililki terhadap pekerjaan, maupun tempat bekerja. Ketika seseorang merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri, dia akan meningkatkan upaya bekerja sama dengan timnya, memperbesar usahanya, berpartisipasi, dan mengambil keputusan-keputusan yang juga bermanfaat untuk tim, maupun tempatnya bekerja.
Identitas ini juga penting karena karyawan akan mendapatkan makna dari pekerjaannya dan kebermaknaannya di tempat kerja. Karyawan yang merasa terhubung dengan pekerjaan dan tempatnya bekerja akan mendapatkan makna terbesar, sehingga dia akan semakin produktif dan berkomitmen terhadap kedua hal tadi.
Di sinilah program pengembangan karir berperan, yakni untuk memastikan keterlibatan karyawan dan meningkatkan rasa kepastian mereka bekerja di perusahaan. Selain meningkatkan keterampilan dan kemampuan sesuai bidangnya, karyawan perlu merasa terjamin masa depannya dengan bekerja di perusahaan.
Agar perusahaan dapat terus berkembang, karyawan-karyawan pada level tertentu juga harus berkembang. Pengembangan karyawan adalah salah satu cara untuk menciptakan leader-leader masa depan di perusahaan. Langkah ini lebih baik daripada mempekerjakan karyawan baru sebagai supervisor atau manajer karena perlu waktu bagi mereka untuk merasa familiar dengan perusahaan dan berurat akar dengan budaya perusahaan.
Karyawan yang punya komitmen tinggi dengan tempatnya bekerja pun akan cenderung melayani klien perusahaan dengan lebih efektif. Mengapa? Karena dia memiliki hubungan mapan dengan perusahaan dan punya pengetahuan yang lebih lengkap mengenai tempatnya bekerja.
Nah, program pengembangan karir lebih menekankan pada pemberian kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuan mereka demi meraih tujuan-tujuan pribadinya dalam karir. Sebuah penelitian menunjukkan, karyawan akan lebih terlibat dan berkomitmen dengan perusahaan yang menawarkan kesempatan bagi pertumbuhan dan pengembangan pribadi. Artinya, perusahaan yang memberikan kesempatan itu akan mampu menekan retensi karyawan. Jika mampu memotivasi karyawan untuk meningkatkan keahlian mereka, sudah tentu perusahaan pun ikut untung.
Program pengembangan karir idealnya harus memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak: perusahaan dan karyawan. Ketika perusahaan menawarkan pelatihan, baik pelatihan di luar perusahaan, maupun in-house, itu adalah kesempatan bagi karyawan untuk belajar menguasai keahlian yang akan membantu mereka mengembangkan karir. Begitu juga ketika karyawan disekolahkan kembali dengan tetap menerima gaji.
Karyawan yang berkembang karirnya tentu akan meningkatkan pendapatannya dan lebih percaya diri dengan kemampuannya. Perusahaan juga diuntungkan karena mereka mendapatkan karyawan yang layak dipromosikan. Mensponsori pertumbuhan karir karyawan sama artinya dengan membantu perusahaan melahirkan karyawan-karyawan top yang loyal Untuk mengembangkan karir karyawan, perusahaan dapat membantunya dengan memberikan training atau pelatihan. Tentu saja, pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan dan potensi para karyawan.
https://www.google.com/amp/s/presenta.co.id/artikel/pengembangan-karir/amp/
PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR
A. Pengertian Perencanaan Karier
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Karier adalah semua jabatan atau pekerjaan yang dimiliki atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Orang-orang mengejar karier untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu secara mendalam.
Perencanaan karier (career planning) adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan seorang karyawan suatu organisasi atau perusahaan sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat atau jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya. Yaitu suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk tujuan-tujuan kariernya.
Perencanaan karier harus dilalui dengan penyusunan prasyarat-prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang karyawan guna mendukung peningkatan kariernya. Contohnya seorang guru memiliki keinginan kuat untuk menjadi kelapa sekolah sampai kemudian menyadari bahwa banyaknya pesaing yang menginginkan posisi tersebut, melalui perencanaan karier setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karier alternatif, menyusun tujuan karier dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis.
