Adalah kewajiban jangka pendek yang terus menerus timbul, khususnya adalah akrual gaji dan akrual pajak. Akrual ini akan naik secara otomatis, atau secara spontan seiring dengan meluasnya operasi perusahaan. Lebih Jauh, untung jenis ini adalah utang "bebas," yaitu tidak ada bunga eksplisit yang dibayarkan atas dana yangg diperoleh melalui akrual. Akan tetapi, sebuah perusahaan biasanya tidak dapat mengendalikan akrualnya.
Utang dagang (Trade Credit) adalah suatu kategori utang jangka pendek terbesar, yang mencerminkan kurang lebih 40% dari kewajiban lancar di rata-rata perusahaan nonkeuangan. Utang Dagang juga adalah sumber pendanaan "spontan," di dalam artian bahwa terjadi dari transaksi bisnis biasa. Sebagai Contoh, seandainya sebuah perusahaan melakukan pembelian rata-rata sebesar $2000 sehari dengan syarat net 30, di mana artinya perusahaan tersebut harus membayar barang yang dibelinya 30 hari setelah tanggal faktur. Secara rata-rata, perusahaan akan berutang 30 kali dari $2000, atau $60.000 kepada para pemasoknya.
Perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit memiliki suatu kebijakan kredit yang mencakup beberap persyaratan kredit tertentu. Sebagai contoh, Microchip Electonics menjual persyaratan 2/10, net 30, yang artinya perusahaan memberikan potongan harga 2% kepada para pelanggangannya jika mereka melakukan pembayaran dalam waktu 10 hari sejak tanggal faktur, Akan tetapi, jumlah faktur penuh akan jatuh tempo dan terutang dalam waktu 30 hari jika potongan harga tidak diambil.
Perlu dicatat bahwa harga produk microchip yang sebenarnya adalah harga bersih, atau 0,98 kali harga yang tercantum pada daftar harga, karena setiap pelanggan dapat membeli suatu barang pada harga tersebut sepanjang pelanggan membayarnya dalam waktu 10 hari, contoh Personal Computer Compani (PCC) yang membeli chip memori dari microchip. Stu cip mdemiliki harga $100, sehingga harga sebenarnya untuk PCC adalah $98. Jika PCC memndapatkan tambahan kredit 20 hari diluar periode potongan harga 10 hari, PCC menanggung beban pendanaan sebesar &2 per chip untuk kredit tersebut, jadi harga dalam daftar $100 mengandung dua unsur :
Harga dalam daftar = Harga sebenarnya $98 + Beban pendanaan $2
PCC membeli chip memori dengan nilai rata-rata $11.923.333 dari Microchip setiap tahunnya pada harga bersih, atau harga sebenarnya. Jumlah ini sama dengan $11.923.333/365 = $32.666,67 per hari. Untuk penyederhanaan, diasumsikan Microchip adalah satu-satunya pemasok PCC. Jika PCC memutuskan untuk tidak mengambil tambahan utang dagang-yaitu, jika PCC membayar pada hari ke-10 dan mengambil potongan harga-utangnya akan memiliki saldo rata-rata 10($32.666,67) = $326.667. Jadi, PCC akan menerima kredit $326.667 dari Microchip. PCC memutuskan untuk mengambil tambahan kredit 20 hari dan akibatnya harus membayarkan beban pendanaan. Karena PCC kini akan membayar pada hari ke-30, utangnya akan naik menjadi 30($32.666,67) = $980.000. Microchip kini memberikan tambahan kredit kepada PCC sebesar $980.000 - $326.667= $653.333, yang dapat digunakan oleh PCC untuk menambah akun kas, melunasi utang, menambah persediaan atau bahkan memperpanjang kredit kepada pelanggannya sendiri, sehingga meningkatkan saldo piutangnya. Tambahan utang dagang yang ditawarkan oleh Microchip memiliki biaya- PCC harus membayar beban pendanaan yang setara dengan 2 persen potongan harga yang direlakan oleh perusahaan. PCC membeli chip senilai $11.923.333 pada harga sebenarnya, dan tambahan beban pendanaan akan menaikkan biaya total menjadi $11.923.333/0,98 $12.166.666 juta, Oleh karena itu, biaya pendanaan tahunan menjadi sebesar $12.166.666 - $11.923.333 = $243.333. Dengan membagi biaya pendanaan $243.333 dengan tambahan kredit sebesar $653.333, kita akan dapat menemukan tingkat biaya nominal tahunan dari tambahan utang dagang sebesar 37,2 persen:

