Berikut adalah beberapa contoh spesifik tentang bagaimana konsumen mengidentifikasi kebutuhan mereka dan membuat keputusan pembelian:
Contoh 1
Berikut adalah contoh proses pengambilan keputusan konsumen:
- Tahap satu: Kulkas Laura mati secara tiba-tiba. Karena itu, dia akhirnya memutuskan sudah waktunya untuk membeli kulkas baru.
- Tahap dua: Dia mencari secara online dan melihat model lemari es dari beberapa toko elektronik dan toko online berbeda, termasuk toko tempat dia membeli lemari esnya dahulu. Laura juga bertanya kepada teman-teman dan saudara perempuannya tentang lemari es mereka dan dia juga memperhatikan setiap kali iklan peralatan dapur muncul di TV juga iklan Youtube.
- Tahap tiga: Dengan pemahaman yang lebih baik tentang jenis model di pasar, Laura mempersempit pilihannya ke dua pengecer yang memiliki model serupa. Pengecer pertama menawarkan kulkas dalam jangkauan harga Laura, dan dengan sebagian besar fitur yang diinginkannya. Namun, ulasan menunjukkan bahwa lemari es mudah rusak dan tidak akan bertahan lama. Harga kulkas dengan merek kedua sedikit lebih tinggi dari yang ingin dia belanjakan. Tetapi ulasannya bagus, dan lemari es memiliki lebih banyak fitur dari yang diharapkan.
- Tahap empat: Karena Laura menginginkan lemari es dengan kualitas yang sangat baik, dia memutuskan untuk mengeluarkan uang ekstra dan membeli dari kulkas merek kedua.
- Tahap lima: Setelah memiliki lemari es barunya selama enam bulan, Laura menyimpulkan bahwa lemari es itu memiliki semua yang dia butuhkan dan berfungsi dengan baik. Dia menulis ulasan positif secara online dan memutuskan untuk kembali ke toko online tersebut untuk pembelian di masa mendatang.
Contoh 2
Berikut adalah contoh lain tentang bagaimana konsumen dapat memutuskan untuk melakukan pembelian baru:
- Tahap satu: Jordan menggunakan ransel hiking yang sama selama hampir enam tahun sampai dia menyadari ada kerusakan biasa pada jahitannya. Karena dia sering mendaki dan tahu ranselnya tidak akan bertahan lebih lama, dia memutuskan untuk membeli tas punggung baru untuk membawa perlengkapannya.
- Tahap dua: Dia pergi ke situs web produk outdoor untuk mencari model serupa, tetapi dia juga memeriksa beberapa situs web lain berdasarkan rekomendasi dari teman-teman hikingnya. Jordan juga mengunjungi toko outdoor lokal untuk melihat pilihan ransel mereka.
- Tahap tiga: Menggunakan informasi yang dia temukan secara online dan di toko ritel, Jordan memutuskan dia menginginkan paket tas hiking berwarna cerah dengan perlengkapan reflektor dan setidaknya memiliki lima kompartemen. Dia memiliki anggaran untuk membeli ransel sebesar 1,5 juta. Karena itu, Jordan memutuskan untuk tidak membeli tas ransel yang terlalu mahal dari satu toko.
- Tahap empat: Jordan juga tidak memilih membeli ransel di toko online, dan menjatuhkan pilihan pada satu toko yang menawarkan jenis ransel hiking yang dia butuhkan sesuai dengan anggaran yang dia punya. Dia membeli ransel di toko peralatan hiking dekat rumahnya.
- Tahap lima: Setelah menggunakan ransel pada empat pendakian, Jordan menyatakan puas akan durabilitas ransel miliknya kepada teman-temannya dan dia mulai menjadi followers Instagram toko tersebut untuk mendapatkan pemberitahuan tentang perlengkapan hiking baru dan tren saat ini.
Contoh 3
Contoh proses pengambilan keputusan konsumen berdasarkan banyak pilihan produk:
- Tahap satu: Rudi ingin berolahraga dengan teman-temannya dan mencapai gaya hidup yang lebih sehat. Teman-temannya memiliki smartwatch yang serupa, sehingga memungkinkan mereka mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan setiap hari. Rudi memutuskan untuk membeli smartwatch dari toko online yang sama.
- Tahap dua: Dia membuka situs web yang menjual gelang tersebut dan melihat berbagai opsi yang tersedia untuknya. Dia juga berkonsultasi dengan teman-temannya untuk melihat apa yang mereka suka dan tidak suka tentang gelang mereka.
- Tahap tiga: Setelah melakukan riset yang mendalam ke berbagai merek, dia menentukan bahwa dia harus memilih smartwatch dengan harga di bawah satu juta. Dia juga menginginkan smartwatch dengan warna yang menarik dan memiliki bobot yang ringan.
- Tahap empat: Berdasarkan kriterianya, dia mempersempit pencariannya di situs web merek tertentu. Dia membaca ulasan dan pilihan warna untuk membantu keputusannya. Dia kemudian membeli model dari situs web merek ternama.
- Tahap lima: Tiga bulan kemudian, Rudi masih menggunakan smartwatch-nya, dan dia menyukai smartwatch tersebut karena membuatnya bertanggung jawab atas kesehatannya dan memotivasinya untuk melakukan aktivitas yang sehat bersama teman-temannya. Dia memutuskan bahwa dia ingin membeli alat kesehatan lainya dari merek yang sama di masa mendatang.
Terakhir diubah: Jumat, 23 Juni 2023, 22:47