Garis besar topik

  • Program Pengembangan Karir

    1.   Kebutuhan Organisasi

    2.   Peran Pimpinan

    3.   Kualifikasi

    4.   Sistem Imbalan (reward) organisasi


    • 5 Langkah Menciptakan Program Pengembangan Karier


      Pengembangan Karier


      Pengembangan karier bukan hanya urusan karyawan. Tak sedikit perusahaan yang mendukung karyawan melalui program pengembangan karier.

      Namun, upaya ini memerlukan dukungan tim HR dan manajer atau pemimpin tim. Karena keberhasilan pengembangan karier karyawan akan berdampak terhadap perusahaan. 

      Memahami Pengembangan Karier Karyawan 

      Pengembangan karier merupakan proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengubah status, posisi, atau kedudukan karyawan.

      Namun, pengembangan karier juga menekankan pada peningkatan kemampuan karyawan. Baik peningkatan dalam pengetahuan diri, eksplorasi, serta pengambilan keputusan yang membentuk karier karyawan.

      Biasanya, program pengembangan karier di perusahaan disebut dengan Career Development Program (CDP). Pihak yang berperan adalah individu, manajer, dan perusahaan. 

      • Individu

      Setiap karyawan bertanggung jawab dalam pengembangan diri untuk mencapai posisi tertentu. Semua upaya akan sirna, jika mereka tidak berkeinginan untuk mengembangkan diri. 

      • Manajer

      Manajer berperan untuk mendukung dan memberikan umpan balik atas kinerja anggota timnya. 

      • Perusahaan

      Perusahaan berperan menjadi penggerak dengan memberikan program pelatihan dan pilihan jenjang karier. 

      Manfaat Memberikan Pengembangan Karier Kepada Karyawan

      #1 Membantu keputusan karier

      Program pengembangan karier memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menilai keterampilan dan kompetensinya. 

      Dengan pendampingan manajer atau pemimpin tim, mereka akan menentukan tujuan karier di masa mendatang. Mereka pun dapat mempersiapkan diri untuk mencapai karier impian.

      Misalnya, memperdalam keterampilan teknis untuk mencapai posisi tertentu atau mengasa keterampilan teknis dan nonteknis agar sampai pada jabatan manajer.

      #2 Karyawan lebih terampil 

      Dengan program ini, perusahaan membantu karyawan agar mereka mengasah keterampilan. 

      Ketika karyawan telah menguasai keterampilan, mereka lebih percaya diri sehingga dapat bekerja secara maksimal dan lebih produktif.

      Sementara itu, manajer dapat menempatkan karyawan pada pekerjaan di mana mereka dapat menghasilkan kinerja lebih baik.

      #3 Keterlibatan karyawan meningkat

      Perusahaan yang mendukung dan menghargai keterlibatan karyawan dapat mengurangi rasio turnover. Terlebih pasca mengikuti program, perusahaan mengharapkan karyawan untuk lebih terlibat dan berkontribusi dalam operasional.

      #4 Jaminan kesejahteraan

      Memberikan program pengembangan karier adalah bentuk jaminan kesejahteraan atau benefit yang cukup penting bagi karyawan. Kesejahteraan hidup yang terjamin akan membuat karyawan lebih loyal dalam bekerja. 

      Pengembangan Karier Dan Faktor Yang Berpengaruh

      1) Personal

      Karakteristik dari karyawan akan berpengaruh pada pemetaan jalur karier yang cocok dengannya. Sebut saja tipe kepribadian, keterampilan, dan minat. 

      Untuk mengetahui kecocokan antara karakteristik personal dan pekerjaan, tim HR perlu melakukan asesmen kepada karyawan. 

      Hasil dari asesmen untuk menilai tanggung jawab dan keterampilan yang sesuai dengan karyawan berdasarkan posisi atau tujuan karier.

      2) Finansial

      Tak sedikit karyawan yang merencanakan karier karena terdorong kebutuhan finansial. Dari situasi ini, tim HR perlu mempertimbangkan kompensasi dan benefit berdasarkan jabatan. 

      Jika jabatan karyawan naik, tetapi tidak memenuhi kebutuhan finansial, bukan tak mungkin mereka memilih pekerjaan di tempat lain.

      3) Keluarga

      Tidak sedikit kelompok orang yang harus merencanakan dan mengarahkan kariernya berdasarkan tuntutan keluarga.

      Misalnya, harus bekerja di kota yang sama, bekerja di perusahaan tertentu, atau tidak boleh tinggal sendiri di luar kota. 

      Untuk menghadapi kondisi itu, tim HR perlu mengomunikasikan pilihan karier sejak di proses rekrutmen. 

      5 Langkah Menciptakan Program Pengembangan Karier

      #1 Tetapkan struktur organisasi yang jelas

      Salah satu strategi terbaik untuk memahami kebutuhan perusahaan ialah dengan membuat struktur organisasi yang jelas untuk setiap posisi. Ini menentukan tanggung jawab setiap karyawan, termasuk rencana kompensasi untuk setiap posisi.

      #2 Kembangkan pemetaan karier 

      Petakan jalur karier untuk setiap posisi sejelas-jelasnya. Misalnya, seorang resepsionis yang menunjukkan minat terhadap keuangan diberikan pelatihan. Selanjutnya, ia menjadi tim keuangan di perusahaan.

      #3 Berdiskusi dengan karyawan

      Untuk menghindari kesalahpahaman, manajer dan tim HR harus berdiskusi dengan karyawan mengenai pengembangan karier. Meskipun Anda telah membuat peta karier karyawan yang sempurna.

      Diskusikan tentang cita-cita dan harapan karier dan apa rencana mereka ke depan. Selaraskan dengan rencana mereka dan peta karier karyawan yang dapat dikembangkan terlebih dahulu.

      #4 Buat action plan 

      Buat action plan spesifik dari langka sebelumnya, sehingga karyawan dapat memanfaatkan program pengembangan karier dari perusahaan. 

      Contohnya:

      • Coaching agar karyawan yang memiliki keterbatasan pemahaman terhadap tugasnya memperoleh keterampilan atau metode baru dari coach
      • On the job training untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, perilaku, keterampilan, serta pengetahuan dari karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan
      • Off the job training dapat berupa memberikan lokakarya, konferensi, webinar, studi kasus, role playing kepada karyawan
      • Job rotation dapat memberikan perubahan posisi atau fungsi karyawan secara horizontal maupun vertikal
      • Job promotion diberikan kepada karyawan karena kinerjanya yang semakin baik dan disertai dengan penambahan gaji serta tunjangan

      Penutup 

      PerusahaanΓÇômelalui tim HRΓÇôsangat berperan penting dalam pengembangan karier karyawan. 

      Untuk menjalan program pengembangan ini, Anda dan tim mencari tahu kekurangan kemampuan dan keterampilan baru yang dimiliki oleh karyawan. 

      Langkah tersebut untuk mempersiapkan action plan sekaligus membentuk sumber daya yang efisien.

    • Tips Pengembangan Karir Karyawan & Contoh Programnya

      Tidak hanya datang, bekerja, gajian, dan pulang! Karyawan-karyawan di perusahaan, juga banyak lho, yang ingin mengejar dan mengembangkan karir mereka. Lalu, pihak perusahaan bisa apa, untuk membantu pengembangan karir karyawan?

      Tenang! Ada banyak hal hingga program, yang bisa dilakukan perusahaan, untuk membantu mengembangkan karir karyawan, secara optimal. Karena karyawan, juga perlu pengakuan atas status karir selama bekerja.

      Tapi, hal ini juga harus didukung dengan niat masing-masing karyawan. Nah, sebelum mengetahui apa saja manfaat, indikator, hingga contoh programnya, mari simak dulu pengertian dari pengembangan karir itu sendiri.

      Tujuan Pengembangan Karir Karyawan

      Tujuan utama dari pengembangan karir karyawan di perusahaan adalah:

      • Meningkatkan kualitas hidup karyawan, dengan membantu mereka menemukan dan mengejar karir, yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka.
      • Menambahkan nilai bagi organisasi, dengan memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan, yang diperlukan untuk berkembang dan mencapai tujuannya.
      • Meningkatkan keterlibatan dan loyalitas karyawan, dengan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.
      • Memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya, yang diperlukan untuk berkembang dan beradaptasi, dengan perubahan lingkungan bisnis.
      • Membantu karyawan membuat transisi karir yang sukses, baik dalam organisasi atau di luar organisasi.

      Indikator Pengembangan Karir

      Rajin dan masuk setiap hari saja tidak cukup, untuk mengembangkan karir. Berikut adalah beberapa indikator pengembangan karir yang penting :

      • Kesadaran diri: karyawan memahami minat, keahlian, dan kemampuan mereka dan mengerti bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka.
      • Pertumbuhan profesional: karyawan terlibat dalam pelatihan dan pengembangan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka.
      • Mobilitas karir: karyawan memiliki akses dan kesempatan untuk berpindah posisi atau bidang dalam organisasi.
      • Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab: karyawan memiliki kesempatan untuk memimpin proyek atau memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pekerjaan mereka.
      • Feedback dan evaluasi: karyawan menerima feedback dari atasan dan rekan kerja untuk membantu mereka memahami kinerja dan potensi mereka.
      • Stabilitas karir: karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mempertahankan pekerjaan mereka dan menghadapi tantangan di masa depan.
      • Keuntungan dan insentif: karyawan menerima insentif dan keuntungan yang wajar untuk menghormati dan memotivasi mereka.

      Bentuk Dari Pengembangan Karir Karyawan di Perusahaan

      Apakah naik gaji bisa disebut sebagai bentuk dari pengembangan karir? Bisa jadi, tapi tergantung dari sudut pandang. Karena, selain dari kebijakan atas kinerja, gaji juga bisa naik dari kebijakan UMR masing-masing daerah.

      Namun, Anda juga harus tahu beberapa bentuk perkembangan karir di perusahaan berikut ini:

      • Promosi vertikal: karyawan naik dalam hierarki organisasi dan memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
      • Rotasi posisi: karyawan berpindah posisi di dalam organisasi untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang beragam.
      • Pelatihan dan pengembangan: karyawan mengikuti pelatihan dan program pengembangan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka.
      • Pekerjaan baru: karyawan memulai pekerjaan baru dalam organisasi yang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang berbeda.
      • Pekerjaan sekunder: karyawan mengambil pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama mereka untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan tambahan.
      • Karir internal: karyawan berkembang dan berkarir dalam satu area bidang spesifik dalam organisasi.
      • Karir luar organisasi: karyawan memulai karir baru di luar organisasi atau memulai bisnis sendiri.

      Contoh Program Pengembangan Karir yang Bisa Diterapkan 

      1. Pelatihan dan Pengembangan 

      Contoh program yang bisa dilakukan perusahaan untuk pengembangan karir karyawan adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan. Gunanya, untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan karyawan, yang tidak hanya fokus di satu keahlian atau bidang saja.

      Misalnya, menyediakan program pelatihan SEO, copywriting, publik speaking, dan lainnya, agar karyawan bisa lebih ΓÇ£proΓÇ¥ dalam mendalami suatu keahlian.

      2. Mentoring dan Coaching

      Tidak selamanya, karyawan akan menjadi staf atau bawahan. Ketika karyawan diberi kesempatan untuk bisa rotasi ke posisi yang lebih tinggi, mereka juga harus bisa memiliki keahlian mentoring dan coaching.

      Pasalnya, ketika mereka naik posisi, maka akan ada staf di bawahnya yang harus dirangkul. Nah, di sini perusahaan bisa memperkenalkan karyawan dengan mentor atau coach, yang dapat membantu mereka dalam perkembangan karir mereka.

      3. Evaluasi Kinerja

      Mungkin Anda pernah mendengar istilah Raker atau Rapat Kerja, yang biasa dilakukan setiap setahun sekali, atau per kuartal. Rapat kerja ini adalah kegiatan berupa evaluasi kinerja, yang sudah dilakukan oleh karyawan dan timnya.

      Dari evaluasi tersebut, perusahaan bisa menilai kinerja masing-masing karyawan secara teratur, untuk membantu karyawan memahami kinerja dan potensi mereka.

      4. Program Mobilitas Karir

      Kuliahnya apa, kerjanya apa! Eits, nggak masalah lho! Justru, gali potensi keahlian di banyak bidang, seluas-luasnya. Di sini, perusahaan bisa memfasilitasi mobilitas karir bagi karyawan, dengan membantu mereka memasuki bidang yang berbeda dalam organisasi.

      Misalnya, dari posisi digital marketing, perusahaan memberikan kesempatan karyawan untuk belajar di posisi community development, atau posisi lainnya. Sehingga, karyawan tidak mentok di dalam lingkaran karir yang di situ-situ saja.

      5. Insentif Karir

      Posisi sudah naik, kok gaji nggak ikut naik ya? Nah ini! Perusahaan seringkali mampu untuk bisa menaikan jabatan seorang karyawan, tapi tidak dengan gajinya. 

      Meski hanya naik dari staf ke leader, setidaknya perusahaan bisa menyesuaikan gaji dengan tanggung jawab karyawan, yang tentunya lebih tinggi. Di sini, perusahaan bisa memberikan kenaikan gaji, plus memberikan insentif kepada karyawan yang mampu berkembang, dan mencapai tujuan karir mereka.

      6. Peluang Pembelajaran

      Ketika ada teknologi baru, di situ pasti ada peluang pembelajaran baru. Perusahaan juga bisa memfasilitasi peluang pembelajaran dan pengalaman bagi karyawan, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.

      Misalnya, zaman sekarang divisi HRD sudah bisa bekerja, dibantu dengan teknologi berupa perangkat lunak atau software, yang mampu memudahkan pekerjaan HRD. Sehingga, para HRD masa kini, bisa mulai belajar tentang teknologi baru ini, untuk diterapkan di dunia kerja.

    • 1. Siapkan 1 Jurnal Nasional 5 tahun terakhir tentang Karir / Promosi Jabatan / Pengembangan Karir yang mempengaruhi kinerja karyawan

      2. Siapkan 1 Jurnal Internasional 5 tahun terakhir tentang Karir / Promosi Jabatan / Pengembangan Karir yang mempengaruhi kinerja karyawan

    • 1. Link file jurnal Nasional tentang Karir / Promosi Jabatan / Pengembangan Karir

      2. Link file jurnal Internasional tentang Karir/ Promosi Jabatan / Pengembangan Karir