Kali ini Anda bisa pelajari contoh soal kasus yg terkait dengan Elastisitas (permintaan dan Penawaran)
Elastisitas Permintaan
Diketahui:
Toko Sepatu Sahabat pada akhir tahun melakukan cuci gudang untuk semua jenis sepatu, dari sepatu anak-anak sampai dewasa. Harga sepatu anak yang semula Rp20.000,00 turun menjadi Rp15.000,00. Akibat penurunan harga, jumlah permintaan sepatu anak-anak meningkat dari 1.000 menjadi 4.000. Jadi koefisien elastisitasnya bisa dihitung seperti berikut:


Bisa kita lihat bahwa hasil menunjukkan nilai negatif. Namun nilai negatif ini di abaikan dalam menghitung koefisien elastisitas. Nilai koefisien permintaan sepatu adalah 12. Artinya, perubahan harga sebanyak 1 % menyebabkan perubahan permintaan sebanyak 12 %.




Di pasar tradisional Kota Bandung mengalami perubahan harga setiap minggunya yaitu sekitar Rp4.000,00 sampai Rp6.000,00. Namun, permintaannya selalu sama yaitu berjumlah 1 ton setiap minggu. Perhitungan koefisien elastisitasnya adalah:




Di pasar tradisional, harga jeruk lokal naik dari Rp6.000,00 menjadi Rp7.000,00 per kilogram. Kenaikan harga mengakibatkan permintaan jeruk lokal naik dari 6.500 kg menjadi 7.000 kg. perhitungan koefisien elastisitasnya yaitu:


Diketahui:
Awal mulanya, sepasang sandal berharga Rp20.000,00 dan naik menjadi Rp20.200,00, diiringi dengan jumlah penawaran yang naik dari yang semula 10.000 menjadi 10.100. Perhitungan koefisien elastisitasnya yaitu:

