Tidak hanya datang, bekerja, gajian, dan pulang! Karyawan-karyawan di perusahaan, juga banyak lho, yang ingin mengejar dan mengembangkan karir mereka. Lalu, pihak perusahaan bisa apa, untuk membantu pengembangan karir karyawan?
Tenang! Ada banyak hal hingga program, yang bisa dilakukan perusahaan, untuk membantu mengembangkan karir karyawan, secara optimal. Karena karyawan, juga perlu pengakuan atas status karir selama bekerja.
Tapi, hal ini juga harus didukung dengan niat masing-masing karyawan. Nah, sebelum mengetahui apa saja manfaat, indikator, hingga contoh programnya, mari simak dulu pengertian dari pengembangan karir itu sendiri.
Tujuan utama dari pengembangan karir karyawan di perusahaan adalah:
Rajin dan masuk setiap hari saja tidak cukup, untuk mengembangkan karir. Berikut adalah beberapa indikator pengembangan karir yang penting :
Apakah naik gaji bisa disebut sebagai bentuk dari pengembangan karir? Bisa jadi, tapi tergantung dari sudut pandang. Karena, selain dari kebijakan atas kinerja, gaji juga bisa naik dari kebijakan UMR masing-masing daerah.
Namun, Anda juga harus tahu beberapa bentuk perkembangan karir di perusahaan berikut ini:
1. Pelatihan dan Pengembangan
Contoh program yang bisa dilakukan perusahaan untuk pengembangan karir karyawan adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan. Gunanya, untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan karyawan, yang tidak hanya fokus di satu keahlian atau bidang saja.
Misalnya, menyediakan program pelatihan SEO, copywriting, publik speaking, dan lainnya, agar karyawan bisa lebih ΓÇ£proΓÇ¥ dalam mendalami suatu keahlian.
2. Mentoring dan Coaching
Tidak selamanya, karyawan akan menjadi staf atau bawahan. Ketika karyawan diberi kesempatan untuk bisa rotasi ke posisi yang lebih tinggi, mereka juga harus bisa memiliki keahlian mentoring dan coaching.
Pasalnya, ketika mereka naik posisi, maka akan ada staf di bawahnya yang harus dirangkul. Nah, di sini perusahaan bisa memperkenalkan karyawan dengan mentor atau coach, yang dapat membantu mereka dalam perkembangan karir mereka.
3. Evaluasi Kinerja
Mungkin Anda pernah mendengar istilah Raker atau Rapat Kerja, yang biasa dilakukan setiap setahun sekali, atau per kuartal. Rapat kerja ini adalah kegiatan berupa evaluasi kinerja, yang sudah dilakukan oleh karyawan dan timnya.
Dari evaluasi tersebut, perusahaan bisa menilai kinerja masing-masing karyawan secara teratur, untuk membantu karyawan memahami kinerja dan potensi mereka.
4. Program Mobilitas Karir
Kuliahnya apa, kerjanya apa! Eits, nggak masalah lho! Justru, gali potensi keahlian di banyak bidang, seluas-luasnya. Di sini, perusahaan bisa memfasilitasi mobilitas karir bagi karyawan, dengan membantu mereka memasuki bidang yang berbeda dalam organisasi.
Misalnya, dari posisi digital marketing, perusahaan memberikan kesempatan karyawan untuk belajar di posisi community development, atau posisi lainnya. Sehingga, karyawan tidak mentok di dalam lingkaran karir yang di situ-situ saja.
5. Insentif Karir
Posisi sudah naik, kok gaji nggak ikut naik ya? Nah ini! Perusahaan seringkali mampu untuk bisa menaikan jabatan seorang karyawan, tapi tidak dengan gajinya.
Meski hanya naik dari staf ke leader, setidaknya perusahaan bisa menyesuaikan gaji dengan tanggung jawab karyawan, yang tentunya lebih tinggi. Di sini, perusahaan bisa memberikan kenaikan gaji, plus memberikan insentif kepada karyawan yang mampu berkembang, dan mencapai tujuan karir mereka.
6. Peluang Pembelajaran
Ketika ada teknologi baru, di situ pasti ada peluang pembelajaran baru. Perusahaan juga bisa memfasilitasi peluang pembelajaran dan pengalaman bagi karyawan, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.
Misalnya, zaman sekarang divisi HRD sudah bisa bekerja, dibantu dengan teknologi berupa perangkat lunak atau software, yang mampu memudahkan pekerjaan HRD. Sehingga, para HRD masa kini, bisa mulai belajar tentang teknologi baru ini, untuk diterapkan di dunia kerja.