Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. ALK - 6AK-P5
  3. PERTEMUAN 2: PELAPORAN DAN ANALISIS KEUANGAN
  4. PELAPORAN DAN ANALISIS KEUANGAN

PELAPORAN DAN ANALISIS KEUANGAN

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

ANALISIS BISNIS

Pengenalan Analisis Bisnis

Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) merupakan aplikasi dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis. Sedangkan analisis bisnis sendiri adalah analisis atas prospek dan risiko perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis. Analisis bisnis berguna untuk membantu pengambilan keputusan dengan menstrukturkan tugas analisis atas lingkungan bisnis perusahaan, strateginya, serta posisi dan kinerja keuangannya.

Dalam mengevaluasi lingkungan bisnis dan strategi perusahaan, di mulai dengan mempelajari aktivitas bisnis perusahaan. Kemudian demi meningkatkan keputusan bisnis banyak individu dan perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk menyediakan sumber informasi yang kaya dan dapat diandalkan untuk analisis tersebut.

 Jenis-Jenis Analisis Bisnis

Analisis laporan keuangan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis. Tujuan analisis bisnis adalah untuk meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan mengevaluasi informasi yang tersedia tentang situasi keuangan perusahaan, manajemennya, rencana dan strateginya, serta lingkungan bisnisnya. Analisis bisnis diterapkan dalam banyak bentuk dan merupakan suatu bagian penting dari keputusan analis efek, penasehat investasi, manajer reksa dana (fund manager), bankir investasi (investment banker), pemeringkat kredit (credit raters), bankir korporasi (corporate bankers), dan investor individual. Jenis-jenis utama analisis bisnis adalah sebagai berikut.

1.    Analisis Kredit

Kreditor (creditors) meminjamkan dana kepada sebuah perusahaan dan menerima janji pembayaran kembali atas dana mereka dan bunganya. Pendanaan ini bersifat sementara,kreditor meminjamkan dana dalam banyak bentuk dan untuk beragam tujuan. Jenis kreditor terbagi dua (2) jenis, yaitu

  • Kreditor dagang (operating creditor) mengirimkan barang atau jasa kepada perusahaan dan mengharapkan pembayaran dalam waktu yang masuk akal, yang sering kali didasarkan pada norma industri, yaitu berkisar antara 30 sampai 60 hari dengan pemberian diskon tunai untuk pembayaran lebih awal.
  • Kreditor non-dagang (nontrade creditors atau debtholder), menyediakan pendanaan kepada perusahaan dan menerima janji, biasanya tertulis, atas pembayaran dengan bunga (eksplisist atau implisist) pada tanggal tertentu di masa depan. Jenis pendanaan ini biasanya bersifat jangka pendek atau jangka panjang serta muncul dalam berbagai jenis transaksi.

Dalam pendanaan kredit murni, elemen pentingnya adalah keuntungan bagi kreditor yang bersifat tetap.Kemungkinan keuntungan kreditor terbatas pada tingkat bunga atau kotrak utang atau pada margin laba atas barang atau jasa yang diserahkan, kreditor menanggung resiko tidak di bayar (risk of default) oleh pelanggan.

Analisis kredit merupakan evaluasi atas kelayakan perusahaan untuk mendapatkan kredit. Sebuah perusahaan dapat mendapatkan kredit jika ialulus dalamkelayakan kredit (credit worthiness) yang di ukur dari tingkat laba, sedangkan credit worthiness adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kreditnya. Fokus utama analisis kredit terletak pada risiko, bukan sisi baik potensi (profitabilitas). Hal ini meliputi analisis likuiditas maupun solvabilitas.

  • Likuiditas (liquidity) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya. Alat analisis kredit dan kriteria likuiditas bergantung pada arus kas perusahaan dan komponen aktiva lancar dan kewajiban lancarnya.
  • Solvabilitas (solvency) merupakan kemungkinan dan kemampuan jangan panjang perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjang.Alat analisis kredit dan kriteria solvabilitas meliputi penilaian obligasi, kreditor memerlukan analisis yang lebih rinci dan berorientasi ke depan. Analisis kredit jangka panjang meliputi proyeksi arus kas dan evaluasi profitabilitas yang berlanjut (disebut pula sustainable earning power).

