Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2019-2 | MSDM Lanjutan | SP | Stefanus Rumangkit & Betty Magdalena
  3. Pertemuan ke 7, Motivasi dan Partisipasi Kerja, Selasa , 29 September 2020, pukul : 13.00-16.00
  4. Materi Bacaan Motivasi dan Partispasi Kerja

Materi Bacaan Motivasi dan Partispasi Kerja

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

1 MOTIVASI DAN PARTISIPASI KERJA MENURUT PARA AHLI
a.    George R. Terry berpendapat ΓÇ£motivasi kerja adalah suatu keinginan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertindak sesuatuΓÇ¥.
b.    Dr. Sondan P. Siagian, MPA berpendapat bahwa: ΓÇ£Motivasi kerja merupakan keseluruhan proses pemberian motiv berkerja para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
c.    Wahjosumadjo menyatakan, ΓÇ£motivasi kerja merupakan suatu prsoses psikologis yang mencerminkan interaski antara sikap kebutuhan persepsi dan kepuasan yang terjadi pada diri seseorang
d.    G. Terry mengemukakan bahwa ΓÇ£Motivasi diartikan sebagai mengusahakan supaya seseorang dapat menyelesaikan mempekerjaan dengan semangat karena ia ingin melaksanakannyaΓÇ¥.
e.    M. Manullang memberikan pengertian motivasi sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini bertujuan untuk menggiatkan orang-orang karyawan agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari orang-orang tersebut.

2.2 DASAR-DASAR TERBENTUKNYA MOTIVASI DAN PARTISIPASI KERJA
Pada dasarnya motivasi dapat mamacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka. Hal ini akan meningkatkan produkitvitas kerja karyawan sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaaan. Sumber motivasi ada tiga faktor, yakni:
1.    Kemungkinana untuk berkembang
2.    Jenis pekerjaan
3.    Apakah mereka dapat merasa bagga menjadi bagian dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Di samping itu terdapat beberapa aspek yang terpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan, yakni: rasa aman dalam bekerja, mendapatkan gaji yang adil dan kompetitif. Lingkungan kerja yang menyenangkan, penghargaan atas prestasi kerja dan perlakuan yang adil dari manajemen. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, pekerjaan yang menarik menantang, kelompok dan rekan-rekan kerja yang menyenangkan, kejelasan akan standar keberhasilan, output yang diharapkan serta, bangga terhadap pekerjaan dan perusahaan dapat menjadi faktor pemicu kerja karyawan.
Pada dasarnya proses dapat digambarkan jika seseorang tidak puas akan mengakibatkan ketegangan, yang pada akhirnya akan mencapai jalan atau tindakan untuk memenuhi dan terus mencari kepuasan yang menurut ukurannya sendiri sudah sesuai dan harus terpenuhi. Sebagai contohnya, beberapa karyawan secara regular menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berbicara atau mendiskusikan sesuatu di kantor, yang sebenarnya hanya untk memuaskan kebutuhan sosialnya. Langkah ini sebagai suatu usaha yang bagus, namun tidak produktif dapat mewujudkan hasil kerja atau target kerja.

2.3  PRINSIP-PRINSIP DALAM MEWUJUDKAN MOTIVASI DAN PARTISIPASI KERJA
Dalam memotivasi dan partisipasi kerja terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi dan berpartisipasi dalam bekerja, yaitu:
a.     Prinsip partisipasi
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pimpinan.
Contoh: sebuah perusahaan menginginkan adanya produk baru yang akan dikeluarkan oleh perusahaannya. Maka disini pegawai diharapkan dapat ikut serta berpartisipasi memberikan ide-ide tentang produk apa saja yang hendak diciptakan dan bagaimana prosedur pengerjaannya.

b.    Prinsip komunikasi
Dalam sebuah perusahaan, komunikasi dan informasi antara atasan dan bawahan atau sesama pegawai harus terjalin dengan lancar agar pekerjaan pun berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.
Contoh: Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.

c.    Prinsip mengakui andil bawahan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
Contoh: dalam membuat suatu keputusan, pemimpin juga harus memberikan kesempatan dan mengikut sertakan pegawai agar pegawai merasa benar-benar dibutuhkan di perusahaan tersebut. Dan secara otomatis mereka akan termotivasi untuk lebih giat bekerja dan berpartisipasi menuangkan ide-idenya.

d.     Prinsip pendelegasian wewenang
Pemimpin yang memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang di harapkan oleh pemimpin.

e.     Prinsip memberi perhatian
Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahan, maka secara tidak langsung mereka akan termotivasi bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemimpin.
Contoh: memberikan kompensasi kepada karyawan yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi dan dorongan agar mereka semakin berpartisipasi dalam bekerja.

2.4 TEHNIK MOTIVASI DAN PARTISIPASI KERJA PEGAWAI

Beberapa teknik motivasi kerja pegawai, antara lain sebagai berikut:
1.    Teknik pemenuhan kebutuhan pegawai
Pemenuhan kebutuhan pegawai merupakan fundamen yang mendasari perilaku kerja. Kita tidak mungkin dapat memotivasi kerja pegawai tanpa memperhatikan apa yang dibutuhkannya.
Contoh: pegawai yang bekerja didalam kantor dan mengurus dokumen-dokumen kantor maka yang dibutuhkan adalah berupa computer dengan perlengkapan-perlengkapannya untuk memudahkan pekerjaannya. Dan bagi pegawai yang bertugas dilapangan diberikan kendaraan dinas misalnya.
2.    Teknik komunikasi persuasive
Teknik komunikasi persuasif merupakan salah satu tehnik memotivasi kerja pegawai yang dilakukan dengan cara mempengaruhi pegawai secara ekstralogis. teknik ini dirumuskan ΓÇ£AIDDASΓÇ¥
A = Attention (perhatian)
I = Intereset (minat)
D = Desire (hasrat)
D = Decision (keputusan)
A = Action (aksi/tindakan)
S = Satisfaction (keputusan)
Penggunaannya, pertama kali pemimpin harus memeberikan perhatian kepada pegawai tentang pentingnya tujuan dari satu pekerjaan agar timbul minat pegawai terhadap pelaksanaan kerja, jika telah timbul minatnya maka harus menjadi kuat untuk mengambil keputusan dan melakukan tindakan kerja dalam mencapai tujuaan yang diharapkan oleh pemimpin. Dengan demekiaan, pegawai akan bekerja dengan motivasi tinggi dan merasa puas terhadap hasil kerjaanya.

2.5 HUBUNGAN MOTIVASI DAN PARTISIPASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI
Faktor-faktor yang mempengeruhi kinerja seseorang menurut casio, (2003), di antaranya motivasi kerja karna kita ketahui bahwa kinerja karyawan adalah catatan hasil kerja/aktivitas tertentu yang di capai selama periode waktu tertentu. Ada lima criteria primer untuk mengukur kinerja yaitu:
1.    Quality, merupakan tingkat atau sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati tujuan yang di harapkan.
2.    Quantity, merupakan jumlah yang di hasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit.
3.    Timeliness, adalah tingkat sejauh mana suatu kegiatan di selesaikan pada waktu yang di kehendaki dengan memperhatikan koordinasi ouput lain serta waktu yang tersedia untuk kegiatan lain.
4.    Need for supervision, adalah tingkat sejauhmana seseorang pekerja dapat melaksanakan suatu fungsi pekerjaan taa memerlukan pengewasan seseorang manajer untuk mencegah tindakan yang kurang di inginkan.
5.    Interpersonal impact, merupakan tingkat sejauh mana karyawan memilihara harga diri, nama baik dan kerja sama di antara rekan kerja dan bawahan.
Di antara beberapa criteria primer untuk mengukur kinerja, maka seorang manajer harus malakukan motivasi kerja pada karyawan-kaeyawan guna untuk criteria primer dapat terlaksana dengan baik. Kinerja karyawan baik dan tidak baik juga merupakan salah satu dorongan dari motivasi kerja
2.6 PANDANGAN MOTIVASI DAN PARTISIPASI KERJA DALAM ORGANISASI
Berbagai Pandangan Motivasi Kerja Dalam Organisasi yaitu:
1.    Model tradisional
Model motivasi tradisional dihubungkan dengan tokoh Fredrick Taylor untuk memberikan dorongan kepada karyawan agar melakukan tugas mereka dengan berhasil, para manajer menggunakan sistem upah. Semakin banyak mereka menghasilkan/mencapai hasil kerja yang sempurna, semakin besar penghasilan yang akan mereka dapatkan.
2.    Model hubungan manusiawi
Elton Maya dan peniliti tentang hubungan manusia lainnya menemukan bahwa kontak sosial yang dialami mereka, dan kebosanan serta rutinitas pekerjaan merupakan hal-hal yang mengurangi motivasi dalam bekerja. Sehingga mereka menganjurkan para manajer bisa memotivasi karyawan dengan mengakui kebutuhan sosial dan membuat mereka merasa penting dan berguna. Perusahaan mencoba untuk mengakui kebutuhan sosial karyawan dan mencoba memotivasi mereka dengan meningkatkan kepuasan kerja. Para karyawan diberi lebih banyak waktu kebebasan untuk mengambil keputusan dalam pekerjaannya. Dalam model atasan mereka memperlakukan dengan baik dan tenggang rasa juga penuh perhatian atas kebutuhan mereka.
3.    Model sumber daya manusia
Tugas manajer dalam model ini, bukanlah menyuap para karyawan dengan upah atau uang saja tetapi juga untuk mengembangkan rasa tanggung jawab bersama dalam mencapai tujuan organisasi dan anggotanya, dimana setiap karyawan menyumbangkan sesuai dengan kepentingan dan kemampuannya masing-masing.


Pelajaran ini belum siap untuk diambil.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler