Analisis pemangku kepentingan berguna untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pemangku kepentingan perusahaan. Itu membantu untuk memetakan seberapa strategis masing-masing pemangku kepentingan bagi perusahaan. Itu penting untuk membantu manajemen dalam memprioritaskan kebijakan dan strategi untuk menangani mereka.
Matriks prioritas pemangku kepentingan (stakeholder priority matrix) atau kadang disebut sebagai peta pemangku kepentingan adalah alat untuk mengevaluasi. Itu mengkategorikan pemangku kepentingan berdasarkan seberapa strategis mereka bagi perusahaan. Itu diukur dari kepentingan mereka di perusahaan dan kekuatan mereka untuk mempengaruhi perusahaan. Perusahaan seharusnya menempatkan prioritas tertinggi ke mereka yang strategis bagi kesuksesan perusahaan dan signifikan mempengaruhi perusahaan.

Mengelola pemangku kepentingan
Melalui manajemen pemangku kepentingan, perusahaan berusaha untuk berurusan secara adil dengan pemangku kepentingan dan mengakomodasi kepentingan mereka secara optimal demi menjaga hubungan jangka panjang yang baik. Itu membutuhkan analisis pemangku kepentingan di atas. Perusahaan mengidentifikasi siapa saja pemangku kepentingan mereka, mengidentifikasi kepentingan mereka, menentukan signifikansi mereka, membuat prioritas, dan mengelola hubungan dengan mereka.
Beberapa solusi berguna untuk mengatasi berbagai konflik pemangku kepentingan, termasuk:
Arbitrasi (arbitration). Itu adalah solusi untuk menyelesaikan perselisihan industrial antara karyawan (melalui serikat pekerja) dan manajemen dengan menghadirkan pihak ketiga independen. Arbitrator tidak memiliki kepentingan dengan pihak yang berkonflik dan tidak memihak dalam membuat keputusan yang mengikat dalam menyelesaikan perselisihan.