Garis besar topik

  • Metode atau Bentuk Perencanaan Karir

    1. Pendidikan dan  pelatihan

    2. Promosi

    3. Mutasi

    • Pengertian Perencanaan Karier: Tahapan, Manfaat, dan Metodenya

      Karier digunakan untuk menjelaskan orang-orang pada masing-masing peran atau status. Karier adalah semua jabatan (pekerjaan) yang mempunyai tanggung jawab individu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karier adalah suatu rangkaian atau pekerjaan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu yang berkaitan dengan sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam individu.

      Bagaimana Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan 01 - Finansialku

      John Soeprihanto (2000:115) dalam bukunya ΓÇ£Manajemen PersonaliaΓÇ¥ menyebutkan bahwa perencanaan karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seseorang karyawan sebagai individu bisa naik pangkat atau jabatan yang dihubungkan dengan kemampuan dan persyaratan karyawan tersebut sehingga dapat tercapai kepuasan kerja yang mendorong peningkatan prestasi.

      Mathis (2006), perencanaan karier adalah sebuah perencanaan yang terfokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karier yang memberikan suatu kemajuan yang logis atas orang-orang diantara pekerjaan dalam organisasi.

      Hariandja (2007), perencanaan karier merupakan kegiatan dan kesempatan yang diberikan oleh organisasi dalam upaya membantu pegawai untuk menggapai tujuan kariernya, yang terpenting untuk meningkatkan kompetensi individu dan juga kemampuan organisasi.

      Martoyo (2007), perencanaan karier adalah sebuah perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seorang anggota organisasi atau pegawai sebagai individu meniti proses kenaikan jabatan atau pangkat sesuai dengan persyaratan dan kemampuannya.

      Rivai (2009), perencanaan karier adalah sebuah proses di mana perusahaan menyeleksi tujuan karier serta jenjang karier dalam menggapai rencana karier.

      Tahapan Perjalanan Karier

      Secara umum, tahapan perjalanan karier seseorang dapat dikelompokkan ke dalam 5 tahapan, yaitu pertumbuhan, penjajakan, pemantapan, pemeliharaan, dan kemunduran yang didasarkan pada usia.

      Tahap #1 Pertumbuhan

      Tahap pertumbuhan dialami oleh mereka yang berusia di bawah 15 tahun. Tahap ini diakhiri dengan adanya konsep tentang minat dan kemampuan dan mulai berpikir tentang alternatif keahlian.

      Tahap #2 Penjajakan

      Dalam usia 15 sampai 24 tahun, seseorang berada dalam tahap penjajakan. Dalam usia ini, mereka mulai menggali beberapa keahlian secara serius dan mulai mencoba untuk bekerja.

      Tahap #3 Pemantapan

      Pada usia 25 sampai 44 tahun, seseorang berada dalam tahap pemantapan. Mereka secara terus-menerus melakukan pengujian terhadap kemampuan yang dimilikinya dan mencoba untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

      Tahap #4 Pemeliharaan

      Dari usia 45 hingga 65 tahun, seseorang sudah berada dalam tahap pemeliharaan, yang artinya ia tidak lagi akan berusaha untuk mencari pekerjaan yang baru, melainkan akan mempertahankan pekerjaannya yang sekarang.

      Tahap #5 Kemunduran

      Terjadi pada usia di atas 65 tahun, dimana tahap ini seseorang berada dalam tahap kemunduran dan yang umumnya tidak lagi bekerja. 

      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karier

      Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi perencanaan karier, di mana seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saat mereka merencanakan karier, yaitu sebagai berikut:

       #1 Tahap Kehidupan Karier

      Seseorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya.

      • Karier Awal

      Merupakan tahap pembentukan yang berupa penekanan pada perhatian untuk memperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan di tahun-tahun awal pekerjaan.

      • Karier Pertengahan

      Tahap ini biasanya meliputi pengalaman-pengalaman baru, seperti penugasan khusus, transfer dan promosi yang lebih tinggi, tawaran dari organisasi lain, kesempatan untuk ke jenjang organisasi yang lebih tinggi dan pembentukan nilai seseorang bagi organisasi.

      • Karier Akhir

      Pemberian pelatihan kepada penerus (karyawan baru), pengurangan beban kerja, atau pendelegasian tugas-tugas utama periode karier akhir agar tetap produktif dan persiapan diri untuk pensiun.

       #2 Dasar Karier

      Setiap orang dapat memiliki aspirasi, latar belakang, dan pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain.

      Ada lima perbedaan motif dasar karier yang menjelaskan jalan bagi orang-orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya, dimana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier (career anchors), antara lain:

      • Kemampuan Manajerial

      Tujuan karier bagi manajer adalah untuk meningkatkan kualitas dari diri sendiri, analitis, dan kemampuan emosional. Manajer menggunakan dasar ini untuk mengatur orang atau karyawan.

      • Kemampuan Fungsional-Teknis

      Dasar ini digunakan untuk para teknisi yang akan melanjutkan pengembangan dari bakat teknisnya. Orang-orang tersebut tidak mencari kedudukan dalam manajerial.

      • Keamanan

      Dasar ini digunakan untuk kesadaran keamanan individu untuk memantapkan kesadaran karier mereka. Mereka sering kali melihat ikatan mereka sendiri sebagai organisasi yang istimewa atau lokasi geografi.

      • Kreativitas

      Seseorang yang kreatif memiliki sedikit sikap seperti pengusaha. Mereka ingin menciptakan atau membangun sesuatu yang benar-benar milik mereka.

      • Otonomi dan Kebebasan

      Dasar karier ini digunakan untuk orang yang memiliki hasrat kebebasan agar bebas dari aturan-aturan organisasi. Mereka menilai otonomi dan ingin menjadi bos dari mereka sendiri dan bekerja pada langkah mereka sendiri.