Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2025-1 I Hari: Jam I MMA25206 I General Business Environment I T I Dr. Lukmanul Hakim/Ir. Firmansyah
  3. PTM 1 GBE 2025-2026 Ganjil-Konsep dasar lingkungan bisnis - 11 Oktober 2025
  4. Data analisis lingkungan bisnis (internal dan eksternal)

Data analisis lingkungan bisnis (internal dan eksternal)

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Data analisis lingkungan bisnis (internal dan eksternal) dalam bentuk tabel dan deskripsi, disusun berdasarkan kerangka Wheelen & Hunger (2017) serta kajian piramida lingkungan bisnis (Dunia → Indonesia → Lampung → Bandar Lampung).

Latihan analisis pada Pertemuan 1: Konsep Dasar Lingkungan Bisnis.

Tabel 1. Analisis Lingkungan Eksternal (PESTEL) dalam Bentuk Piramida

 

Tingkat Analisis

Faktor Politik

Faktor Ekonomi

Faktor Sosial

Faktor Teknologi

Faktor Lingkungan

Faktor Hukum

Global (Dunia)

Ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional (ASΓÇôTiongkok).

Perlambatan ekonomi global dan inflasi tinggi.

Perubahan gaya hidup digital pasca-pandemi.

Adopsi AI dan otomasi industri.

Isu perubahan iklim global dan transisi energi hijau.

Standar hukum internasional tentang sustainability.

Nasional (Indonesia)

Stabilitas politik dan kebijakan hilirisasi industri.

Pertumbuhan ekonomi ┬▒5,1% (BPS, 2024).

Bonus demografi dan peningkatan kelas menengah.

Peningkatan transformasi digital dan e-commerce.

Regulasi ESG dan kebijakan energi baru terbarukan.

UU Cipta Kerja dan peraturan ketenagakerjaan baru.

Regional (Lampung)

Dukungan pemerintah provinsi terhadap investasi agroindustri.

Pertumbuhan sektor pertanian dan pariwisata.

Kearifan lokal dan budaya kerja gotong royong.

Peningkatan adopsi teknologi pertanian dan UMKM digital.

Pengelolaan lingkungan pesisir dan lahan perkebunan.

Regulasi daerah terkait izin usaha dan AMDAL.

Lokal (Bandar Lampung)

Kebijakan pemkot dalam mendukung UMKM dan pariwisata.

Pertumbuhan ekonomi daerah ┬▒4,8% (BPS Kota, 2024).

Urbanisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat kota.

Peningkatan penggunaan aplikasi digital dan startup lokal.

Pengelolaan sampah kota dan green city program.

Regulasi perizinan berbasis OSS (Online Single Submission).

 

Tabel 1 menjelaskan bahwa  Level Global: Dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik (misalnya konflik perdagangan ASΓÇôTiongkok) yang memengaruhi rantai pasok global. Selain itu, isu AI, digitalisasi, dan perubahan iklim menjadi faktor dominan yang memaksa bisnis beradaptasi.; Level Nasional (Indonesia): Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil sekitar 5%, didukung oleh transformasi digital dan kebijakan hilirisasi. Namun, pengaruh global seperti inflasi dan krisis energi menuntut perusahaan untuk lebih efisien.; Level Regional (Provinsi Lampung): Lampung berperan sebagai lumbung pangan dan perkebunan nasional, terutama di sektor kopi, tebu, dan singkong. Dukungan pemerintah daerah terhadap industri agro dan UMKM digital semakin kuat, meskipun tantangan masih ada pada sisi infrastruktur dan pemasaran.; Level Lokal (Kota Bandar Lampung): Kota ini mengalami pertumbuhan pesat sektor jasa, perdagangan, dan UMKM. Digitalisasi dan kebijakan kota ramah lingkungan menjadi fokus utama. Namun, tantangan seperti manajemen sampah, kemacetan, dan kepatuhan regulasi masih perlu perhatian.

Tabel 2. Analisis Lingkungan Internal (Contoh Perusahaan Lokal: UMKM ΓÇ£Kopi Lampung MakmurΓÇ¥)

Aspek Internal

Deskripsi Kondisi Saat Ini

Implikasi Strategis

Sumber Daya Manusia

15 karyawan dengan keahlian roasting dan pemasaran digital.

Perlu pelatihan lanjutan untuk e-commerce dan manajemen kualitas.

Keuangan

Modal terbatas dari pendanaan pribadi dan pinjaman koperasi.

Perlu akses pembiayaan dari bank atau investor lokal.

Struktur Organisasi

Masih sederhana dan terpusat pada pemilik.

Perlu pembagian peran yang lebih jelas untuk efisiensi.

Budaya Organisasi

Mengedepankan nilai lokal dan kerja sama tim.

Dapat menjadi kekuatan diferensiasi dalam branding.

Teknologi Produksi

Menggunakan mesin roasting semi-modern.

Perlu investasi alat produksi otomatis agar kapasitas meningkat.

Inovasi & Produk

Produk unggulan: Kopi bubuk dan biji kopi kemasan.

Perlu diversifikasi ke produk turunan seperti kopi ready-to-drink.

 

Tabel 2 Menjelaskan bahwa  Kekuatan (Strengths): Budaya kerja kolaboratif, kualitas kopi lokal unggulan, dan branding khas Lampung.; ∩é╖  Kelemahan (Weaknesses): Struktur organisasi belum profesional, keterbatasan modal dan teknologi produksi.; Peluang (Opportunities): Peningkatan tren kopi lokal, dukungan pemerintah daerah terhadap UMKM, dan potensi ekspor.; Ancaman (Threats): Persaingan dari kopi merek nasional, fluktuasi harga bahan baku, dan regulasi pajak daerah.

Tabel 3. Sintesis: Kajian Piramida Lingkungan Bisnis

Level Analisis

Faktor Utama yang Berpengaruh

Dampak terhadap UMKM Kopi Lampung Makmur

Dunia

Tren sustainability dan perdagangan internasional

Meningkatnya permintaan kopi organik dan sertifikasi ekspor.

Indonesia

Transformasi digital dan kebijakan UMKM

Peluang promosi dan penjualan melalui marketplace nasional.

Lampung

Dukungan agroindustri dan pariwisata

Potensi kolaborasi dengan destinasi wisata kopi dan event lokal.

Bandar Lampung

Kebijakan UMKM digital dan kota kreatif

Meningkatkan pemasaran berbasis aplikasi dan media sosial lokal.

 

Tabel 3 menjelaskan bahwa Lingkungan bisnis dari tingkat global hingga lokal saling terkait dan berlapis. Faktor global seperti perubahan teknologi dan iklim berdampak pada kebijakan nasional, yang pada gilirannya memengaruhi sektor-sektor ekonomi di Lampung dan Kota Bandar Lampung. Perusahaan seperti Kopi Lampung Makmur perlu memperkuat kekuatan internal (SDM, inovasi, keuangan) agar mampu memanfaatkan peluang eksternal (dukungan UMKM digital, tren sustainability, dan pariwisata lokal).

 

Pelajaran ini belum siap untuk diambil.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler