Garis besar topik
-
-
KODE MK:
MMA3101319
-
Assalmualaikum wr wb,
Mata kuliah ini menjelaskan konsep-konsep yang relevan terkait manajemen keuangan dengan proses perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan di bidang keuangan dalam suatu perusahaan. Pembahasan dilakukan secara sistematis untuk membantu pemahaman mahasiswa agar memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan perusahaan serta mampu mengevaluasi kasus aktual manajemen keuangan dan pengaplikasikannya dalam pengambilan keputusan
Wasalamualaikum wr wb
Dr. Faurani Santi Singagerda/Dr. Veni Devialesti
-
1. Mahasiswa harus mengikuti proses pembelajaran metode campuran, wajib online (via LMS dan Google meet), dan offline tidak wajib (sukarela),
2 . Setiap siswa diharapkan untuk berpartisipasi dalam kelas virtual (google meet) dengan syarat mereka hadir di ruang pertemuan 5-10 menit sebelum waktu mulai, membuka layar, dan berpakaian sopan; mereka yang tidak online di kelas virtual dianggap absen (kecuali ada konfirmasi masalah teknis / jaringan / mendesak)
5. Jadwal kelas virtual akan dibuka setiap hari Sabtu , pukul 08.30 WIB
6. Silahkan anda buat Whatsapp grup dan undang di 081934190942 (Faurani), dan 082184166121 (Veni) untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi
Terimakasih banyak
Dr. Faurani Santi S/ Dr. Veni Devialesti
-
Mata kuliah riset bidang keuangan ini bertujuan untuk: membangun kompetensi dan mengembangkan cara berpikir analitikal dan kritis mahasiswa di bidang manajemen keuangan yang terkait seperti corporate finance, investasi, pasar modal, perbankan, literasi keuangan, behavioral finance, tata kelola perusahaan yang baik, serta isu-isu keuangan dan perkembangan teknologi keuangan yang dinamis.
Capaian Pembelajaran Khusus:
1. mahasiswa mampu menjelaskan teori dan konsep dibidang ekonomi keuangan yang terkait seperti corporate finance, investasi, pasar modal, perbankan, literasi keuangan, behavioral finance, tata kelola perusahaan yang baik, serta isu-isu keuangan dan perkembangan teknologi keuangan.
2. mahasiswa mampu menjelaskan hubungan-hubungan kausalitas antara variabel di bidang ekonomi dan keuangan yang terkait dengan manajemen keuangan.
3. mahasiswa mampu melakukan analisis, mempresentasikan, dan mendiskusikan secara ilmiah atas berbagai hasil penelitian empirik di bidang ekonomi keuangan, terutama manajemen keuangan.
4. mahasiswa mampu menjelaskan berbagai kebijakan berkenaan dengan manajemen keuangan dan dampaknya bagi penyusunan strategi perusahaan.
5. mahasiswa mampu menganalisis berbagai indikator keuangan baik secara individu maupun terintegrasi serta mampu mempresentasikannya secara kritikal.
6. mahasiswa mampu menyusun, menganalisis, menulis makalah dan artikel ilmiah di bidang manajemen keuangan yang layak dipublikasikan.
-
1. Keaktifan di kelas/meeting room (Zoom/Google Meet)
2. Kesopanan bertutur kata dan berbusana
3. Sikap/Etika didalam kelas/meeting room
4. Diskusi Grup/Forum
5. Assignment/Tugas yang diberikan
6 Ide dan gagasan
7. Tugas, UTS, dan UAS: 1) ketepatan pengumpulan tugas/uts/uas, 2) kerapihan tulisan , 3) Analisis , 4) Critical thinking dan argumentasi dalam membahas pertanyaan 5) Teori grounded yang dibangun dalam mengintepretasi hasil/analisis, 5) Probem solving/pemecahan masalah dalam butir-butir soal yang diberikan
Bobot Penilaian:
UAS: 35%
UTS: 35%
Etika: 15 %
Absen: 5%
Tugas: 10%
-
-
Keuangan dalam sebuah perusahaan menjadi pondasi yang kuat terbangunnya sebuah perusahaan. Keuangan juga bersifat sangat riskan. Jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi amburadul dan tentunya akan menghentikan jalannya sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan dibutuhkan bidang sendiri yang mengurus bagian keuangan atau bisa juga disebut manajemen keuangan.
Manajemen keuangan adalah kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan. Pengelolaan keuangan harus direncanakan dengan matang agar tidak timbul masalah di kemudian hari.
Tujuan Adanya Management Keuangan
Manajemen keuangan ini harus memiliki tujuan yang jelas, ada beberapa tujuan manajemen keuangan:
Menjaga Arus Kas
Dalam sebuah perusahaan, keluar masuknya uang kas harus dipantau terus agar tidak terjadi pengeluaran yang membengkak. Akibatnya bisa menyebabkan kerugian perusahaan. Uang kas biasanya dikeluarkan untuk membeli bahan baku, menggaji karyawan, dan pengeluaran yang lain.
Memaksimalkan Keuangan Perusahaan
Tugas manajemen keuangan bukan hanya mengawasi keuangan, tetapi juga melihat aktivitas anggaran dana yang tidak menguntungkan bagi perusahaan yang dapat dihilangkan dan diganti dengan aktivitas yang lebih menguntungkan perusahaan.
Mempersiapkan Struktur Modal
Manajer Keuangan dalam merencanakan struktur modal harus bisa menyeimbangkan anggaran yang dimiliki dengan dana yang dipinjam perusahaan.
Memaksimalkan Keuntungan
Perencanaan keuangan yang tepat akan mampu memaksimalkan keuntungan yang di dapat dalam waktu jangka yang panjang.
Meningkatkan Efisiensi
Dengan menganggarkan dana yang tepat pada semua aspek, maka efisiensi dana perusahaan akan terus meningkat.
Mengoptimalkan Kekayaan Perusahaan
Manajer keuangan juga harus mampu membaca pasar saham. Dengan memberikan pembagian laba semaksimal mungkin kepada pemegang saham tentunya akan meningkatkan perusahaan dan memberikan kepercayaan pemegang saham untuk terus berinvestasi di perusahaan.
Mengurangi Resiko Operasional
Keputusan yang tepat yang dilakukan manajer keuangan akan berpengaruh terhadap resiko bisnis yang tidak pasti di setiap waktu.
Memastikan Kelangsungan Kehidupan Perusahaan
Manajer keuangan memegang peranan penting jalannya sebuah perusahaan. Keputusan yang tepat akan mampu membuat perusahaan bertahan di persaingan bisnis, namun sebaliknya keputusan yang tidak hati-hati akan menyebabkan sebuah perusahaan bangkrut.
Mengurangi Biaya Modal
Manajer keuangan harus membuat perencanaan modal yang tepat, agar penggunaan modal dapat diminimalisasi sedemikian rupa.
Fungsi Manajemen Keuangan
Selain tujuan manajer keuangan di atas, manajer keuangan juga harus mempunyai fungsi yang jelas. Jangan sampai manajer keuangan tidak mempunyai fungsi apa-apa dan hanya berdiri sendiri saja. Ada beberpa fungsi manajer keuangan :
1. Planning
Merencanakan keuangan dalam sebuah perusahaan sangat lah penting. Perencanaan keuangan meliputi mengatur uang kas, menghitung rugi laba, merencanakan arus kas.
2. Budgeting
Budgeting merupakan kegiatan mengalokasikan dana untuk semua keperluan perusahaan. Alokasi ini harus dilakukan seminimal mungkin dan memaksimalkan anggaran yang ada.
3. Controlling
Controlling adalah melakukan pengontrolan atau evaluasi terhadap keuangan yang sedang berjalan. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki sistem keuangan perusahaan agar perusahaan dapat bertahan.
4. Auditing
Auditing adalah proses pemeriksaan keuangan. Pemeriksaan keuangan perusahaan sesuai kaidah akuntasi akan menghindari terjadinya penyelewengan dan penyimpangan dana perusahaan.
5 Reporting
Reporting adalah melaporkan keuangan. Melaporkan keuangan perusahaan harus dilaksanakan secara terbuka dan transparan di semua kalangan perusahaan. Laporan ini berguna untuk memberikan informasi keadaan keuangan perusahaan.
Prinsip Manajemen Keuangan
Terdapat juga beberapa prinsip manajer keuangan yang harus diterapkan di setiap perusahaan.
Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban moral dan hukum yang terdapat dalam sebuah perusahaan. Sehingga dapat diketahui darimana dana diperoleh, dana dipakai untuk apa saja, serta bagaimana perusahaan memakai dana tersebut. Semua pihak dan aspek di perusahaan harus tahu bagaimana dana dan wewenang itu digunakan.
Konsistensi
Sistem keuangan perusahaan harus dilakukan secara konsisten, bukan berarti perusahaan tidak boleh mengganti sistem yang sudah berjalan. Tetapi dengan adanya pergantian tersebut menandakan adanya penggunaan dana yang tidak stabil
Kelangsungan Hidup
Manajer keuangan harus bisa merencanakan keuangan agar perusahaan bisa terus berjalan dan hidup. Manajer keuangan juga harus memunyai strategi keuangan yang tepat.
Transparansi
Perusahaan harus transparan dan terbuka terhadap keuangan perusahaan. Perusahaan harus menyediakan informasi tentang aktivitasnya dengan orang yang berkepentingan. Keuangan yang akurat, lengkap, dan rapi dapat diakses dnegan mudah oleh setiap manajer yang berkepentingan.
Standar Akuntansi
Sistem akuntasi yang berlaku di setiap perusahaan haruslah sama. Yang berrarti semua akuntan di seluruh dunia dapat paham dan mengerti tentang sistem akuntasi yang sama.
Integritas
Laporan dan catatan keuangan harus dijaga integritasnya dengan baik. Laporan keuangan harus dibuat selengkap dan seakurat mungkin.
Pengelolaan
Perusahaan harus bisa mengelola keuangan perusahaan dengan tepat. Perusahaan harus bisa menjamin bahwa dana yang telah dianggarkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan rencana keuangan yang telah dibuat sebelumnya.
-
-
Untuk lebih jelas lagi mengenai apa dan fungsi riset manajemen keuangan, silahkan kalian lihat paparan PPT sebagai berikut,
-
-
-
-
Halo semuanya...apa kabar?
Pada minggu ke-2 ini kita akan membahas dan mengulas kembali mengenai pemahaman tentang Manajemen Keuangan.
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu:
- Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
- Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
- Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.
Disini berarti seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan tersebut.
Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
- Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
- Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
- Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
- Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
- Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
- Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
- Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
- Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut:
- Melakukan pengawasan atas biaya
- Menetapkan kebijaksanaan harga
- Meramalkan laba yang akan datang
- Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
- Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
- Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
- Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
- Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
- Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
- Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.
Untuk lebih lanjut silahkan kalian lihat paparan sebagai berikut: -
Teori manajemen keuangan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari tahun 1900 hingga saat ini teori teori yang berhubungan dengan manajemen keuangan terus disempurnakan. Ada beberapa teori keuangan yang telah dikenal umum dikalangan praktisi, seperti:
- Teori pasar modal efisien (efficient capital market theory)
- Teori keagenan (agency theory)
- Teori struktur modal (capital structure theory)
- Teori dividen (dividend theory)
- Teori diskonto aliran kas (discounted casflow theory)
- Teori asimetri informasi (asymetric information theory)
- Teori portofolio (portofolio theory)
- Teori opsi (option theory)
Teori Pasar Modal Efisien (Efficient Capital Market Theory)Sesuai namanya, salah satu teori keuangan ini berasumsi bahwa pasar modal efisien. Efisien dalam hal informasi. Maksudnya adalah semua harga sekuritas (saham atau obligasi) yang terdaftar di pasar modal mencerminkan menunjukkan informasi relevan yang dapat mempengaruhi harga sekuritas tersebut.
Ada asumsi asumsi lain dalam teori pasar modal efisien yang mengacu pada hipotesis pasar efisien ini, seperti :
- Asumsi tidak adanya pajak
- Asumsi tidak ada biaya transaksi, dan biaya biaya penghalang lainnya.
- Pasar modal bersifat persaingan sempurna
- Manajemen atau investor diasumsikan memiliki akses dan informasi yang sama
- Tidak ada biaya yang berhubungan dengan kesulitan keuangan (financial distress)
- Terdapat investasi yang bebas risiko dan ivestor bisa meminjam atau memberi pinjaman dengan tingkat bunga yang bebas risiko.
- Investor memiliki tingkat return ekspektasi yang sama
- Investor tidak bisa mempengaruhi harga saham. Walaupun menjual atau membeli saham dalam jumlah yang masif.
- Investor hanya bertindak karena pertimbangan ekspektasi pengembalian.
- Investor berpikir rasional. Menghindari risiko.
Seperti yang dikemukakan tadi, yang dimaksud efisien pada teori ini adalah efisien secara informasi, bukan efisien operasional. Untuk mendapatkan kondis efisien secara informasi, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, seperti:- Infrormasi yang diperoleh harus tanpa biaya dan harus tersedia bagi semua yang berhubungan dengan pasar modal dan pada saat yang bersamaan. Maksudnya semua pelaku pasar modal menerima informasi secara merata dalam waktu yang sama. Tidak ada yang menerima informasi tersebut lebih lambat atau lebih cepat dari yang lainnya.
- Investor secara individu tidak mampu dan tidak bisa mempengaruhi harga sekuritas.
- Pelaku pasar seluruhnya bertindak rasional. Semua pelaku pasar menginginkan hasil yang maksimal
- Tidak ada biaya pajak, biaya transaksi dan biaya biaya yang menghambat lainnya.
Tentu syarat syarat tersebut sangat sulit untuk dipenuhi, itulah kelemahan dari teori pasar modal efisien. karena nyatanya, informasi mengandung biaya dalam memperolehnya, investor bisa mempengaruhi harga saham,tidak semua pelaku pasar modal bertindak rasional dan sudah barang tentu adanya biaya transaksi dan pajak yang harus dibayarkan.Teori Keagenan (Agent Theory)
Pada industri usaha kecil, pemilik usaha umumnya mengurus sendiri usahanya. Segala urusan operasional maupun nonteknis lainnya diurusi dan dihandel oleh pemilik sendiri. Namun pada perusahaan yang berskala besar, tentu hal tersebut sulit dilakukan.Perusahaan berskala besar memiliki ribuan aktivitas yang tidak mungkin bisa dihandel sendiri oleh pemilik perusahaan. Untuk itulah pemilik perusahaan kemudian mengutus seorang yang ahli untuk mengelola segala urusan perusahaan. Dialah MANAJEMEN.Manajemen adalah orang yang diutus pemilik perusahaan untuk mengelola perusahaan tersebut untuk bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal. Dengan kata lain, manajemen adalah AGEN dari pemilik perusahaan (pemegang saham). Pemegang saham bisa disebut prinsipal.Dalam perjalanannya, tidak jarang manajer perusahaan bertindak tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemilik perusashaan. Manajemen bisa memiliki tujuan dan cara yang tidak sama dengan apa yang diinginkan oleh pemilik perusahaan. Sehingga bisa memicu konflik diantara keduanya. Konflik yang terjadi biasanya disebut dengan agency problem. Agency problem bahkan bukan hanya berhubungan dengan manajemen dan pemegang saham, namun bisa melibatkan kreditur perusahaan. Kompleks.Untuk meminimalkan konflik kepentingan antara agen (manajemen) dan prinsipal (pemegang saham), menurut teori keagenan bisa dilakukan dengan cara mensejajarkan antara kepentingan prinsipal dengan kepentingan agen.Dalam perjalanannya, prinsipal harus mengawasi agen, dan pengawasan ini memerlukan biaya yang dikenal dengan agency cost.Menurut Bathala [1994], ada beberapa cara untuk meminimalkan konflik kepentingan antara agen dan prinsipal, diantaranya:- Manajemen diberikan saham, jadi manajemen adalah agen sekaligus pemegang saham (insider ownership).
- Rasio dividen terhadap laba bersih setelah pajak ditingkatkan
- Sumber pendanaan dari utang ditingkatkan. Ini supaya ada pihak ketiga (kreditur) yang juga akan mengawasi perusahaan.
- Meningkatkan kepemilikan saham oleh sebuah institusi.
Teori Struktur Modal (Capital Structure Theory)
Teori struktur modal diperkenalkan oleh Merton Miller (MM) dan Francisco Modigliani ditahun 1958. Teori keuangan struktur modal adalah hal yang berhubungan dengan keseimbangan antara modal dan utang perusahaan (utang jangka panjang).Teori ini menjelaskan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dimasa yang akan datang. Dengan asumsi tidak ada pajak.Nantinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba akan berpengaruh pada besar kecilnya dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Apabila kemampuan menghasilkan laba tinggi, harga saham akan mengalami kenaikan.Jadi menurut teori struktur modal ini, strukture modal tidak relevan apabila dihubungankan dengan naik turunnya harga saham perusahaan.Seiring berjalannya waktu, toeri ini kemudian dikembangkan dengan tidak lagi mengabaikan faktor pajak. Dengan adanya pajak, maka harga saham atau nilai perusahaan bisa dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan.Semakin tinggi utang perusahaan maka semakin tinggi harga saham perusahaan. Mengapa ?Setiap utang akan mengandung bunga. Bunga utang yang dibayarkan bisa mengurangi pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Adanya penghematan pajak ini adalah keuntungan bagi pemegang saham.Teori Dividen (Dividend Theory)
Teori keuangan dividen yang diperkenalkan oleh Modigiani dan Miller (MM) yang juga dikenal dengan nama teori dividen tidak relevan menyatakan bahwa pembagian dividen kepada pemegang saham tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham atau nilai perusahaan.Nilai perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengelola aktiva hingga menghasilkan laba bersih. Bukan ditentukan oleh kebijakan pembagian dividen. Besar kecilnya dividen yang dibayarkan tidak relevan bila dihubungkan dengan nilai perusahaan.Dengan adanya pembayaran dividen, laba ditahan akan menjadi berkurang. Kebutuhan dana perusahaan tidak lagi bisa dipenuhi oleh laba ditahan.Alternatifnya, menurut teori ini, perusahaan bisa menerbitkan saham baru untuk memenuhi kebutuhan dana. Tentu persentase kepemilikan saham bisa berubah dan akan menurunkan nilai perusahaan. Maka pembayaran dividen menurut MM hanya akan memindahkan atau membagi risiko dari pemegang saham yang lama kepada pemegang saham yang baru.
Teori dividen dari MM ini banyak yang menantang. baca selengkapnya tentang teori dividen di : 5 Teori Kebijakan DividenTeori Diskonto Aliran Kas (Cashflow Discounted Theory)
Teori keuangan ini berangkat dari konsep nilai waktu uang (time value of money). Teori Diskonto aliran kas ini ingin menunjukkan apakan sebuah investasi menguntungkan atau tidak bila dikaitkan dengan nilai waktu uang.
Aliran kas perusahaan yang akan diperoleh dimasa mendatang bisa dinilai sekarang dengan menggunakan faktor diskonto.
Nilai uang setiap tahun akan menurun karena inflasi. Dulu uang Rp 1.000 sudah bisa membeli mie instan, namun sekarang sudah tidak bisa membeli mie instan lagi dengan merk yang sama. Itu hanya contoh kecil saja yang menggambarkan bahwa inflasi bisa terjadi setiap tahun dan nilai uang akan mengalami penurunan.
Misalkan anda memiliki uang 1 Miliar sekarang. Lalu anda memutuskan untuk diinvestasikan dan memperoleh pembayaran rutin setahun Rp 125 juta selama 10 tahun mendatang. Anda pasti tahu Rp 125 juta pertahun selama 10 tahun = 1,25 Miliar.
Jadi selama 10 tahun mendatang, uang anda sekarang Rp 1 M akan menjadi Rp 1,25 M
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih tinggi nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada saat ini ?
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih rendah nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada saat ini ?Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih sama nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada saat ini ?Untuk contoh perhitungannya akan saya tuliskan dilain kesempatan jika ada waktu, maaf.
Kita tidak bisa mengira-ngira, metode diskonto aliran kas bisa menjawabnya.
Tingkat bunga merupakan salah satu contoh faktor diskonto. Proses menilai aliran kas dimasa mendatang disebut dengan pendisontoan aliran kas (cashflow discounted). Proses pendiskontoan aliran kas terdiri dari :- Estimasi aliran kas dimasa depan
- Penilaian resiko aliran kas dimasa depan
- Menganalisa penilaian risiko dikaitkan dengan aliran kas
- Penentuan nilai sekarang (present value) dari aliran kas
Metode diskonto aliran arus kas juga memperhatikan tingkat resiko aliran kas, return investsai dan jangka waktu investasi.Kelemahan teori diskonto aliran kas ini adalah berdasarkan prediksi aliran kas, yang namanya prediksi ada kemungkinan prediksi tersebut tidak tepat. Prediksi yang tidak tepat maka langka investasi yang diambilpun menjadi tidak tepat pula.Teori Informasi Asimetri (Asymetric Information Theory)
Secara umum, manajer perusahaan tentu lebih mengetahui informasi mengenai segala kondisi dan prospek dari perusahaan dibandingkan dengan para pemegang saham (investor).
Informasi yang diperoleh investor tentu berbeda dengan informasi yang dimiliki manajemen, atau paling tidak, informasi yang diterima investor tidak selengkap apa yang dimiliki oleh manajemen. Ketidak-seimbangan informasi ini disebut dengan "ASIMETRI"
Adanya kesenjangan informasi ini bisa merugikan investor. Ambil contoh sederhana, Seorang yang ingin membeli sofa. Penjual sofa tentu lebih mengetaui tentang produk sofa yang dijualnya. Lebih paham mengenai kualitas dan spesifikasi detail tentang sofanya. Pembeli hanya bisa menilai dari tampilan saja. Pembeli mungkin hanya mengetahui tentang warna dan tingat kenyamanan. Pembeli tidak tahu tentang kualitas dan spesifikasi sofa tersebut. Rangka, jenis kain, kualitas spon, kualitas jahitan dan lain lain tidak diketahui oleh pembeli.
Pembeli yang tidak memperoleh informasi selengkap penjualnya ada kemunginan akan memperoleh barang yang tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan atau mendapatkan harga yang overrated.
Demikian juga dengan manajemen perusahaan dan investor, asimatri informasi bisa merugikan investor dalam membeli saham perusahaan. Investor yang hanya mengetahui perusahaan lewat laporan keuangan saja tanpa memahami detail-detail lain yang bisa mempengaruhi prospek perusahaan. Investor bisa membeli saham perusahaan dengan harga yang overrated, lebih tinggi dari yang seharusnya dibayarkan akibat ketidaktahuan.Teori Portofolio (Portofolio Theory)
Teori portofolio ini diperkenalkanoleh Harry Markowitz, peraih nobel ekonomi ditahun 1990. Menurut teori portofolio, risiko bisa dikurangi yaitu dengan cara mengkombinasikan aktiva/aset kedalam sebuah portofolio.
Risiko investasi bisa dikurangi dengan menginvestasikan dana yang dimiliki pada berbagai jenis investasi. Tidak pada satu jenis investasi saja. Jadi ketika sebuah investasi tidak menghasilkan sesuai dengan apa yang diinginkan, masih ada investasi yang lain yang bisa menutupi investasi yang tidak sesuai dengan harapan tersebut.
Risiko investasi pada satu aset secara individu tentu lebih besar daripada risiko investasi pada beberapa jenis aset. Namun teori portofolio darii Harry Markowitz ini tidak menperhitungkan dengan jelas adanya hubungan risiko investasi dengan hasil atau return investasi.
Maka dari itu, William Sharpe kemudian menyempurnakan teori ini dengan memmperkenalkan teori keseimbangan yang mengaitkan hubungan antara return investasi dan risikonya.Teori Opsi (Option Theory)
Teori opsi dikemukakan pertama kali leh Fisher Black and Myron Scholes pada tahun 1973. Opsi adalah sebuah hak untuk menjual atau membeli sebuah aktiva pada harga yang sudah ditentukan diwaktu yang juga telah ditentukan.
Teori keuangan ini bisa membantu dalam memahami penilaian surat berharga atau sekuritas yang mempunyai opsi (option) seperti contohnya obligasi konversi dan warrant.Sumber: http://nichonotes.blogspot.com/2017/12/teori-manajemen-keuangan.html diakses pada tanggal 18 Maret 2020 -
Teori Pemangku Kepentingan
Istilah ΓÇÿStakeholdersΓÇÖ atau dinamakan pemangku kepentingan adalah kelompok atau individu yang dukungannya diperlukan demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasi. Pemangku kepentingan adalah seseorang, organisasi atau kelompok dengan kepentingan terhadap suatu sumberdaya alam tertentu (Brown et al 2001). Stakeholder is a person who has something to gain or lose through the outcomes of a planning process, programme or project (Dialogue by Design 2008). Pemangku kepentingan mencakup semua pihak yang terkait dalam pengelolaan terhadap sumberdaya. Menurut Witold Henisz guru besar pada Sekolah Bisnis Wharton, termasuk semua orang dari politisi lokal dan nasional dan tokoh atau pemimpin masyarakat, penguasa, kelompok paramiliter, LSM dan badan-badan internasional. Dalam konteks perusahaan, Clarkson (dalam artikel tahun 1994) memberikan definisi pemangku kepentingan secara lebih khusus sebagai suatu kelompok atau individu yang menanggung suatu jenis risiko baik karena mereka telah melakukan investasi (material ataupun manusia) di perusahaan tersebut (ΓÇÿStakeholders sukarelaΓÇÖ), ataupun karena mereka menghadapi risiko akibat kegiatan perusahaan tersebut (ΓÇÿStakeholders non-sukarelaΓÇÖ). Berdasarkan pandangan tersebut pemangku kepentingan adalah pihak yang akan dipengaruhi secara langsung oleh keputusan dan strategi perusahaan.Dalam Bussiness Dictionary, pemangku kepentingan didefinisikan kelompok atau organisasi yang memiliki kepentingan langsung atau tidak langsung dalam sebuah organisasi karena dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh tindakan organisasi, tujuan, dan kebijakan. Meskipun para pelaku biasanya melegitimasi dirinya sebagai stakeholder, tetapi semua pemangku kepentingan tidak sama dan memiliki kedudukan yang berbeda. Misalnya, pelanggan perusahaan berhak untuk praktek perdagangan yang adil tetapi mereka tidak berhak untuk mendapat pertimbangan yang sama sebagai karyawan perusahaan. Pemangku kepentingan kunci lain dalam organisasi bisnis diantaranya kreditor, pelanggan, direksi, karyawan, pemerintah (dan badan-badannya), pemilik (pemegang saham), pemasok, serikat pekerja, dan masyarakat dari mana bisnis menarik sumber daya yang dimiliki.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pemangku kepentingan adalah seluruh pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang menjadi fokus kajian atau perhatian. Misalnya terkait isu perikanan, maka makna pemangku kepentingan sebagai parapihak yang terkait dengan isu perikanan, seperti nelayan, masyarakat pesisir, pemilik kapal, anak buah kapal, pedagang ikan, pengolah ikan, pembudidaya ikan, pemerintah, pihak swasta di bidang perikanan, dan sebagainya. Seorang pemangku kepentingan adalah seseorang yang mempunyai sesuatu yang dapat iaperoleh at au akan kehilangan akibat dari sebuah proses perencanaan atau proyek. Dalam banyak siklus, mereka disebut sebagai kelompok kepentingan, dan mereka bisa mempunyai posisi yang kuat dalam menentukan hasil suatu proses politik. Seringkali akan sangat bermanfaat bagi proyek penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan dan kepedulian berbagai pemangku kepentingan, terutama jika proyek diracang bertujuan mempengaruhi kebijakan (Start & Hovland dalam http://www.smeru.or.id/).
Beberapa istilah penting dalam kerangka definisi pemangku kepentingan, diantaranya;
Stakeholder Engagement is the process of effectively eliciting stakeholdersΓÇÖ views on their relationship with the organisation/programme/project(Friedman and Miles 2006).
Stakeholder Analysis is a technique used to identify and assess the influence and importance of key people, groups of people, or organisations that may significantly impact the success of your activity or project(Friedman and Miles 2006).
Stakeholder Management is essentially stakeholder relationship management as it is the relationship and not the actual stakeholder groups that are managed (Friedman and Miles 2006).Tipologi Pemangku Kepentingan
Secara umum pemangku kepentingan dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu: Pertama, pemangku kepentingan primer atau ΓÇÿkey stakeholderΓÇÖ adalah mereka yang pada akhirnya terpengaruh, baik secara positif atau negatif oleh tindakan organisasi. Kedua, Pemangku kepentingan sekunder: adalah ΓÇÿperantaraΓÇÖ, yaitu, orang atau organisasi yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh tindakan organisasi. Hal yang sama diungkapkan oleh Clarkson yang membagi pemangku kepentingan menjadi dua. Pemangku kepentingan primer adalah ΓÇÿpihak di mana tanpa partisipasinya yang berkelanjutan organisasi tidak dapat bertahan.ΓÇÖ Contohnya adalah pemegang saham, investor, pekerja, pelanggan, dan pemasok. Menurut Clarkson, suatu perusahaan atau organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem pemangku kepentingan primer yang merupakan rangkaian kompleks hubungan antara kelompok-kelompok kepentingan yang mempunyai hak, tujuan, harapan, dan tanggung jawab yang berbeda. Sementara, pemangku kepentingan sekunder didefinisikan sebagai ΓÇÿpihak yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan, tapi mereka tidak terlibat dalam transaksi dengan perusahaan dan tidak begitu penting untuk kelangsungan hidup perusahaan.ΓÇÖ Contohnya adalah media dan berbagai kelompok kepentingan tertentu. Perusahaan tidak bergantung pada kelompok ini untuk kelangsungan hidupnya, tapi mereka bisa mempengaruhi kinerja perusahaan dengan mengganggu kelancaran bisnis perusahaan.
Dalam pandangan perusahaan sebagai sebuah entitas bisnis stakeholder dipandang sebagai inividu atau Kelompok yang dipengaruhi oleh dan/atau memiliki kepentingan dalam operasi dan tujuan perusahaan. Perusahaan memiliki berbagai kelompok pemangku kepentingan yang saling berhubungan secara luas. Pemangku kepentingan tersebut dikelompok menjadi tiga katagori: (a) pemangku kepentingan internal, yaitu individu atau kelompok yang berada dalam struktur organisasi bisnis yang memiliki pengaruh terhadap tujuan perusahaan; (b) pemangku kepentingan eksternal, yaitu individu atau kelompok yang berada di luar struktur organisasi bisnis yang memiliki pengaruh baik langsung ataupun tidak langsung terhadap kebijakan dan proses bisnis; dan (c) pemangku kepentingan penghubung yaitu inidividu atau kelompok yang memiliki peran sebagai penghubung atau memiiki keterkaitan dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal. Masing-masing pemangku kepentingan berbeda baik dari segi perhatian dan minat dalam kegiatan bisnis dan juga kekuasaan untuk mempengaruhi keputusan perusahaan.Landasan Teoritis
Dalam pandangan tradisional tentang perusahaan, pemegang saham mayoritas dipandang sebagai pihak yang diakui dalam hukum bisnis di banyak negara, para pemegang saham atau pemegang saham adalah pemilik perusahaan, dan perusahaan memiliki kewajiban fidusia yang mengikat untuk menempatkan mereka kebutuhan pertama, untuk meningkatkan nilai bagi mereka. Dalam tua input-output model dari korporasi, perusahaan mengubah masukan dari investor, karyawan, dan pemasok menjadi berguna (dijual) output yang pelanggan membeli, sehingga kembali beberapa keuntungan modal untuk perusahaan. Dengan model ini, perusahaan hanya memenuhi kebutuhan dan keinginan dari empat pihak: investor, karyawan, pemasok, dan pelanggan. Dalam teori pemangku kepentinganyang menyatakan bahwa ada pihak lain yang terlibat, termasuk badan pemerintah, kelompok politik, asosiasi perdagangan, serikat pekerja, masyarakat, perusahaan terkait, calon karyawan, calon pelanggan, dan masyarakat pada umumnya. Kadang para pesaing perusahaan diperhitungkan sebagai stakeholder.Pandangan pemangku kepentingan dari strategi adalah teori instrumental korporasi, mengintegrasikan kedua pandangan berbasis sumber daya serta pandangan berbasis pasar, dan menambahkan tingkat sosial-politik. Pandangan perusahaan digunakan untuk mendefinisikan para pemangku kepentingan spesifik dari sebuah perusahaan (teori normatif dari Donaldson), identifikasi stakeholder serta memeriksa kondisi di mana partai-partai ini harus diperlakukan sebagai stakeholder (teori deskriptif stakeholder arti-penting). Kedua pertanyaan membentuk pengobatan modern Teori Pemangku Kepentingan.
Ada banyak artikel dan buku yang ditulis pada teori pemangku kepentningan. Karya ilmiah terbaru tentang topik teori pemangku kepentingan dengan memberikan contoh penelitian termasuk Donaldson dan Preston dan Mitchell, Agle, dan Wood (1997), Friedman dan Miles (2002) dan Phillips (2003). Donaldson dan Preston berpendapat bahwa dasar normatif dari teori ini, termasuk ΓÇ£identifikasi pedoman moral atau filosofis untuk operasi dan manajemen perusahaanΓÇ¥, adalah inti dari teori. Mitchell dkk menurunkan suatu tipologi pemangku kepentingan berdasarkan atribut kekuasaan (sejauh pihak memiliki sarana untuk memaksakan kehendaknya dalam suatu hubungan), legitimasi (secara sosial diterima dan diharapkan struktur atau perilaku), dan urgensi (waktu sensitivitas atau kekritisan klaim stakeholder) [4] Dengan memeriksa kombinasi atribut-atribut ini secara biner, 8 jenis stakeholder berasal bersama dengan implikasinya bagi organisasi. Friedman dan Miles mengeksplorasi implikasi dari hubungan perdebatan antara stakeholder dan organisasi dengan memperkenalkan kepentingan kompatibel/tidak kompatibel dan koneksi yang diperlukan/kontingen sebagai atribut tambahan yang dapat digunakan untuk memeriksa konfigurasi dari hubungan ini.
Riyadi (2008) menjelaskan dua perspektif berkaitan dengan ΓÇ£peran bisnis dalam masyarakat.ΓÇ¥ Cara pandang pertama, ΓÇ£pandangan klasikΓÇ¥ (classical view), yang didasarkan pada teori ekonomi neo-klasik, melihat peran bisnis dalam masyarakat murni sebagai pencarian keuntungan, yaitu keuntungan bagi para pemegang saham (shareholder). Cara pandang ini disebut juga sebagai ΓÇ£perspektif pemegang sahamΓÇ¥ (shareholder perspective). Sebaliknya, ΓÇ£pandangan pemangku kepentinganΓÇ¥ (stakeholder view), yang didasarkan pada teori pemangku kepentingan, berkeyakinan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial. Tanggung jawab sosial itu menuntut perusahaan untuk mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terkena pengaruh dari tindakannya. Pandangan klasik memposisikan dua peran pokok yang pertaman bisnis sebagai ΓÇ£pencarian keuntungan murniΓÇ¥, dimana bisnis memiliki standar etis yang lebih rendah daripada masyarakat, bisnis tidak memiliki tanggung jawab sosial kecuali kepatuhan pada hukum. Kedua, bisnis sebagai ΓÇ£pencarian keuntungan yang terbatasΓÇ¥ dimana bisnis harus memaksimalkan kekayaan para pemegang saham, mematuhi hukum dan memiliki aspek etis. Pandangan klasik melihat bahwa ketidakjujuran hingga pada taraf tertentu dapat diterima karena para pebisnis memiliki standard moral yang lebih rendah dari pada masyarakat pada umumnya. Gertakan khas dunia bisnis (misalnya mengatakan sesuatu secara berlebihan), aksi penipuan merupakan hal-hal yang boleh, karena tujuan bisnis tidak lain tidak bukan untuk mencari keuntungan. Hanya saja, meskipun ia bisa mengabaikan standar moral dan etis, bisnis tetap harus mengikuti aturan main menurut hukum yang berlaku. Pendukung utama pandangan pertama ini adalah Carr.
Perspektif kedua dalam pandangan klasik ini adalah ΓÇ£pandangan pencarian-keuntungan yang terbatasΓÇ¥. Pendukung pandangan klasik jenis kedua ini diantaranya Milton Friedman yang memandang bahwa perusahaan haruslah bertindak jujur. Kejujuran itu dipahami Friedman dalam kerangka tujuan perusahaan itu sendiri, yang bahkan satu-satunya, yaitu pencarian keuntungan bagi para pemegang saham. Yang mencari keuntungan bagi para pemilik saham adalah para manajernya. Karena itu, tidak etis kalau para manajer disuruh memikul beban tanggung jawab sosial perusahaan kepada pihak lain selain para pemegang atau pemilik saham. Menurut Friedman, menuntut perusahaan untuk mengemban tanggung jawab sosial akan merusak sendi-sendi sebuah masyarakat yang bebas dengan sistem ekonomi-bebas (free-enterprise) dan sistem kepemilikan individual. Masalah sosial menjadi ranah negara untuk mengelolanya.
Pandangan klasik mendasarkan pembenaran teoretisnya pada teori ekonomi neo-klasik yang memiliki tiga klaim: pasar bebas, efisiensi ekonomi, dan maksimisasi keuntungan. Pandangan ini didasarkan pada tiga cara: Pertama, pemegang saham adalah para pemilik korporasi. Para manajer tidak punya hak untuk bertindak berdasarkan kemauannya sendiri, termasuk menggunakan sumber daya perusahaan untuk tujuan sosial. Kedua, peran perusahaan adalah menghasilkan kekayaan. Pembebanan tanggung jawab sosial pada perusahaan bisa merusak kinerjanya. Ketiga, peran tanggung jawab sosial itu diemban oleh lembaga lain yaitu pemerintah; perusahaan dan para manajer tidak dilengkapi dengan peran semacam ituFilsuf politik Charles Blattberg mengkritik teori pemangku kepentingan untuk membangun asumsi bahwa kepentingan berbagai pihak dapat, di terbaik, terancam atau seimbang satu sama lain. Blattberg berpendapat bahwa ini adalah produk penekanannya pada negosiasi sebagai modus utama dari dialog untuk mengatasi konflik antara kepentingan para pihak. Dia merekomendasikan percakapan bukan dan ini menyebabkan dia untuk membela apa yang disebutnya ΓÇÿpatriotikΓÇÖ konsepsi dari korporasi sebagai alternatif yang berhubungan dengan teori pemangku kepentingan. Disamping iru teori pemangku kepentingan juga didefinisikan oleh Rossouw dkk.sebagai kewajiban etis dalam pengambilan keputusan. Freeman (1984), berpandapat bahwa perusahaan terkemuka telah menerima kenyataan bahwa mereka bukanlah semata-mata pelayan kepentingan pemilik modal, melainkan juga pemangku kepentingan lain yang lebih luas. Pemangku kepentingan ini didefinisikan sebagai pihak-pihak yang dapat terpengaruh dan/atau mempengaruhi kebijakan serta operasi perusahaan. Clarkson (1995) semakin meyakinkan dunia bisnis bahwa hanya dengan memperhatikan semua pemangku kepentinganlah sebuah perusahaan dapat mencapai kinerja sosial yang tinggi (yaitu perolehan social license to operate). Permasalahannya, siapa saja yang dapat dianggap sebagai pemangku kepentingan yang sah terhadap operasi perusahaan? Jawaban pertanyaan ini pertama-tama dikemukakan oleh Mitchell, Agle dan Wood (1997), yang menyatakan bahwa derajat kesahihan pemangku kepentingan ditentukan oleh aspek kekuatan, legitimasi, dan urgensi. Sejak itu ketiga kriteria itu dipergunakan secara luas, sampai kemudian Driscoll dan Starik (2004) mengusulkan kedekatan (proximity) sebagai kriteria lainnya
Teori pemangku kepentingan didasarkan pada pemahaman bahwa melampaui para pemegang saham, terdapat beberapa agen dengan sebuah kepentingan dalam tindakan dan keputusan perusahaan. Mengutip Freeman, seorang penganjur pertama teori ini, yang dimaksud dengan pemangku kepentingan adalah kelompok atau individu yang mendapatkan keuntungan dari atau kerugian oleh, dan yang hak-haknya dilanggar atau dihargai oleh, tindakan korporasi. Yang termasuk pemangku kepentingan adalah para pemegang saham itu sendiri, para kreditor, pekerja atau buruh, para pelanggan, pemasok, dan masyarakat atau komunitas pada umumnya. Teori pemangku kepentingan menekankan bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial yang menuntut harus mempertimbangkan semua kepentingan pelbagai pihak yang terkena pengaruh dari tindakannya. Acuan pertimbangan para manajer dalam mengambil keputusan dan tindakan bukan semata-mata para pemegang saham, melainkan juga pihak lain mana pun yang terkena pengaruhnya. Dalam pandangan teori pemangku kepentingan melihat persepektif bisnis sebagai ΓÇ£kesadaran sosialΓÇ¥ dimana perusahaan harus sensitive terhadap kerusakan potensial dari tidakannya terhadap berbagai kelompok pemangku kepentingan. Disamping itu bisnis dipandang sebagai ΓÇ£aktivitas sosialΓÇ¥ yang memandang perusahaan harus menggunakan segala sumber dayanya untuk kepentingan publik.
Teori pemangku kepentingan dapat digunakan dalam tiga cara: Pertama adalah cara deskriptif atau empiris, di mana teori ini digunakan untuk “menggambarkan dan kadang menjelaskan karakteristik dan perilaku spesifik korporasi. Sifat pendekatan ini adalah deskriptif. Kedua adalah cara instrumental, di mana teori ini digunakan untuk “mengidentifikasi kaitan atau kurangnya koneksi antara manajemen pemangku kepentingan dan pencapaian sasaran korporasi tradisional. Misalnya keuntungandan pertumbuhan. Sifat pendekatan ini adalah preskriptif. Pendekatan instrumental melihat para pemangku kepentingan sebagai ‘alat’ untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan dan meningkatkan efisiensi. Para pemangku kepentingan hanya diperhatikan sejauh itu menunjang tujuan-tujuan lebih tinggi dari sebuah perusahaan yaitu maksimisasi keuntungan, keberlangsungan dan pertumbuhan. Ketiga adalah cara normatif, di mana teori ini digunakan untuk menginterpretasikan fungsi perusahaan dan mengidentifikasi pandu¬an moral atau filosofis yang harus diikuti berkaitan dengan operasi dan manajemen perusahaan. Pendekatan ini tentu saja bersifat normatif-preskriptif, dan karena itu kadang dikacaukan dengan pendekatan kedua. Pendekatan normatif melihat para pemangku kepentingan sebagai tujuan.
Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam memandang signifikansi pemangku kepentingan, yaitu kekuasaan/kekuatan (power), legitimasi, dan urgensi. Meskipun ketiga hal tersebut bersama-sama dan saling terkait dalam mempengaruhi pengambilan tindakan oleh sebuah perusahaan, tetapi yang paling besar dari ketiganya adalah kekuasaan/kekuatan. Kekuasaan/kekuatan yang dimaksudkan di sini adalah kekuatan nyata suatu pemangku kepentingan untuk melakukan tekanan dan tuntutan baik secara sosial, politis, maupun hukum. Bisa terjadi bahwa suatu pemangku kepentingan memiliki legitimasi dan memiliki urgensitas yang sangat tinggi (keadaan mereka sudah sangat membahayakan dari segi kelangsungan hidup) untuk melakukan penuntutan kepada sebuah perusahaan, namun karena mereka tidak memiliki kekuasaan yang real (misalnya mereka terpecah belah dalam memandang persoalan itu, bahkan ada yang menerima begitu saja hal tersebut sebagai sebuah ΓÇ¥bencana alamΓÇ¥ dan bukan ΓÇ¥bencana buatan manusiaΓÇ¥ yang harus dituntut), maka perusahaan bisa enggan atau bahkan tidak mau melakukan tindakan apa pun. Branco dan Rodriguez mengutip contoh kasus di Kanada dan Swedia28di mana perusahaan-perusahaan kehutanan lebih memprioritaskan tuntutan para pemangku kepentingan yang memiliki kekuatan real ketimbang tuntutan yang hanya dilontarkan berdasarkan argumen etis atau tanggung jawab sosial belaka
Nilai-nilai Pelibatan Pemangku Kepentingan
Prof Witold Henisz dari Wharton Business School telah mempelajari manajemen risiko sosial dan politik selama 15 tahun, dengan fokus pada penggunaan strategi bagaimana organisasi menghindar dari resiko dengan studi kasus perusahaan pertambangan. Dalam kajiannya Henisz menggunakan data dari 26 tambang emas yang dimiliki oleh 19 perusahaan publik antara tahun 1993 dan 2008. Melalui coding lebih dari 50.000 ΓÇ£peristiwa pemangku kepentinganΓÇ¥ yang ditemukan dan dilaporkan media mereka mengembangkan suatu indeks tingkat kerja sama pemangku kepentingan atau konflik pertambangan. Dari hasil studi yang dilakukan ditemukan bahwa ada investasi berbasis proyek yang tertunda atau terganggu akibat orang-orang khawatir tentang pasokan air, pola lalu lintas, kerusakan lingkungan dan sebagainya. Henisz juga menyusun sebuah daftar penerapan terbaik untuk bisnis yang serius melibatkan para pemangku kepentingan. Pertama, mengubah pola pikir perusahaan sehingga karyawan di seluruh papan percaya bahwa pemangku kepentingan kunci. Kedua, mendapatkan data yang diperlukan untuk menjelaskan siapa pemangku kepentingan, apa yang mereka inginkan dan yang terhubung ke siapa. Ketiga, menemukan cara untuk membangun jaringan informasi melalui datalink untuk kepentingan kinerja operasi, mengintegrasikan informasi tersebut ke dalam sistem manajemen risiko (integrated risk management) daripada memperlakukannya sebagai kategori secara terpisah. Keempat, berinteraksi dengan para pemangku kepentingan di tingkat masyarakat dengan cara yang asli dan adil; merespon kekhawatiran mereka dan koneksi bentuk daripada hanya menulis cek. Kelima, menemukan cara untuk menyebarkan informasi tentang proyek yang sedang berlangsung secara kredibel dan transparan.Michael Porter sebagai seorang tokoh terkenal pada strategi bisnis dan daya saing, memperkenalkan konsep ΓÇ£menciptakan nilai bersamaΓÇ¥, dalam rangka memberikan jalan inovasi bagi praktisi secara keberlanjutan. Menciptakan nilai bersama dikemas ulang dari prinsip-prinsip keberlanjutan, dimana peran dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam membangun nilai-nilai bersama sangat penting dalam membangun produk dan inovasi daya sain dalam pasar yang semakin komptetitif. Munculnya pemain lain mengisyaratkan penting nilai-nilai bersama yang perlu disepakati sebagai acuan bisnis untuk menghindari dampak dalam jangka panjang. Tetapi juga menekankan pentingnya mendekati keterlibatan pemangku kepentingan sebagai perluasan dari sistem berfikir. Setiap lembaga yang bertahan melakukannya karena ketahanan dari sistem di mana ia beroperasi. Ketahanan berasal dari keragaman individu atau organisasi dan kuat hubungan antara mereka. Keterlibatan pemangku kepentingan merupakan kesempatan untuk membangun dan memperkuat hubungan ini serta memanfaatkan kepercayaan otak kolektif dari sistem, tetapi dengan kata Porter, akan membutuhkan pemimpin dan manajer untuk mengembangkan apresiasi yang lebih dalam kebutuhan masyarakat dan kemampuan untuk berkolaborasi antar keuntungan atau batas nirlaba.
Dalam dunia yang semakin terbuka, dengan buy-in dari pelanggan, pemasok, karyawan, dan setiap mitra kelembagaan lainnya sangat penting untuk mendapatkan manfaat. Keterlibatan pemangku kepentingan telah lama dianggap sebagai pertahanan yang baik, tetapi pelanggaran lebih baik dan harus di jantung dari setiap strategi untuk berinovasi. Perusahaan perlu memahami bagaimana mereka harus bekerja dengan masyarakat dalam menghadapi tantangan kompetitif dengan membangun nilai-nilai inovasi inovasi ketika perusahaan berusaha untuk tidak hanya melibatkan para pemangku kepentingan, tetapi juga berkolaborasi dengan masyarakat atau pemangku kepentingan yang lebih luas.
Konsep bisnis telah mengalami evolusi, dimana nilai-nilai sosial menjadi landasan dalam penetapan berbagai kebijakan, proses hinggga hasil yang diperoleh oleh perusahaan. Pertama-tama ada pembedaan antara konsep kewajiban sosial (social obligation), tanggung jawab sosial (social responsibility), dan kepedulian sosial (social responsiveness). Kewajiban sosial berkaitan dengan perilaku atau tindakan perusahaan dalam merespon kekuatan pasar atau ketentuan hukum. Kewajiban sosial bersifat proskriptif atau negatif untuk menentukan hal-hal yang dianggap etis tidak boleh dilanggar.. Tanggung jawab sosial menuntut adanya kesepadanan antara perilaku perusahaan dengan norma-norma sosial yang berlaku, nilai dan harapan yang diletakkan dalam tindakan perusahaan. Sifatnya adalah preskriptif atau positif yang mengharuskan bertindak untuk kepentingan masyarakat.. Kepedulian sosial menekankan bahwa yang penting bukanlah bagaimana sebuah perusahaan harus merespon tekanan sosial, tetapi apa yang seharusnya menjadi peran perusahaan dalam jangka panjang dalam sebuah sistem sosial yang selalau berubah. Ide dasarnya adalah bahwa orientasi bisnis bersifat antisipatoris dan preventif. Dengan demikian dskursu peran perusahaan terhadap masyarakat mencakup tanggung jawab sosial dan kepedulian sosial, sementara kewajiban sosial lebih terkait dengan kinerja ekonomi murni sebuah perusahaan atau bisnis.
Daftar Pustaka
Branco, Manuel Castelo dan L├║cia Lima Rodriguez, ΓÇ£Positioning Stakeholder Theory within the Debate on Corporate Social ResponsibilityΓÇ¥, EJBO (Electronic Journal of Business Ethics and Organization Studies), Vol. 12, No. 1(2007), hlm. 5-15.
Carr, A. Z., ΓÇ£Is Business Bluffing EthicalΓÇ¥, Harvard Business Review, Vol. 46No. 1, 1968, hlm. 143-153.Carroll, A. B., ΓÇ£A Three-Dimensional Conceptual Model of Corporate Social PerformanceΓÇ¥, Academy of Management Review, Vol. 4No. 4, 1979, hlm. 497-505.
Carroll, A. B., ΓÇ£The Pyramid of Corporate Social Responsibility: Toward the Moral Management of Organizational StakeholdersΓÇ¥, Business Horizons, Vol. 34No. 4, 1991, hlm. 39-48.
Clapham, A. dan S. Jerbi, Categories of Corporate Complicity in Human Rights Abuses, dapat diunduh di http://www.business-humanrights.org/Clapham-Jarbi-paper.htm.
Donaldson, T. dan L. E. Preston, ΓÇ£The Stakeholder Theory of the Corporation: Concepts, Evidence, and ImplicationsΓÇ¥, Academy of Management Review, Vol. 20 No. 1, 1995, hlm. 65-91.
Frederick, W. C., ΓÇ£From CSR1 to CSR2: The Maturing of Business-and-Society ThoughtΓÇ¥, Business and Society, Vol. 33No. 2, 1994, hlm. 150-164.
Freeman, R. Edward, ΓÇ£A Stakeholder Theory of the Modern CorporationΓÇ¥, dalam L.B. Pincus (ed.), Perspectives in Business Ethics, Singapore: McGraw Hill, 1998, hlm. 171-181.
Lantos, G. P., ΓÇ£The Ethicality of Altruistic Corporate Social ResponsibilityΓÇ¥,Journal of Consumer Marketing, Vol. 19 NO. 3, 2002, hlm. 205-230.
Levitt, T., ΓÇ£The Dangers of Social ResponsibilityΓÇ¥, Harvard Business Review, Vol. 33 No. 5, 19 58, hlm. 41 -50.
Riyadi E.S. Landasan Teoretis bagi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: dari Pemegang Saham (Shareholder) ke Pemangku Kepentingan (Stakeholder). Dignitas Volume V No. II Tahun 2008.
-
Kls Virtual Manajemen Keuangan Pertemuan ke-2Sabtu, April 17Γïà08:30 ΓÇô 10:30ammeet.google.com/bvv-fxnx-tkc10 minutes before
-
Silahkan anda absen disini untuk kegiatan online (non virtual learning/LMS) dengan menulis nama lengkap dan NPm pada kolom kosong yang disediakan, terima kasih
-
-
-
-
Pengertian Laporan Keuangan
Secara umum laporan keuangan adalah laporan yang berisi pencatatan uang dan transaksi yang terjadi dalam bisnis, baik transaksi pembelian maupun penjualan dan transaksi lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan moneter.
Biasanya laporan ini dibuat dalam periode tertentu. Penentuannya ditentukan oleh kebijakan perusahaan apakah dibuat setiap bulan atau setiap satu tahun sekali, terkadang perusahaan juga menggunakan keduanya.
Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan. Sehingga para stakeholder dan pengguna informasi akuntansi bisa melakukan evaluasi dan cara pencegahan dengan tepat dan cepat jika kondisi keuangan usaha mengalami masalah atau memerlukan perubahan.
Mengingat pentingnya hal itu, maka laporan ini harus dibuat dengan tepat, cermat dan diperlukan pertanggungjawaban yang diserahkan secara mutlak kepada orang berkompeten dibidangnya, seperti seorang akuntan.
Dia yang harus mempresentasikan laporan yang telah dibuatnya dengan detail di depan para stakeholder yang biasanya ini dilakukan pada saat evaluasi kinerja keuangan tahunan.
Jika melihat dari penjelasan di atas tentu bisa ditarik kesimpulan kalau pengertian laporan keuangan adalah laporan yang berisi data transaksi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Yang mana laporan tersebut harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan sebagai pembahasan evaluasi untuk perkembangan usaha ke depan.
Jenis-jenis Laporan Keuangan
Terdapat lima jenis laporan keuangan utama pada bisnis. Semuanya disesuaikan dengan bentuk transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Karena setiap laporan ini memiliki fungsi dan prinsip yang berbeda, tentu mereka yang membuat laporan ini harus bisa membedakan pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan peruntukannya.
Berikut adalah penejelasan lima jenis laporan keuangan utama perusahaan lengkap beserta jenis dan fungsinya yang bisa Anda ketahui.
1. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan finansial perusahaan yang dibuat oleh bisnis untuk mengetahui pengeluaran dan pemasukan bisnis secara mendetail. Isi dari laporan ini ialah data-data pendapatan sekaligus beban yang ditanggung oleh perusahaan.
Biasanya laporan ini dibuat untuk menjelaskan kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Maka dari itu, sebagian besar laporan dikerjakan pada akhir tahun atau akhir bulan, sesuai ketentuan di perusahaan tersebut.
Dengan adanya laporan laba rugi, para stakeholder bisa mengetahui kondisi finansial perusahaan yang terkini. Sehingga laporan tersebut bisa dijadikan sebagai dasar evaluasi untuk langkah kebijakan selanjutnya.
Terdapat dua jenis laporan laba rugi yang biasa digunakan oleh bisnis pertama adalah single step dan kedua adalah multiple step.
Apa itu laba rugi single step?
Laporan laba rugi single step atau langkah tunggal hanya menunjukkan satu kategori pendapatan dan satu kategori pengeluaran. Laporan ini bersifat sederhana, tidak berisi detail perputaran keuangan yang terjadi pada perusahaan tersebut. Persamaan yang digunakan dalam laporan laba rugi single step adalah:
Penghasilan Bersih = (Pendapatan + Keuntungan) ΓÇô (Beban + Kerugian)
Laporan laba rugi single step menggunakan persamaan dasar akuntansi langsung dari aktivitas keuangan bisnis Anda. Mudah dipahami dan relatif mudah dibuat dan cocok untuk bisnis berskala kecil.

Apa itu laporan laba rugi multiple step?
Laporan laba rugi multiple step berisi lebih banyak informasi umum daripada yang disertakan dalam laporan laba rugi single step, tetapi laporan ini menggunakan banyak persamaan untuk menentukan keseluruan perhitungan laba rugi.
Laporan laba rugi multiple step memecah pendapatan operasional dan biaya operasional juga pendapatan non-operasional dan biaya non-operasional.
Laporan laba rugi ini memisahkan pendapatan dan pengeluaran yang terkait langsung dengan operasi bisnis dari yang tidak terkait langsung dengan operasinya.
Laporan laba rugi multiple step menggunakan tiga formula akuntansi yang berbeda untuk mengetahui nilai akhir pada laba bersih:

Tujuan dibuatnya laporan laba rugi baik single step maupun multiple step adalah untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau justru kerugian. Efeknya ialah mempertahankan yang untung dan sebisa mungkin mencari solusi bagaimana yang rugi bisa tertutupi
2. Laporan Arus Kas
Jenis laporan keuangan yang kedua adalah laporan arus kas. Laporan arus kas atau yang biasa disebut dengan cashflow ini sendiri dapat diartikan sebagai catatan keuangan yang berisi informasi tentang pemasukan dan pengeluaran selama satu periode.
Laporan ini akan sangat berguna ketika Anda akan mengevaluasi struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas), serta aktiva bersih perusahaan. Tak hanya itu, Anda pun bisa memanfaatkannya sebagai strategi adaptif menghadapi perubahan keadaan dan peluang.
Laporan arus kas juga harus dibuat oleh akuntan atau bagian finance, setelah itu diserahkan kepada pihak stakeholder agar ditindaklanjuti untuk memastikan semua pos pengeluaran dan pemasukan berjalan dengan baik.
Laporan arus kas juga terbagi dua jenis yaitu arus kas langsung dan arus kas tidak langsung.
3. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah salah satu jenis laporan keuangan yang penting terutama untuk perusahaan publik. Tujuan pembuatannya adalah agar perusahaan dapat menggambarkan peningkatan maupun penurunan dari aktiva bersih (kekayaan) dalam periode tertentu dengan prinsip pengukuran tertentu untuk dianut.
Mengapa laporan keuangan ini akan ditemukan pada berbagai perusahaan besar atau publik? Sebab, sebagian besarnya mempunyai struktur kepemilikan yang kompleks dalam perubahan-perubahan akun ekuitas di tahun terkait.
Tujuan dari dibentuknya laporan perubahan modal yakni memberi laporan mengenai perubahan modal kerja dan membuat ikhtisar dari investasi dan dana yang dihasilkan di dalam suatu periode serta aktiva pembayaran.

4. Laporan Neraca
Laporan keuangan yang selanjutnya adalah laporan neraca. Laporan neraca atau balance sheet biasanya terdapat beberapa informasi mengenai akun-akun aktiva, serta hal-hal yang menjadi kewajiban perusahaan dalam satu periode. Dalam penerapannya, laporan neraca terdapat dua macam. Yaitu bentuk stafel atau vertikal serta bentuk skontro atau horizontal.
Pada hakikatnya, laporan neraca adalah gabungan dari segala laporan keuangan. Ini juga dibuat dalam waktu tertentu yang normalnya adalah satu tahun sekali. Tujuannya adalah untuk menentukan langkah terkait finansial di tahun selanjutnya.
Laporan neraca merupakan laporan keuangan yang sangat penting karena dalam laporan ini terdapat segala informasi terkait siapa pemegang saham dari suatu perusahaan, siapa kreditur yang ada, peraturan pemerintah yang ada, dan berbagai kebijakan lainnya.
Beberapa informasi tersebut sangatlah penting, sehingga tidak boleh bocor, semua informasi tersebut memiliki beberapa peran untuk kemajuan suatu perusahaan. Jadi hanya orang-orang internal lah yang boleh mengetahui informasi-informasi tertentu.
Selain itu, kegunaan lainnya dari laporan neraca adalah untuk mengetahui beberapa kondisi keuangan dalam sebuah perusahaan. Laporan ini menunjukkan apakah perusahaan tersebut memiliki kondisi yang sehat atau tidak.
Laporan keuangan ini menjadi prioritas di perusahaan. Minimal untuk mengetahui apakah data laporan secara akumulatif memang sesuai dengan data-data yang terpisah di laporan-laporan sebelumnya.
Data dalam laporan neraca tidak boleh selisih serupiah pun. Jika ada selisih berarti ada yang salah dan harus dilakukan revisi. Ini merupakan tugas akuntan atau bagian keuangan yang harus melakukan revisi sampai waktu yang ditentukan. Jika tidak di revisi akan terjadi ambiguitas ketika membaca semua laporan keuangan perusahan.


5. Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan mengacu pada informasi tambahan yang membantu menjelaskan bagaimana perusahaan sampai pada angka laporan keuangannya.Catatan ini juga membantu menjelaskan penyimpangan atau anggapan inkonsistensi dalam metodologi akun tahun ke tahun.
Catatan catatan laporan keuangan bukanlah hal yang wajib , hanya untuk memberikan kejelasan kepada mereka yang membutuhkannya tanpa memiliki informasi yang ditempatkan di kolom pernyataan. Namun demikian, informasi yang termasuk dalam catatan atas laporan keuangan seringkali penting karena dapat mengungkapkan masalah mendasar terhasap kesehatan keuangan perusahaan.
-
Fungsi Laporan Keuangan Untuk Bisnis
Laporan keuangan dibuat untuk fungsi tertentu. Yang jelas sebagai sarana untuk menentukan kebijakan pimpinan terkait perusahaan di periode selanjutnya. Berikut ini akan dijelaskan fungsi yang lebih lengkap:
1. Untuk Menilai Kondisi Usaha
Seluruh laporan ini berguna sebagai penilai kondisi usaha. Maksudnya jika dari catatan keuangan terlalu banyak kerugian, berarti perusahaan sedang mengalami kemunduran.
Sebaliknya jika di dalam laporan tersebut banyak data profit, berarti usaha sedang berkembang. Dengan penilaian ini tentu pihak pimpinan bisa menentukan sikap melanjutkan usaha atau malah menutupnya karena kerugian usaha yang kronis.
2. Sebagai Bahan Evaluasi
Laporan keuangan diperlukan untuk bahan evaluasi. Bisa dipastikan jika tidak ada laporan tersebut, evaluasi yang dilakukan tidak akan maksimal bahkan seperti melakukan hal yang sia-sia.
Seluruh laporan ini adalah parameter evaluasi untuk menjelaskan permasalahan dan solusinya. Jika terjadi kemunduran perusahaan, maka bisa ditentukan apa penyebab kemunduran tersebut dan bagaimana jalan keluarnya.
Jika evaluasi ini berjalan maksimal, tentu kebijakan selanjutnya lebih mudah. Karena sudah ditemukan penyebab masalahnya dan solusi terbaiknya. Maka evaluasi yang dilakukan pada periode selanjutnya diharapkan untuk menuntaskan masalah agar tidak terulang lagi.
3. Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan
Laporan keuangan juga berfungsi sebagai pertanggungjawaban perusahaan. Baik kepada investor maupun kepada pemerintah yang terkait dengan pajak dan lain sebagainya.
Jika laporan keuangan detail, berarti peruhaan Anda kredibel di mata para stakeholder. Paling tidak manajemen di dalamnya memang berjalan dengan baik sesuai degan porsinya masing-masing. Sebaliknya perusahaan dengan laporan keuangan berantakan bisa dikatakan sebagai badan usaha yang tidak kredibel dan berpotensi mengalami masalah kedepannya.
Untuk bisa memahami lebih lanjut apa Itu Laporan Keuangan dan Bagaimana Menganalisis suatu Laporan Keuangan Perusahaan, silahkan anda lihat pada materi PPT dan Video sebagai berikut:
-
Assalamualaikum wr wb
Hallo sobat MM berikut jadwal Hybrid class
Hari: Sabtu
Tanggal: 24 April 2021
Waktu: 08.30-10.00
Offline: Gd Pasca Lantai 1 Ruang B 2.7
Online: Via Zoom
Dosen Ibdarmajaya 5 is inviting you to a scheduled Zoom meeting.
Topic: Financial Management Class
Time: Apr 24, 2021 08:30 AM Bangkok
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/88263130137?pwd=VCs0VVFVakFpMXVWNk9JcGlrNjR6UT09
Meeting ID: 882 6313 0137
Passcode: 976110
One tap mobile
+13017158592,,88263130137#,,,,*976110# US (Washington DC)
+13126266799,,88263130137#,,,,*976110# US (Chicago)
Dial by your location
+1 301 715 8592 US (Washington DC)
+1 312 626 6799 US (Chicago)
+1 646 558 8656 US (New York)
+1 253 215 8782 US (Tacoma)
+1 346 248 7799 US (Houston)
+1 669 900 9128 US (San Jose)
Meeting ID: 882 6313 0137
Passcode: 976110
Find your local number: https://us02web.zoom.us/u/kvyhB93KY
-
-
-
-
Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan bentuk analisis untuk mengukur kinerja perusahaan berdasarkan data perbandingan yang ditulis dalam laporan keuangan seperti laporan neraca, laba/rugi, dan arus kas dalam satu periode tertentu. Oleh karena itu, analisis rasio keuangan juga biasa disebut dengan analisis laporan keuangan.
Analisis ini biasanya dilakukan oleh akuntan/bagian keuangan/manajemen pada akhir periode perusahaan dalam satu tahun. Hasil analisis kemudian dilaporkan kepada pihak manajemen sebagai pedoman informasi untuk menentukan keputusan atau kebijakan perusahaan di periode selanjutnya.
Sedangkan, Analisis keuangan juga berada dalam balanced scorecard, alat untuk mengukur kinerja perusahaan, seberapa efektif strategi yang telah digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif.
Sehingga analisis rasio keuangan pada perusahaan bukan hanya ditujukan kepada pihak manajemen, namun juga investor. Bagi mereka, analisis rasio keuangan menjadi bahan penilaian seberapa sehat perusahaan tersebut pantas mendapatkan suntikkan investasi.
Apa Fungsi Analisis Rasio Keuangan Lainnya?
Selain menjadi alat ukur sehat-tidaknya sebuah perusahaan, analisis rasio keuangan memiliki manfaat lainnya yaitu;
- Melihat tren kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu.
- Bahan evaluasi sumber daya perusahaan seperti supplier, peralatan, proses produksi bahkan karyawan itu sendiri.
- Sebagai acuan investor untuk memilih perusahaan.
- Sebagai bahan pertimbangan kreditur.
- Menilai efektifitas strategi perusahaan dalam membangun keunggulan kompetitif.
- Analisis kekuatan internal dan kemampuan daya saing perusahaan dengan kompetitor.
- Sebagai bahan referensi audit internal perusahaan baik dari sektor keuangan, operasional, atau sektor lain.
- Menentukan nilai kewajaran keuntungan yang diperoleh perusahaan.
Berdasarkan poin-poin di atas peran analisis laporan keuangan ini intinya memiliki dua peran; sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi baik oleh pemilik usaha maupun pihak internal seperti kreditur atau investor.
Jenis Analisis Rasio keuangan
Seperti fungsinya di atas, perhitungan analisis financial ratio dibagi berdasarkan fungsinya. Lantas apa saja jenis-jenis analisisnya?
1. Rasio Likuiditas
Rasio ini berguna untuk mengukur seberapa mampu perusahaan Anda memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek. Analisis ini dilakukan berdasarkan aktiva lancar yang relatif terhadap kewajiban (utang lancarnya).
Namun, rasio likuiditas dibagi lagi ke beberapa jenis tergantung perbandingan kondisi aktiva dan kewajibannya.
a. Rasio lancar (current ratio)
Perhitungan rasio yang paling dasar untuk mengukur likuiditas. Tujuannya adalah mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.
Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.
Berikut rumus rasio lancar
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%
b. Rasio Cepat (quick ratio/acid test ratio)
Berbeda dengan rasio lancar, rasio cepat tidak memerlukan perbandingan 1:1 antara aktiva lancar dengan utang lancarnya. Hal ini dikarenakan dalam perhitungan rasio cepat mengabaikan faktor persediaan.
Jadi artinya, rasio cepat mengukur kemampuan usaha dalam membayar utang jangka pendek menggunakan aktiva yang lebih mudah cair (liquid assets).
Rumus rasio cepat
Quick ratio = Kas + efek + piutang / hutang lancar x 100%
c. Rasio Kas (cash ratio)
Tidak jauh berbeda dengan rasio cepat, rasio kas berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas yang tersedia dan juga surat berharga.
Kas yang dimaksud merupakan uang perusahaan yang disimpan baik di kantor maupun bank dalam bentuk rekening koran.
Sedangkan surat berharga merupakan harta setara kas yang dengan mudah diuangkan kembali. Adapun rumus rasio kas adalah
Cash ratio = kas + efek / hutang lancar
Untuk cash ratio, sama seperti quick ratio dimana perbandingan tidak perlu mencapai nilai sempurna atau 100% untuk mendapatkan tingkat kapabilitas perusahaan yang baik.
Note: Nilai ideal dari ketiga perhitungan di atas adalah sebesar-besarnya 150% yang berarti semakin besar rasionya maka semakin sehat kondisi perusahaan.
2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas
Rasio ini berguna untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan berdasarkan nilai penjualan, aktiva, dan modal.
Ada beberapa metode dalam perhitungan rasio profitabilitas yaitu
a. Gross profit margin
Sebagai pengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor. Berikut rumusannya
PRofit Margin = penjualan netto ΓÇô cost of good sold (harga pokok penjualan) / penjualan netto x 100%
b. Operating income ratio
Perhitungan ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan. Berikut rumusnya
Operating Income = penjualan netto ΓÇô cost of good sold (HPP) ΓÇô earnings before interest & taxes (EBIT) / penjualan netto x 100%
c. Net profit margin (NNP)
Berbeda dengan gross profit margin, net profit margin menghitung tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih. Berikut rumusnya
NNP = Laba bersih setelah pajak (EAT) / penjualan netto x 100%
d. Earning power of total investment (EPT)
Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki dan diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva.
Perhitungan ini sebagai acuan investor atau pemegang saham dalam mengukur tingkat keuntungan investasi yang ditanamkan dalam perusahaan. Rumusnya sebagai berikut.
EPT = laba sebelum pajak dan bunga / jumlah aktiva x 100%
e. Return of Investment
Menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau earnings after tax (EAT)
Rumus = EAT / jumlah aktiva x 100%
b. Return on Equity (ROE)
Kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih berdasarkan ekuitas. Berikut rumusnya
= earnings after tax (EAT) / jumlah equity x 100%
c. Return on Net Worth (RNW)
Mengukur kemampuan modal sendiri yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham. Berikut rumusnya
= earnings after tax (EAT) / jumlah modal sendiri x 100%
Perlu diingat, bahwa semakin tinggi nilai rasio profitabilitas berarti semakin baik nilai keuntungan perusahaan.
3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio
Jika rasio likuiditas untuk mengukur kewajiban jangka pendek, berbeda dengan rasio solvabilitas. Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
Ada dua jenis dalam rasio ini yaitu, perbandingan kewajiban dengan aset (total debt to assets ratio) dan juga perbandingan dengan ekuitas (total debt to equity ratio).
a. Total Debt to Asset Ratio
Total debt to asset ratio bertujuan menghitung pengaruh besaran kewajiban terhadap pengelolaan aset perusahan. Selain itu, rasio ini berfungsi untuk mengukur berapa aktiva/aset perusahaan yang dibiayai oleh utang.
Kunci dari total debt to asset ratio adalah semakin kecil rasionya maka semakin aman
b. Total Debt to Equity Ratio
Sedangkan total debt to equity ratio menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan.
Bagi pengusaha, besaran utang tidak boleh lebih dari jumlah modal sendiri. Sehingga Semakin kecil rasionya maka semakin aman bagi perusahaan.
Catatan: nilai maksimal dari rasio ini adalah 200% sebagai batas aman perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki.
Dalam analisis ini, aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu mengakibatkan semakin besarnya dana lebih yang tertanam pada aktiva.
Dana lebih ini yang dimana dampak dari aktivitas rendah menjadi lebih baik jika ditanamkan pada aktivitas yang lebih produktif.
a. Perputaran piutang (receivable turnover)
Perputaran piutang digunakan untuk mengukur kualitas dan efisiensi tingkat perputaran piutang perusahaan dalam satu periode dengan membandingkan penjualan dengan rata-rata piutang.
Semakin tinggi rasionya, maka semakin baik kualitas dan efisiensi perputaran piutang perusahaan. Berikut rumusnya
= penjualan / piutang rata-rata x 100%
b. Perputaran persediaan (inventory turnover)
Digunakan untuk mengukur tingkat kualitas dan efisiensi perputaran persediaan perusahaan terhadap penjualan dalam satu periode tertentu.
Semakin tinggi rasionya, maka pengelolaan persediaan yang dilakukan oleh perusahaan semakin efisien. Berikut rumusnya
= penjualan / persediaan x 100%
c. Perputaran aktiva tetap (fixed asset turnover)
Rasio ini berguna untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap secara efisien dalam rangka meningkatkan penjualan.
Sama seperti sebelumnya, semakin besar berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aktiva tetapnya. Rumusnya sebagai berikut
= penjualan / aktiva tetap x 100%
d. Perputaran aktiva total (total asset turnover)
Rasio ini juga melibatkan aktiva lancar dan aktiva tetap. Di mana semakin besar rasionya, maka semakin efektif perusahaan bisa memanfaatkan seluruh aktivanya terhadap konversi penjualan.
Berikut rumusnya
= penjualan / total aktiva x 100%
e. Perputaran rerata tagihan (average collection turnover)
Rasio ini mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menerima tagihan dari konsumen dalam satu tahun.
Rumusnya sebagai berikut
= piutang x 365 / penjualan x 100%
f. Perputaran modal kerja (working capital turnover)
Mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih yaitu perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar terhadap penjualan dalam satu periode.
Rumusnya sebagai berikut
= penjualan / (aktiva lancar ΓÇô hutang lancar) x 100%
5. Rasio Investasi
Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian kepada pemberi dana (investor). Rasio ini berguna sebagai pedoman investor untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan.
Metode Analisis Rasio keuangan
Selain metode perhitungan rasio yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa metode lain yang bisa Anda gunakan. Paling umum metode yang digunakan dalam analisis rasio keuangan perusahaan adalah analisis common size dan time series.
Analisis common size
Analisis common size adalah membandingkan perubahan dalam pos-pos dengan total aktiva, pasiva, dan penjualan. Perbandingan ini disajikan dalam persentase per komponen dalam laporan keuangan baik dalam laporan neraca maupun laba rugi.
Dalam analisis ini, perusahaan akan mendapatkan informasi berupa komposisi investasi (aktiva) dan struktur modal (pasiva). Komposisi investasi yang dimaksud adalah posisi relativitas aktiva lancar terhadap aktiva tetap. Sedangkan struktur modal menggambarkan relativitas utang perusahaan terhadap modal sendiri.
Analisis common size dilakukan juga untuk membandingkan data-data laporan keuangan periode berjalan dengan sebelumnya, membandingkan antar kompetitor, atau perbandingan dengan industri.
Ingat fungsi analisis rasio keuangan: sebagai analisis daya saing dalam industri
Analisis time series dan forecasting
Analisis ini digunakan untuk membandingkan data keuangan pada periode tertentu terutama sebagai bahan peramalan atau proyeksi kondisi keuangan di masa depan.
Dalam analisis ini, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dimana poin-poin tersebut mempengaruhi perubahan struktur keuangan yaitu; peraturan pemerintah, perubahan kompetisi, perubahan teknologi dan juga akuisisi.
Analisis ini juga bisa dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu; ekonomi, statistik, dan visual.
Biasanya analisis time series ini menggunakan indeks berupa angka-angka. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan analisis time series.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
Pertama, menentukan tahun dasar. Penentuan tahun dasar bisa berdasarkan tahun pendirian, tahun perubahan struktur organisasi, tahun proyek, atau tahun-tahun dalam momen tertentu. Pos laporan keuangan tahun dasar nantinya dicatat sebagai indeks 100.
Kedua, menghitung angka indeks tahun lainnya menggunakan angka pos laporan keuangan tahun dasar sebagai penyebut.
Ketiga, memprediksi arah dan kecenderungan historis pos laporan keuangan. Terakhir, memberikan keputusan atas analisis tersebut.
Analisis time series juga didasari data keuangan yaitu; tren. Siklus, musiman, dan ketidakteraturan.
Tren adalah pergerakan time series jangka panjang. Tren bisa dinyatakan dalam tren naik atau tren turun. Dalam data tren, Anda perlu melihat pola dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu sekitar 15 hingga 20 tahun.
Ingat faktor perubahan tren: peraturan pemerintah, teknologi, demografi, kompetitor
Sedangkan data siklus merupakan bagian dari anomali bisnis yang biasanya berlangsung 2 hingga 10 tahun. Jika tren bersifat makro, maka siklus bersifat mikro dimana bisa jadi dipengaruhi oleh faktor internal.
Ada juga data musiman yaitu anomali data berdasarkan waktu tertentu atau waktu yang lebih pendek dalam satu tahun misalnya lebaran, libur natal, atau cuaca.
Sedangkan data tidak teratur muncul akibat data berdasarkan waktu yang tidak menentu dalam jangka waktu yang tidak menentu juga (namun relatif pada jangka waktu yang pendek). Misalnya saja saat pandemi atau krisis politik.
Kesimpulan
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai analisis rasio keuangan pada perusahaan. Ingat analisis ini membutuhkan atau berdasarkan laporan keuangan. Akurasi laporan keuangan akan sangat mempengaruhi dalam analisis yang disebut juga finance ratio analysis tersebut.
Jika terjadi error dalam membuat laporan keuangan, sebaik apapun analisisnya, maka hasilnya akan tetap error juga dan pada akhirnya bisa-bisa mempengaruhi peramalan dan juga keputusan investor untuk berinvestasi di bisnis Anda.
-
-
Hallo sobat, silahkan anda kerjakan soal-soal tersebut, jangan lupa cantumkan nama lengkap dan NPM dikumpul sebelum tanggal 11 Mei 2021 via LMS ini, terima kasih
-
-
-
Pengertian Konsep Nilai Waktu atas Uang
Time value of money adalah sebuah konsep kalkulasi nilai uang berdasarkan waktu. Konsep ini diterapkan karena nilai nominal uang pada saat ini dapat berbeda dengan nilai nominal uang di masa yang akan datang. Dengan kata lain, dalam hal ini, waktu berubah menjadi fungsi dari uang.
Salah satu penyebab dari pengurangan nilai uang di masa mendatang ialah inflasi (kenaikan biaya). Hal ini bisa jadi didasarkan pada teori ekonomi yang pernah dikemukakan oleh seorang ekonom asal Austria, Eugen von B├╢hm-Bawerk (1851 ΓÇô 1914). Menurut beliau, terdapat tiga alasan di balik berkurangnya nilai suatu barang di masa depan, yakni:
- Keuntungan yang akan diperoleh di masa mendatang dipertanyakan kepastiannya, sementara keuntungan di masa kini dianggap sangat jelas.
- Rasa puas manusia terhadap suatu keinginan atau kehendak yang hadir di masa kini dianggap lebih bernilai dibandingkan rasa puas akan keinginan atau cita-cita di masa depan.
- Barang-barang yang tersedia di waktu sekarang dinilai lebih bermanfaat dan dibutuhkan daripada barang-barang yang masih diprediksikan kelak muncul di masa depan.
Manfaat dari Konsep Nilai Waktu atas Uang
Sejatinya, konsep time value of money adalah metode penghitungan ekonomi yang sangat diperlukan guna merencanakan keuangan masa depan. Pada umumnya, konsep ini diterapkan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Dengan begitu, seorang manajer keuangan sangat dianjurkan untuk memahaminya dalam mengambil keputusan finansial, seperti menjalankan investasi pada sebuah aktiva serta mencari sumber dana pinjaman.
Contoh Soal dari Konsep Nilai Waktu atas Uang
Perlu Anda ketahui, time value of money adalah konsep penghitungan keuangan yang terdiri dari tiga rumus untuk penghitungan nilai uang sekarang, masa depan, serta anuitas (pembayaran secara bertahap). Berikut ini adalah rumus beserta beberapa contoh soalnya:
Present Value (Nilai Uang Sekarang)
Nilai uang sekarang merupakan nilai nominal sejumlah uang yang dimiliki saat ini dan dapat dibungakan guna meraih jumlah uang yang lebih besar pada masa depan. Rumus kalkulasi present value tersebut, yaitu:
Pv = Fv / (1 + i) n
Keterangan:
Pv = present value (nilai uang sekarang)
n = jumlah tahun
Fv = future value (nilai uang masa depan) di tahun ke-n
i = interest (tingkat suku bunga)
Di bawah ini ialah contoh soal penghitungan present value:
Bapak X hendak menabung uangnya di bank dengan tujuan mendapatkan uang sejumlah Rp10.000.000 setelah dua tahun menabung. Jika tingkat suku bunga yang didapatkan sebesar 10%, penghitungan uang yang Bapak X harus tabungkan adalah:
Pv = Fv / (1 + i) n
Pv = Rp10.000.000 / (1 + 0,10) 2
Pv = Rp10.000.000 / (1,21)
Pv = Rp8.264.463
Future Value (Nilai Uang Masa Depan)
Future value dalam time value of money adalah nominal uang yang akan diterima di masa depan dari uang yang disimpan saat ini, ditambah tingkat suku bunga tertentu. Ciri-ciri dari future value adalah terdapatnya kemungkinan jumlah uang menjadi berkali-kali lipat. Rumus matematis yang diterapkan sama dengan rumus present value:
Fv = Pv (1 + i) n
Berikut contoh soalnya:
Ibu Y menyimpan uangnya di bank tahun ini sebesar Rp10.000.000 dengan tingkat suku bunga hingga 5% dalam setahun. Maka, untuk mengetahui total nilai tabungan Ibu Y pada dua tahun ke depan adalah seperti diuraikan di bawah.
Fv = Pv (1 + i) n
Fv = Rp10.000.000 (1 + 0,05) 2
Fv = Rp10.000.000 (1,1025)
Fv = Rp11.025.000
Anuitas (Pembayaran secara Bertahap)
Anuitas ialah suatu pembayaran yang dilakukan secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Anuitas dapat didefinisikan sebagai sebuah kontrak saat suatu perusahaan asuransi membayar imbalan premi kepada nasabahnya secara berkala.
Kesimpulan
Sebagai penutup, time value of money adalah sebuah fakta bahwa suatu nilai uang kita yang sekarang lebih berharga daripada nilai uang kita di masa depan. Perlu diketahui juga bahwa makin besar nilai bunga secara relevan, makin besar pula selisih di antara nilai uang saat ini dan nilai uang masa depan.
-
Konsep yang menyatakan bahwa nilai uang akan berbeda-beda dan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jika dijelaskan lebih lanjut, time value of money adalah suatu konsep di mana nilai uang pada masa sekarang dapat dikatakan lebih berharga jika dibandingkan dengan nilai uang dengan nominal yang sama di masa yang akan datang.
Untuk lebih jelas lagi memahami konsep ini, silahkan anda lihat pada materi dan video pembelajaran sebagai berikut:
-
-
Assalamualaikum
Silahkan anda submit keaktifan anda pada LMS dengan mencantumkan Nama Lengkap, dan NPM sebelum hari Sabtu, 08 Mei 2021 pukul 17.00 WIB
Terima kasih
-
-
-
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami :
1. Bagaimana cara untuk menghitung perputaran modal kerja
2. Cara untuk mengelola serta mengoptimalisasikan modal kerja itu sendiri
-
Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalkan untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai, dan lain sebagainya, dimana uang atau da na yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya.
Uang yang masuk berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Dengan demikian maka dana tersebut akan terus menerus berputar setiap periodenya selama hidupnya perusahaan.
Kas merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas diperlukan baik untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap. Aliran kas adalah proses penerimaan dan pengeluaran kas dalam perusahaan yang akan terus berlangsung selama perusahaan tersebut berkegiatan.
Pengeluaran kas suatu perusahaan dapat bersifat terus menerus atau kontinyu seperti pengeluaran kas untuk pembelian bahan mentah, pembayaran upah dan gaji. Aliran kas ke luar yang bersifat tidak kontinyu seperti pembayaran b unga, deviden, pajak penghasilan dan lain sebagainya. Di dalam perusahaan selain aliran kas ke luar juga ada aliran kas masuk diantaranya yang termasuk aliran kas masuk kontinyu adalah aliran kas yang berasal dari penjualan produk secara tunai, penerimaan piutang dan sebagainya. Dan aliran kas masuk tidak kontinyu seperti penyertaan pemilik perusahaan, penjualan saham, penerimaan kredit dari bank dan lain sebagainya.
-
1) PT. OLEH SAKTI adalah sebuah perusahaan industri makanan yang memproduksi kue odading yang setiap harinya memproduksi sebanyak 500 unit. Pada industri tersebut terdapat
10 hari libur dalam satu bulan. Berikut adalah biaya-biaya yang dibebankan:
Bahan Dasar
: Rp
50.000,-
Bahan Pembantu
: Rp
20.000,-
TKL
: Rp
15.000,-
Biaya Administrasi
: Rp
1.250.000,-
Biaya Gaji Pimpinan
: Rp
6.000.000,-
Diketahui untuk lamanya memproduksi barang tersebut 2 hari, barang berada di gudang selama
2 hari, piutang selama 5 hari dan untuk uang persekot selama 3 hari. Minimal kasnya ditetapkan sebesar Rp 300.000. Hitunglah besarnya modal kerja yang dibutuhkan PT. OLEH SAKTI beserta analisanya!
2) PT. GREENSTAR adalah sebuah perusahaan industri yang memproduksi sepatu olahraga yang setiap harinya memproduksi 100 unit. Pada industri tersebut terdapat 5 hari libur
dalam sebulan. Berikut adalah biaya-biaya yang dibebankan adalah:
Bahan dasar
: Rp
150.000,-
Bahan pembantu
: Rp
85.000,-
TKL
: Rp
40.000,-
Biaya Administrasi
: Rp
1.255.000,-
Biaya Gaji Pimpinan
: Rp
7.000.000,-
Diketahui untuk lama memproduksi 3 hari, barang berada di gudang selama 4 hari, dan penjualan secara kredit dilakukan selama 10 hari dan uang perseko t selama 2 hari. Minimal kasnya ditetapkan sebesar Rp 1.500.600. Hitunglah besarnya modal kerja yang dibutuhkan PT. GREENSTAR beserta analisanya!
-
-
Virtual Class Sabtu 22 Mei 2021Saturday, May 22Γïà9:00 ΓÇô 10:00amOrganizer: faurani singagerda
-
-
-
Tujuan dari pokok bahasan ini adalah agar mahaiswa dapat menghitung dan menganalisis pengendalian jumlah piutang, pemberian dan pengumpulan piutang serta mengevaluasi terhadap kebijaksanaan kredit yang dijalankan perusahaan sehingga dana yang tertanam dalam piutang itu efisien dan efektif.
-
Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya diberikan dalam tempo 30 hari sampai dengan 90 hari. Dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang-barang atau jasa-jasa yang dijual secara kredit. Piutang bagi kegunaan akuntansi lebih sempit pengertiannya yaitu untuk menunjukkan tuntutan-tuntutan pada pihak luar perusahaan yang diharapkan akan diselesaikan dengan penerimaan jumlah uang tunai.
Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan barang dan jasa perusahaan, dimana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli. Mengingat piutang merupakan harta perusahaan yang sangat likuid maka harus dilakukan prosedur yang wajar dan cara-cara yang memuaskan dengan para debitur sehingga perlu disusun suatu prosedur yang baik demi kemajuan perusahaan.
-
-
-
-
Silahkan anda kerjakan soal-soal sebagai berikut , cantumkan nama lengkap dan NPM
1. Tn. Hafizh adalah seorang pegawai honorer yang mendepositkan uangnya di Bank BCA sebesar Rp 12.000.000,-. Jika tingkat bunga deposito adalah 10%, berapakah investasiTn. Hafizh pada akhir tahun ke-5 ?
2. PT. ISLAND merupakan perusahaan industri yang memproduksi Gitar dengan lamanya penyimpanan 4 hari, proses produksi 6 hari, dan diberikan jangka waktu penerimaan piutang selama 4 hari. Serta dibutuhkan bahan mentah Rp 630.000,- , bahan pembantu Rp 500.000,- , upah buruh sebesar Rp 550.000,- , dan pengeluaranpengeluaran lainnya sebesar Rp 780.000,- . Hitunglah modal kerja yang dibutuhkan oleh PT. ISLAND dengan metode pengeluaran kas rata-rata setiap harinya serta berikan analisanya!!
3. Kasus Perputaran Piutang diektahui sebagai berikut:

Hitunglah Receivables turnover, Average receivables, dan Average collection period pada tahun 2018 dan 2019!
4. Rasio Keuangan
Jelaskan sebagai berikut:
a. Apakah rasio keuangan dan jelaskan bagaimana fungsi nya bagi perusahaan?
b. Jelaskan keterkaitan antara nilai perusahaan yang dilihat berdasarkan rasio/kinerja keuangannya dalam pengambilan keputusan berinvestasi
c. Jelaskan macam-macam kinerja/rasio keuangan yang digunakan untuk menilai portofolio perusahaan yang akan go Publik.
TERIMA KASIH DAN TETAP SEMANGAT
Catatan:
1. Untuk Jawaban dikumpulkan via LMS pada pertemuan UTS mlai hari Sabtu tanggal 05 Juni 2021 pukul 08.00 WIB sampai dengan 09 Juni 2021 pukul 10.00 WIB
2. Jika Ada masalah dengan LMS anda silahkan hub WA grup Kelas /081934190942 (Bu. Faurani)
-
-
-
Assalamualikum dan Selamat Pagi, pada pertemuan Ini kita akan membahas tentang "Sumber Pendanaan Jangka Pendek". Sebelum Itu mohon absen terlebih dahulu di bawah ini.
-
-
Akrual
Adalah kewajiban jangka pendek yang terus menerus timbul, khususnya adalah akrual gaji dan akrual pajak. Akrual ini akan naik secara otomatis, atau secara spontan seiring dengan meluasnya operasi perusahaan. Lebih Jauh, untung jenis ini adalah utang "bebas," yaitu tidak ada bunga eksplisit yang dibayarkan atas dana yangg diperoleh melalui akrual. Akan tetapi, sebuah perusahaan biasanya tidak dapat mengendalikan akrualnya.
Utang Dagang
Utang dagang (Trade Credit) adalah suatu kategori utang jangka pendek terbesar, yang mencerminkan kurang lebih 40% dari kewajiban lancar di rata-rata perusahaan nonkeuangan. Utang Dagang juga adalah sumber pendanaan "spontan," di dalam artian bahwa terjadi dari transaksi bisnis biasa. Sebagai Contoh, seandainya sebuah perusahaan melakukan pembelian rata-rata sebesar $2000 sehari dengan syarat net 30, di mana artinya perusahaan tersebut harus membayar barang yang dibelinya 30 hari setelah tanggal faktur. Secara rata-rata, perusahaan akan berutang 30 kali dari $2000, atau $60.000 kepada para pemasoknya.
1) Biaya Utang Dagang
Perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit memiliki suatu kebijakan kredit yang mencakup beberap persyaratan kredit tertentu. Sebagai contoh, Microchip Electonics menjual persyaratan 2/10, net 30, yang artinya perusahaan memberikan potongan harga 2% kepada para pelanggangannya jika mereka melakukan pembayaran dalam waktu 10 hari sejak tanggal faktur, Akan tetapi, jumlah faktur penuh akan jatuh tempo dan terutang dalam waktu 30 hari jika potongan harga tidak diambil.
Perlu dicatat bahwa harga produk microchip yang sebenarnya adalah harga bersih, atau 0,98 kali harga yang tercantum pada daftar harga, karena setiap pelanggan dapat membeli suatu barang pada harga tersebut sepanjang pelanggan membayarnya dalam waktu 10 hari, contoh Personal Computer Compani (PCC) yang membeli chip memori dari microchip. Stu cip mdemiliki harga $100, sehingga harga sebenarnya untuk PCC adalah $98. Jika PCC memndapatkan tambahan kredit 20 hari diluar periode potongan harga 10 hari, PCC menanggung beban pendanaan sebesar &2 per chip untuk kredit tersebut, jadi harga dalam daftar $100 mengandung dua unsur :
Harga dalam daftar = Harga sebenarnya $98 + Beban pendanaan $2
PCC membeli chip memori dengan nilai rata-rata $11.923.333 dari Microchip setiap tahunnya pada harga bersih, atau harga sebenarnya. Jumlah ini sama dengan $11.923.333/365 = $32.666,67 per hari. Untuk penyederhanaan, diasumsikan Microchip adalah satu-satunya pemasok PCC. Jika PCC memutuskan untuk tidak mengambil tambahan utang dagang-yaitu, jika PCC membayar pada hari ke-10 dan mengambil potongan harga-utangnya akan memiliki saldo rata-rata 10($32.666,67) = $326.667. Jadi, PCC akan menerima kredit $326.667 dari Microchip. PCC memutuskan untuk mengambil tambahan kredit 20 hari dan akibatnya harus membayarkan beban pendanaan. Karena PCC kini akan membayar pada hari ke-30, utangnya akan naik menjadi 30($32.666,67) = $980.000. Microchip kini memberikan tambahan kredit kepada PCC sebesar $980.000 - $326.667= $653.333, yang dapat digunakan oleh PCC untuk menambah akun kas, melunasi utang, menambah persediaan atau bahkan memperpanjang kredit kepada pelanggannya sendiri, sehingga meningkatkan saldo piutangnya. Tambahan utang dagang yang ditawarkan oleh Microchip memiliki biaya- PCC harus membayar beban pendanaan yang setara dengan 2 persen potongan harga yang direlakan oleh perusahaan. PCC membeli chip senilai $11.923.333 pada harga sebenarnya, dan tambahan beban pendanaan akan menaikkan biaya total menjadi $11.923.333/0,98 $12.166.666 juta, Oleh karena itu, biaya pendanaan tahunan menjadi sebesar $12.166.666 - $11.923.333 = $243.333. Dengan membagi biaya pendanaan $243.333 dengan tambahan kredit sebesar $653.333, kita akan dapat menemukan tingkat biaya nominal tahunan dari tambahan utang dagang sebesar 37,2 persen:

Jika PCC dapat meminjam dari banknya (atau dari sumber-sumber yang lain) dengan tingkat suku bunga lebih rendah daripada 37,2 persen, maka perusahaan sebaiknya mengambil potongan harga dan merelakan tambahan utang dagang.
Persamaan berikut ini dapat digunakan untuk menghitung biaya nominal, dengan basis tahunan, dari tidak mengambil potongan harga, yang digambarkan dengan persyaratan 2/10, net 30:

Pembilang dari bagian pertama, Persentase potongan harga, adalah biaya per dolar kredit, sedangkan penyebut dalam bagian ini, 100 - Persentase potongan harga, mencerminkan dana yang tersedia akibat tidak mengambil potongan harga. Jadi, bagian pertama, atau 2,04%, adalah biaya per periode untuk utang dagang. Penyebut dari bagian kedua adalah jumlah hari kredit tambahan yang diperoleh dengan tidak mengambil potongan harga, sehingga keseluruhan bagian kedua akan menunjukkan berapa kali dalam setahun biaya tersebut akan terjadi, atau dalam contoh ini adalah 18,25 kali.
Rumus biaya nominal tahunan tidak memperhitungkan pemajemukan, dan jika dilihat dari tingkat suku bunga efektif tahunan, biaya utang dagang bisa dapat lebih tinggi lagi. Potongan harga dinyatakan sebagai bunga, dan dengan persyaratan 2/10, net 30, maka perusahaan mendapatkan penggunaan dana selama 30 - 10 = 20 hari, sehingga terdapat 365/20 = 18,25 ΓÇ£periode bunga" per tahun. Ingatlah bahwa bagian pertama dalam Persamaan 16-1, (Persentase potongan harga)/(100 ΓÇô Persentase potongan harga) = 0,02/0,98 = 0,0204, adalah tingkat suku bunga periodik. Tingkat ini dibayarkan 18,25 kali setiap tahun, sehingga biaya efektif tahunan dari utang dagang adalah:

Jadi, biaya nominal 37,2 persen yang dihitung dengan Persamaan 16ΓÇö1 ternyata lebih rendah daripada biaya yang sebenarnya.
Namun perlu diperhatikan, biaya utang dagang dapat dikurangi dengan terlambat melakukan pembayaran. Jadi, jika PCC dapat bebas melakukan pembayaran dalam waktu 60 hari daripada dalam waktu 30 hari seperti yang telah ditentukan, maka periode kredit efektif akan menjadi 60 - 10 = 50 hari, jumlah berapa kali potongan harga akan hilang akan turun menjadi 365/50 = 7,3, dan biaya nominal juga akan turun dari 37,2 persen menjadi 2,04% x 7,3 = 14,9%. Tingkat efektif tahunan akan turun dari 44,6 menjadi 15,9 persen:

Dalam periode-periode dengan kapasitas yang berlebihan, perusahaan kemungkinan dapat bebas dengan cara sengaja membayar terlambat, atau memperpanjang utang (stretching account payable). Akan tetapi, perusahaan juga akan dapat mengalami kerugian akibat berbagai jenis masalah yang terkait dengan cap sebagai "pembayar yang lambat."
Biaya-biaya tambahan utang dagang akibat merelakan potongan harga pada beberapa persyaratan pembelian yang lainnya disajikan berikut ini:

Seperti yang ditunjukkan oleh angka-angka di atas, biaya akibat tidak mengambil potongan harga dapat menjadi substansial jumlahnya. Sambil lalu, sepanjang bab ini kita akan berasumsi bahwa pembayaran dilakukan pada baik itu hari terakhir untuk harga maupun pada hari terakhir periode kredit, kecuali jika dinyatakan berbeda.
-
-
Assalamualaikum dan Selamat Pagi, Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, silahkan isi Presensi Kehadiran dengan kata "Hadir". Terima Kasih
-
-
Manajemen risiko (risk management) dapat berarti banyak hal, tetapi dalam bisnis istilah ini melibatkan pengidentifikasian peristiwa. peristiwa yang dapat memberikan konsekuensi keuangan yang merugikan dan kemudian mengambil tindakan-tindakan untuk mencegah dan/atau meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh peristiwa-peristiwa tersebut. Beberapa tahun yang lalu, para manajer risiko perusahaan utamanya berhubungan dengan asuransi--mereka bertugas untuk memastikan bahwa perusahaan telah cukup diasuransikan dari kerugian akibat kebakaran, pencurian, dan kecelakaan lainnya, serta bahwa perusahaan memiliki cakupan atas kewajiban yang memadai. Baru-baru ini, ruang lingkup manajemen risiko telah diperluas menjadi turut mencakup hal-hal seperti pengendalian biaya-biaya input penting seperti bahan bakar minyak dengan membeli transaksi berjangka (futures) untuk minyak, atau perlindungan dari perubahan dalam tingkat suku bunga atau nilai tukar dengan melakukan transaksi di pasar valuta asing atau tingkat suku bunga. manajer risiko untuk memastikan bahwa tindakan-tindakan yang dirancang untuk melindungi nilai dari risiko tidak malah menjadi menambah risiko.
Alasan Mengelola Risiko
Para investor tidak menyukai risiko, sebagian besar investor akan memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, sehingga paling tidak secara teori satu-satunya "risiko yang relevanΓÇ¥ adalah risiko sistematis. CEO mendefinisikan risiko, "Risiko' adalah adanya kemungkinan laba dan arus kas bebas kita di masa mendatang menjadi jauh lebih rendah secara signifikan dari yang diperkirakan." Sebagai contoh, kita lihat Plastics Inc., yang memproduksi dasbor,interior panel pintu, dan komponen-komponen plastik lainnya yang dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan pembuat mobil. Minyak adalah bahan baku utama dari plastik sehingga bahan tersebut menjadi bagian terbesar dari biaya. Plastics memiliki kontrak tiga tahun dengan sebuah perusahaan pembuat mobil untuk mengirimkan 500.000 panel pintu setiap tahunnya, dengan harga masing-masing $20. Ketika perusahaan menandatangani kontrak ini, minyak dijual seharga $19 per barel, dan diperkirakan akan tetap berada di tingkat harga tersebut untuk tiga tahun ke depan. Jika harga minyak turun, Plastics akan memiliki keuntungan dan arus kas bebas yang lebih tinggi daripada perkiraan, tetapi jika harga minyak naik, keuntungan akan turun. Karena nilai Plastics bergantung pada keuntungan dan arus kas bebasnya, adanya perubahan harga minyak akan menyebabkan para pemegang saham menerima jumlah yang lebih banyak atau lebih sedikit daripada yang telah mereka antisipasikan sebelumnya.
Plastics mengumumkan rencananya untuk mengunci pasokan minyaknya selama tiga tahun dengan jaminan harga sebesar $19 per barel, dan biaya untuk mendapatkan jaminan tersebut adalah nol. Apakah hal di atas akan mengakibatkan harga sahamnya naik? jawaban nilai jangka panjang suatu saham akan bergantung pada nilai sekarang dari ekspektasi arus kas masa depannya, didiskontokan pada tingkat rata-rata tertimbang biaya modal (weighted average cost of capital WACC). Penguncian biaya minyak akan menyebabkan kenaikan harga saham Plastics jika dan hanya jika (1) hal tersebut menyebabkan meningkatknya ekspektasi arus kas masa atau (2) hal tersebut menyebabkan WACC turun.
Pertimbangkan dahulu arus kas bebas. Sebelum diumumkannya penjaminan biaya minyak, para investor telah mengembangkan suatu estimasi nilai arus ekspektasi arus kas bebas di masa depan, yang didasarkan pada ekspektasi harga minyak sebesar $19 per barel. Oleh karenanya, meskipun penguncian biaya minyak pada harga $19 per barel akan menurunkan tingkat risiko dari ekspektasi arus kas bebas di masa depan, hal tersebut tidak akan mengubah besarnya arus kas tersebut, karena para investor telah memperkirakan harga sebesar $19 per barel.
WACC? WACC akan berubah hanya jika penguncian biaya minyak menyebabkan terjadinya perubahan pada biaya utang atau ekuitas, atau struktur modal sasaran. Dengan asumsi kenaikan harga minyak yang dapat diketahui sekarang tidak akan menyebabkan terjadinya kebangkrutan, biaya utang Plastics seharusnya tidak mengalami perubahan, dan begitu pula struktur modal sasarannya.Berkaitan dengan biaya ekuitas, ingatlah kembali dari Bab 5 bahwa kebanyakan investor memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, yang artinya biaya ekuitas seharusnya hanya akan bergantung pada risiko sistematis. Lebih jauh, meskipun adanya kenaikan harga minyak akan mengakibatkan dampak yang negatif pada harga saham Plastics, kenaikan harga tersebut tidak akan memberikan dampak yang negatif pada semua saham. Memang, perusahaan penghasil minyak akan memiliki nilai pengembalian dan harga saham yang lebih tinggi dari yang telah diperkirakan. Dengan mengasumsikan para investor Plastics memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, termasuk saham dari perusahaan-perusahaan penghasil minyak, maka sepertinya tidak terlihat banyak alasan untuk memperkirakan biaya ekuitasnya akan turun. Garis besarnya adalah sebagai berikut: Jika Plastics memperkirakan perubahan arus kas bebas dan WACC tidak akan terjadi secara signifikan karena adanya eliminasi risiko dari kenaikan harga minyak, maka hal yang sama juga akan berlaku pada nilai sahamnya.
Kontrak-kontrak futures dan lindung nilai secara mendetail,mengasumsikan bahwa Plastics tidak mengunci harga minyaknya. Sehingga akibatnya, jika harga minyak naik, maka harga sahamnya akan turun. Namun, para pemegang saham telah mengetahui hal ini, sehingga mereka dapat mengembangkan portofolio yang memiliki futures minyak yang nilainya akan naik atau turun seiring dengan harga minyak dan akibatnya menutupi perubahan-perubahan yang terjadi pada harga saham Plastics. Dengan memilih jumlah kontrak futures yang tepat, para investor akan dapat melakukan lindung nilai atas portofolio mereka dan sepenuhnya melenyapkan risiko yang diakibatkan oleh perubahan harga minyak. Tentu akan ada biaya yang timbul dari melakukan lindung nilai ini, tetapi biaya tersebut bagi para investor besar yang berpengalaman akan memiliki besaran yang kurang lebih sama dengan biaya yang dikeluarkan oleh Plastics. Karena para pemegang saham dapat melakukan lindung nilai atas risiko harga minyak sendiri, mengapa mereka harus membayarkan harga yang lebih tinggi untuk saham Plastics hanya karena perusahaan itu melakukan sendiri lindung nilai atas risikonya? Meskipun demikian, sebuah survei yang dilakukan pada tahun 1995 melaporkan bahwa 59 persen perusahaan dengan nilai pasar lebih besar dari $250 juta menerapkan manajemen risiko, dan persentase di atas sudah pasti saat ini akan jauh lebih tinggi.' Meskipun belum ada bukti yang menunjukkan bahwa manajemen risiko memberikan nilai tambah, berikut adalah beberapa alasan yang baik bagi perusahaan untuk mengelola risikonya:
- Kapasitas Utang
- Menjaga anggaran modal yang optimal dari waktu ke waktu
- Kesulitan Keuangan
- Keunggulan Komparatif dalam lindung nilai
- Biaya Pinjaman
- Dampak Perpajakan
- Sistem Kompensasi
tetapi, jika laba nol pada tahun pertama, dan $4 juta pada tahun kedua, manajer tidak akan mendapatkan bonus pada tahun pertama dan $30.000 pada tahun kedua, sehingga total dua tahun sebesar $30.000. Jadi, bahkan meskipun perusahaan menghasilkan total laba yang sama ($ 4 juta) selama dua tahun, bonus yang diterima manajer akan lebih tinggi jika labanya stabil. Sehingga, meskipun tidak memberikan tambahan nilai yang terlalu banyak bagi para pemegang saham, lindung nilai masih dapat memberikan manfaat bagi para manajer.
Aspek yang paling penting dari manajemen risiko melibatkan sekuritas derivatif, bagian selanjutnya akan menjelaskan apa arti derivatif (derivatives), yaitu sekuritas yang nilainya ditentukan oleh harga pasar dari sejumlah aktiva lain. Derivatif meliputi opsi, yang nilainya tergantung pada harga dari aktiva yang mendasarinya, futures dan swap tingkat suku bunga dan nilai tukar, yang nilainya akan tergantung pada tingkat suku bunga dan nilai tukar; dan futures komoditas, yang nilainya akan tergantung pada harga-harga komoditas.
-
Jelaskan mengapa teori keuangan, digabungkan dengan investor yang terdiversifikasi dengan baik dan "lindung nilai sendiri" dapat menunjukkan bahwa manajemen risiko seharusnya tidak memberikan banyak tambahan nilai bagi perusahaan.
Sebutkan dan jelaskan beberapa alasan mengapa perusahaan sebenarnya dapat menerapkan teknik-teknik manajemen risiko.
-
-
Assalamualaikum dan Selamat Pagi, Sebelum memulai pembelajaran silahkan isi presensi terlbih dahulu
-
-
Perusahaan Multinasional Atau Global
Perusahaan multinasional atau global (multinational/global corporation) digunakan untuk menggambarkan suatu perusahaan yang beroperasi secara terintegrasi di beberapa negara. Selama 20 tahun terakhir ini, suatu aktivitas komersial internasional dalam bentuk yang baru dan berbeda secara fundamental telah berkembang, dan hal ini telah meningkatkan saling ketergantungan secara ekonomi dan politik di tingkat dunia. Tidak hanya sekadar membeli sumber daya dari dan menjual barang ke negara asing, perusahaan-perusahaan multinasional sekarang melakukan investasi langsung dalam operasi yang terintegrasi secara penuh, mulai dari ekstraksi bahan baku, melalui proses manufaktur, sampai distribusi ke pelanggan di seluruh dunia. Saat ini, jaringan perusahaan multinasional mengendalikan bagian yang semakin besar dan bertumbuh dari sumber daya teknologi, pemasaran, dan produktif.
Perusahaan-perusahaan, baik AS maupun asing, menjadi perusahaan "global" karena enam alasan utama:
- Untuk
memperluas pasarnya. Setelah suatu perusahaan membuat jenuh pasar domestiknya,
kesempatan untuk bertumbuh sering kali adalah lebih baik di pasar luar negeri.
Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang tumbuh besar di AS seperti
Coca-Cola dan McDonald's melakukan ekspansi secara agresif ke pasar luar
negeri, sementara perusahaan-perusahaan asing seperti Sony dan Toshiba sekarang
mendominasi pasar elektronik konsumen AS. Demikian pula, ketika produk mejadi
lebih kompleks, dan proses pengembangan menjadi lebih mahal, menjual lebih
banyak unit guna menutup biaya overhead perlu dilakukan, sehingga pasar yang
lebih besar menjadi sangat penting. Dengan demikian, perusahaanperusahaan film
telah menjadi "perusahaan global" guna memperoleh volume yang
dibutuhkan guna mendukung pembuatan film seperti Titanic.
- Untuk
mencari bahan baku. Banyak perusahaan minyak AS, seperti Exxon Mobil, memiliki
anak-anak perusahaan di seluruh dunia guna memastikan akses ke sumber daya
dasar yang dibutuhkan untuk mempertahankan lini bisnis utama perusahaan.
- Untuk
mencari teknologi baru. Tidak ada satu negara pun yang memiliki keunggulan
penuh di semua teknologi, oleh karena itu, perusahaan-perusahaan menjelajah ke
seluruh dunia untuk mendapatkan ide-ide ilmiah dan desain terkemuka. Misalnya,
Xerox telah memperkenalkan lebih dari 80 mesin fotokopi kantor di AS yang
diciptakan dan dibuat oleh usaha patungannya di Jepang, Fuji Xerox. Demikian
pula, versi dari deterjen superkonsentrat yang pertama kali diformulasikan oleh
Procter&Gamble di Jepang sebagai respons atas produk saingan sekarang
dipasarkan di Eropa dan Amerika Serikat.
- Untuk
mencari efisiensi produksi. Perusahaan-perusahaan di negara berbiaya tinggi
memindahkan produksinya ke wilayah-wilayah berbiaya rendah. Misalnya, GE
memiliki pabrik produksi dan perakitan di Meksiko, Korea Selatan, serta
Singapura, dan bahkan para produsen Jepang memindahkan sebagian produksinya ke
negara-negara Pasifik yang berbiaya lebih rendah. BMW, sebagai respons terhadap
biaya produksi yang tinggi di Jerman, telah membangun pabrik perakitan di Amerika
Serikat. Kemampuan untuk memindahkan produksi dari satu negara ke negara lain
memiliki implikasi penting bagi biaya tenaga kerja di seluruh negara. Misalnya,
ketika Xerox mengancam akan memindahkan pekerjaan pembuatan mesin fotokopi ke Meksiko,
serikat pekerjanya di Rochester setuju untuk melakukan perubahan aturan dan
meningkatkan produktivitas guna mempertahankan operasi di Amerika Serikat.
Beberapa perusahaan multinasional membuat keputusan mengenai ke mana produksi
akan dipindahkan hampir setiap hari. Ketika Dow Chemical melihat bahwa
permintaan Eropa akan cairan tertentu menurun, perusahaan menurunkan produksi
cairan tersebut di pabriknya di Jerman dan memindahkan kapasitas produksinya ke
bahan kimia lain yang tadinya diimpor dari Amerika Serikat. Dengan mengandalkan
model komputer yang rumit guna membuat keputusan semacam ini, Dow menjalankan pada tingkat kapasitas penuh sehingga menjaga agar biaya modal tetap
rendah.
- Untuk
menghindari halangan politik atau peraturan. Alasan utama mengapa perusahaan-perusahaan
otomotif Jepang memindahkan produksinya ke Amerika Serikat adalah guna
menghindari kuota impor AS. Sekarang Honda, Nissan, Toyota, Mazda, dan
Mitsubishi semuanya merakit kendaraan di Amerika Serikat. Salah satu faktor
yang mendorong produsen farmasi As, SmithKline dan produsen farmasi Inggris,
Beecham untuk melakukan merger adalah bahwa keduanya ingin menghindari
penundaan akibat pengurusan lisensi dan peraturan di pasar terbesarnya, yaitu
Eropa Barat dan Amerika Serikat. Sekarang SmithKline Beecham dapat mengidentifikasi
dirinya sebagai pemain dalam baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Demikian
pula, ketika BASF Jerman meluncurkan penelitian bioteknologi di negaranya,
perusahaantersebut berhadapan dengan tantangan hukum dan politik dari gerakan
Hijau (Green movement) yang sangat sadar lingkungan. Sebagai respons, BASF memindahkan
penelitian kanker dan sistem imunitasnya ke dua laboratorium di pedesaan
Boston. Lokasi ini menarik bukan hanya karena memiliki sejumlah besar insinyur
dan ilmuwan melainkan juga karena wilayah Boston telah menyelesaikan
kontroversi yang melibatkan keselamatan, hak-hak binatang. dan lingkungan.
"Kami memutuskan bahwa adalah lebih baik jika kami memiliki laboratorium
yang berlokasi di tempat di mana kami merasa lebih aman mengenai apa yang akan
terjadi di masa depan," kata Rolf-Dieter Acker. direktur penelitian
bioteknologi BASF.
- Untuk
melakukan diversifikasi. Dengan mendirikan fasilitas produksi dan pasar di
tingkat dunia, perusahaan dapat mempersiapkan diri menghadapi dampak dari tren
ekonomi yang tidak menguntungkan di suatu negara. Misalnya, General Motors
dapat memperkecil pukulan akibat penjualan yang rendah di Amerika Serikat
selama resesi tahun 1990-1991 dengan penjualan yang kuat di anak-anak
perusahaannya di Eropa. Secara umum, diversifikasi geografis berhasil karena
naik turunnya perekonomian dari negara yang berbeda tidak berkorelasi secara
sempurna. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan yang melaukan investasi di
luar negeri memperoleh manfaat dari diversifikasi dengan cara yang sama seperti
individu memperoleh manfaat dari melakukan investasi dengan portofolio saham
yang luas.
Selama 10 sampai 15 tahun terakhir, terdapat jumlah investasi yang semakin meningkat di Amerika Serikat oleh perusahaan-perusahaan asing, dan terdapat jumlah investasi yang semakin meningkat di negara-negara asing oleh perusahaanperusahaan AS. Tren ini disajikan di Tampilan 19-1, dan merupakan hal yang penting karena mengimplikasikan bahwa doktrin tradisional mengenai independensi dan kemandirian yang merupakan ciri dari kebijakan AS semakin terkikis. Sama seperti perusahaan-perusahaan AS dengan operasi luar negeri yang ekstensif dikatakan menggunakan kekuasaan ekonominya guna memengaruhi pemerintah tuan rumah di banyak negara di dunia baik secara ekonomi maupun politik, ditakutkan bahwa perusahaan-perusahaan asing memiliki pengaruh yang sama terhadap kebijakan AS. Perkembangan ini menunjukkan pengaruh saling menguntungkan dan saling ketergantungan yang semakin meningkat antara perusahaan bisnis dengan negara, terhadap mana Amerika Serikat tidak kebal.

Manajemen Keuangan Multinasional Versus Domestik
Secara teori, konsep dan prosedur berlaku baik untuk operasi domestik maupun multinasional. Tetapi, ada enam faktor utama yang membedakan manajemen keuangan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi penuh di satu negara dibandingkan dengan perusahaan yang beroperasi secara global:
- Denominasi
mata uang yang berbeda. Arus kas di berbagai bagian dari sistem perusahaan
multinasional akan didenominasi dalam mata uang yang berbeda. Dengan demikian,
analisis atas nilai tukar harus dimasukkan dalam seluruh analisis keuangan.
- Implikasi
ekonomi dan hukum. Setiap negara memiliki sistem ekonomi dan hukum yang unik,
dan perbedaan-perbedaan ini dapat menimbulkan masalah yang signifikan ketika
perusahaan mencoba untuk mengoordinasikan dan mengendalikan operasinya di seluruh
dunia. Misalnya, perbedaan dalam hukum pajak antar negara dapat menyebabkan
suatu transaksi ekonomi memiliki konsekuensi setelah pajak yang sangat berbeda,
bergantung pada lokasi di mana transaksi terjadi. Demikian pula, perbedaan
dalam sistem hukum negara tuan rumah, seperti Hukum Sipil Inggris versus Hukum
Sipil Prancis, memperumit masalah mulai dari pencatatan transaksi bisnis yang
sederhana sampai peranan yang dimainkan oleh sistem pengadilan dalam
menyelesaikan konflik. Perbedaan-perbedaan semacam itu dapat membatasi
fleksibilitas perusahaan multinasional dalam mengatur penggunaan sumber daya,
dan bahkan dapat membuat prosedur yang diharuskan di satu bagian perusahaan menjadi
ilegal di bagian perusahaan yang lain. Perbedaan-perbedaan ini juga menyulitkan
eksekutif yang dilatih di suatu negara untuk berpindah dengan mudah ke negara
lain.
- Perbedaan
bahasa. Kemampuan untuk berkomunikasi penting di semua transaksi bisnis, dan di
sini warga negara AS sering kali dirugikan karena mereka pada umumnya hanya bisa
berbahasa Inggris, sementara para pebisnis Eropa dan Jepang sering kali
menguasai beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris. Dengan demikian, mereka
dapat menginvasi pasar AS dengan lebih mudah dibandingkan dengan orang AS
melakukan penetrasi ke pasar mereka.
- Perbedaan
budaya. Bahka dalam wilayah-wilayah geografi yang dipandang relatif homogen,
negara yang berbeda memiliki warisan budaya yang unik, yang membentuk nilai dan
memengaruhi perilaku bisnis. Perusahaan multinasional menemukan bahwa
masalah-masalah seperti pendefinisian maksud yang sesuai bagi perusahaan, sikap
terhadap risiko, urusan dengan karyawan, dan kemampuan untuk memangkas operasi yang
tidak menguntungkan sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.
- Peran
pemerintah. Kebanyakan model keuangan mengasumsikan adanya pasar yang
kompetitif di mana persyaratan perdagangan ditentukan oleh pihak-pihak yang
terlibat. Pemerintah, melalui wewenangnya untuk menetapkan aturan-aturan dasar,
terlibat dalam proses tersebut, tetapi perannya minimal. Dengan demikian, pasar
menyediakan barometer utama keberhasilan, dan memberikan petunjuk terbaik
mengenai apa yang harus dilakukan untuk tetap kompetitif. Pandangan mengenai
proses ini cukup tepat bagi Amerika Serikat dan Eropa Barat, tetapi pandangan
tersebut tidak menggambarkan secara akurat situasi dari kebanyakan bagian dunia
lainnya. Sering kali, persyaratan dengan mana perusahaan berkompetisi, tindakan
yang harus diambil atau dihindari, dan persyaratan perdagangan untuk berbagai
transaksi ditentukan bukan di pasar tetapi melalui negosiasi langsung antara
pemerintah negara tuan rumah dengan perusahaan multinasional. Hal ini pada dasarnya
adalah proses politik, dan harus diperlakukan sebagaimana adanya. Dengan
demikian, model keuangantradisional harus disusun kembali untuk memasukkan
aspek politik dan nonekonomi lainnya dari keputusan tersebut.
- Risiko
politik. Suatu negara bebas untuk membatasi transfer atas sumber daya perusahaan
dan bahkan untuk mengambil alih perusahaan tersebut tanpa kompensasi apa pun
dalam wilayah kekuasaannya. Ini merupakan risiko politik, dan hal tersebut
cenderung sudah tetap dan bukannya merupakan variabel yang dapat diubah melalui
negosiasi. Risiko politik bervariasi dari satu negara ke negara lain, dan hal
ini harus dibahas secara eksplisit dalam analisis keuangan mana pun. Aspek lain
dari risiko politik adalah terorisme terhadap perusahaan atau eksekutif AS.
Misalnya, eksekutif AS dan Jepang telah diculik dan ditahan untuk mendapatkan
tebusan di beberapa negara Amerika Selatan.
Enam faktor ini memperumit manajemen keuangan dan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh perusahaan multinasional. Tetapi, prospek akan tingkat pengembalian yang tinggi, manfaat diversifikasi, dan faktor-faktor lain membuatnya layak bagi perusahaan untuk menerima risiko-risiko ini dan belajar untuk mengelolanya.
- Untuk
memperluas pasarnya. Setelah suatu perusahaan membuat jenuh pasar domestiknya,
kesempatan untuk bertumbuh sering kali adalah lebih baik di pasar luar negeri.
Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang tumbuh besar di AS seperti
Coca-Cola dan McDonald's melakukan ekspansi secara agresif ke pasar luar
negeri, sementara perusahaan-perusahaan asing seperti Sony dan Toshiba sekarang
mendominasi pasar elektronik konsumen AS. Demikian pula, ketika produk mejadi
lebih kompleks, dan proses pengembangan menjadi lebih mahal, menjual lebih
banyak unit guna menutup biaya overhead perlu dilakukan, sehingga pasar yang
lebih besar menjadi sangat penting. Dengan demikian, perusahaanperusahaan film
telah menjadi "perusahaan global" guna memperoleh volume yang
dibutuhkan guna mendukung pembuatan film seperti Titanic.
-
- Apakah yang dimaksud Perusahaan Multinasional ?
- Jelaskan mengapa faktor perbedaan budaya menjadi salah satu faktor yang memperumit dalam Manajemen Keuangan di perusahaan multinasional !
-
-
-
-
Biaya pinjaman bank akan bervariasi untuk berbagai jenis penerima pinjaman yang berbeda di satu waktu dan untuk seluruh penerima pinjaman dari waktu ke waktu. Tingkat suku bunga akan lebih tinggi untuk penerima pinjaman yang lebih berisiko, dan juga untuk pinjaman-pinjaman kecil karena adanya unsur biaya tetap di dalampenyediaan dan pelayanan pinjaman. Jika sebuah perusahaan dapat memenuhi persyaratan sebagai ΓÇ£kredit utamaΓÇ¥ karena ukuran dan kekuatan keuangannya, maka perusahaan dapat meminjam dengan tingkat bunga utama (prime rate), yang pada suatu waktu adalah tingkat suku bunga terendah yang dibebankan oleh bank. Tarif untuk pinjaman-pinjaman yang lain umumnya akan menanjak naik dari tingkat bunga utama, tetapi pinjaman yang diberikan kepada nasabah yang sangat besar dan kuat akan dikenakan tarif yang lebih rendah dari tingkat bunga utama. Jadi, pinjaman kepada penerima pinjaman yang lebih kecil dan berisiko umumnya dinyatakan menanggung tingkat suku bunga sebesar "tingkat bunga utama plus sejumlah persentase tertentu," tetapi pinjaman kepada penerima pinjaman besar yang lebih kecil risikonya dapat dikenakan tingkat suku bunga yang dinyatakan sebesar ΓÇ£tingkat bunga utama minus sejumlah persentase tertentu.ΓÇ¥
Tarif bank sangat bervariasi sepanjang waktu tergantung pada kondisi perekonomian dan kebijakan bank sentral. Ketika perekonomian melemah, maka (1) permintaan akan pinjaman biasanya akan berkurang, (2) tingkat inflasi rendah, dan (3) bank sentral juga akan menyediakan lebih banyak uang beredar di dalam sistem. Sebagai akibatnya, tarif seluruh jenis pinjaman akan relatif rendah. Sebaliknya, ketika perekonomian sedang berkembang pesat, permintaan pinjaman umumnya akan besar, bank sentral membatasi peredaran uang, dan akibatnya adalah tingkat suku bunga yang tinggi. Sebagai indikasi atas jenis fluktuasi yang dapat terjadi, tingkat bunga utama selama tahun 1980 naik dari 11 persen menjadi 21 persen dalam waktu hanya empat bulan saja, dan naik dari 6 menjadi 9 persen selama tahun 1994. Tingkat bunga utama saat ini (Agustus 2002) adalah 4,75 persen. Tingkat suku bunga atas pinjaman-pinjaman bank yang lain juga bervariasi, yang biasanya bergerak seiring dengan tingkat bunga utama.
Istilah-istilah pada pinjaman bank jangka pendek kepada kalangan bisnis biasanya dijelaskan di dalam warkat promes. Berikut adalah bagian-bagian penting yang dimuat di dalam kebanyakan warkat promes:
- Bunga saja versus amortisasi. Pinjaman dapat berupa bunga saja, yang artinya hanya bunga yang akan dibayarkan sepanjang usia pinjaman, dan jumlah pokok akan dilunasi ketika pinjaman jatuh tempo, atau amortisasi, yang artinya sebagian pokok pinjaman akan dilunasi di setiap tanggal pembayaran. Pinjaman yang diamortisasi disebut juga pinjaman cicilan (installment loan).
- Agunan. Jika pinjaman jangka pendek dijamin oleh agunan tertentu, umumnya berupa piutang atau persediaan, fakta ini akan ditunjukkan di dalam warkat. Jika agunan tersebut disimpan di tempat penerima pinjaman, maka sebuah formulir yang disebut UCC-1 (Uniform Commercial Code-1) akan diisi dan kemudian dilaporkan ke sekretaris negara bagian di mana pihak penerima pinjaman berlokasi, bersma-sama dengan Perjanjian Penjaminan (yang juga merupakan bagian dari Uniform Commercial Code) yang menguraikan latar belakang perjanjian. Pelaporan ini mencegah pihak penerima pinjamanmenggunakan agunan yang sama untuk menjamin pinjaman dari pemberi pinjaman yang lain, dan menyebutkan kondisi-kondisi di mana pihak pemberi pinjaman dapat menyita agunan tersebut
- Jaminan pinjaman. Jika penerima pinjaman adalah sebuah perusahaan kecil, bank kemungkinan akan memaksa para pemegang saham besarnya memberikan garansi pribadi atas pinjaman tersebut. Bank sering kali melihat pemilik perusahaan yang sedang bermasalah mengalihkan aset-aset dari perusahaan tersebut ke entitas lain yang dimilikinya, sehingga bank melindungi
diri dengan memaksa adanya garansi pribadi. Akan tetapi, garansi pemegang saham hampir dapat dipastikan mustahil untuk diperoleh di dalam kasus perusahaan-perusahaan besar karena mereka memiliki banyak pemegang saham. Garansi juga tidak dibutuhkan bagi perusahaan pribadi atau firma karena di sini pemiliknya telah bertanggung jawab secara pribadi atas utang
utang perusahaannya - Tingkat suku bunga nominal, atau tercatat. Tingkat suku bunga dapat dinyatakan tetap (fixed) atau mengambang (floating). Jika mengambang, biasanya tingkat bunga tersebut akan terindeks pada tingkat bunga utama bank, pada tingkat bunga surat utang negara, atau pada London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). Kebanyakan pinjaman dalam jumlah berapa pun ($25.000 ke atas)
memiliki tingkat bunga mengambang jika waktu jatuh temponya lebih besar dari 90 hari. Warkat juga akan menyatakan apakah bank menggunakan tahun 360 atau 365 hari untuk tujuan penghitungan bunga - Frekuensi pembayaran bunga. Jika warkat didasarkan pada bunga saja, warkat tersebut akan mengindikasikan seberapa sering bunga harus dibayarkan. Bunga umumnya dihitung dalam basis harian tetapi dibayarkan bulanan.
- Jatuh tempo. Pinjaman jangka panjang selalu memiliki tanggal jatuh tempo yang spesifik. Pinjaman jangka pendek bisa atau mungkin tidak memiliki tanggal jatuh tempo yang spesifik. Sebagai contoh, suatu pinjaman dapat jatuh tempo dalam waktu 30 hari, 90 hari, 6 bulan, atau 1 tahun, atau dapat dinyatakan ΓÇ£dibayar saat diminta.ΓÇ¥ di mana dalam hal ini pinjaman dapat tetap belum dilunasi sepanjang pihak penerima pinjaman masih ingin meneruskan penggunaan dana dan bank menyetujuinya. Bank hampir tidak pernah mengeluarkan warkat permintaan kecuali jika kelaikan kredit penerima pinjaman memburuk, sehingga beberapa ΓÇ£pinjaman jangka pendekΓÇ¥ dapat tetap belum dilunasi selama bertahun-tahun, dengan tingkat suku bunga mengambang seiring dengan tingkat bunga di dalam perekonomian.
- Bunga diskonto. Kebanyakan pinjaman meminta bunga dibayarkan setelah jatuh tempo, tetapi pinjaman yang didiskonto meminta bunga dibayarkan di muka. Jika pinjaman menggunakan basis diskonto, pihak penerima pinjaman
pada kenyataannya menerima jumlah yang lebih kecil daripada nilai nominalpinjaman, dan ini akan meningkatkan biaya efektif pinjaman. Kita akan membahas pinjaman diskonto ini di bagian berikut nanti. - Cicilan pinjaman berbasis bunga tambahan (add-on). Pinjaman kendaraan dan jenis-jenis pinjaman konsumen lainnya umumnya dinyatakan dalam "basis bunga tambahan (add-on)" yang artinya beban bunga sepanjang masa pinjaman akan diperhitungkan dan kemudian ditambahkan ke nilai nominal pinjaman. Jadi, penerima pinjaman akan menandatangani sebuah warkat untuk dana yang diterima plus bunganya. Fitur tambahan juga menaikkan biaya efektif suatu pinjaman, seperti yang akan kita tunjukkan nanti
- Unsur-unsur biaya lainnya. Seperti yang telah disebutkan di atas, beberapa pinjaman membutuhkan saldo kompensasi, dan perjanjian kredit berulang sering kali mensyaratkan biaya komitmen. Kedua kondisi ini akan diuraikan di dalam perjanjian pinjaman, dan keduanya akan menaikkan biaya efektif pinjaman tersebut di atas tingkat bunga nominal yang dinyatakannya
Bunga Reguler Atau Sederhana
Dalam bagian ini dan bagian-bagian selanjutnya, akan dijelaskan bagaimana cara menghitung biaya efektif dari berbagai pinjaman bank yang berbeda. Untuk tujuan ilustrasi, kita akan mengasumsikan suatu pinjaman sebesar $10.000 dengan tingkat bunga nominal sebesar 12 persen dan tahun kalender 365 hari.Untuk pinjaman bisnis, prosedur yang paling umum disebut bunga reguler atau sederhana (regular/simple interest), yang didasarkan pada pinjaman bunga saja. Kita akan mulai dengan membagi tingkat bunga nominal, di mana dalam contoh ini sebesar 12 persen, dengan 365 (atau dalam beberapa kasus 360) untuk mendapatkan tingkat bunga per hari:Tingkat bunga ini kemudian dikalikan dengan jumlah hari aktual selama periode pembayaran tertentu, dan kemudian dikalikan dengan jumlah pinjaman. Sebagai contoh, jika pinjaman tersebut adalah pinjaman bunga-saja dengan pembayaran bulanan, maka pembayaran bunga untuk bulan Januari adalah $ 101,92:Jika bunga dibayarkan triwulanan, dan jika terdapat 91 hari dalam satu triwulan, maka pembayaran bunga akan menjadi $299,18. Bunga tahunan menjadi 365 x 0,00032876712 * $10.000 = $1.200,00. Perhatikanlah bahwa jika bank telah mendasarkan perhitungan bunga ini pada tahun kalender 360 hari, seperti yang dilakukan oleh kebanyakan bank, beban bunga akan menjadi sedikit lebih tinggi, dan beban tahunan akan menjadi $1.216,67. Jelas, kalangan perbankan menggunakan tahun 360 hari untuk meningkatkan pendapatan mereka.Tingkat bunga efektif atas pinjaman tergantung pada seberapa sering bunga harus dibayarkan-semakin sering pembayaran, maka semakin tinggi tingkat bunga efektifnya. Kita mendemonstrasikan pernyataan ini dengan menggunakan dua garis waktu, satu untuk bunga yang dibayarkan sekali setahun dan satu lagi untuk pembayaran triwulanan.Penerima pinjaman akan mendapatkan $10.000 saat t = 0 dan membayarkan $11.200 saat t = 1. Dengan sebuah kalkulator keuangan, masukkan N = 1, PV = 10000, PMT = 0, dan FV = -11200, dan tekan tombol I untuk mendapatkan biaya efektif pinjaman, yaitu 12 persen.Perhatikan bahwa triwulan ketiga adalah 92 hari. Kita memasukkan data dalam register arus kas kalkulator keuangan (pastikan untuk menggunakan tombol +/- ketika memasukkan -299,18), dan menemukan tingkat bunga periodik menjadi 2,9999 persen. Tingkat bunga efektif tahunan menjadi 12,55 persen.Jika pinjaman tersebut meminta bunga dibayarkan bulanan, tingkat bunga efektif akan naik menjadi 12,68 persen, dan jika bunga dibayarkan harian, tingkat bunga akan menjadi 12,75 persen. Tingkat bunga ini akan lebih tinggi lagi jika bank mempergunakan tahun 360 hari.Dalam contoh-contoh tadi, kita berasumsi pinjaman akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun tetapi bunga dibayarkan di berbagai waktu selama tahun tersebut. Tingkat bunga yang kita perhitungkan akan sama persis dengan hasil di atas meskipun jika pinjaman jatuh tempo pada setiap tanggal pembayaran bunga. Dengan kata lain,tingkat bunga efektif dari pinjaman dengan pembayaran bulanan akan tetap sebesar 12,68 persen tanpa melihat apakah pinjaman akan jatuh tempo setelah waktu satu bulan, enam bulan, satu tahun, atau sepuluh tahun, selama tingkat bunga yang dinyatakan tetap sebesar 12 persen.Bunga Diskonto
Dalam pinjaman bunga diskonto (discount interest), bank akan mengurangkan bunga di muka (mendiskonto pinjaman). Jadi, pihak penerima pinjaman akan menerima kurang dari nilai nominal pinjaman. Dalam pinjaman satu tahun, $10.000, dengan
tingkat bunga (nominal) 12 persen dan basis diskonto, bunganya adalah $10.000(0,12) = $1.200. Karena itu, penerima pinjaman mendapatkan penggunaan hanya atas jumlah $10.000 - $1.200 = $8.800. Jika pinjaman tersebut kurang dari setahun, beban bunga (diskonto) akan menjadi lebih rendah; dalam contoh kita, bunga menjadi $600 jika pinjaman untuk enam bulan, sehingga jumlah yang akan diterima menjadi $9.400.Tingkat bunga efektif atas pinjaman yang didiskonto akan selalu lebih tinggi daripada tingkat bunga dari pinjaman serupa tetapi dengan bunga sederhana. Sebagai gambaran, pertimbangkanlah situasi untuk pinjaman didiskonto 12 persen selama satu
tahun berikut ini.Dengan sebuah kalkulator keuangan, masukkan N = 1, PV = 8800, PMT = 0, dan FV =-10000, dan kemudian tekan I untuk mendapatkan biaya efektif pinjaman, 13,64 persen.Jika pinjaman didiskonto jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun, misalnya, setelah satu triwulan, maka kita akan mengalami situasi berikut: Bunga diskonto, satu triwulan:Masukkan N = 1, PV = 9700, PMT = 0, dan FV = -10000, dan kemudian tekan tombol I untuk mendapatkan tingkat bunga periodik, 3,092784 persen per triwulan, yang setara dengan tingkat bunga efektif tahunan sebesar 12,96 persen. Jadi, mempersingkat
jangka waktu pinjaman didiskonto akan menurunkan tingkat bunga efektifnya. Hal ini timbul karena adanya penundaan pembayaran bunga secara relatif terhadap pinjaman didiskonto dengan periode yang lebih lama ($300 dibayarkan setiap triwulan dibandingkan dengan $1.200 yang dibayarkan di muka).Pengaruh Saldo Kompensasi
Jika bank meminta adanya saldo kompensasi, dan jika jumlah saldo yang diminta melebihi jumlah yang secara normal seharusnya dimiliki oleh perusahaan, maka kelebihan tersebut harus dikurangkan saat t = 0 dan kemudian ditambahkan kembali ketika pinjaman jatuh tempo. Hal ini akan memiliki pengaruh meningkatkan tingkat bunga efektif pinjaman. Sebagai gambaran, berikut adalah kondisi untuk suatu pinjaman didiskonto satu tahun, dengan saldo kompensasi 20 persen yang seharusnya tidak dimiliki sebagai rekening giro perusahaan:Perhatikanlah bahwa bank pada awalnya akan memberikan, dan penerima pinjaman menerima, $10.000 pada waktu 0. Akan tetapi, bank mengambil kembali bunga di muka $1.200, dan perusahaan harus meninggalkan $2.000 lagi kepada bank sebagai
saldo kompensasi, sehingga arus kas efektif bersih penerima pinjaman pada saat t O adalah $6.800. Pada saat t = 1, penerima pinjaman harus melunasi $10.000, tetapi karena pihak bank telah memegang $2.000 (saldo kompensasinya), maka perusahaan hanya tinggal melunasi jumlah bersih sebesar $8.000.Dengan kalkulator keuangan, masukkan N = 1, PV = 6800, PMT = 0, dan Fy = -8000, dan kemudian tekan tombol I untuk mendapatkan biaya efektif pinjaman didiskonto degan saldo kempensasi sebesar 17,65 persen.Pinjaman Cicilan: Bunga Tambahan
Pemberi pinjaman umumnya membebankan bunga tambahan (add-on interest) pada pinjaman kendaraan dan jenis-jenis pinjaman cicilan lainnya. Istilah ΓÇ£tambahanΓÇ¥ artinya adalah bunga akan dihitung dan kemudian ditambahkan ke jumlah yang diterima untuk
menentukan nilai nominal pinjaman. Sebagai gambaran, seandainya Anda meminjam $10.000 dengan basis tambahan pada tingkat bunga nominal 12 persen untuk membeli sebuah mobil, dengan cara pelunasan dicicil selama 12 bulan. Pada tingkat bunga
tambahan 12 persen, Anda akan membayar total beban bunga sebesar $10.000(0,12)= $1.200. Akan tetapi, karena pinjaman tersebut dilunasi melalui cicilan bulanan, Anda hanya akan mendapatkan penggunaan $10.000 penuh untuk bulan pertama saja, dan
saldo yang tersisa akan menurun sampai akhirnya pada bulan terakhir, hanya tinggal 1/12 dari pinjaman awal yang masih tersisa. Jadi, Anda membayar $1.200 hanya untuk menggunakan sekitar setengah dari nilai nominal pinjaman, karena rata-rata dana yang
dapat digunakan hanya sekitar $5.000. Jadi, kita dapat menghitung perkiraan tingkat bunga tahunan sebagai berikut:Untuk menghitung tingkat bunga efektif suatu pinjaman tambahan, kita akanmelanjutkan dengan cara sebagai berikut:- Total jumlah yang harus dilunasi adalah pokok sejumlah $10.000, ditambahbunga $1.200, atau $11.200.
- Pembayaran bulanan adalah $11.200/12 = $933,33.
- Anda, secara tidak langsung, melunasi anuitas 12 periode sebesar $933,33 agar dapat menerima jumlah $10.000 hari ini, sehingga $10.000 adalah nilai sekarang atas anuitas
- Dengan kalkulator keuangan, masukkan N = 12, PV = 10000, PMT = -933,33, FV = 0, dan kemudian tekan tombol I untuk memperoleh 1,7880 persen. Akan tetapi, ini adalah tingkat bunga bulanan
- Tingkat bunga efektif tahunan akan dihitung sebagai berikut:
Tingkat persentase tahunan (annual percentage rate-APR), yang diharuskan oleh undang-undang untuk dinyatakan bank dengan cetak tebal pada seluruh perjanjian ΓÇ£pinjaman konsumenΓÇ¥ adalah 21,46 persen:
-
-
-
Silahkan isi presensi kehadiran terlbih dahulu sebelum memulai pelajaran
-
Perusahaan pada umumnya memiliki aktiva tetap dan melaporkannya di dalam neraca, tetapi penggunaan bangunan dan peralatan itulah yang penting artinya, bukan kepemilikan aktiva itu sendiri. Salah satu cara untuk memperoleh penggunaan aktiva adalah dengan membelinya, tetapi salah satu alternatif adalah dengan menyewanya. Sebelum tahun 1950-an, sewa guna usaha (lease) umumnya dikaitkan dengan real estat-tanah dan bangunan. Namun dewasa ini, dimungkinkan untuk menyewa hampir semua jenis aktiva tetap, dan, pada tahun 2002, sekitar 30 persen dari seluruh peralatan modal baru yang diperoleh oleh kalangan bisnis adalah melalui sewa.
Jenis Sewa Guna Usaha
Sewa guna usaha memiliki tiga bentuk berbeda: (1) perjanjian penjualan dan penyewaan kembali (sale-and-leaseback). (2) sewa guna usaha operasi (operating lease), dan (3) sewa guna usaha keuangan atau modal (financial/capital lease).Penjualan dan Penyewaan Kembali
Menurut perjanjian penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback), sebuah perusahaan yang memiliki tanah, bangunan, atau peralatan menjual properti tersebut dan sekaligus mengeksekusi perjanjian untuk menyewa properti itu kembali selama jangka waktu tertentu dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Pembelinya dapat berupa perusahaan asuransi, bank komersial, perusahaan khusus sewa guna usaha, atau bahkan investor individual. Perjanjian penjualan dan penyewaan kembali adalah alternatif dari mengambil pinjaman hipotek.Perusahaan yang menjual properti, atau penyewa guna usaha (lessee), akan segera menerima harga beli yang ditawarkan oleh pembeli, atau pemberi sewa guna usaha (lessor)." Pada waktu yang sama, perusahaan penjual-lessee tetap mempertahankan penggunaan properti seperti jika telah meminjam menghipotekkan properti sebagai jaminan pinjaman. Perhatikan bahwa dalam perjanjian pinjaman hipotek, institusi keuangan umumnya akan menerima serangkaian pembayaran dalam jumlah sama yang cukup untuk mengamortisasikan pinjaman sambil memberikan tingkat pengembalian dalam jumlah tertentu kepada pemberi pinjaman atas jumlah yang masih belum dilunasi. Dalam suatu perjanjian penjualan dan penyewaan kembali, pembayaran sewa dilakukan dalam cara yang persis sama; pembayaran ditentukan sedemikian rupa sehingga dapat mengembalikan harga beli kepada investor-lessor sambil memberikan tingkat pengembalian tertentu atas investasi lessor yang masih belum dilunasi.Sewa Guna Usaha Operasi
Sewa guna usaha operasi (operating lease), yang terkadang disebut pula sewa guna usaha jasa (service lease), memberikan jasa pendanaan dan pemeliharaan. IBM adalah salah satu pelopor kontrak sewa guna usaha operasi, dan komputer serta mesin fotokopi,
berikut mobil dan truk, adalah jenis-jenis peralatan utama yang disewakan. Biasanya, sewa guna usaha seperti ini mengharuskan lessor memelihara dan merawat peralatan yang disewa, dan biaya melakukan pemeliharaan tersebut telah diperhitungkan di dalam pembayaran sewa.Salah satu ciri khas penting dari sewa guna usaha operasi adalah adanya kenyataan bahwa sewa guna usaha operasi sering kali tidak diamortisasi penuh; atau dengan kata lain, pembayaran yang diminta menurut kontrak sewa guna usaha tidak cukup untuk melunasibiaya peralatan secara penuh. Namun, kontrak sewa guna usaha tersebut dibuat untuk jangka waktu yang jauh lebih singkat daripada ekspektasi umur ekonomis peralatan yang disewa, dan lessor berharap akan menerima kembali seluruh biaya investasi yang telah dikeluarkan melalui perpanjangan sewa berikutnya, melalui sewa guna usaha berikutnya kepada lessee yang lain, atau dengan menjual peralatan yang disewa.Fitur akhir adalah bahwa sewa guna usaha operasi sering kali memuat suatu klausul pembatalan, yang memberikan hak kepada lessee untuk membatalkan sewa sebelum tanggal berakhirnya perjanjian. Hal ini merupakan salah satu pertimbangan penting bagi lessee, karena artinya peralatan tersebut dapat dikembalikan jika dianggap telah usang menurut perkembangan teknologi atau jika tidak lagi dibutuhkan karena menurunnya bisnis lessee.Sewa Guna Usaha Keuangan atau Modal
Sewa guna usaha keuangan (financial lease), atau disebut juga sewa guna usaha modal (capital lease) berbeda dari sewa guna usaha operasi dalam tiga hal, antara lain sewa guna suaha keuagan: (1) tidak memberikan jasa pemeliharaan, (2) tidak dapat dibatalkan, dan (3) diamortisasi secara penuh (atau, lessor menerima pembayaran sewa yang sama dengan harga penuh dari peralatan yang disewa ditambah sejumlah pengembalian atas investasi). Dalam suatu perjanjian sewa guna usaha keuangan umumnya, perusahaan yang akan menggunakan peralatan (lessee) memilih item-item tertentu yang dibutuhkannya dan menegosiasikan harga dan syarat-syarat pengiriman dengan pihak pembuat. Perusahaan pengguna kemudian akan menegosiasikan syaratsyaratnya dengan perusahaan sewa guna usaha dan, setelah syarat-syarat sewa guna usaha disepakati, mengatur agar pihak lessor membeli peralatan tersebut dari pabrik pembuat atau distributornya. Ketika peralatan dibeli, maka artinya perusahaan pengguna langsung melaksanakan perjanjian sewa guna usaha tersebut.Sewa guna usaha keuangan mirip dengan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali, perbedaan utamanya peralatan yang disewakan adalah baru dan lessor membelinya dari pabrik pembuat atau distributor bukannya dari pengguna-lessee. Penjualan dan penyewaan kembali kemudian dapat dianggap sebagai salah satu jenis sewa guna usaha keuangan khusus, dan baik sewa guna usaha penjualan dan penyewaan kembali maupun sewa guna usaha keuangan akan dianalisis dengan cara yang sama.Pengaruh Laporan Keuangan
Pembayaran sewa guna usaha disajikan sebagai beban operasi dalam laporan laba rugi perusahaan, tetapi dalam kondisi tertentu, baik itu aktiva yang disewa maupun kewajiban akibat kontrak sewa guna usaha tidak disajikan di dalam neraca. Karena alasan ini, sewa guna usaha sering kali disebut sebagai pendanaan di luar neraca (off balance sheet financing). Hal ini digambarkan dalam Tabel 20-1 melalui neraca dari dua perusahaan hipotetis, B (untuk Beli) dan S (untuk Sewa). Pada awalnya,neraca dari kedua perusahaan tersebut adalah identik, dan keduanya memiliki rasio utang sebesar 50 persen. Masing-masing perusahaan kemudian memutuskan untuk mendapatkan aktiva tetap dengan nilai $100. Perusahaan B meminjam $100 untuk melakukan pembelian, sehingga akan muncul aktiva dan kewajiban yang tercatat di dalam neracanya, dan rasio utangnya naik menjadi 75 persen. Perusahaan S menyewa peralatan tersebut, sehingga neracanya tidak mengalami perubahan. Sewa guna usaha tersebut dapat mengakibatkan beban tetap yang sama tinggi atau lebih tinggi daripada pinjaman, dan kewajiban yang ditanggung karena sewa guna usaha dapat sama atau lebih berbahaya dilihat dari sudut pandang keselamatan keuangan, namun rasio utang perusahaan masih tetap sebesar 50 persen.Untuk mengatasi masalah ini, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Board) menerbitkan FASB #13, yang mengharuskan perusahaan yang melakukan sewa guna usaha keuangan (atau modal) menyajikan kembali neracanya untuk melaporkan (1) aktiva yang disewa sebagai aktiva tetap dan (2) nilai sekarang dari pembayaran sewa guna usaha yang akan datang sebagai kewajiban, agar dapat mendapatkan opini laporan audit yang wajar. Proses ini disebut kapitalisasi sewa guna usaha, yang pengaruh akhirnya akan menyebabkan Perusahaan B dan S memiliki neraca yang sama, seperti yang ditunjukkan oleh neraca Perusahaan B setelah terjadi peningkatan aktiva.Logika di balik FASB #13 adalah sebagai berikut. Jika sebuah perusahaan menandatangani suatu perjanjian sewa guna usaha, kewajibannya untuk melakukan pembayaran sewa akan sama mengikatnya dengan jika perusahaan menandatangani suatu perjanjian pinjaman. Ketidakmampuan untuk melakukan pembayaran sewa dapat membuat bangkrut sebuah perusahaan sama seperti ketidakmampuan untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok dari suatu pinjaman. Oleh sebab itu, suatu sewa guna usaha keuangan adalah identik dengan pinjaman. Dalam hal ini, ketika sebuah perusahaan menandatangani suatu perjanjian pinjaman, maka perusahaan tersebut secara tidak langsung telah menaikkan rasio utang sebenarnya" dan akibatnya mengubah struktur modalnya yang ΓÇ£sebenarnya.ΓÇ¥ Akibatnya, jika perusahaan tersebut sebelumnya telah membuat suatu sasaran struktur modal, dan jika tidak ada alasan untuk menganggap telah terjadi perubahan pada struktur modal optimal, maka penggunaan pendanaan melalui sewa guna usaha akan membutuhkan tambahan ekuitas sama halnya seperti pendanaan dengan menggunakan utang.Jika pengungkapan mengenai sewa guna usaha dalam contoh Tabel 201 tidak dibuat, maka investor dapat tertipu dengan berpikiran bahwa posisi keuangan Perusahaan S lebih kuat daripada yang sebenarnya. Bahkan jika sewa guna usaha telah diungkapkan di dalam catatan kaki, investor mungkin tidak sepenuhnya menyadari dampak dari sewa guna usaha tersebut dan tidak melihat bahwa Perusahaan B dan S sebenarnya memiliki posisi keuangan yang sama. Jika hal ini yang terjadi, Perusahaan S akan menaikkan jumlah utangnya yang sebenarnya melalui suatu perjanjian sewa guna usaha, tetapi tingkat pengembalian atas utang yang diminta, k,, tingkat pengembalian yang diminta atas ekuitas, k, dan akibatnya nilai rata-rata tertimbang biaya modalnya, tidak akan sebesar yang dialami oleh Perusahaan B, yang melakukan pinjaman secara langsung. Jadi, para investor akan bersedia menerima pengembalian yang lebih rendah bagi Perusahaan S karena mereka telah dengan salah melihatnya memiliki posisi keuanganyang lebih kuat daripada Perusahaan B. Keuntungan sewa guna usaha ini akan diterima oleh para pemegang saham dengan mengorbankan para investor baru, yang, sebenarnya, telah tertipu oleh adanya fakta bahwa neraca perusahaan tidak sepenuhnya mencerminkan situasi kewajiban yang sebenarnya. Inilah sebabnya mengapa FASB +13 dikeluarkan.Sewa guna usaha harus diklasifikasikan sebagai sewa guna usaha modal, dan akibatnya dapat digunakan dan disajikan langsung di dalam neraca, jika memiliki salah satu dari persyaratan berikut ini:- Menurut ketentuan sewa guna usaha, kepemilikan atas properti akan secara efektif berpindah dari lessor kepada lessee
- Lessee dapat membeli properti atau memperpanjang sewanya dengan nilai yang lebih rendah dari harga pasar yang wajar ketika masa sewa guna usaha berakhir.
- Sewa guna usaha akan berlangsung dengan jangka waktu yang sama atau lebih lama dari 75 persen umur aktiva. Jadi, jika suatu aktiva memiliki usia 10 tahun dan jika sewa guna usaha dibuat selama lebih dari 7,5 tahun, maka sewa guna usaha tersebut harus digunakan.
- Nilai sekarang atas pembayaran sewa guna usaha adalah sama atau lebih besar dari 90 persen nilai awal aktiva
Evaluasi oleh Lesse
Setiap sewa guna usaha prospektif harus dievaluasi oleh baik lessee maupun lessor. Lessee harus memutuskan apakah menyewa suatu aktiva akan lebih murah daripada membelinya, dan lessor harus memutuskan apakah sewa guna usaha akan memberikan tingkat pengembalian yang memadai atau tidak. Karena fokus utama kita dalam buku ini adalah pada bidang manajemen keuangan dan bukannya investasi, kita akanmembatasi analisis hanya pada yang dilakukan oleh lessee.Dalam kasus pada umumnya, peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan dibuatnya suatu perjanjian sewa guna usaha akan mengikuti urutan seperti yang diuraikan dalam daftar di bawah ini. Kita seharusnya mencatat bahwa terdapat banyak literatur teoretis yang membahas cara yang tepat untuk mengevaluasi keputusan sewa guna usaha versus pembelian, dan beberapa model keputusan yang sangat kompleks telah dikembangkan untuk membantu analisis tersebut. Akan tetapi, analisis yang diberikan di sini mengarah kepada keputusan yang tepat dalam setiap kasus yang pernah ditemui- Perusahaan memutuskan untuk membeli sebuah bangunan tertentu atau sebuah peralatan. Keputusan ini didasarkan atas prosedur-prosedur penganggaran modal rutin, dan keputusan untuk memperoleh aktiva tersebut adalah keputusan yang telah ΓÇ£jadiΓÇ¥ sebelum analisis sewa guna usaha dimulai. Oleh sebab itu, dalam analisis sewa guna usaha perhatian kita hanya pada apakah kita akan mendanai mesin tersebut dengan menggunakan sewa guna usaha atau utang
- Segera setelah perusahaan memutuskan untuk memperoleh suatu aktiva, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mendanainya. Bisnis yang berjalan baik tidak akan memiliki kelebihan kas menganggur, sehingga aktiva baru bagaimanapun harus mendapatkan pendanaan.
- Dana untuk membeli aktiva dapat diperoleh melalui pinjaman, dengan menahan laba, atau dengan menerbitkan saham. Alternatifnya, aktiva tersebut dapat disewa. Karena ketentuan kapitalisasi (penggunaan)/pengungkapan atas sewa guna usaha dari FASB #13, maka sewa guna usaha akan memiliki pengaruh pada struktur modal yang sama dengan pinjaman.
- Mitchell berencana untuk membeli peralatan berusia lima tahun dengan harga $10.000.000, termasuk biaya pengiriman dan pemasangan.
- Mitchell dapat meminjam dana $10 juta yang dibutuhkan, dengan mempergunakan pinjaman 10 persen yang akan diamortisasi selama lima tahun. Karenanya, pinjaman tersebut akan meminta pembayaran sebesar $2.637.974,81 per tahun, dihitung dengan menggunakan kalkulator keuangan sebagai berikut: masukkan N = 5, I = 10, PV = -10000000, dan FV = 0, dan kemudian tekan PMT untuk menemukan jumlah pembayaran, $2.637.974,81
- Alternatif lain, Mitchell dapat menyewa peralatan tersebut selama lima tahun dengan beban sewa sebesar $2.800.000 per tahun, terutang pada akhir tahun. Lessor akan memiliki aktiva tersebut saat sewa guna usaha berakhir." Jadwal pembayaran sewa dibuat oleh calon lessor, dan Mitchell dapat menerimanya, menolaknya, atau melakukan negosiasi kembali.
- Peralatan tersebut sudah pasti akan digunakan selama lima tahun, di manapada saat itu estimasi nilai sisa bersihnya adalah $715.000. Mitchell berencana untuk terus mempergunakan peralatan setelah Tahun 5, sehingga (1) jika Mitchell membeli peralatan tersebut, perusahaan akan tetap memilikinya, dan (2) jika perusahaan menyewanya, perusahaan akan melaksanakan pilihan untuk membelinya dengan harga sebesar estimasi nilai sisanya, yaitu sebesar $715.000.
- Kontrak sewa guna usaha menyatakan bahwa lessor akan memelihara peralatan tersebut. Akan tetapi, jika Mitchell meminjam dan membeli, maka perusahaanlah yang harus menanggung biaya pemeliharaannya. Jasa ini akan dilakukan oleh perusahaanb pembuat peralatan dengan tarif kontrak tetap sebesar $500.000 per tahun, terutang pada akhir tahun
- Peralatan ini masuk ke dalam kelompok umur lima tahun menurut MACRS, dan tarif pajak federal plus negara bagian Mitchell adalah 40 persen. Demikian pula, dasar depresiasi yang dipergunakan adalah biaya awal peralatan sebesar $10.000.000. Tarif depresiasi MACRS adalah 0,20; 0,32; 0,19;0,12; 0,11, dan 0,06.
Analisis NPV
Tabel 20-2 menyajikan arus kas yang akan terjadi setiap tahun menurut kedua rencana pendanaan. Tabel tersebut dibuat untuk menghasilkan dua garis waktu arus kas, satu untuk memilikinya seperti yang disajikan pada Baris 5 dan satu lagi untuk sewa guna usaha seperti yang disajikan pada Baris 10. Seluruh arus kas terjadi pada akhir tahun.Bagian atas tabel (Baris 1 sampai 6) dibuat khusus untuk biaya atas kepemilikan (meminjam dan membeli). Baris 1 sampai 4 menunjukkan masing-masing item arus kas. Baris 5 adalah garis waktu yang merangkum arus kas bersih tahunan yang diterima oleh Mitchell jika perusahaan mendanai peralatan dengan mempergunakan utang. Nilai sekarang dari arus kas tersebut kemudian dijumlahkan untuk menghitung nilai sekarang dari biaya kepemilikan, yang disajikan dalam Baris 6 di kolom Tahun 0. (Perhatikanlah bahwa dengan kalkulator keuangan, kita dapat memasukkan arus kas seperti yang disajikan dalam Baris 5 ke dalam register arus kas, memasukkan tingkat suku bunga, I = 6, dan kemudian menekan tombol NPV untuk memperoleh PV dari kepemilikan atas peralatan.)Bagian II tabel menghitung nilai sekarang dari biaya atas sewa. Pembayaran sewa adalah sebesar $2.800.000 per tahun; tarif ini, yang dalam contoh kali ini (namun tidak untuk seluruh kasus) adalah termasuk biaya pemeliharaan, dibuat oleh calon lessor dan kemudian ditawarkan kepada Mitchell Electronics. Jika Mitchell menerimanya, sejumlah $2.800.000 penuh akan menjadi beban yang dapat dikurangkan, sehingga penghematan pajaknya adalah sebesar (Tarif pajak)(Pembayaran sewa) = (0,4)(2.800.000) = $1.120.000. Jumlah ini disajikan pada Baris 7 dan 8.Baris 9 dalam bagian sewa menyajikan nilai $715.000 yang diperkirakan akan dibayar oleh Mitchell pada Tahun ke-5 untuk membeli peralatan. Jumlah ini dimasukkan sebagai biaya sewa guna usaha karena Mitchell sudah hampir dipastikan akan ingin terus melanjutkan operasi dan akibatnya akan terpaksa membeli peralatan tersebut dari lessor. Jika kita berasumsi operasi tidak diteruskan, maka tidak akan ada angka yang muncul pada baris ini. Namun, dalam hal ini, kita akan memasukkan $715.000, dikurangi pajak yang berlaku, sebagai arus kas masuk di Tahun 5 dalam analisis biaya atas kepemilikan, karena jika aktiva tersebut pada awalnya dibeli, maka aktiva tersebut akan dijual setelah lima tahun. Baris 10 menunjukkan arus kas bersih yang terkait dengan sewa guna usaha untuk setiap tahunnya, dan Baris 11 menyajikan PV dari biaya sewa guna usaha. (Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya di dalam analisis biaya atas kepemilikan, dengan menggunakan kalkulator keuangan, kita dapat memasukkan arus kas seperti yang disajikan dalam Baris 10 ke dalam register arus kas, memasukkan tingkat suku bunga, I = 6, dan kemudian menekan tombol NPV untuk memperoleh PV atas biaya sewa guna usaha peralatan.)Tingkat yang digunakan untuk mendiskonto arus kas adalah masalah yang sangat penting. Dalam Bab 5, kita telah melihat bahwa semakin berisiko suatu arus kas, maka akan semakin tinggi tingkat diskonto yang digunakan untuk menghitung nilaisekarangnya. Prinsip yang sama kita lihat pula dalam penganggaran modal, dan ini juga berlaku pada analisis sewa guna usaha. Seberapa berisikokah arus kas yang sedang kita pertimbangkan di sini? Kebanyakan di antaranya relatif pasti, paling tidak ketika dibandingkan dengan jenis-jenis estimasi arus kas yang telah dikembangkan dalam penganggaran modal. Sebagai contoh, pembayaran pemeliharaan telah dimuat di dalam kontrak, begitu pula dengan jadwal pembayaran sewanya. Beban depresiasi juga telah ditetapkan oleh undang-undang dan tidak terkena perubahan. Penghematan pajak mungkin sedikit tidak pasti karena tarif pajak dapat mengalami perubahan, meskipun tidak terlalu sering terjadi. Nilai sisa adalah bagian yang paling tidak pasti dari arus kas, tetapi bahkan dalam contoh kita kali ini telah ditentukan jumlah sebesar $715.000, dan manajemen Mitchell cukup yakin bahwa perusahaan akan ingin membeli properti tersebut nantinya.Karena arus kas menurut kedua alternatif sewa maupun meminjam dan membeli dapat dipastikan secara wajar, maka mereka seharusnya didiskonto dengan tingkat yang relatif rendah. Kebanyakan analis merekomendasikan untuk menggunakan biaya utang perusahaan, dan tarif ini sepertinya tarif yang wajar dalam contoh kita. Lebih jauh, karena seluruh arus kas dibuat berdasarkan angka setelah pajak, biaya utang setelah pajak, yaitu sebesar 6 persen, harus digunakan. Maka, dalam Tabel 20-2 kita menggunakan tingkat diskonto 6 persen untuk menghitung nilai sekarang dari biaya kepemilikan dan sewa guna usaha. Metode pendanaan yang menghasilkan nilai biaya sekarang yang paling kecil adalah metode yang sebaiknya dipilih. Contoh yang disajikan dalam Tabel 20-2 menunjukkan bahwa sewa guna usaha memiliki keunggulan bersih di atas pembelian: nilai sekarang dari biaya sewa adalah $412.000 lebih kecil dari membeli. Oleh karena itu, akan lebih menguntungkan bagi Mitchell untuk menyewa peralatan tersebut.FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN SEWA GUNA USAHA
Metode analisis dasar seperti yang telah dikemukakan dalam Tabel 20-2 adalah metode yang cukup memadai untuk menangani kebanyakan situasi. Namun, terdapat dua faktor yang membutuhkan tambahan keterangan.Estimasi Nilai Sisa
Penting untuk dicatat bahwa lessor-lah yang akan memiliki properti setelah masa sewa habis . Estimasi nilai properti pada akhir masa sewa disebut nilai sisa (residual value). ada akhir Sepintas terlihat bahwa jika nilai sisa diperkirakan memiliki jumlah yang tinggi, maka memilikinya akan lebih menguntungkan daripada menyewanya. Namun, jika ekspektasi nilai sisa ternyata tinggi--karena mungkin kecilnya inflasi bagi beberapa jenis peralatan tertentu seperti juga jika melibatkan properti real estat-maka persaingan di antaraperusahaan sewa guna usaha akan memaksa tarif sewa turun ke titik di mana nilai sisa potensial akan sepenuhnya diakui ke dalam tarif kontrak sewa guna usaha. Jadi, adanya nilai sisa yang tinggi atas peralatan kemungkinan tidak akan menyebabkan terjadinya bias pada keputusan yang menentang sewa guna usaha.Meningkatnya Ketersediaan Pinjaman
Seperti yang telah dicatat sebelumnya, sewa guna usaha kadang dikatakan memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang mencari tingkat leverage keuangan yang maksimal. Pertama, kadang terdapat perdebatan apakah melalui suatu perjanjian sewa guna usaha sebuah perusahaan dapat memperoleh lebih banyak uang, dan untuk jangka waktu yang lebih lama daripada pinjaman yang dijamin dengan aktiva. Kedua, karena sebagian sewa guna usaha tidak disajikan di dalam neraca, pendanaan melalui sewa guna usaha dikatakan memberikan perusahaan penampilan yang lebih kuat dalam analisis pinjaman yang dilakukan secara tidak mendalam, sehingga akibatnya memungkinkan perusahaan menggunakan lebih banyak leverage dibandingkan dengan jika tidak menggunakan sewa guna usaha. Mungkin bagi perusahaan kecil klaimklaim di atas dapat terbukti benar. Namun, kini dengan diharuskannya perusahaanperusahaan besar mengapitalisasi sewa guna usaha besar dan melaporkannya di dalam neraca, maka pendapat ini menjadi tidak valid lagi.
-
