Garis besar topik

    • Elastisitas permintaan adalah suatu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. Ketika harga sebuah barang naik, jumlah permintaan terhadap barang tersebut biasanya menurun sedangkan semakin rendah harganya, semakin banyak benda itu dibeli.Elastisitas dapat dibagi menjadi lima kategori besar: elastis sempurna, elastis, tidak elastis sempurna, tidak elastis, dan uniter . Permintaan elastis atau penawaran elastis adalah permintaan yang elastisitasnya lebih besar dari satu, yang menunjukkan responsivitas yang tinggi terhadap perubahan harga.

      Dalam ilmu ekonomielastisitas permintaan atau price elasticity of demand (PED) adalah ukuran perubahan jumlah permintaan barang (jumlah barang akan dibeli oleh pembeli) terhadap perubahan harga barang itu.[1] Pada umumnya, jika harga barang naik, kesediaan pembeli untuk membeli barang tersebut akan menurun. Namun, tingkat perubahan ini berbeda-beda: untuk barang tertentu, kenaikan harga yang kecil akan pengakibatkan permintaan turun dengan drastis, sedangkan untuk barang lain pembeli tetap bersedia membelinya sekalipun harganya naik dengan tajam. Dalam ilmu ekonomi, perbedaan ini diukur sebagai elastistias. Lebih gamblangnya, elastisitas permintaan menunjukkan persentase perubahan jumlah permintaan jika terjadi kenaikan harga 1% dan semua hal lain tetap sama.

      Karena jumlah permintaan hampir selalu turun jika harga naik, elastisitas permintaan biasanya bernilai negatif, walaupun para praktisi kadang tidak menulis tanda negatif tersebut. Permintaan suatu barang dikatakan bersifat elastis jika elastisitasnya lebih besar dari 1, artinya kenaikan harga sebesar 1% menghasilkan penurunan permintaan yang lebih besar dari 1%. Sebaliknya, permintaan inelastis adalah permintaan dengan elastisitas lebih kecil dari 1. Selain itu, terdapat klasifikasi permintaan elastis sempurna memiliki elastisitas Γê₧ elastis uniter (elastitas 1), inelastis sempurna (0) dan elastis sempurna (Γê₧). Segelintir barang memiliki elastisitas positif, sehingga merupakan anomali hukum permintaan, misalnya barang-barang yang merupakan simbol status ("Barang Veblen") atau Barang Giffen.

      Dalam teori ekonomi, pendapatan penjual mencapai titik maksimal saat harga diatur sedemikian rupa sehingga elastisitas permintaannya menjadi uniter (1). Elastisitas permintaan juga dapat digunakan untuk memprediksi efek atau beban yang ditimbulkan oleh pajak terhadap barang tersebut.[2] Terdapat beberapa metide untuk mengukur elastisitas permintaan di dunia nyata, termasuk analisis data rekaman penjualan, model-model yang dihasilkan oleh survei konsumen, serta analisis gabungan dari peringkat acuan konsumen.

      Faktor penentu

      [sunting | sunting sumber]

      Faktor utama yang menentukan elastisitas permintaan adalah kemampuan dan kesediaan konsumen untuk menunda konsumsi atau mencari barang substitusi (pengganti) saat terjadi perubahan harga. Lebih lanjut lagi, kemampuan atau kesediaan ini dapat dianalisis menjadi beberapa faktor:[3]

      Ketersediaan barang pengganti

      Semakin banyak barang substitusi yang tersedia, permintaan akan cenderung semakin elastis, karena pembeli dapat membeli barang lain bahkan jika harga berubah sedikit saja.[3][4][5] Ini disebut efek substitusi dan pengaruhnya sangat besar kepada elastisitas.[6] Jika tidak ada pengganti yang cocok, efek substitusi menjadi mengecil dan permintaan menjadi cenderung inelastis.[6]

      Persentase dari pendapatan pembeli

      Semakin tinggi harga barang jika diukur sebagai persentase dari pendapatan pembeli, elastisitas cenderung lebih tinggi, karena pembeli akan lebih berhati-hati dalam membeli barang tersebut.[3][4] Efek ini disebut efek pendapatan dan pengaruhnya cukup besar.[7] Barang-barang yang merupakan pos pengeluaran kecil cendering memiliki permintaan inelastis.[7]

