Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2019-2-IBI19208-KEWIRAUSAHAAN-2-SKS-2MA-P9-LILLA RAHMAWAT
  3. PERTEMUAN KE 2: MEMULAI BISNIS BARU, START WITH A PROBLEM
  4. Video Review ulasan Materi Pertemuan Pertama & tugas

Video Review ulasan Materi Pertemuan Pertama & tugas

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

DSAF

POINT-POINT REVIEW MATERI 1

Kenapa kita perlu menguasai ilmu kewirausahaan? Apa yang melatarbelakanginya?

Ada beberapa hal yang menyebabkan ilmu kewirausahaan itu sangat penting untuk dipelajari ya. Beberapa latarbelakang yang melandasi pentingnya ilmu kewirausahaan ada 4 hal, yakni tantangan teknologi modern, jumlah pengangguran yang tinggi, persaingan global dan bonus demografi.

Munculnya teknologi modern telah banyak menggantikan peran manusia. Kalo rekan-rekan mahasiswa ingat, hal itu telah dimulai sejak Revolusi industi pertama, ditandai dengan munculnya mesin uap pada awal abad ke 18. Saat itu di Inggris banyak indsutri tekstil yang awalnya dibuat menggunakan tenaga manusia banyak beralih menggunakan mesin uap untuk mesin tenunnya, produktifitas langsung menigkat dan harga kain turun drastis. Namun akibatnya perusahaan tekstil yang masih menggunakan tenaga manusia banyak yang tutup dan tidak dapat bersaing lagi. Pengagguran di Inggris meningkat pesat saat itu.

Revolusi industri kedua juga memiliki dampak yang mirip dimana tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik, dan ditemukannya pula model "lini produksi" atau assembly line yang menggunakan "ban berjalan" atau conveyor belt. Pada  masa tersebut meski dari segi lapangan pekerjaan dampaknya tidak sebesar revolusi industri pertama, namun cukup mempengaruhi.

Revolusi industri ketiga dengan masuknya komputer, dan mengubah industri menuju automation. Jumlah karyawan di perusahaan berkurang dan biaya produksi turun drastis dengan adanya microprosesor yang digunakan didalam industri.

Dan sekarang kita memasuki era revolusi keempat yang sering disebut sebagai industri 4.0. Era ini ditandai dengan proses industri yang menggunakan internet of things (IoT), ketika sensor dipasang di mesin-mesin, sehingga mesin bekerja sendiri tanpa campur tangan manusia. Proses dengan menggunakan Iot akan menghemat biaya yang cukup besar sehingg biaya produksi akan turun drastis.

Perkembangan teknologi benar memberikan dampak terjadinya pengangguran karena menghilangkan beberapa pekerjaan, tetapi yang perlu digaris bawahi adalah dengan perkembangan teknologi pula akan muncul pekerjaan-pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada.

Alasan lainnya kenapa kita perlu mempelajari ilmu kewirausahaan, adalah karena jumlah pengangguran di Indonesia yang cukup tinggi. Artinya saat ini tidak ada cukup tempat bekerja untuk menampung semua lulusan dari perguruan tinggi di Indonesia, terlebih  kualitas sdm di Indonesia dan persaingan global yang membuat kompetisi semakin berat. karena itu, agar lulusan Perguruan Tinggi dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru, maka semua mahasiswa wajib untuk menguasai ilmu kewirausahaan.

Lalu apa definisi atau arti dari Entrepreneurship (kewirausahaan) dan Entrepreneur?

Entrepreneurship (kewirausahaan) menurut Drucker adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses. Rekan-rekan mahasiswa bisa mengingat 3 key wordnya, Kreatif & Inovatif, yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya, untuk mencari peluang menuju sukses. Kesuksesan disini erat sekali dengan makna profit, penambahan asset, hingga perluasan pasar ya.