 

2.    Analisis Ekuitas

Investor ekuitas (equity investor) menyediakan dana kepada perusahaan sebagai balasan atas risiko dan imbalan kepemilikan. Investor ekuitas merupakan penyedia terbesar pendanaan perusahaan, atau disebut juga ekuitas atau modal saham yang menawarkan pengamanan atau penjagaan untuk semua bentuk pendanaan. Hal ini berarti investor ekuitas berhak atas distribusi aset perusahaan hanya setelah klaim dari pengklaim yang lebih utama telah dipenuhi, termasuk bunga dan dividen preferen. Hal ini mengimplikasikan bahwa investor ekuitas menjadi pihak pertama yang menyerap kerugian jika perusahaan terlikuidasi, meskipun kerugian mereka terbatas pada jumlah yang diinvestasikan. Dengan demikian, berbeda dengan analisis kredit, analisis ekuitas bersifat asimetri, dimana harus menilai dua sisi risiko dan potensi. Karena investor ekuitas dipengaruhi oleh seluruh aspek kondisi dan kinerja keuangan perusahaan, kebutuhan analisis mereka paling banyak dan komprehensif.

Strategi investasi aktif dalam analisis ekuitas adalah sebagai berikut

  • Analisis teknis (technical analysis), atau charting, mencari pola dalam sejarah harga atau volume sebuah saham untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan.
  • Analisis fundamental (fundamental analysis), merupakan proses menentukan nilai perusahaan dengan menganalisis dan menginterpretasikan faktor-faktor kunci untuk ekonomi, industri, dan perusahaan. Tujuan utama analisis fundamental adalah menentukan nilai intrinsik, yang disebut juga nilai fundamental (fundamental value). Sedangkan nilai intrinsik (intrinsic value) adalah nilai sebuah perusahaan (atau sahamnya) berdasarkan analisis fundamental, tanpa mengacu pada nilai pasar (atau harga saham). Contoh strategi fundamental adalah beli saham perusahaan jika nilai intrinstiknya lebih tinggi dari nilai pasar, dan menjual saham jika nilai pasar lebih tinggi daripada nilai intrinstiknya.

 Kegunaan Lain dari Analisis Bisnis

Analisis bisnis dan analisis laporan keuangan diperlukan dalam beberapa hal lain sebagai berikut.

  • Manajer

Manajer berkepentingan atas kondisi keuangan, profitabilitas, dan prospek perusahaan mereka, baik analisis bisnis maupun analisis laporan keuangan yang memuat perspektif pihak luar terhadap perusahaan, sebagaimana kreditor dan investor memandangnya. Kegunaan analisis laporan keuangan bagi manajer memberikan petunjuk tentang perubahan strategis dalam kegiatan operasional, investasi dan pendanaan perusahaan. Manajer juga menganalisis dan laporan keuangan perusahaan pesaing untuk mengevaluasi profitabilitas dan risiko pesaing. Analisis tersebut juga memungkinkan adanya perbandingan antar perusahaan (interfirm comparisons), baik untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan relatif terhadap kompetitor, maupun sebagai tolok ukur (benchmark) kinerja.

  • Merger, Akuisisi, dan Divestasi

Analisis Analisis bisnis dilakukan setiap kali perusahaan merestrukturisasi operasinya, melalui merger, akuisisi, divestasi, maupun spin-off. Bankir investasi perlu mengindentifikasi target potensi dan menentukan nilainya. Analis efek perlu menentukan apakah akan ada tambahan nilai, dan bila ada berapa nilainya, yang dihasilkan dari merger bagi perusahaan pembeli maupun bagi perusahaan target.

  • Manajemen Keuangan

Manajer harus mengevaluasi dampak keputusan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Analisis bisnis membantu manajer untuk menilai dampak keputusan keuangan terhadap profitabilitas di masa mendatang maupun resikonya.

  •  Direktur.

Sebagai wakil pemegang saham terpilih, direktur bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan pemegang saham dengan mengawasi secara hati-hati aktivitas perusahaan.

  • Regulator (Pembuat Peraturan).

Internal Revenue Service (IRS) menerapkan alat analisis laporan keuangan untuk mengaudit laporan pajak dan memeriksa kewajaran jumlah yang dilaporkan.

  • Serikat kerja.

Teknik analisis laporan keuangan berguna bagi serikat kerja dalam negosiasi tawar-menawar kolektif.

  • Pelanggan.

Teknik analisis digunakan untuk menentukan profitabilitas pemasok bersamaan dengan estimasi keuntungan pemasok dari transaksi yang saling menguntungkan.


 Komponen Analisis Bisnis

 Komponen Proses Analisis Bisnis

 Pengantar Analisis Bisnis ΓÇô Budi Bakti School Of Management

 

 Analisis Lingkungan Bisnis dan Strategi

 Analisis lingkungan bisnis dan strategi terdiri dari : (1) bagian analisis industri, dan (2) analisis strategi.

