Di dalam sebuah perusahaan, pegawai atau pekerja akan diberikan imbalan sebagai balasan dari jasa dan usahanya yang diberikan kepada perusahaan tersebut. Gaji diterapkan oleh perusahaan untuk menunjang potensi pekerja sebagai sumber daya manusia secara maksimal untuk meraih tujuan perusahaan.
Rangsangan berupa gaji ini diberikan agar pekerja atau pegawai perusahaan untuk melakukan tugas dengan baik. Untuk penjelasan lebih detail mengenai apa itu gaji
1. Pengertian
Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul "Gaji adalah: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Sistem dan Perbedaannya".
Klik untuk baca: https://www.idntimes.com/business/finance/rinda-faradilla/apa-itu-gaji.
1. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Gaji adalah balas jasa yang diterima pekerja dalam bentuk uang berdasarkan waktu tertentu.
2. Anwar Prabu Mangkunegara (2008: 85)
Gaji merupakan uang yang dibayarkan kepada pengawas atau dasar jasa pelayanan yang diberikannya secara bulanan.
3. Handoko
Gaji merupakan suatu pemberian pembayaran finansial kepada karyawannya sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang telah dilakukannya dan juga sebagai motivasi untuk pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang.
Gaji adalah salah satu hal yang penting bagi setiap karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan, karena dengan gaji yang diperoleh seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hasibuan (2002) menyatakan bahwa ΓÇ£Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pastiΓÇ¥ (p. 118). Pendapat lain dikemukakan oleh Handoko (1993), ΓÇ£Gaji adalah pemberian pembayaran finansial kepada karyawan sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivasi pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datangΓÇ¥ (p. 218). Selain pernyataan Hasibuan dan Handoko, ada pernyataan lainnya mengenai gaji dari Hariandja (2002), yaitu Gaji merupakan salah satu unsur yang penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, sebab gaji adalah alat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pegawai, sehingga dengan gaji yang diberikan pegawai akan termotivasi untuk bekerja lebih giat.
Teori yang lain dikemukakan oleh Sastro Hadiwiryo (1998), yaitu :
Pernyataan di atas juga didukung oleh pendapat Mathis dan Lackson (2002), ΓÇ£Gaji adalah suatu bentuk kompensasi yang dikaitkan dengan kinerja individu, kelompok ataupun kinerja organisasiΓÇ¥ (p. 165).
Menurut Poerwono (1982) peranan gaji dapat ditinjau dari dua pihak, yaitu :
Aspek pemberi kerja (majikan) adalah manager
Gaji merupakan unsur pokok dalam menghitung biaya produksi dan komponen dalam menentukan harga pokok yang dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Apabila suatu perusahaan memberikan gaji terlalu tinggi maka, akan mengakibatkan harga pokok tinggi pula dan bila gaji yang diberikan terlalu rendah akan mengakibatkan perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja.
Aspek penerima kerja
Gaji merupakan penghasilan yang diterima oleh seseorang dan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Gaji bukanlah merupakan satu ΓÇô satunya motivasi karyawan dalam berprestasi, tetapi gaji merupakan salah satu motivasi penting yang ikut mendorong karyawan untuk berprestasi, sehingga tinggi rendahnya gaji yang diberikan akan mempengaruhi kinerja dan kesetiaan karyawan.
Menurut Komaruddin (1995) fungsi gaji bukan hanya membantu manajer personalia dalam menentukan gaji yang adil dan layak saja, tetapi masih ada fungsi-fungsi yang lain, yaitu (p. 164) :
Menurut Hasibuan (2002) tujuan penggajian, antara lain :
Dengan pemberian gaji terjalinlah ikatan kerja sama formal antara majikan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas ΓÇô tugasnya dengan baik, sedangkan pengusaha atau majikan wajib membayar gaji sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan ΓÇô kebutuhan fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya.
Jika program gaji ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.
Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya.
Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relatif kecil.
Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. Karyawan akan menyadari serta mentaati peraturan ΓÇô peraturan yang berlaku.
Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.
Jika program gaji sesuai dengan undang ΓÇô undang yang berlaku (seperti batas gaji minimum) maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.