Garis besar topik

    • SALAM PEMBUKA



      Assalamu'alaikum Wr. Wb

      Tabik puun

      Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan.
      Dimanapun berada..., semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

      Selamat datang di Mata kuliah Kewirausahaan Daring SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Manajemen

      Mata kuliah  Kewirausahaan memiliki beban SKS sebesar 2 SKS, dengan kode Matakuliah : IBI19208

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
      Salam hangat dan tetap semangat !!

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb
      Lilla Rahmawati



    • DESKRIPSI MATAKULIAH

      Mata kuliah Kewirausahaan merupakan mata kuliah yang membekali pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana membangung mindset seorang entrepreneur (entrepreneurial mindset), Kemampuan dan kepekaan melihat problem disekitar untuk menangkapnya menjadi peluang usaha, pengetahuan memetakan siapa customer segment yang dituju dari solusi yang diciptakan/ditawarkan, menghitung potensi/besar pasar/market yang dituju, mengetahui jenis-jenis model bisnis yang bisa diterapkan, serta menyusun dan menuangkan ide bisnis tersebut kedalam Business Model Bisnis (BMC).

    • CAPAIAN PEMBELAJARAN

      Capaian Pembelajaran yang diharapkan dalam MK Daring  Kewirausahaan dalam SPADA (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia)  ini   adalah : Mahasiswa mampu memahami dan mengaplikasikan  Entrepreneurial mindset serta melakukan tahapan-tahapan dasar yang perlu dilakukan dalam membangun sebuah bisnis mulai dari melihat problem disekitar, memetakan siapa segmentasi pasarnya, mengetahui besaran market size dan market share dari bisnis tersebut, mengetahui referensi-referensi model bisnis yang dapat dipilih, sampai dengan menuangkannya ke dalam Business Model Canvas (BMC).

      Adapun secara garis besar capaian pembelajaran dalam setiap pertemuan sebagai berikut:

      1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan latarbelakang mempelajari kewirausahaan, perbedaan entrepreneurship dan entrepreneur, serta karakter untuk menjadi seorang  entrerprenuer (Entrepreneurial mindset).
      2. Mahasiswa mampu menjelaskan contoh-contoh bisnis baru dengan melihat latarbelakang problem dan solusi yang tawarkan bisnis-bisnis tersebut ke costumer.
      3. Mahasiswa mampu menemukan problem yang ada disekitar dan dapat membuat sebuah solusinya untuk dijadikan sebuah peluang bisnis baru.
      4. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memberikan contoh dari definisi segmentasi pasar, serta kriteria segmentasi pasar dari sebuah produk.
      5. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dari Market Size dan Market Share serta memberikan contoh perhitungan dari market size dan market share dari sebuah produk.
      6. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memberikan contoh tentang Unique Selling Propotition dari berbagai macam produk dari bisnis yang ada saat ini.
      7. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang strategy Pricing dan mengimplementasikannya ke dalam ide bisnis yang akan dijalankan .
      8. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang tahapan bagaimana menjual produk dan Strategy membangun ikatan dengan customers.
      9. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memberikan contoh tentang langkah meningkatkan pendapatan (increase revenue).
      10. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang definisi dan bagaimana membangun sebuah konsep brand produk secara sederhana.
      11. Mahasiswa mampu memahami dan menerangkan Model Business Cancas., serta 9 block dalam Business Model Canvas (BMC)
      12.  Mahasiswa mampu mengimplementasikan ide bisnisnya kedalam 9  Block dalam Business Model Canvas (BMC)
      13. Mahasiswa mampu mempresentasikan dengan baik ide bisnisnya dan mampu mengevaluasi model bisnis dari ide bisnis-ide bisnis yang dipresentasikan setiap kelompok di masing-masing kelas.
      14. Mahasiswa mampu mempresentasikan dengan baik ide bisnisnya dan mampu mengevaluasi model bisnis dari ide bisnis-ide bisnis yang dipresentasikan setiap kelompok di masing-masing kelas.