  • Analisis industri (industry analysis) merupakan langkah pertama dalam prospek dan struktur industri karena hal tersebut akan menentukan profitabilitas perusahaan. Analisis industri sering dikerjakan dengan menggunakan kerangka yang diajukan oleh Porter (1980, 1985) atau analisis rantai nilai (value chain analysis).
  • Analisis strategi (strategy analysis) merupakan evaluasi atas keputusan bisnis perusahaan dan keberhasilan perusahaan membangun keunggulan kompetitifnya.

Analisis lingkungan bisnis dan strategi memerlukan pengetahuan tentang kekuatan ekonomi dan industri. Analisis ini juga memerlukan pengetahuan tentang manajemen strategi, kebijakan bisnis, produksi, manajemen logistik, pemasaran, dan ekonomi manajerial.

Analisis Akuntansi

Analisis akuntansi (accounting analysis) merupakan proses evaluasi sejauh mana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Keterbatasan akuntansi ini mempengaruhi kegunaan laporan keuangan dan menimbulkan setidaknya dua masalah dalam analisis.

  • Etidakseragaman akuntansi menyebabkan masalah perbandingan (comparability problem). Masalah ini muncul jika perusahaan yang berbeda menerapkan akuntansi yang berbeda untuk transaksi atau peristiwa yang sama. Masalah ini juga muncul jika perusahaan mengubah akuntansinya, yang berakibat pada timbulnya kesulitan perbanding sementara.
  • Pilihan dan ketidaktepatan dalam akuntansi dapat mendistrosi informasi laporan keuangan. Distorsi akuntansi (accounting distortion) merupakan penyimpangan informasi akuntansi dari ekonomi yang mendasarinya.Distorsi ini muncul dalam tiga bentuk.

  1. Estimasi manajemen dapat salah satu tidak lengkap. Kesalahan estimasi ini merupakan sebab utama distorsi akuntansi;
  2. Manajer dapat menggunakan pilihan dalam akuntansi untuk manipulasi atau mempercantik laporan keuangan (window-dressing). Manajemen laba ini dapat menyebabkan distorsi akuntansi; dan 
  3. Standar akuntansi dapat menyebabkan distorsi akuntansi karena gagal menangkap realitas ekonomi.

Tiga jenis distorsi akuntansi tersebut akan menciptakan risiko akuntansi laporan keuangan (accounting risk), yang berarti ketidakpastian dalam analisis laporan keuangan karena distorsi akuntansi.

Tujuan utama dari analisis akuntansi adalah untuk mengevaluasi dan mengurangi resiko akuntansi serta meningkatkan muatan ekonomis laporan keuangan. Analisis akuntansi meliputi evaluasi kualitas laba perusahaan atau secara lebih luas, kualitas akuntansinya. Analisis akuntansi juga mencakup evaluasi atas daya tahan laba (earning persistence), yang kadang kala disebut sustainable earning power.

 Analisis Keuangan

Analasis keuangan (financial analysis) merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis posisis dan kinerja keuangan perusahaan dan untuk menilai kinerja keuangan di masa depan.

Analisis keuangan terdiri dari 3 bagian besar,yaitu:

  1. Analisis Profitabilitas, merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan. Analisis ini berfokus pada sumber daya perusahaan dan tingkat profitabilitasnya. Dan melibatkan identifikasi dan pengukuran dampak berbagai pemicu profitabilitas.
  2. Analisis Resiko, merupakan evaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya dengan variasi laba. Analisis resiko penting untuk analisis ekuitas, baik untuk mengevaluasi keandalan dabn daya tahan kinerja perusahaan untuk mengestimasi biaya modal perusahaan.
  3. Analisis Sumber dan Pengunaan Dana, merupakan evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dananya. Analisis ini memberikan pandangan tentang implikasi pendanaan perusahaan dimasa depan.

Analisis Prospektif

Analisis Prospektif (prospective analysis) merupakan peramalana hasil dimasa depan- biasanya laba,arus kas, atau keduanya. Output dari analisis prospektif adalah hasil yang diharapkan (expected payoffs) dimasa depan yang digunakan untuk mengestimasi nilai perusahaan.

Valuasi

 Valuasi (valuation) merupakan proses mengubah ramalan hasil dimasa depan menjadi estimasi nilai perusahaan. Sehingga Valuasi ini menjadi tujuan utama dari banyak jenis analisis bisnis.

Analisis Laporan Keuangan dan Analisis Bisnis

 Analisis laporan keuangan merupakan kumpulan proses analisis yang merupakan bagian dari analisis bisnis. Oleh karena itu, analisis laporan keuangan dipandang sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis dan seluruh komponen analisisnya.

 

LAPORAN KEUANGAN ΓÇô DASAR ANALISIS


Aktivitas Bisnis

Laporan keuangan perusahaan berikut pengungkapannya menginformasikan empat aktivitas utama perusahaan, yaitu:

1.    Aktivitas Perencanaan

Rencana bisnis membantu manajer untuk memusatkan usaha mereka dan mengidentifikasi kesempatan dan rintangan yang diharapkan. Pandangan ke dalamam rencana bisnis membantu analisis atas prospek perusahaan kini dan nanri, dan merupakan bagian dari analisis lingkungan bisnis dan strategi.kita mencari informasi tentang tujuan perusahaan dan taktiknya. Permintaan oasar, kinerja manajemen, analisis kompetitif, strategi penjualan, kinerja manajeman,dan proyeksi keuangan.

Informasi ini bisa di dapat di laporan keuangan (management discussion dan analysis) dan juga tersedia memalui media yang kurang formal seperti pernyatan pers,publikasi industri, bulletin analisis, dan berita keuangan .

 2.    Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan adalah metode yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan uang untuk membayara kebutuhan-kebutuhannya. Terdapat dua sumber pendanaan,yaitu:

  • Investor ekuitas(pemegang saham)

Investor memberikan pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi mereka, setelah mempertimbangkan pengembalian yang di harapkana dan resiko. Pengembalian adalah bagian investor ekuitas atas  laba  perusahaan  dalam bentuk distribusi laba (pembayaran diveden kepada pemegang saham langsung, deviden dapat diberikan dalam bentuk tunai atau deviden saham atau secara tidak langsung melalui pembelian kembali saham.pembayaran diveden mengacu pada proporsi laba yang di distribusikan yang sering di nyatakan dalam rasio atau persentase) atau reinvestasi laba ( mengacu padan penahana laba dalam perusahaan untuk digunakan dalam bisnis perusahaan. Sering diukur dengan rasio penahanan/rasio laba di tahan= 1- dividen payout rasio)

Pendanaan ekuitas dapat berupa uang tunai,aktiva atau jasa yang di kontribusikan kepada perusahaan sebagai penukar saham. Penawaran saham privat melibatkan penjualan ke individu atau organisasi. Untuk Penawaran saham ke public berbiaya besar karena termasuk pemenuhan oeraturan pemerintah, persyaratan pencatatan di bursa, dan komisi untuk agen penjual. Tetapi manfaat utama nay adalah potensi untuk mensapatkan dana dalam jumlah besar untuk aktivitas bisnis.

  •  Kreditor (pemberi pinjaman)

Kreditor di bagi menjadi dua jenis,yaitu

  1. kreditor utang, yang secara langsung meminjamkan uang. Biasanya pendanaannya terjadi melalui pinjaman atau melalui pemberian efek atau obligasi. Pemberi utang meliputi bank,institusi pemberi pinjaman, institusi keuangan dan non keuangan,
  2. kreditor operasi, yang meminjamkan uang kepada perusahaan sebagai bagian dari operasinya. Kreditor opersi meliputi pemasok,karyawan,pemerintah dan pihak lainnya yang meminjamkan uang kepada perusahaan pendanaan kreditor berbeda dengan pendanaan ekuitas dalam hal perjanjian atau kontrak, pada umumnya mensyatkan pembayaran kembali pinjaman dengan bunga pada tanggal. Pengembalian kreditor umumnya ditentukan dalam kontak pinjaman.

Resiko kreditor adalah kemungkinan kegagalan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan bunga.dalam situasi ini, kreditor mungkin tidak menerima uang mereka yang jatoh tempo, dan menyebabkan kebangkrutan atau penanganan legal lainnya. Penangana tersebut menimbulakan biaya bagi kreditor.

 

3.    Analisis Investasi

Mengacu pada perolehan dan pemeliharaan investasi dengan tujian menjual produk dan menyediakan jasa dan untuk tujuan menginvestasikan kelebihan kasbiasanya dalam bentuk aktiva operasi(bangunan, peralatan, hak paten, persediaan, modal manusia(karyawan dan manajer, system informasi) dan aktiva keuangan dalam bentuk efek(saham ekuitas perusahaan lain, obligasi dan reksa dana).