      Kebutuhan

      Semakin penting kebutuhan akan suatu barang, permintaan cenderung menjadi inelastis karena pembeli akan membelinya tanpa memperdulikan harga. Contohnya adalah obat insulin bagi mereka yang membutuhkan.[8][4]

      Durasi

      Umumnya, semakin lama perubahan harga barang bertahan, elastisitas akan semakin tinggi, karena konsumen memiliki waktu dan kesediaan untuk mengubah perilaku konsumsinya.[3][5] Sebagai contoh, jika harga bahan bakar minyak (BBM) naik, dalam jangka pendek konsumen akan tetap membutuhkannya dan membelinya dengan jumlah yang sama. Namun, jika harga yang tinggi bertahan lama, konsumen akan mencari cara untuk mengurangi kebutuhan BBM-nya, misalnya dengan menggunakan kendaraan umum, atau membeli kendaraan yang lebih hemat BBM.[4]

      Loyalitas merek

      Loyalitas terhadap suatu merek dapat mengurangi sensitivitas terhadap perubahan harga, sehingga permintaan menjadi inelastis. Loyalitas ini dapat terjadi karena kebiasaan atau karena adanya penghalang untuk berganti merek.[9][10]

      Pembayar

      Jika pembelian dibayar oleh pihak lain, permintaan menjadi cenderung inelastis, misalnya pengeluaran dinas yang ditanggung perusahaan atau negara.[10]

      Barang yang adiktif

      Barang-barang yang bersifat adiktif atau dapat menyebabkan kecanduan cenderung memiliki permintaan inelastis, karena konsumen yang sudah kecanduan akan "terpaksa" untuk membelinya sekalipun harganya berubah drastis. Contohnya adalah rokokminuman keras, atau heroin.

      Luasnya definisi barang yang diukur

      Nilai elastisitas suatu barang tergantung kepada definisi barang yang diukur. Misalnya, suatu menu makanan di sebuah rumah makan (definisi sempit) memiliki elastisitas tinggi karena banyaknya substitusi (yaitu jenis makanan lain atau rumah makan lain), sedangkan jika yang diukur makanan secara umum (definisi luas), elastisitasnya kecil karena tidak ada penggantinya.[9]

      Contoh elastisitas permintaan

      [sunting | sunting sumber]

      Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga. Ketika harga sebuah barang turun, jumlah permintaan terhadap barang tersebut biasanya naik. Semakin rendah harganya, semakin banyak barang itu dibeli. Elastisitas permintaan ditunjukan dengan rasio persen perubahan jumlah permintaan dan persen perubahan harga.[1]

      Ketika elastisitas permintaan suatu barang menunjukkan nilai lebih dari 1, maka permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah barang yang diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga. Sementara itu, barang dengan nilai elastisitas kurang dari 1 disebut barang inelastis, yang berarti pengaruh besar-kecilnya harga terhadap jumlah-permintaan tidak terlalu besar.[1]

      Sebagai contoh, jika sepeda motor memiliki elastisitas permintaan sebesar 2, maka sepeda motor tersebut dikelompokan sebagai barang elastis karena nilai elastisitasnya lebih dari 1. Sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah permintaan atas sepeda motor sangat dipengaruhi oleh besarnya harga yang ditawarkan. Contoh elastisitas permintaan dapat dilihat di tabel berikut.[1][11]

      KoefisienElastisitasKeteranganContoh
      n = 0Inelastis sempurnaWalaupun terjadi perubahan harga, perubahan barang yang diminta tetap sama (tidak berubah)Tanah, air
      0 < n < 1InelastisKonsumen kurang peka terhadap perubahan harga sebesar 1%, sehingga terjadi perubahan barang yang diminta sebesar <1%Kebutuhan primer/pokok
      n = 1Elastis uniterSetiap perubahan harga sebesar 1%, terjadi perubahan barang yang diminta sebesar 1%Kebutuhan sekunder
      1 < n < ∞ElastisKonsumen peka terhadap perubahan harga sebesar 1%, sehingga terjadi perubahan barang yang diminta sebesar >1%Barang-barang elektronik dan mewah
      n = ∞Elastis sempurnaWalaupun tidak terjadi perubahan harga, perubahan barang yang diminta selalu berubah-ubahBBM, Sembako

      Untuk barang-barang normal, penurunan harga akan berakibat pada peningkatan jumlah permintaan. Permintaan terhadap sebuah barang dapat dikatakan inelastis bila jumlah barang yang diminta tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Barang dan jasa yang tidak memiliki substitusi biasanya tergolong inelastis. Permintaan terhadap antibiotik, misalnya, dikatakan sebagai permintaan inelastis karena tidak ada barang lain yang dapat menggantikannya. Daripada mati terinfeksi bakteri, pasien biasanya lebih memilih untuk membeli obat ini berapapun biayanya. Sementara itu, semakin banyak sebuah barang memiliki barang substitusi, semakin elastis barang tersebut.

      Meskipun permintaan inelastis sering diasosiasikan dengan barang "kebutuhan," banyak juga barang yang bersifat inelastis meskipun konsumen mungkin tidak "membutuhkannya." Permintaan terhadap garam, misalnya, menjadi permintaan inelastis bukan karena konsumen sangat membutuhkannya, melainkan karena harganya yang sangat murah.



    • Apa itu Elastisitas

      Secara umum, elastisitas bisa diartikan sebagai pengaruh perubahan harga terhadap jumlah dari produk barang yang diminta atau ditawarkan. Bisa dikatakan bahwa elastisitas ini merupakan tingkat perubahan atau kepekaan dari satu gejala ekonomi atas perubahan gejala ekonomi yang lain.Elastisitas bisa dibedakan menjadi 3, yaitu elastisitas harga (price elasticity), elastisitas pendapatan (income elasticity) dan elastisitas silang (cross elasticity). Pada ketiga jenis elastisitas tersebut ada unsur penting yang mempengaruhi, yaitu elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran.Pengertian Elastisitas Permintaan dan PenawaranDari penjelasan tentang permintaan dan penawaran serta elastisitas di atas, apakah Sobat Pijar sudah mendapatkan gambaran mengenai elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran? Jika masih kurang paham, mari kita bahas satu per satu.

      Sebelum memahami elastisitas permintaan dan penawaran, Sobat Pijar juga bisa menyimak pembahasan Pijar Belajar sebelumnya tentang teori permintaan dan penawaran, hukum permintaan dan penawaran, dan kurva permintaan dan penawaran berikut ini. Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan merupakan pengaruh dari perubahan harga terhadap jumlah produk barang yang diminta. Atau dengan kata lain elastisitas permintaan merupakan tingkat kepekaan dari perubahan jumlah barang yang diminta atas perubahan harganya.

      Elastisitas Penawaran

      Elastisitas penawaran merupakan pengaruh dari perubahan harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan. Atau bisa dikatakan bahwa elastisitas penawaran merupakan tingkat kepekaan dari perubahan jumlah barang yang ditawarkan atas perubahan harganya.Jadi, perbedaan elastisitas permintaan dan penawaran terletak pada perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga (elastisitas permintaan) dan perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat adanya perubahan harga (elastisitas penawaran).

      Koefisien Elastisitas PermintaanBerdasarkan konsep elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran yang telah dijelaskan di atas, maka untuk bisa mengetahui koefisien elastisitas diperlukan rumus elastisitas permintaan dan penawaran seperti di bawah ini:

      Keterangan:

      E : elastisitas permintaan atau penawaran

      ΔQ : perubahan pada jumlah barang

      ΔP : Perubahan pada harga barang

      Q : Jumlah dari barang mula-mula

      P : Harga dari barang mula-mula


      Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan dan Penawaran

      Elastisitas permintaan maupun penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah seperti berikut ini:



      Jenis Elastisitas Permintaan dan Penawaran 

      Pada dasarnya elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran bisa dibedakan menjadi 5 jenis. Untuk penjelasannya secara lebih lanjut, langsung saja simak penjabaran yang ada di bawah ini:


      1. Elastis (E>1)

      Permintaan dan penawaran disebut elastis jika persentase perubahan jumlah barang yang diminta maupun yang ditawarkan lebih tinggi daripada persentase perubahan harganya, atau jika nilai koefisien elastisitasnya > 1.


      Biasanya jenis elastisitas ini ditemukan pada produk yang memiliki banyak substitusi atau pengganti. Contoh elastisitas penawaran atau permintaan elastis ditemukan pada produk makanan, pakaian, dan lain sebagainya. 


      Jadi ketika harganya naik maka akan mudah bagi konsumen untuk mendapatkan barang penggantinya. Berikut ini adalah grafik elastisitas permintaan dan penawaran yang elastis:



      2. Inelastis (E<1)

      Disebut inelastis jika persentase dari jumlah barang yang diminta kurang dari persentase perubahan harga. Kondisi ini sering ditemukan pada barang kebutuhan sehari-hari seperti beras yang menjadi kebutuhan pokok. Meskipun harga naik, masyarakat akan tetap membeli.


      3. Unitary (E=1)

      Elastisitas permintaan dan penawaran disebut unitary atau uniter jika persentase dari jumlah barang yang diminta sama dengan persentase perubahan harganya. Hanya saja contoh dari barang yang memiliki elastisitas uniter ini tidak bisa disebutkan secara spesifik.


      4. Elastis Sempurna (E= ~)

      Elastis sempurna atau tidak terhingga bisa terjadi jika pada suatu harga yang ditawarkan bisa membeli atau menjual seluruh barang yang tersedia di pasar. Namun jika ada kenaikan sedikit saja maka jumlah permintaan akan jatuh menjadi nol (0).


      Kondisi ini biasanya terjadi pada produk barang atau jasa yang memiliki sifat dan karakteristik sama meskipun berasal dari produsen yang berbeda dan dijual di tempat yang berbeda.


      5. Inelastis Sempurna (E=0)

      Kondisi permintaan atau penawaran inelastis sempurna bisa terjadi jika perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh pada jumlah permintaan barang. Jadi berapapun harganya jumlah produk barang atau jasa tidak berubah.


      Salah satu contohnya adalah lukisan seniman terkenal yang sudah meninggal dunia. Meskipun harganya terus mengalami kenaikan tapi jumlah produk yang tersedia tetap atau tidak berubah.


      6. Elastisitas Silang

      Jenis elastisitas ini mengukur tingkat kepekaan pada perubahan jumlah produk tertentu yang diminta (misal produk X) akibat adanya perubahan harga pada produk lain (misal produk Y). Jenis elastisitas ini berlaku untuk jenis barang substitusi maupun komplementer.


      Adapun rumusnya adalah:



      Nilai elastisitas yang dihasilkan dari rumus perhitungan tersebut menunjukkan hubungan antara produk X dan Y. Sifat hubungannya bisa berupa komplementer atau substitusi (menggantikan) dan bisa juga netral atau tidak ada hubungan sama sekali.


      Contoh hubungan produk barang komplementer atau melengkapi adalah kopi dengan gula. Contoh hubungan produk barang substitusi adalah kopi dengan teh. Sedangkan hubungan yang netral bisa terjadi antara air dengan ponsel.


      Adapun rumus sifat dari elastisitas silang adalah:


      • Exy>0 (barang substitusi), contohnya jika harga beras naik maka jumlah beras yang diminta akan turun dan gandum yang diminta akan naik.
      • Exy<0 (barang komplementer), contohnya jika harga gula naik maka jumlah gula yang diminta akan turun dan jumlah kopi yang diminta juga akan turun.
      • Exy=0 pada dua barang netral karena tidak memiliki hubungan antara keduanya.  


      Contoh Soal Elastisitas Permintaan dan Penawaran

      Agar lebih memahami materi dan pembahasan tentang elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran, berikut ini contoh soal yang bisa dipelajari:

      Toko Pakaian Elok pada bulan ini melakukan cuci gudang untuk semua produk pakaian, mulai dari pakaian anak hingga dewasa. Harga pakaian anak yang sebelumnya Rp20.000 diturunkan menjadi Rp15.000 saja. 

      Dengan adanya penurunan harga tersebut, terjadi peningkatan pada jumlah permintaan pakaian anak yang semula berjumlah 1.000 pcs naik menjadi 4.000 pcs. Berapakah koefisien elastisitasnya?

      Diketahui:

      ΔQ=4.000–1.000

      ΔQ=3.000


      ΔP=15.000–20.000

      ΔP=−5.000


      Ed=ΔQΔP×PQ


      Ed=3000−5000×200001000


      Ed=12


      Maka, Ed > 1.


      Dari hasil perhitungan di atas dapat terlihat bahwa sebenarnya hasilnya adalah negatif. Namun hal itu bisa diabaikan saat menghitung koefisien elastisitas. Diketahui nilai dari koefisien permintaan pakaian anak sebesar 12. Artinya, jika akan perubahan harga naik 1% maka permintaan akan turun 12%.


      Coba asah pemahamanmu lebih dalam lagi melalui berbagai latihan soal Pijar Belajar lainnya, yuk! Klik banner di bawah ini untuk mulai mengakses latihan soal lengkap dengan pembahasannya.