Garis besar topik
-
-
Pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. menjelaskan bagaimana respon kuantitas yang diminta terhadap perubahan harga sendiri, pendapatan, dan harga barang lainnya.
2. Mespon kuantitas yang ditawarkan terhadap perubahan harganya sendiri
3. Menganalisis mekanisme perubahan harga, pendapatan, dan kuantitas akibat adanya perubahan permintaan dan penawaran
-
Hallo sobat kali ini kita akan bahas mengenai elastisitas (kepekaan) dari Permintaan dan Penawaran.
Mari kita lihat dulu tayangan video pengenalan mengenai konsep Elastisitas, yuk disimak...
-
Hii sobat ...
Teori mengenai permintaan dan penawaran (supply and demand) merupakan hal yang penting untuk memahami ekonomi. Telah banyak pula pendapat yang menyatakan bahwa harga dan kuantitas produk yang diminta dan ditawarkan memiliki hubungan tertentu, sedangkan faktor ekonomi lainnya lebih cenderung konstan.
Apa yang dimaksud dengan elastisitas?
Elastisitas merujuk pada derajat respon permintaan atau penawaran yang berpengaruh pada perubahan harga. Derajat ini menunjukkan sejauh mana permintaan dan penawaran bereaksi atas perubahan harga suatu produk.
Semakin elastis sebuah kurva, maka perubahan harga sekecil apapun akan menyebabkan perubahan besar terhadap kuantitas produk yang dibeli di pasaran. Sebaliknya, bila sebuah kurva tidak elastis, maka perlu perubahan harga yang lebih besar untuk memengaruhi perubahan kuantitas produk di pasaran.
Bila digambarkan melalui grafis, elastisitas ini dapat ditunjukkan melalui kurva permintaan dan penawaran. Kurva yang lebih elastis akan berbentuk horizontal, sedangkan yang tidak elastis akan lebih miring atau cenderung vertikal.
Saat berbicara soal elastisitas, istilah ΓÇ£datarΓÇ¥ atau flat merujuk pada kurva yang horizontal. Semakin datar elastisitas sebuah kurva, maka semakin dekat kurva tersebut pada bentuk horizontal. Kurva yang sangat elastis akan berbentuk horizontal, yang semakin tidak elastis akan berbentuk vertikal, namun kedua kondisi ini menunjukkan situasi yang ekstrem.
Produk yang tidak elastis
Elastisitas ini tentu bervariasi antara satu produk dan produk lainnya, karena sebuah produk bisa jadi lebih penting atau dibutuhkan oleh konsumen ketimbang produk yang lain. Permintaan akan produk yang dianggap sebagai kebutuhan cenderung kurang sensitif terhadap perubahan harga karena konsumen akan tetap membeli barang-barang tersebut meski harganya naik.
Produk-produk tersebut dianggap sebagai tidak elastis. Misalnya barang untuk kebutuhan sehari-hari seperti bahan bakar kendaraan/bensin.
Produk yang elastis
Di sisi lain, kenaikan harga pada suatu produk (barang maupun jasa) yang bukan merupakan kebutuhan umum/pokok akan membuat konsumen menjauh karena opportunity cost untuk membeli produk tersebut akan menjadi terlalu tinggi.
Produk seperti ini dianggap amat elastis dan biasanya mudah ditemukan; misalnya tersedia di supermarket, konsumen mungkin tidak selalu memerlukannya dalam kehidupan sehari-hari, serta produk tersebut dianggap memiliki subtitusi atau pengganti.
Misalnya bila harga minuman berkarbonasi merek X mengalami kenaikan harga, orang akan berpindah haluan dan lebih memilih merek Y untuk memenuhi dahaga mereka.
Rumus elastisitas
Untuk menentukan elastisitas permintaan dan penawaran suatu produk, kita dapat menggunakan rumus sederhana berikut ini:
Elastisitas = (% perubahan kuantitas : % perubahan harga)
Bila angka elastisitas lebih atau sama dengan 1, maka kurvanya dianggap sebagai kurva yang elastis. Namun bila kurang dari dari 1, kurva tersebut dianggap sebagai tidak elastis.
Elastisitas permintaan
Hukum permintaan menyatakan bahwa bila faktor lain tetap stabil, maka semakin tinggi harga suatu barang, semakin rendah permintaan akan barang tersebut. Konsumen akan cenderung menjauhi produk tersebut, mereka akan cenderung mengalihkan konsumsi pada barang yang dianggap lebih penting. Sehingga kurva permintaan berbentuk downward slope alias miring menurun.
Dengan kurva permintaan yang seperti itu, maka bila sebuah produk diturunkan ke pasaran sesuai dengan jumlah permintaan namun dibarengi dengan kenaikan harga sedikit saja, maka kurva permintaan akan nampak datar atau semakin horizontal. Artinya produk tersebut semakin elastis.
Elastisitas penawaran
Seperti hukum permintaan, hukum penawaran menunjukkan kuantitas yang akan dijual dengan harga tertentu. Namun tidak seperti hukum permintaan, kurva penawaran ini berbentuk miring ke atas atau upward slope, yang berarti semakin tinggi harga maka semakin banyak pula jumlah penawaran akan suatu produk. Produsen akan menyuplai barang lebih banyak dengan harga tinggi karena meningkatkan kuantitas produk saat harga naik akan meningkatkan pendapatan mereka.
Namun elastisitas penawaran sama dengan elastisitas permintaan. Bila perubahan harga memengaruhi jumlah penawaran, maka kurva penawaran ini akan nampak datar dan dianggap elastis. Di sisi lain, bila perubahan harga hanya berdampak kecil pada kuantitas produk yang ditawarkan, maka kurva akan berbentuk lebih curam, yang berarti tidak elastis.
Faktor yang memengaruhi elastisitas
1. Adanya barang pengganti
Pada umumnya semakin banyak barang pengganti yang tersedia di pasaran, maka permintaan akan barang tersebut semakin elastis. Misal bila harga secangkir kopi favorit konsumen naik, maka akan ada kecenderungan konsumen beralih pada merek atau secangkir minuman lain yang lebih murah.
Namun bila kenaikan harga tersebut berasal dari harga bubuk/biji kopi yang memang naik, maka bisa jadi tidak ada perubahan terhadap penjualan kopi, karena konsumen akan kesulitan untuk mencari pengganti kafein.
2. Kebutuhan
Seperti yang telah kami bahas, bila suatu produk dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, konsumen akan tetap membelinya meski harganya naik. Misalnya bila seseorang perlu naik motor untuk berangkat ke kerja setiap hari, maka meski harga bahan bakar naik, ia akan tetap membelinya karena bahan bakar merupakan kebutuhan yang tidak dapat diganti.
3. Waktu
Kita ambil contoh seorang perokok berat yang dapat menghabiskan satu pak rokok setiap harinya. Meski harga rokok yang biasa mereka beli naik, mereka akan cenderung tetap membelinya sebagai konsumsi sehari-hari.
Hal ini menunjukkan bahwa tembakau merupakan produk yang tidak elastis karena perubahan harganya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kuantitas permintaan. Namun bila perokok tadi merasa bahwa tidak mampu lagi bila harus mengeluarkan Rp20.000 setiap harinya untuk membeli satu pak rokok, maka bisa jadi ia akan mulai mengurangi konsumsi rokoknya seiring dengan berjalannya waktu. Sehingga elastisitas harga rokok bagi konsumen tersebut menjadi elastis dalam jangka panjang.
1.8 MB · Diunggah 1/10/24, 09:33 -
-
Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain.
Elastisitas terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut.
a. Elastisitas harga (price elasticity) yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.
b. Elastisitas silang (cross elasticity) adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).
c. Elastisitas pendapatan (income elasticity) yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan riil konsumen.
Sedangkan secara umum Elastititas terdiiri dari:
1. elastisitas permintaan , yang merupakan perubahan harga akibat adanya perubahan permintaan baik itu permintaan barang sendiri, maupun permintaan barang lain , serta elasstistas permintaan akibat adanya perubhan pendapatan (elasticity of income)
2. elastisitas penawaran , yang merupakan perubahan harga barang akibat adanya perubahan biaya produksi, maupun harga produk lain
-
Hallo sobat,
untuk membantu kalian semua dalam memecahkan soal dan kasus-kasus soal yg terkait dengan elastisitas permintaan maupun penawaran
Mari kita lihat pada materi sbb:
-
Kali ini Anda bisa pelajari contoh soal kasus yg terkait dengan Elastisitas (permintaan dan Penawaran)
Elastisitas Permintaan
- Permintaan Elastis (Ed > 1)
Diketahui:
Toko Sepatu Sahabat pada akhir tahun melakukan cuci gudang untuk semua jenis sepatu, dari sepatu anak-anak sampai dewasa. Harga sepatu anak yang semula Rp20.000,00 turun menjadi Rp15.000,00. Akibat penurunan harga, jumlah permintaan sepatu anak-anak meningkat dari 1.000 menjadi 4.000. Jadi koefisien elastisitasnya bisa dihitung seperti berikut:


Bisa kita lihat bahwa hasil menunjukkan nilai negatif. Namun nilai negatif ini di abaikan dalam menghitung koefisien elastisitas. Nilai koefisien permintaan sepatu adalah 12. Artinya, perubahan harga sebanyak 1 % menyebabkan perubahan permintaan sebanyak 12 %.
- Permintaan Inelastis (Ed < 1)
Diketahui:Di pasar tradisional, harga jeruk lokal mengalami kenaikan dari Rp6.000,00 menjadi Rp7.000,00 per kilogram. Kenaikan harga mengakibatkan permintaan jeruk lokal turun dari 700 kg menjadi 650 kg. perhitungan koefisien elastisitasnya yaitu:

- Permintaan Elastis Uniter (Ed = 1)


- Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)
Di pasar tradisional Kota Bandung mengalami perubahan harga setiap minggunya yaitu sekitar Rp4.000,00 sampai Rp6.000,00. Namun, permintaannya selalu sama yaitu berjumlah 1 ton setiap minggu. Perhitungan koefisien elastisitasnya adalah:


Elastisitas Penawaran
- Penawaran Elastis (Es > 1)


- Penawaran Inelastis (Es < 1)
Di pasar tradisional, harga jeruk lokal naik dari Rp6.000,00 menjadi Rp7.000,00 per kilogram. Kenaikan harga mengakibatkan permintaan jeruk lokal naik dari 6.500 kg menjadi 7.000 kg. perhitungan koefisien elastisitasnya yaitu:


- Penawaran Elastis Uniter (Es = 1)
Diketahui:
Awal mulanya, sepasang sandal berharga Rp20.000,00 dan naik menjadi Rp20.200,00, diiringi dengan jumlah penawaran yang naik dari yang semula 10.000 menjadi 10.100. Perhitungan koefisien elastisitasnya yaitu:

II. Contoh Soal1. Diketahui : Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q =50 –½P. Tentukan besar elastisitas dari permintaan pada tingkatharga P = 80 ?Jawab:Jika P = 80, maka Q = 50 – 1/2 (80)Q = 50 – 40Q = 10Jika Q=50−12P, Maka∆Q∆P=−12Jadi E=Q1xPQ=−12=−4(Elastisitas)2. Diketahui fungsi permintaan P = 100 – 2Q. Hitung elastisitas daripermintaannya pada tingkat harga P = 50 ?JawabJika P = 50,maka 50 = 100 – 2 Q2Q = 50Q = 25Jika P=100−2Q , Maka∆ P∆Q=P1=−2dan∆P∆Q=Q1=−12Jadi E=Q1xPQ=−12x5025=−1(Uniter)
-