    • STRUKTUR PELAKSANAAN

      Struktur Pelaksanaan Perkuliahan matakuliah Cyber Computer Security ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat menyelesaikan mata kuliah ini dalam kurun waktu antara 4-6 bulan. Adapun struktur pelaksanannya adalah sebagai berikut:

      1. Peserta didik diwajibkan membaca setiap materidan konten yang diberikan per pokok bahasan, yang diikuti dengan secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan pengerjaan kuis yang telah tersedia
      2. Setiap tiga pokok bahasan selesai, peserta didik akan diberikan tugas yang harus dikumpulkan dalam waktu tidak lebih dari satu bulan (30 hari kerja)
      3. Setelah peserta didik menguasai 6 (enam) pokok bahasan, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UTS
      4. Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh peserta didik, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS
      5. Semua bentuk aktivitas selama perkuliahan harus terdata di LMS ini

    • BOBOT PENILAIAN

      Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

      UTS                                           = 30%
      UAS                                           = 30%
      Tugas Mandiri                           = 30%
      Presensi Kehadiran                    = 10%
      Total                                         = 100%
    • Identitas Diri Dosen Pengampu Mata Kuliah
      Nama : Lilla Rahmawati
      NIK : 1270213
      NIDN : 0217098101
      TTL : Palembang, 17 September 1981
      Agama : Islam 
      Kantor : Gedung DSC Lt. II Institut Informatika & Bisnis Damajaya
      Rumah : Jl. Griya Juwita Blok II L No.4 Way Halim Permai Bandar Lampung 
      HP &WA : 08117274488
      Email : lillakeling@darmajaya.ac.id

      Terima kasih

    • BUKU AJAR

      Perkuliahan Kewirausahaan ini menggunakan buku ajar 

      1. Modul Kewirausahaan untuk program Strata 1 Rumah Perubahan - Bank Mandiri dengan Penerbit Hikmah 

      2. Modul Smart Business Map - SBM Pro Indonesia

      3. Value Proposition Design

      Buku Value Proposition Design

      4. Buku Business Model Navigator

      Buku Business Model Navigator



    • POINT-POINT REVIEW MATERI 1

      Kenapa kita perlu menguasai ilmu kewirausahaan? Apa yang melatarbelakanginya?

      Ada beberapa hal yang menyebabkan ilmu kewirausahaan itu sangat penting untuk dipelajari ya. Beberapa latarbelakang yang melandasi pentingnya ilmu kewirausahaan ada 4 hal, yakni tantangan teknologi modern, jumlah pengangguran yang tinggi, persaingan global dan bonus demografi.

      Munculnya teknologi modern telah banyak menggantikan peran manusia. Kalo rekan-rekan mahasiswa ingat, hal itu telah dimulai sejak Revolusi industi pertama, ditandai dengan munculnya mesin uap pada awal abad ke 18. Saat itu di Inggris banyak indsutri tekstil yang awalnya dibuat menggunakan tenaga manusia banyak beralih menggunakan mesin uap untuk mesin tenunnya, produktifitas langsung menigkat dan harga kain turun drastis. Namun akibatnya perusahaan tekstil yang masih menggunakan tenaga manusia banyak yang tutup dan tidak dapat bersaing lagi. Pengagguran di Inggris meningkat pesat saat itu.

      Revolusi industri kedua juga memiliki dampak yang mirip dimana tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik, dan ditemukannya pula model "lini produksi" atau assembly line yang menggunakan "ban berjalan" atau conveyor belt. Pada  masa tersebut meski dari segi lapangan pekerjaan dampaknya tidak sebesar revolusi industri pertama, namun cukup mempengaruhi.

      Revolusi industri ketiga dengan masuknya komputer, dan mengubah industri menuju automation. Jumlah karyawan di perusahaan berkurang dan biaya produksi turun drastis dengan adanya microprosesor yang digunakan didalam industri.

      Dan sekarang kita memasuki era revolusi keempat yang sering disebut sebagai industri 4.0. Era ini ditandai dengan proses industri yang menggunakan internet of things (IoT), ketika sensor dipasang di mesin-mesin, sehingga mesin bekerja sendiri tanpa campur tangan manusia. Proses dengan menggunakan Iot akan menghemat biaya yang cukup besar sehingg biaya produksi akan turun drastis.

      Perkembangan teknologi benar memberikan dampak terjadinya pengangguran karena menghilangkan beberapa pekerjaan, tetapi yang perlu digaris bawahi adalah dengan perkembangan teknologi pula akan muncul pekerjaan-pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada.

      Alasan lainnya kenapa kita perlu mempelajari ilmu kewirausahaan, adalah karena jumlah pengangguran di Indonesia yang cukup tinggi. Artinya saat ini tidak ada cukup tempat bekerja untuk menampung semua lulusan dari perguruan tinggi di Indonesia, terlebih  kualitas sdm di Indonesia dan persaingan global yang membuat kompetisi semakin berat. karena itu, agar lulusan Perguruan Tinggi dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru, maka semua mahasiswa wajib untuk menguasai ilmu kewirausahaan.

      Lalu apa definisi atau arti dari Entrepreneurship (kewirausahaan) dan Entrepreneur?

      Entrepreneurship (kewirausahaan) menurut Drucker adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses. Rekan-rekan mahasiswa bisa mengingat 3 key wordnya, Kreatif & Inovatif, yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya, untuk mencari peluang menuju sukses. Kesuksesan disini erat sekali dengan makna profit, penambahan asset, hingga perluasan pasar ya.

      Sementara Entrepreneur adalah seseorang yang mengkombinasikan sumberdaya, tenaga kerja, material dan aset-aset  lain sehingga nilainya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Biasanya seorang entrepreneur adalah juga seorang yang membuat produk dan melakukan inovasi.

      Pertanyaannya, apakah seorang penjual sate bisa disebut seorang entrepreneur? Apakah Penjual quota internet bisa disebut seorang entrepreneur?

      Jika penjual sate atau penjual quota internet tersebut hanya berorientasi kepada profit semata, tanpa melakukan inovasi, serta tidak membangun sistem agar bisnisnya dapat berkelanjutan dan berjalan dalam jangka panjang, maka ia hanyalah seorang pedagang dan belum dikatakan sebagai seorang entrepreneur.

      Nah rekan-rekan mahasiswa, dalam ilmu kewirausahaan, kemampuan untuk berfikir kreatif dan inovatif menjadi sangatlah penting.

      Kita dapat belajar dari banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang akhirnya tumbang dan menghilang karena terlambat atau bahkan keliru dalam melakukan inovasi. Untuk persoalan ini, rekan-rekan telah mengulasnya dalam tugas individu di pertemuan pertama kita kemarin.

      Lalu apa saja karakter dari seorang Entrepreneur atau biasa dikenal dengan entrepreneurial mindset? Well rekan-rekan mahasiswa ada 7 karakter entrepreneurial mindset, yakni:

      1.     Action Oriented

      2.     Berfikil simple

      3.     Selalu mencari peluang-peluang baru

      4.     Mengejar peluang dengan disiplin tinggi

      5.     Hanya mengambil peluang yang baik

      6.     Fokus pada eksekusi

      7.     Memfokuskan energy setiap orang pada bisnis yang digeluti.

      (…….)

      Action Oriented. Bukan tipe menunda, wait and see, atau membiarkan sesuatu (kesempatan) berlalu begitu saja. Dia tidak menunggu sampa segala sesuatunya jelas dulu atau budget nya ada dulu. Dia juga tidak menunggu ketidakpastian pergi dulu, baru berusaha. Mereka adalah orang yang ingin segera bertindak, sekalipun situasinya tidak pasti (uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi mereka, resiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukan dengan tindakan dan kelihaian.

      Berfikir simple. Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.

      Selalu mencari peluang-peluang baru. Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru atau peluang dari usaha yang sama. Uuntuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam usaha ang sama, mereka selalu tekun untuk mencari alternative-alternative baru, seperti model, desain, platform, bahan baku, energy, kemasan dan struktur biaya produksi. Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari bisnis ata produk baru,  melainkan juga dari cara-cara baru.

      Mengejar peluang dengan disiplin tinggi. Seorang wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, melainkan diciptakan, dibuka dan diperjelas. Mereka bertarung dengan waktu karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Apa yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu menjadi peluang di lain waktu.

      Hanya mengambil peluang yang terbaik. Seorang wirausaha akan menjadi awas dan memiliki penciuman yang tajam pada suatu waktu. Berbeda  dengan pemula yang belum terlatih dan masih bingung, maka wirausaha yang telah terlatih akan cepat membaca peluang. Namun, wirausaha sejati hanya akan mengambil peluang yang -terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung di dalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi dan perubahan yang dihasilkan.

      Fokus pada eksekusi, Wirausaha bukanlah seorang yang hanya bergelut dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang focus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keragu-raguan. ΓÇ£Manusia entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasukan apa yang dipikirkan daripada menganalisis ide-ide baru sampai mati. Mereka juga adaptif terhadap situasu, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitasn di lapangan.

      Memfokuskan energy setiap orang pada bisnis yang digeluti. Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan daripada melakukan semua impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestrator atau dirigen music, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan instrument yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada music yang disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi dan berkomunikasi.

      Itulah karakter-karakter dasar yang disebut entrepreneurial mindset.



    • Membahas tentang:

      1. Memulai bisnis baru, Starting, Buying, Franchising, Family business
      2. Kelebihan & Kekurangan dari bisnis Starting, Buying, Franchising
      3. Memulai bisnis rintisan (startup) : Start with a problem
      4. Mengenal bisnis tipe vitamin dan pain killer
      5. Mengenal contoh-contoh bisnis tipe vitamin dan pain killer

       



      1. Perkenalkan Nama, domisili atau tempat tingal dan alumni SMA/SMK mana?
      2. Apakah Anda telah memiliki pengalaman dalam membangun sebuah Bisnis/usaha?
      3. Jika Ya, Bergerak dibidang apa bisnis/usaha Anda, Berapa team yang terlibat, dan siapa saja yang menjadi target market dari produk bisnis Anda? Apakah bisnis tersebut telah memiliki izin usaha?
      4. Jika belum memiliki pengalaman bisnis/usaha, jelaskan alasannya?


    • Ketentuan:

      1.       Jawaban ditulis tangan, disertai Nama, NPM, dan Kode Kelas

      2.       Lembar jawaban difoto, lalu dijadikan 1 (SATU) berkas dalam bentuk PDF.

      3.       TUGAS Wajib upload e learning



    • PENGUMUMAN

      Seluruh mahasiswa kelas ENTREPRENEUR KELAS 2MA-P9  WAJIB joint dalam group wa kelas yang telah ada saat ini. Untuk bergabung silahkan joint di link berikut https://chat.whatsapp.com/Dxba2zFvDL748HtwOmKCpF

      TERIMAKASIH


      1. DEFIINISI DESIGN THINKING
      2. PRINSIP DALAM MELAKUKAN DESIGN THINKING
      3. ELEMENT PENTING DALAM DESIGN THINKING
      4. PROSES DESIGN THINKING: EMPATHIZE, DEFINE, IDEATE, PROTOTYPE, TEST

    • VIDEO DESIGN THINKING PROCESS EXPLAINED: EMPATHIZE, DEFINE, IDEATE, PROTOTYPE, TEST

    • DESIGN THINKING: EMPATHIZE, DEFINE, IDEATE, PROTOTYPE, TEST

    • BUATLAH RESUME DARI BUKU  InVision_DesignThinkingHandbook by Eli Woodlery YANG TELAH DILAMPIRKAN DALAM LINK PEMBELAJARAN INI. 

      KETENTUAN:'

      1. Diketik rapih dan jelas di MS.Word 
      2. Tugas dikirim ke e-learning
      3. Tidak boleh Copy Paste dari teman, Jika ditemukan tidak dihitung telah mengerjakan




    • PETA EMPATI & PENJELASAN PENGGUNAANNYA

    • Jelaskan mengapa dengan menggunakan Empathy Map kita dapat memahami masalah pelanggan dan mengetahui apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan mereka?  Lalu jelaskan pula tahapan dalam melakukan Empathy?

      (Note: Agar tampilan forum diskusi menjadi terhubung, maka tuliskan tanggapan anda di kolom komentar dari orang yang telah lebih dulu menuliskan pendapatnya di forum ini) 


    • TUGAS ADA DALAM MATERI PENJELASAN

      Ketentuan:

      Dari topik2 yang ada, silahkan masing-masing kelompok menentukan ingin mengerjakan project yang mana. Lalu disetiap kelompok, masing-masing anggotanya melakukan proses empathy ke 2 persona. Gambar empathy map dan Tulis tangan hasil pengamatannya, lalu foto. Waktu pengerjaan 1 minggu. WAJIB di kumpul paling lambat Minggu, 19 April 2020. Melalui email ke lillakeling@darmajaya.ac.id


    • Mendefinisikan masalah utama pelanggan, Step Define. 

      1. Kelompokanlah problem-problem yang didapat dari seluruh persona dari proses interview pada tahap empathy. Lalu rumuskanlah problem steatment tiap masalah-masalah tersebut.
      2. Buatlah 1 problem steatment yang menjadi penekanan yang didapat dari problem/masalah paling utama (akar masalah/sumber utama masalah) yang dialami pelanggan)


    • Mengapa pada proses Design Thinking kita tidak boleh langsung merumuskan masalah pelanggan atau masuk ke tahap Define sebelum melakukan proses Empathy map? 

      NOTE:

      Sehubungan dengan Arahan Kampus  dan untuk memudahkan saya dalam memantau siapa saja yang telah berpartisipasi dalam forum diskusi ini, maka harap untuk memberikan pendapat pada forum dengan menuliskan tanggapan anda di kolom komentar dari orang yang telah lebih dulu menuliskan pendapatnya di forum ini. Terimakasih


      1.  Definisi Prototype
      2. Klasifikasi Prototype
      3. Cara Membuat Prototype Produk
      4. Hal Penting Dalam Proses Membuat Prototype Produk
      5. Beragam produk Inovasi di sekitar kita

      1. Buatlah prototype produk yang berbasis kebutuhan pelanggan Anda sesuai dengan tahap proses design thinking yang telah Anda lakukan sebelumnya.
      2. Dokumentasikanlah Prototype produk yang telah dibuat kedalam beberapa Foto/video yang dijadikan satu file dalam format PDF.
      • Tugas dikumpul saat UTS Online
      • Cukup perwakilan saja, melalui ketua kelompok masing-masaing dengan menyertakan seluruh nama anggota yang terlibat
      • Jika file terlalu besar, bisa mengirimkan file ke email lillakeling@darmajaya.ac.id


    • WAKTU PENGERJAAN SOAL 90 MENIT

      NOTE: KERJAKAN DIKERTAS DAN DI TULIS TANGAN, LALU FOTO LEMBAR JAWABAN ANDA SERTA UPLOAD DALAM BENTUK PDF.

      WAJIB UPLOAD DI LMS. NAMUN, JIKA ADA KESULITAN UNTUK UPLOAD DI LMS, DIPERKENANKAN MENGUMPULKAN JAWABAN MELALUI EMAIL DI ALAMAT lillakeling@darmajaya.ac.id 


      1. DEFINISI MODEL BISNIS
      2. DEFINISI CANVAS MODEL BISNIS
      3. 9 BLOCK BUSINESS MODEL CANVAS
      4. DEFINISI MASING-MASING BLOCK

    • File ini diambil dari buku "BUSINESS MODEL GENERATION" : Alexander Osterwarlder. Memuat materi tentang:

      1. Definisi Model Bisnis
      2. Sembilan Block Bangunan
      3. Kanvas model Bisnis

      NOTE: File buku tidak untuk diperjual belikan

      Link: https://drive.google.com/open?id=1K0T-_KxMPgrzxrCDvX5cuBvg-nuC_kBO



      1. TERANGKAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA ANDA, APA YANG DIMAKSUD DENGAN MODEL BISNIS?
      2. SEBUTKAN URUTAN 9 BLOCK BMC DAN  JELASKAN SECARA SINGKAT TIAP-TIAP BLOCKNYA?

      1. Definisi Segmentasi Pasar
      2. Manfaat Segmentasi Pasar
      3. Pemetaan Market Segmentasi ke 4 kriteria
      4. Menghitung Market Size dan Market Share

      1. Pengertian dan Kegunaan Segmentasi Pasar
      2. Kriteria Segmentasi
      LINK: https://drive.google.com/open?id=1qS0aUFdrcFEF-OKwE8178CIoH5jtxRo9

        1. BUATLAH SECARA RINCI SEGMENTASI PASAR YANG ANDA TUJU DARI BISNIS YANG KELOMPOK ANDA LAKUKAN? (4 KRITERIA SEGMENTASI : DEMOGRAFI, GEOGRAFI, PSIKOGRAFI  BEHAVIOR) 

        NOTE:

        TULIS TANGAN, DIFOTO DAN DI UNGGAH KE LMS



      • KIRIMKANLAH LINK VIDEO PRESENTASI ANDA, DENGAN MELAMPIRKAN DATA TERTULIS SEBAGAI BERIKUT:

        1. NAMA KELOMPOK
        2. NAMA ANGGOTA KELOMPOK, 
        3. LATAR BELAKANG IDE BISNISNYA (BERANGKAT DARI MASALAH APA)
        4. SOLUSI YANG DITAWARKAN
        5. GAMBAR BUSINESS MODEL CANVASNYA
        6. LINK VIDEO PRESENTASI YANG TELAH DI UPLOAD KE YOUTUBE

        NOTE: YANG MENGIRIMKAN TUGAS, CUKUP KETUA KELOMPOK


      • BACA PETUNJUK PENGERJAAN  SOAL