Pada dasarnya perencanaan karier terdiri atas dua elemen utama yaitu :
1. Perencanaan karier individual (individual career planning)
Perencanaan karier terfokus pada individu yang meliputi latihan diagnostik dan prosedur untuk membantu individu tersebut menentukan ΓÇÿsiapa sayaΓÇÖ dari segi potensi dan kemampuannya. Perencanaan karier individual meliputi :
a) Penilaian diri untuk menentukan kekuatan, kelemahan dan tujuan untuk memahami diri sendiri.
b)Penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam maupun di luar organisasi atau perusahaan.
c)Penyusunan tujuan karier berdasarkan evaluasi diri
d)Pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karier
[2Perencanaan karier organisasional (organizational career planning)
Perencanaan karier yang terpusat pada organisasi memfokuskan pada pekerjaan-pekerjaan dan pada pembangunan jalur karier yang menyediakan tempat bagi kemajuan logis dari orang-orang, diantara berbagai pekerjaan yang ada dalam organisasi
Keberhasilan karier seseorang dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:
1.Pendidikan formalnya
2.Pengalaman kerjanya
3.Sikap atasannya
4.Prestasi kerjanya
5.Bobot pekerjaanya
6. Adanya lowongan jabatan
7.Produktifitas kerjanya
B. Manfaat Perencanaan Karier
Berikut adalah manfaat dari perencanaan karier :
1.Menurunkan tingkat perputaran karyawan (turn over), dimana perhatian terhadap karier individual dalam perencanaan karier yang telah ditetapkan akan dapat meningkatkan loyalitas pada perusahaan mereka bekerja.
2.Mendorong pertumbuhan, dimana perencanaan karier yang baik akan dapat mendorong semangat kerja karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian motivasi karyawan dapat terpelihara.
3.Memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi akan sumber daya manusia di masa yang akan datang.
4.Memberikan informasi kepada organisasi dan individu yang lebih baik mengenai jalur potensial karier di dalam suatu organisasi.
5.Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan, perencanaan karir membantu membangun penawaran internal atas talenta yang dapat dipromosikan untuk mempertemukan dengan pekerjaan yang disebabkan oleh masa pensiun atau berhenti kerja.
6.Menyediakan fasilitas bagi penempatan internasional, organisasi global menggunakan perencanaan karier untuk membantu mengidentifikasikan dan mempersiapkan penempatan di luar negri.
7.Membantu menciptakan keanekaragaman angkatan kerja, ketika mereka diberikan bantuan perencanaan karier, pekerja dengan latar belakang berbeda dapat belajar tentang harapan-harapan organisasi untuk pertumbuan sendiri dan pengembangan.
8.Membuka jalan bagi karyawan yang potensial, memberikan keberanian kepada karyawan untuk melangkah maju, karena mereka mempunyai tujuan karier yang spesifik, tidak hanya mempersiapkan pekerja untuk pekerjaan di masa depan.
9.Mengurangi kelebihan, menyebabkan karyawan, manajer dan departemen sumber daya manusia menjadi berhati-hati atas kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mau menang sendiri.
10.Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui, dapat membatu anggota kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan penting.
C. Fungsi Perencanaan Karier
Fungsi perencanaan karier pada dasarnya adalah sebagai berikut :
1.Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan. Perencanaan karier membantu di dalam penyediaan intenal bakat-bakat karyawan yang dapat dipromosikan guna memenuhi pekejaan yang disebabkan oleh pensiun atau pengunduran diri.
2.Mengurangi peregantian. Meningkatkan perhatian dan kesepakatan karyawan akan loyalitasnya terhadap perusahaan serta mengurangi tingkat pengunduran diri karyawan.
3.Manyaring potensi karyawan. Mendorong karyawan untuk lebih selektif dalam menggunakan kemampuannnya, sebab mereka mempunyai tujuan karier yang lebih khusus.
4.Mengurangi penimbunan. Menjadikan karyawan sadar akan pentingnya kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mementingkan dirinya sendiri serta menyadarkan bahwa departemen SDM bukanlah yang menentukan segalanya.
5.Memuaskan kebutuhan karyawan. Adanya kesempatan pada karyawan untuk tumbuh dan berkembang serta terpenuhinya kebutuhan individu akan harga dirinya menjadikan karyawan merasa puas.
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Karier
Beberapa faktor yang mempengaruhi perencanaan karier, antara lain:
1.Tahap kehidupan karier. Seorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkat dalam hidupnya.
2.Dasar karier atau jangkar karier
3.Kemampuan manajerial
4.Kemampuan fungsional-teknis
5.Keamanan
6.Kreativitas
7.Otonomi dan kebebasan
E. Pengembangan Karier
Implementasi perencanaan karier merupakan pengembangan karier. Pengembangan karier didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan yang ditunjukkan untuk melaksanaan rencana kariernya melalui pendidkan, pelatihan pencarian dan perolehan kerja serta pengalama kerja.
F. Manfaat Pengembangan Karier
Bagi organisasi pengembangan karier bermanfaat sebagai :
1. Menjamin ketersediaan bakat yang diperlukan
2. Meningkatkan kemampuan organisasi
3. Mengurangi frustasi karyawan
4. Mendorong adanya keanekaragaman budaya dalam sebuah organisasi
5.Meningkatkan nama baik organisasi
Bagi karyawan pengembangan karier identik dengan keberhasilan, karena pengembangan karier bermanfaat untuk dapat :
1.Menggunakan potensi seseorang dengan sepenuhnya
2.Menambah tantangan dalam bekerja
3.Meningkatkan otonomi
4.Meningkatkan tanggung jawab
KESIMPULAN
Perencanaan karier berhubungan erat dengan masa depan organisasi atau individu sendiri, karena perencanaan karier yang berarti proses dimana seseorang menyeleksi tujuan karier dan arus karier untuk mencapai tujuan yang direncanakan merupakan suatu gambaran masa depan organisasi atau individu tersebut.
Perencanaan karier memiliki banyak manfaat, selain untuk menata masa depan perencanaan karier juga berfungsi untuk kedisplinan dalam bekerja, karena perencanaan karier dapat menjadi patokan dan cabuk motivasi agar rencana tersebut dapat dicapai.
A. Pengertian Perencanaan Karier
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Karier adalah semua jabatan atau pekerjaan yang dimiliki atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Orang-orang mengejar karier untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu secara mendalam.
Perencanaan karier (career planning) adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan seorang karyawan suatu organisasi atau perusahaan sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat atau jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya. Yaitu suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk tujuan-tujuan kariernya.
Perencanaan karier harus dilalui dengan penyusunan prasyarat-prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang karyawan guna mendukung peningkatan kariernya. Contohnya seorang guru memiliki keinginan kuat untuk menjadi kelapa sekolah sampai kemudian menyadari bahwa banyaknya pesaing yang menginginkan posisi tersebut, melalui perencanaan karier setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karier alternatif, menyusun tujuan karier dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis.
Pada dasarnya perencanaan karier terdiri atas dua elemen utama yaitu :
1. Perencanaan karier individual (individual career planning)
Perencanaan karier terfokus pada individu yang meliputi latihan diagnostik dan prosedur untuk membantu individu tersebut menentukan ΓÇÿsiapa sayaΓÇÖ dari segi potensi dan kemampuannya. Perencanaan karier individual meliputi :
a) Penilaian diri untuk menentukan kekuatan, kelemahan dan tujuan untuk memahami diri sendiri.
b)Penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam maupun di luar organisasi atau perusahaan.
c)Penyusunan tujuan karier berdasarkan evaluasi diri
d)Pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karier
[2Perencanaan karier organisasional (organizational career planning)
Perencanaan karier yang terpusat pada organisasi memfokuskan pada pekerjaan-pekerjaan dan pada pembangunan jalur karier yang menyediakan tempat bagi kemajuan logis dari orang-orang, diantara berbagai pekerjaan yang ada dalam organisasi
Keberhasilan karier seseorang dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:
1.Pendidikan formalnya
2.Pengalaman kerjanya
3.Sikap atasannya
4.Prestasi kerjanya
5.Bobot pekerjaanya
6. Adanya lowongan jabatan
7.Produktifitas kerjanya
B. Manfaat Perencanaan Karier
Berikut adalah manfaat dari perencanaan karier :
1.Menurunkan tingkat perputaran karyawan (turn over), dimana perhatian terhadap karier individual dalam perencanaan karier yang telah ditetapkan akan dapat meningkatkan loyalitas pada perusahaan mereka bekerja.
2.Mendorong pertumbuhan, dimana perencanaan karier yang baik akan dapat mendorong semangat kerja karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian motivasi karyawan dapat terpelihara.
3.Memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi akan sumber daya manusia di masa yang akan datang.
4.Memberikan informasi kepada organisasi dan individu yang lebih baik mengenai jalur potensial karier di dalam suatu organisasi.
5.Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan, perencanaan karir membantu membangun penawaran internal atas talenta yang dapat dipromosikan untuk mempertemukan dengan pekerjaan yang disebabkan oleh masa pensiun atau berhenti kerja.
6.Menyediakan fasilitas bagi penempatan internasional, organisasi global menggunakan perencanaan karier untuk membantu mengidentifikasikan dan mempersiapkan penempatan di luar negri.