Jika PCC dapat meminjam dari banknya (atau dari sumber-sumber yang lain) dengan tingkat suku bunga lebih rendah daripada 37,2 persen, maka perusahaan sebaiknya mengambil potongan harga dan merelakan tambahan utang dagang.
Persamaan berikut ini dapat digunakan untuk menghitung biaya nominal, dengan basis tahunan, dari tidak mengambil potongan harga, yang digambarkan dengan persyaratan 2/10, net 30:

Pembilang dari bagian pertama, Persentase potongan harga, adalah biaya per dolar kredit, sedangkan penyebut dalam bagian ini, 100 - Persentase potongan harga, mencerminkan dana yang tersedia akibat tidak mengambil potongan harga. Jadi, bagian pertama, atau 2,04%, adalah biaya per periode untuk utang dagang. Penyebut dari bagian kedua adalah jumlah hari kredit tambahan yang diperoleh dengan tidak mengambil potongan harga, sehingga keseluruhan bagian kedua akan menunjukkan berapa kali dalam setahun biaya tersebut akan terjadi, atau dalam contoh ini adalah 18,25 kali.
Rumus biaya nominal tahunan tidak memperhitungkan pemajemukan, dan jika dilihat dari tingkat suku bunga efektif tahunan, biaya utang dagang bisa dapat lebih tinggi lagi. Potongan harga dinyatakan sebagai bunga, dan dengan persyaratan 2/10, net 30, maka perusahaan mendapatkan penggunaan dana selama 30 - 10 = 20 hari, sehingga terdapat 365/20 = 18,25 ΓÇ£periode bunga" per tahun. Ingatlah bahwa bagian pertama dalam Persamaan 16-1, (Persentase potongan harga)/(100 ΓÇô Persentase potongan harga) = 0,02/0,98 = 0,0204, adalah tingkat suku bunga periodik. Tingkat ini dibayarkan 18,25 kali setiap tahun, sehingga biaya efektif tahunan dari utang dagang adalah:

Jadi, biaya nominal 37,2 persen yang dihitung dengan Persamaan 16ΓÇö1 ternyata lebih rendah daripada biaya yang sebenarnya.
Namun perlu diperhatikan, biaya utang dagang dapat dikurangi dengan terlambat melakukan pembayaran. Jadi, jika PCC dapat bebas melakukan pembayaran dalam waktu 60 hari daripada dalam waktu 30 hari seperti yang telah ditentukan, maka periode kredit efektif akan menjadi 60 - 10 = 50 hari, jumlah berapa kali potongan harga akan hilang akan turun menjadi 365/50 = 7,3, dan biaya nominal juga akan turun dari 37,2 persen menjadi 2,04% x 7,3 = 14,9%. Tingkat efektif tahunan akan turun dari 44,6 menjadi 15,9 persen:

Dalam
periode-periode dengan kapasitas yang berlebihan, perusahaan kemungkinan dapat
bebas dengan cara sengaja membayar terlambat, atau memperpanjang utang (stretching
account payable). Akan tetapi, perusahaan juga akan dapat mengalami kerugian
akibat berbagai jenis masalah yang terkait dengan cap sebagai "pembayar yang
lambat."
Biaya-biaya tambahan utang dagang akibat merelakan potongan harga pada beberapa persyaratan pembelian yang lainnya disajikan berikut ini:

Seperti yang ditunjukkan oleh angka-angka di atas, biaya akibat tidak mengambil potongan harga dapat menjadi substansial jumlahnya. Sambil lalu, sepanjang bab ini kita akan berasumsi bahwa pembayaran dilakukan pada baik itu hari terakhir untuk harga maupun pada hari terakhir periode kredit, kecuali jika dinyatakan berbeda.