Sementara Entrepreneur adalah seseorang yang mengkombinasikan sumberdaya, tenaga kerja, material dan aset-aset  lain sehingga nilainya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Biasanya seorang entrepreneur adalah juga seorang yang membuat produk dan melakukan inovasi.

Pertanyaannya, apakah seorang penjual sate bisa disebut seorang entrepreneur? Apakah Penjual quota internet bisa disebut seorang entrepreneur?

Jika penjual sate atau penjual quota internet tersebut hanya berorientasi kepada profit semata, tanpa melakukan inovasi, serta tidak membangun sistem agar bisnisnya dapat berkelanjutan dan berjalan dalam jangka panjang, maka ia hanyalah seorang pedagang dan belum dikatakan sebagai seorang entrepreneur.

Nah rekan-rekan mahasiswa, dalam ilmu kewirausahaan, kemampuan untuk berfikir kreatif dan inovatif menjadi sangatlah penting.

Kita dapat belajar dari banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang akhirnya tumbang dan menghilang karena terlambat atau bahkan keliru dalam melakukan inovasi. Untuk persoalan ini, rekan-rekan telah mengulasnya dalam tugas individu di pertemuan pertama kita kemarin.

Lalu apa saja karakter dari seorang Entrepreneur atau biasa dikenal dengan entrepreneurial mindset? Well rekan-rekan mahasiswa ada 7 karakter entrepreneurial mindset, yakni:

1.     Action Oriented

2.     Berfikil simple

3.     Selalu mencari peluang-peluang baru

4.     Mengejar peluang dengan disiplin tinggi

5.     Hanya mengambil peluang yang baik

6.     Fokus pada eksekusi

7.     Memfokuskan energy setiap orang pada bisnis yang digeluti.

(…….)

Action Oriented. Bukan tipe menunda, wait and see, atau membiarkan sesuatu (kesempatan) berlalu begitu saja. Dia tidak menunggu sampa segala sesuatunya jelas dulu atau budget nya ada dulu. Dia juga tidak menunggu ketidakpastian pergi dulu, baru berusaha. Mereka adalah orang yang ingin segera bertindak, sekalipun situasinya tidak pasti (uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi mereka, resiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukan dengan tindakan dan kelihaian.

Berfikir simple. Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.

Selalu mencari peluang-peluang baru. Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru atau peluang dari usaha yang sama. Uuntuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam usaha ang sama, mereka selalu tekun untuk mencari alternative-alternative baru, seperti model, desain, platform, bahan baku, energy, kemasan dan struktur biaya produksi. Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari bisnis ata produk baru,  melainkan juga dari cara-cara baru.

Mengejar peluang dengan disiplin tinggi. Seorang wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, melainkan diciptakan, dibuka dan diperjelas. Mereka bertarung dengan waktu karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Apa yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu menjadi peluang di lain waktu.

Hanya mengambil peluang yang terbaik. Seorang wirausaha akan menjadi awas dan memiliki penciuman yang tajam pada suatu waktu. Berbeda  dengan pemula yang belum terlatih dan masih bingung, maka wirausaha yang telah terlatih akan cepat membaca peluang. Namun, wirausaha sejati hanya akan mengambil peluang yang -terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung di dalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi dan perubahan yang dihasilkan.

Fokus pada eksekusi, Wirausaha bukanlah seorang yang hanya bergelut dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang focus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keragu-raguan. ΓÇ£Manusia entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasukan apa yang dipikirkan daripada menganalisis ide-ide baru sampai mati. Mereka juga adaptif terhadap situasu, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitasn di lapangan.

Memfokuskan energy setiap orang pada bisnis yang digeluti. Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan daripada melakukan semua impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestrator atau dirigen music, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan instrument yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada music yang disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi dan berkomunikasi.

Itulah karakter-karakter dasar yang disebut entrepreneurial mindset.



Klik Video Review ulasan Materi Pertemuan Pertama & tugas untuk membuka sumber.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler