Garis besar topik
-
-
PRINSIP-PRINSIP PENGUKURAN DAN PENYUSUSAN SKALA
Prinsip pengukuran dan penyusunan skala berpusat pada kejelasan aturan klasifikasi data, validitas (mengukur apa yang seharusnya diukur), reliabilitas (konsistensi hasil), kepekaan (kemampuan menangkap variasi), dan pemilihan skala yang tepat (Nominal, Ordinal, Interval, Rasio) yang menentukan jenis analisis statistik yang bisa dilakukan, dengan tujuan menghasilkan data yang akurat dan dapat ditafsirkan secara sahih.Prinsip-Prinsip Pengukuran- Keabsahan (Validitas): Instrumen harus benar-benar mengukur apa yang ingin diukur, bukan hal lain.
- Keandalan (Reliabilitas): Hasil pengukuran konsisten jika diterapkan berulang kali dalam kondisi yang sama.
- Kepekaan (Sensitivity): Mampu mendeteksi perbedaan kecil atau variasi dalam atribut yang diukur.
- Objektivitas: Pengukuran bebas dari bias peneliti atau responden.
- Akurasi & Presisi: Menghasilkan nilai yang sesuai dengan variabel dan memiliki tingkat ketelitian yang baik.
Prinsip Penyusunan Skala (Jenis Skala Stevens)Penyusunan skala menentukan aturan penetapan angka untuk mengklasifikasi data, dengan empat jenis utama:- Nominal: Mengklasifikasi data tanpa urutan (misal: jenis kelamin, warna).
- Ordinal: Mengklasifikasi dengan urutan (misal: peringkat, tingkat kepuasan baik-buruk).
- Interval: Memiliki urutan dan jarak antar angka sama, tapi tidak ada nol mutlak (misal: suhu Celsius).
- Rasio: Memiliki urutan, jarak sama, dan ada nol mutlak (misal: tinggi badan, berat badan).
Prinsip Penyusunan Skala Likert (untuk mengukur sikap/pendapat)- Item pernyataan: Harus jelas, tunggal, dan tidak ambigu.
- Skor: Memberikan angka pada setiap pilihan (misal: 1-5) yang mencerminkan intensitas sikap (setuju/tidak setuju).
- Skor Tengah (Netral): Menyediakan pilihan netral (ragu-ragu) untuk responden yang tidak punya pendapat kuat.
TujuanMemilih skala yang tepat memastikan data dapat dianalisis secara statistik dengan benar, dari pengelompokan (nominal) hingga perhitungan matematis (rasio).
-