7.Membantu menciptakan keanekaragaman angkatan kerja, ketika mereka diberikan bantuan perencanaan karier, pekerja dengan latar belakang berbeda dapat belajar tentang harapan-harapan organisasi untuk pertumbuan sendiri dan pengembangan.
8.Membuka jalan bagi karyawan yang potensial, memberikan keberanian kepada karyawan untuk melangkah maju, karena mereka mempunyai tujuan karier yang spesifik, tidak hanya mempersiapkan pekerja untuk pekerjaan di masa depan.
9.Mengurangi kelebihan, menyebabkan karyawan, manajer dan departemen sumber daya manusia menjadi berhati-hati atas kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mau menang sendiri.
10.Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui, dapat membatu anggota kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan penting.
C. Fungsi Perencanaan Karier
Fungsi perencanaan karier pada dasarnya adalah sebagai berikut :
1.Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan. Perencanaan karier membantu di dalam penyediaan intenal bakat-bakat karyawan yang dapat dipromosikan guna memenuhi pekejaan yang disebabkan oleh pensiun atau pengunduran diri.
2.Mengurangi peregantian. Meningkatkan perhatian dan kesepakatan karyawan akan loyalitasnya terhadap perusahaan serta mengurangi tingkat pengunduran diri karyawan.
3.Manyaring potensi karyawan. Mendorong karyawan untuk lebih selektif dalam menggunakan kemampuannnya, sebab mereka mempunyai tujuan karier yang lebih khusus.
4.Mengurangi penimbunan. Menjadikan karyawan sadar akan pentingnya kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mementingkan dirinya sendiri serta menyadarkan bahwa departemen SDM bukanlah yang menentukan segalanya.
5.Memuaskan kebutuhan karyawan. Adanya kesempatan pada karyawan untuk tumbuh dan berkembang serta terpenuhinya kebutuhan individu akan harga dirinya menjadikan karyawan merasa puas.
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Karier
Beberapa faktor yang mempengaruhi perencanaan karier, antara lain:
1.Tahap kehidupan karier. Seorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkat dalam hidupnya.
2.Dasar karier atau jangkar karier
3.Kemampuan manajerial
4.Kemampuan fungsional-teknis
5.Keamanan
6.Kreativitas
7.Otonomi dan kebebasan
E. Pengembangan Karier
Implementasi perencanaan karier merupakan pengembangan karier. Pengembangan karier didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan yang ditunjukkan untuk melaksanaan rencana kariernya melalui pendidkan, pelatihan pencarian dan perolehan kerja serta pengalama kerja.
F. Manfaat Pengembangan Karier
Bagi organisasi pengembangan karier bermanfaat sebagai :
1. Menjamin ketersediaan bakat yang diperlukan
2. Meningkatkan kemampuan organisasi
3. Mengurangi frustasi karyawan
4. Mendorong adanya keanekaragaman budaya dalam sebuah organisasi
5.Meningkatkan nama baik organisasi
Bagi karyawan pengembangan karier identik dengan keberhasilan, karena pengembangan karier bermanfaat untuk dapat :
1.Menggunakan potensi seseorang dengan sepenuhnya
2.Menambah tantangan dalam bekerja
3.Meningkatkan otonomi
4.Meningkatkan tanggung jawab
KESIMPULAN
Perencanaan karier berhubungan erat dengan masa depan organisasi atau individu sendiri, karena perencanaan karier yang berarti proses dimana seseorang menyeleksi tujuan karier dan arus karier untuk mencapai tujuan yang direncanakan merupakan suatu gambaran masa depan organisasi atau individu tersebut.
Perencanaan karier memiliki banyak manfaat, selain untuk menata masa depan perencanaan karier juga berfungsi untuk kedisplinan dalam bekerja, karena perencanaan karier dapat menjadi patokan dan cabuk motivasi agar rencana tersebut dapat dicapai.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 15  No. 05 Tahun 2015
PENGARUH PERENCANAAN KARIR, PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA MUSEUM NEGERI PROVINSI SULAWESI UTARA
1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan dan pertumbuhan organisasi mempersyaratkan ketersediaan sumber daya manusia yang andal. Upaya menyediakan sumber daya tersebut dapat diperoleh melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.Sumber daya manusia yang berkualifikasi menurut kebutuhan organisasi dapat diperoleh melalui program perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir. Perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir merupakan faktor yang mendorong tercapainya kinerja pegawai yang terbaik sehingga dapat memberikan penigkatan produktivitas pada organisasi. Kesesuaian kebutuhan organisasi dan tugas dengan program perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir akan mendukung peningkatan kinerja pegawai. Penyesuaian diri terhadap lingkungan kerja, menyelaraskan kemampuan diri terhadap perkembangan teknologi dan perkembangan regulasi dalam dunia kerja merupakan sasaran dari perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir karyawan, sehingga pegawai memiliki kinerja lebih baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Program perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan pengalaman pegawai terhadap pekerjaannya. Pegawai yang memiliki kompetensi terhadap pekerjaannya akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tahapan jenjang karir dan akan mencapai jenjang karir yang baik. Perencanaan karir adalah dimana proses menentukan tujuan karir dan jalur untuk mencapai tujuan tersebut sehingga Membantu mewujudkan peluang kerja yang sama tanpa memandang perbedaan.
Sejarah Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara berawal dari diserahkannya sejumlah temuan benda-benda keramik oleh seorang anggota masyarakat dari Desa Rasi Kecamatan Ratahan bernama Bola Lensu tahun 1967. Dengan begitu banyak temuan benda-benda budaya yang terkumpul, pemerintah dalam hal ini orda Ditjen Kebudayaan Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga melalui proyek pengembangan kebudayaan tersedialah anggaran untuk pembangunan museum seluas 1400 meter persegi. Pada tahun anggaran 1977-1978 di perluas menjadi 11.048 meter pesegi dengan lokasi terletak di pusat kota yaitu di kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang Kota Manado Jl. W.R. Supratman No, 72 Manado.
Tinjauan Pustaka
Manajemen Sumber Daya Manusia
Mondy (2008:4), mendefinisikan manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah individu untuk mencapai tujuan-tujuan orgnisasi.Pada dasarnya, semua manajer membuat segala sesuatuya terselesaikan melalui upaya-upaya lain, ini memerlukan sumber daya manusia yang efektif. Rachmawati (2008:3), mendefinisikan manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatankegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan manajemen sumber daya manusia adalah salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian.
Perencanaan Karir
Mathis (2006:343) mendefinisikan perencanaan karir adalah perencanaan yang fokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karir yang memberikan kemajuan yang logis atas orangorang diantara pekerjaan dalam organisasi. Supriatna (2009:49) mengatakan perencanaan karir adalah aktivitas peserta didik yang mengarah pada keputusan karir masa depan. Tujuan dari perencanaan karir adalah peserta didik memiliki sikap positif terhadap karir di masa yang akan datang. Berdasarkan definisi sebelumnya dapat disimpulkan perencanaan karir dapat didefinikan sebagai suatu proses yang digunakan seseorang untuk memilih tujuan karir dan lajur karir untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk menyesuaikan tujuan karir dan kemampuan individu dengan kesempatan untuk mengisinya secara sistematis.
Pelatihan
Kaswan (2011:2) mendefenisikan pelatihan adalah proses meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan karyawan. Pelatihan meliputi pengubahan sikap sehingga karyawan dapat melakukan pekerjaannya lebih efektif.Mathis (2002:5), Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas.Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan mereka saat ini.Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan pelatihan merupakan kegiatan dari perusahan/instansi yang bermaksud untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan dari pegawainya, sesuai dengan keinginan dari perusahaan/instansi yang bersangkutan.
Pengembangan Karir
Sudiro (2011:91) mendefinisikan pengembangan karier adalah proses peningkatan kemampuan kerja individu yang dicapai dalam rangka mencapai karier yang diinginkan. Martoyo (2007:74) mendefinisikan pengembangan karier merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya sebuah peningkatan-peningkatan status seseorang pada suatu organisasi dalam jalur karier yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan.Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan pengembangan karier merupakan tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu, agar pada saat dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu.
Kinerja
Hasibuan (2007:34) kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan dan waktu. Rivai, (2008:309) menyatakan kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan kinerja adalah gambaran mengenai pencapaian oleh karyawan dalam suatu organisasi dalam pelaksanaan kegiatan, program, kebijaksanaan guna mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan dan pertumbuhan organisasi mempersyaratkan ketersediaan sumber daya manusia yang andal. Upaya menyediakan sumber daya tersebut dapat diperoleh melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.Sumber daya manusia yang berkualifikasi menurut kebutuhan organisasi dapat diperoleh melalui program perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir. Perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir merupakan faktor yang mendorong tercapainya kinerja pegawai yang terbaik sehingga dapat memberikan penigkatan produktivitas pada organisasi. Kesesuaian kebutuhan organisasi dan tugas dengan program perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir akan mendukung peningkatan kinerja pegawai. Penyesuaian diri terhadap lingkungan kerja, menyelaraskan kemampuan diri terhadap perkembangan teknologi dan perkembangan regulasi dalam dunia kerja merupakan sasaran dari perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir karyawan, sehingga pegawai memiliki kinerja lebih baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Program perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan pengalaman pegawai terhadap pekerjaannya. Pegawai yang memiliki kompetensi terhadap pekerjaannya akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tahapan jenjang karir dan akan mencapai jenjang karir yang baik. Perencanaan karir adalah dimana proses menentukan tujuan karir dan jalur untuk mencapai tujuan tersebut sehingga Membantu mewujudkan peluang kerja yang sama tanpa memandang perbedaan.
Sejarah Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara berawal dari diserahkannya sejumlah temuan benda-benda keramik oleh seorang anggota masyarakat dari Desa Rasi Kecamatan Ratahan bernama Bola Lensu tahun 1967. Dengan begitu banyak temuan benda-benda budaya yang terkumpul, pemerintah dalam hal ini orda Ditjen Kebudayaan Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga melalui proyek pengembangan kebudayaan tersedialah anggaran untuk pembangunan museum seluas 1400 meter persegi. Pada tahun anggaran 1977-1978 di perluas menjadi 11.048 meter pesegi dengan lokasi terletak di pusat kota yaitu di kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang Kota Manado Jl. W.R. Supratman No, 72 Manado.
Tinjauan Pustaka
Manajemen Sumber Daya Manusia
Mondy (2008:4), mendefinisikan manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah individu untuk mencapai tujuan-tujuan orgnisasi.Pada dasarnya, semua manajer membuat segala sesuatuya terselesaikan melalui upaya-upaya lain, ini memerlukan sumber daya manusia yang efektif. Rachmawati (2008:3), mendefinisikan manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatankegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan manajemen sumber daya manusia adalah salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian.
Perencanaan Karir
Mathis (2006:343) mendefinisikan perencanaan karir adalah perencanaan yang fokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karir yang memberikan kemajuan yang logis atas orangorang diantara pekerjaan dalam organisasi. Supriatna (2009:49) mengatakan perencanaan karir adalah aktivitas peserta didik yang mengarah pada keputusan karir masa depan. Tujuan dari perencanaan karir adalah peserta didik memiliki sikap positif terhadap karir di masa yang akan datang. Berdasarkan definisi sebelumnya dapat disimpulkan perencanaan karir dapat didefinikan sebagai suatu proses yang digunakan seseorang untuk memilih tujuan karir dan lajur karir untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk menyesuaikan tujuan karir dan kemampuan individu dengan kesempatan untuk mengisinya secara sistematis.
Pelatihan
Kaswan (2011:2) mendefenisikan pelatihan adalah proses meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan karyawan. Pelatihan meliputi pengubahan sikap sehingga karyawan dapat melakukan pekerjaannya lebih efektif.Mathis (2002:5), Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas.Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan mereka saat ini.Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan pelatihan merupakan kegiatan dari perusahan/instansi yang bermaksud untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan dari pegawainya, sesuai dengan keinginan dari perusahaan/instansi yang bersangkutan.
Pengembangan Karir
Sudiro (2011:91) mendefinisikan pengembangan karier adalah proses peningkatan kemampuan kerja individu yang dicapai dalam rangka mencapai karier yang diinginkan. Martoyo (2007:74) mendefinisikan pengembangan karier merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya sebuah peningkatan-peningkatan status seseorang pada suatu organisasi dalam jalur karier yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan.Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan pengembangan karier merupakan tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu, agar pada saat dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu.
Kinerja
Hasibuan (2007:34) kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan dan waktu. Rivai, (2008:309) menyatakan kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan kinerja adalah gambaran mengenai pencapaian oleh karyawan dalam suatu organisasi dalam pelaksanaan kegiatan, program, kebijaksanaan guna mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penelitian Terdahulu
Rimper (2014) melakukan penelitian tentang Pengaruh Perencanaan Karir dan Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. PLN (Persero) Area Manado.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen.Hasil penelitian menunjukkan variabel dependen dan independen memiliki pengaruh yang positif dan signifikan.
Harlie (2012) melakukan penelitian tentang Pengaruh Disiplin Kerja, Motivasi dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Pemerintah Kabupaten Tabalong Di Tanjung Kalimantan Selatan.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, motivasi dan pengembangan karier terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan.Hasil penelitian menunjukkan variabel disiplin kerja, motivasi dan pengembangan karier memiliki pengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai dan secara parsial variabel pengembangan karir memiliki nilai yang negative atau tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai.
Sahanggamu (2014) melakukan penelitian tentang Pengaruh Pelatihan Kerja, Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Dana Raya.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen.hasil penelitian menunjukkan pelatihan kerja, motivasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh secara bersama-sama dan secara parsial terhadap kinerja karyawan.
Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H1). 2. Perencanaan karir diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H2). 3. Pelatihan diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H3). 4. Pengembangan karir diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H4).
2. METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan bersifat kuantitaif, Sugiyono (2013: 8) metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan unstrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Tempat dan Lokasi Penelitian
Tempat penelitian di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan penelitian yang dilakukan peneliti di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yaitu melakukan penelitian awal lewat wawancara, pengambilan data-data yang tersedia dari Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, dan pembagian kusioner kepada pegawai.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang ada di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah 40 pegawai. Teknik sample yang digunakan yaitu sample jenuh yang mana secara keseluruhan jumlah populasi di ambil dan dijadikan sampel.
Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis.
Rimper (2014) melakukan penelitian tentang Pengaruh Perencanaan Karir dan Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. PLN (Persero) Area Manado.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen.Hasil penelitian menunjukkan variabel dependen dan independen memiliki pengaruh yang positif dan signifikan.
Harlie (2012) melakukan penelitian tentang Pengaruh Disiplin Kerja, Motivasi dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Pemerintah Kabupaten Tabalong Di Tanjung Kalimantan Selatan.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, motivasi dan pengembangan karier terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan.Hasil penelitian menunjukkan variabel disiplin kerja, motivasi dan pengembangan karier memiliki pengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai dan secara parsial variabel pengembangan karir memiliki nilai yang negative atau tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai.
Sahanggamu (2014) melakukan penelitian tentang Pengaruh Pelatihan Kerja, Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Dana Raya.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen.hasil penelitian menunjukkan pelatihan kerja, motivasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh secara bersama-sama dan secara parsial terhadap kinerja karyawan.
Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan karir diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H1). 2. Perencanaan karir diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H2). 3. Pelatihan diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H3). 4. Pengembangan karir diduga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai (H4).
2. METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan bersifat kuantitaif, Sugiyono (2013: 8) metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan unstrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Tempat dan Lokasi Penelitian
Tempat penelitian di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan penelitian yang dilakukan peneliti di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yaitu melakukan penelitian awal lewat wawancara, pengambilan data-data yang tersedia dari Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, dan pembagian kusioner kepada pegawai.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang ada di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah 40 pegawai. Teknik sample yang digunakan yaitu sample jenuh yang mana secara keseluruhan jumlah populasi di ambil dan dijadikan sampel.
Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis.
PENTINGNYA PROGRAM PENGEMBANGAN KARIR UNTUK KARYAWAN
Promosi atau kenaikan jabatan pada sebuah perusahaan adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Hal tersebut adalah bentuk pengembangan karir yang dilakukan perusahaan kepada karyawannya. Pengembangan karir ini tentu menjadi suatu hal yang diinginkan oleh setiap karyawan karena umumnya semakin tinggi sebuah jabatan, maka semakin sejahtera juga kehidupannya. Bayangkan jika perusahaan tidak melalukan proses pengembangan karir, pasti karyawan akan pindah dan justru merugikan perusahaan itu sendiri karena harus sering melakukan rekrutmen.
Apa Itu Pengembagan Karir?
Menurut I Komang A, dkk (2012), pengembangan karir adalah peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karir serta peningkatan oleh departemen HR untuk mencapai suatu rencana kerja sesuai dengan jalur atau jenjang organisasi.
Sejalan dengan pengertian tersebut, Sinambela (2016) juga mengatakan bahwa pengembangan karir adalah upaya yang dilakukan oleh organisasi dalam merencanakan karir pegawainya yang disebut sebagai manajemen karir, antara lain merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi karir.
Suatu pengembangan karir selayaknya dilakukan dengan perencanaan dan strategi khusus. Hal ini untuk menjamin pelaksanaanya sesuai dengan harapan dan target yang diinginkan baik oleh perusahaan ataupun karyawan. Untuk itulah, upaya pengembangan karir yang merupakan salah satu bentuk manajemen sumber daya manusia ini dilaksanakan melalui suatu program yang dikenal dengan sebutan Program Pengembangan Karir atau Career Development Program (CDP).
Program Pengembangan Karir
Program pengembangan karir merupakan upaya-upaya yang dilakukan perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada karyawannya dalam meningkatkan performa kerja. Program pengembangan karir ini tidak harus berupa kegiatan-kegiatan besar yang rumit, melainkan cukup dengan cara-cara sederhana.
Menurut Samsudin (2010), desain program pengembangan karir dibedakan dalam tiga fase yaitu :
1.Fase Pencernaan
2.Fase pengarahan
3.Fase pengembangan
Lantas seperti apa program pengembangan karir dilaksanakan? Terdapat beberapa metode/cara yang lumrah dipakai dalam program pengembangan karir, yaitu :
1. Pendidikan dan pelatihan
2. Promosi
3. Mutasi
Pengembangan karir sangat berguna bagi perusahaan agar roda perusahaa. Bisa berjalan dengan baik karena ada rotasi jabatan yang terjadi di dalamnya.program pengembangan karir ini sangat bermanfaat dan penting bagi karyawan.Beberapa keuntungan yang diperoleh karyawan dari program pengembangan karir ini adalah seperti :
1.Lebih memahamin passion
2.Jaminan kesehatan
3.Menambah relasi kerja
4.Meningkatkan kepercayaan diri
https://www.google.com/amp/s/presenta.co.id/artikel/pengembangan-karir/amp/
Promosi atau kenaikan jabatan pada sebuah perusahaan adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Hal tersebut adalah bentuk pengembangan karir yang dilakukan perusahaan kepada karyawannya. Pengembangan karir ini tentu menjadi suatu hal yang diinginkan oleh setiap karyawan karena umumnya semakin tinggi sebuah jabatan, maka semakin sejahtera juga kehidupannya. Bayangkan jika perusahaan tidak melalukan proses pengembangan karir, pasti karyawan akan pindah dan justru merugikan perusahaan itu sendiri karena harus sering melakukan rekrutmen.
Apa Itu Pengembagan Karir?
Menurut I Komang A, dkk (2012), pengembangan karir adalah peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karir serta peningkatan oleh departemen HR untuk mencapai suatu rencana kerja sesuai dengan jalur atau jenjang organisasi.
Sejalan dengan pengertian tersebut, Sinambela (2016) juga mengatakan bahwa pengembangan karir adalah upaya yang dilakukan oleh organisasi dalam merencanakan karir pegawainya yang disebut sebagai manajemen karir, antara lain merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi karir.
Suatu pengembangan karir selayaknya dilakukan dengan perencanaan dan strategi khusus. Hal ini untuk menjamin pelaksanaanya sesuai dengan harapan dan target yang diinginkan baik oleh perusahaan ataupun karyawan. Untuk itulah, upaya pengembangan karir yang merupakan salah satu bentuk manajemen sumber daya manusia ini dilaksanakan melalui suatu program yang dikenal dengan sebutan Program Pengembangan Karir atau Career Development Program (CDP).
Program Pengembangan Karir
Program pengembangan karir merupakan upaya-upaya yang dilakukan perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada karyawannya dalam meningkatkan performa kerja. Program pengembangan karir ini tidak harus berupa kegiatan-kegiatan besar yang rumit, melainkan cukup dengan cara-cara sederhana.
Menurut Samsudin (2010), desain program pengembangan karir dibedakan dalam tiga fase yaitu :
1.Fase Pencernaan
2.Fase pengarahan
3.Fase pengembangan
Lantas seperti apa program pengembangan karir dilaksanakan? Terdapat beberapa metode/cara yang lumrah dipakai dalam program pengembangan karir, yaitu :
1. Pendidikan dan pelatihan
2. Promosi
3. Mutasi
Pengembangan karir sangat berguna bagi perusahaan agar roda perusahaa. Bisa berjalan dengan baik karena ada rotasi jabatan yang terjadi di dalamnya.program pengembangan karir ini sangat bermanfaat dan penting bagi karyawan.Beberapa keuntungan yang diperoleh karyawan dari program pengembangan karir ini adalah seperti :
1.Lebih memahamin passion
2.Jaminan kesehatan
3.Menambah relasi kerja
4.Meningkatkan kepercayaan diri
https://www.google.com/amp/s/presenta.co.id/artikel/pengembangan-karir/amp/