4.    Aktivitas Operasi

Mencerminkan pelaksanaan rencana bisnis yang terdapat dalam aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi. Aktivitas operasi melibatkan lima komponen,yaitu: penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, pemasaran penjualan. Manajemen harus menentukan baura yang paling efisien dan efektif untuk keunggulan kompetitif perusahaan. Aktifitas operasi perusahaan merupakan sumber utama laba perusahaan. Analisis atas angka laba dan bagian komponennya, mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya secara efisien dan efektif.

 

Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis

 1. Neraca

PERSAMAAN AKUNTASI : AKTIVA= KEWAJIABAN + EKUITAS

 Aktiva adalah investasi yang diharapkan untuk menghasilakan laba di masa depan melalui aktivitas operasi. Kewajiban adalah pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan atau klaim kreditor atas aktiva. Ekuitas merupakan total dari pendapatan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik atau akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik sejak perusahaan didirikan.

2.    Laporan Rugi Laba

Laporan rugi laba mengukur kinerja keuangan perusahaan antara tanggal neraca. Laporan rugi laba menyediakan rincian pendapatan, beban,untung atau rugi perusahaan suatu periode waktu. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang saham.

3.    Laporan Ekuitas Pemegang Saham

Menyajikan perubahan-perubahan pada pos-poas ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi alasan perubahan klaim pemegang ekuitas atas aset perusahaan. Perubahan ekuitas pemegang saham disebabkan karena penerbitan saham (sebagian besar disebabkan karena opsi saham pegawai), pembelian kembali saham (treasury stock), dan reinvestasi laba.

4.    Laporan arus Kas

Melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama suatu periode tertentu.

Laporan arus kas mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :

 ┬╖         Cash inflow

 Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas)

┬╖         Cash out flow

 Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas.

Informasi Tambahan

Analisis laporan keuangan yang menyeluruh melibatkan pemerikasaan tambahan sebagai berikut:

1.  Management Disscussion and Analysis (MD&A)

Manajemen mengungkapkan informasi prospektif terkait dengan pristiwa dan ketidakpastian yang material, yang menyebabkan informasi keuangan yang dilaporkan menjadi kurang mengindikasikan aktivitas operasi atau kondisi keuangan di masa depan.

2.  Laporan Manajemen (Management Report)

 Laporan manajemenbertujuan untuk menekankan tanggung jawab manajemen senior atas sistem pengendalian keuangan dan sistem pengendalian internal perusahaanpembagian peran manajemen direktur, dan auditor dalam penyiapan laporan keuangan.

3.  Laporan Auditor (Auditor Report)

Auditor eksternal adalah akuntan publik bersertifikasi independen yang diminta oleh perusahaan untuk memberikan opini tentang kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Analisis laporan keuangan memerlukan penelaahan atas laporan auditor untuk meyakinkan bahwa perusahaan mendapatkan opini wajar tanpa pengendalian.

4. Catatan Penjelas (Explanatory Notes)

 Catatan ini merupakan median untuk mengkomunikasikan informasi tambahan tentang pos-pos yang ada maupun tidak ada dalam laporan. Catatan tambahan ini meliputi informasi tentang:

┬╖         prinsip dan metode akuntansi yang digunakan

┬╖         pengungkapan rinci atas tiap pos laporan keuangan

┬╖         komitmen dan kontinjensi

┬╖         kombinasi bisnis

┬╖         transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa

┬╖         rencana opsi saham

┬╖         kemajuan proses hukum

┬╖         pelanggan signifikan

 5.    Informasi Tambahan (Supplementary Information)

 Informasi tambahanMeliputi :

┬╖         Data segmen bisnis

┬╖         penjualan ekspor

┬╖         efek yang diperdagangkan

┬╖         akun penilaian

┬╖         pinjaman jangka pendek

┬╖         data keuangan kuartalan

 6.    Laporan Proksi (Proxy Statement)

Proksi merupakan media dimana pemegang saham mengotorisasi pihak lain untuk mewakilinya pada rapat pemegang saham. Laporan proksi memuat informasi yang diperlukan pemegang saham untuk memberikan suara dalam hal bersangkutan. Proxy statement memuat banyak informasi tentang perusahaan termasuk identitas pemegang saham dengan kepemilikan saham beredar 5% ke atas, informasi biografi dewan direksi, kesepakatan kompensasi untuk pejabat dan direktur, rencana kompensasi pegawai dan transaksi-transaksi tertentu yang terkait dengan para pejabat dan direktur perusahaan.

  


Pelajaran ini belum siap untuk diambil.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler